Resource > Jurnal Pelita Zaman >  Volume 5 No. 1 Tahun 1990 >  DEFINISI TENTANG AKHIR ZAMAN > 
I. PANDANGAN BERBAGAI ALIRAN 
sembunyikan teks

A. Premillennialisme Historis

Secara eksplisit aliran ini tidak memberikan definisi yang pasti tentang akhir zaman. Namun melalui pemahaman terhadap isi kepercayaan yang mereka yakini, secara implisit kita berusaha menangkap definisi ini.

Selayang pandang doktrin mereka mengenai hal-hal akhir adalah sebagai berikut:1)

Pertama, berdasarkan penafsiran "sepotong" dari 2 Pet. 3:8, dikatakan bahwa dunia ini sudah berjalan sepanjang 6000 tahun karena seribu tahun diwakili dengan satu hari "penciptaan".

Kedua, menjelang akhir dari masa "hari" keenam, di mana dimulai dengan kedatangan Kristus pertama kalinya, penderitaan dan penganiayaan terhadap umat percaya meningkat sampai pada puncaknya yaitu bangkitnya Antikristus (1 Tes. 2:3-10, 1 Yoh. 2:18).

Ketiga, sedang Antikristus berkuasa penuh, Kristus akan datang dengan kemuliaanNya, mengatasi semua musuh-musuhNya, membangkitkan orang Kristen yang telah meninggal dan mendirikan Kerajaan 1000 tahun (inilah "hari" ketujuh, Sabbat).

Keempat, pada akhir dari periode ini si jahat akan bangkit untuk menghadapi penghakiman terakhir.

Kelima, akhir dari semuanya ini ciptaan baru akan tampak (2 Pet. 3, Why. 22).

Di sini kita mengetahui bahwa yang dimaksud dengan akhir zaman adalah masa yang meliputi akhir "hari keenam" hingga "hari ketujuh" secara penuh. Tidak jelas apakah bagi aliran ini konotasi akhir zaman sama dengan zaman akhir.

B. Premillennialisme Dispensasionalisme

Sistim Dispensasionalisme ini membagi zaman menjadi tujuh bagian. Secara ringkas ajaran mereka sebagai berikut:

Pertama, kebangsaan Israel akan menduduki tempat yang istimewa di bidang ekonomi, dan ini merupakan bentuk sementara dari Kerajaan Allah. Karena kemurtadan mereka, kerajaan digulingkan dan menunggu pemulihannya pada waktu Mesias datang.

Kedua, gereja hanya merupakan suatu sisipan di dalam sejarah kerajaan. Ini disebut semacam selang waktu yang mendatangkan berkat anugerah Injil bagi bangsa-bangsa lain.

Ketiga, kedatangan Kristus sudah dekat, dan Ia akan datang bilamana saja. Tidak ada suatu kejadian pun yang harus digenapi lebih dahulu sebelum Ia datang.

Keempat, kedatangan Kristus yang kedua terdiri dari dua peristiwa yang terpisah yang diselangi tujuh tahun. Yang pertama adalah bagi para suciNya, sedang yang kedua bagi kaum Israel. Sesudah periode ini Kristus akan datang kembali bersama orang suciNya. Bangsa-bangsa yang masih hidup akan dihakimi, para suci yang mati pada penganiayaan yang besar akan dibangkitkan, Antikristus dihancurkan dan Setan diikat (Why. 20:1-2).

Kelima, kemudian Kerajaan seribu tahun akan didirikan di bumi. Warga yang sesungguhnya adalah orang-orang Yahudi saja, sedang orang kafir adalah warga yang diadopsi. Kristus akan bertakhta di Yerusalem. Bait Allah akan dibangun lagi dan persembahan dilakukan lagi. Menyusul adalah perdamaian dan kemakmuran pada periode ini dunia akan bertobat.

Keenam, pada akhir Millennium Setan akan dilepaskan sejenak. Gog dan Magog akan bangkit melawan kota suci, tetapi Allah akan berintervensi dan Setan dikalahkan, lalu dibuang ke lautan api. Semua orang mati yang belum bangkit akan dibangkitkan dan menghadap takhta pengadilan Allah.

Ketujuh, kemudian sesudahnya akan diikuti kerajaan sorga yang kekal.

Jadi bagi mereka definisi akhir zaman meliputi masa kedatangan Kristus pertama, selang waktu tujuh tahun, kedatangan kedua kali, diikuti kerajaan seribu tahun hingga penghakiman terakhir.

C. Postmillennialisme

Orang-orang penganut postmillennialisme percaya:

Pertama, Kristus akan datang kembali sesudah kerajaan seribu tahun.

Kedua, kerajaan Allah diperluas semasa di dunia ini melalui Pekabaran Injil dan pekerjaan Roh Kudus.

Ketiga, ketika kedatangan Kristus kembali terjadi kebangkitan umum, disusul dengan penghakiman umum, setelah itu mulailah kerajaan kekal.

Keempat, Kerajaan Allah adalah sekarang ini dan bersifat rohani. Gereja adalah lembaga ilahi yang mengakibatkan kedatangan Kristus dalam kuasa kerajaanNya. Jadi bagi mereka definisi akhir zaman meliputi kedatangan Kristus kembali, kebangkitan umum dan penghakiman umum.

D. Amillennialisme

Menurut William E. Cox, yang mewakili golongan ini dikatakan bahwa bahasa Yunani menggambarkan dua jenis tindakan yang berbeda. Yang pertama berupa garis tindakan yang Tinier, sedangkan yang lain berupa titik tindakan yang punktilier (tepat). Hal kedatangan Kristus kedua kali lebih berupa tindakan tepat pada satu titik peristiwa. Istilah-istilah lain yang sinonim dengan kedatangan kedua kali ini adalah: hari Tuhan, hari Tuhan Yesus, hari Yesus Kristus, hari Kristus, harinya Allah, hari itu, hari terakhir, penyataan Kristus, penampakan Kristus, hariNya, kedatangan Kristus. Semuanya ini menunjuk pada suatu kejadian yang sama.99

Boleh dikatakan bahwa definisi akhir zaman adalah masa yang meliputi sejumlah kejadian (kedatangan Tuhan kedua kali, kebangkitan, penghakiman, pemberian pahala bagi para suci, penghukuman bagi orang jahat dan ditutupnya sejarah serta menghantar kepada keadaan final, penyempurnaan kerajaan Allah dan penghukuman akhir bagi Setan).



TIP #11: Klik ikon untuk membuka halaman ramah cetak. [SEMUA]
dibuat dalam 0.01 detik
dipersembahkan oleh YLSA