Resource > Jurnal Pelita Zaman >  Volume 5 No. 1 Tahun 1990 >  SEKILAS TENTANG PENAFSIRAN KITAB WAHYU > 
III. PRINSIP PENAFSIRAN: BEBERAPA PEGANGAN 
sembunyikan teks

Sama seperti menafsir kitab lain, menafsir kitab Wahyu juga menuntut langkah-langkah penafsiran umum. Langkah-langkah ini pada dasarnya dapat diringkas sebagai berikut:12)

1. analisa teks

2. analisa isi Alkitab (introduksi)

3. analisa sejarah dan latar belakang

4. analisa sastra

5. analisa konteks

6. analisa arti kata

7. analisa tata bahasa

8. analisa integrasi

Selain apa yang di atas, masih terdapat beberapa prinsip yang perlu diperhatikan:

(1) walaupun terdapat perbedaan antara nubuat dan apokaliptik, tetapi dalam banyak aspek mereka pun sangat dekat. Ditambah lagi, literatur apokaliptik sangat mungkin lahir dari nubuat Perjanjian Lama. Jadi dapat dipertanggungjawabkan jika kita menerapkan prinsip dan metode penafsiran nubuat atas apokaliptik.

(2) apokaliptik sangat menonjol dalam hal eskatologi. Penafsir modern perlu sadar akan dorongan ingin tahu dari sementara orang, dan jangan terlalu spekulatif dalam menafsir apokaliptik. Ingat selalu ajaran Tuhan Yesus di dalam Mat. 24:36; Kis. 1:7.

(3) penafsiran modern perlu memperhatikan ciri khas literatur apokaliptik umum dan juga apokaliptik yang terdapat di dalam Alkitab. Perhatikan selalu topik, nubuat, latar belakang sejarah dan bahasa simbolisnya.

(4) simbol atau bahasa simbolis dalam apokaliptik adalah sesuatu yang dapat dimengerti oleh orang zaman itu. Jadi untuk menafsir semua ini, penafsir perlu memperhatikan penjelasan dari penulis, konteks, bahkan literatur apokaliptik umum zaman itu.

(5) perhatikan selalu dampak dari bahasa simbolis yang jelas sangat emosional.

(6) penafsir modern juga perlu memperhatikan bagian yang paralel dan juga nubuat di dalam perjanjian Lama. Penafsir modern juga perlu selalu menanyakan apakah nubuat apokaliptik telah atau belum digenapi.

(7) Alkitab selalu mengajarkan kebenaran untuk segala zaman. Ini berlaku juga bagi simbol yang dipakai dalam apokaliptik. Penafsir modern perlu memperhatikan aspek ini.

Tulisan pendek ini tidak bermaksud menyajikan suatu rumusan sederhana untuk penafsiran kitab Wahyu. Tetapi adalah harapan penulis, melalui artikel singkat ini, lebih banyak pembaca terdorong menyelidiki firman Allah lebih tekun dan intensif. Kiranya dalam proses dan pengalaman penyelidikan itulah, pembaca sendiri memperoleh banyak berkat dan juga cara penafsiran yang lebih akurat.



TIP #17: Gunakan Pencarian Universal untuk mencari pasal, ayat, referensi, kata atau nomor strong. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA