Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac >  8. Ugarit dan Orang Kanaan >  V. Sastra Ugarit. >  A. Berbagai Mitos. > 
2. Berbagai Mitos Kesuburan 
sembunyikan teks

Dua mitos lagi dari Ugarit akan mengakhiri pembahasan kita mengenai cabang sastra ini. Mitos yang pertama mengenai perkawinan Yarih, dewa bulan, dengan Nikkal, dewi bulan dari Mesopotamia. Nikkal melahirkan seorang anak bagi Yarih. Perkataan Yarih kepada Nikkal menunjukkan bahwa kesuburan rahim dan kesuburan tanah berhubungan, "Aku akan menjadikan ladang-ladangnya itu kebun anggur/ladang cintanya kujadikan kebun buah-buahan."

Mitos kedua sering disebut "Kelahiran Allah yang Baik dan Ramah." Mitos ini mulai dengan suatu jamuan di mana tersedia anggur dengan berlimpah-limpah. Naskah ini dibagi dalam berbagai bagian, dan bagian yang kesepuluh menjadi yang terakhir dan terpenting. El baru saja mau menciptakan dua perempuan yang akan menjadi istrinya atau menjadi anak perempuannya, tergantung pada kemampuannya untuk menyuburkan mereka. Ia menciptakan kedua perempuan ini dan memperkosa mereka. Lalu keduanya menjadi hamil. Yang seorang melahirkan seorang anak yang dinamakan Fajar (Shahar), dan yang lain seorang anak yang dinamakan Petang (Shalim). Kemudian hari, El bercinta dengan perempuan-perempuan yang sama ini dan mereka berdua melahirkan tujuh anak laki-laki. Anak-anak ini adalah "ilah-ilah yang baik dan ramah." Mereka ditakdirkan menjadi dewa-dewa kesuburan, dan mula-mula disusui oleh "Sang Wanita" (Asyera, istri El?). El mengirim mereka ke padang belantara selama tujuh tahun lebih, sampai keadaan berubah menjadi lebih baik. Telah dikemukakan bahwa naskah ini berhubungan dengan upacara agama yang dimaksudkan untuk mengakhiri serangkaian tahun-tahun yang buruk dan memulai daur yang produktif untuk Ugarit.

Agama-agama kesuburan seperti agama Ugarit sangat memperhatikan perkembangbiakan di dalam negeri, di dalam hasil bumi, dan di dalam rahim. Uraian ini membantu menjelaskan tekanan mereka pada hubungan seksual.

Alkitab dan naskah-naskah Kanaan di Ugarit memakai kata qadesh dan qedesha, yang berarti "orang suci" - kata yang pertama maskulin, yang kedua feminim. Di Ugarit "orang-orang suci" ini adalah para imam homoseksual dan imam wanita yang bertindak sebagai pelacur.

Kita menemukan reaksi orang Ibrani yang keras terhadap "pelacuran yang berkaitan dengan pemujaan" ini dalam ayat-ayat seperti Imamat 19:29, "Janganlah engkau merusak kesucian anakmu perempuan dengan menjadikan dia perempuan sundal," dan Ulangan 23:17, "Di antara anak-anak perempuan Israel janganlah ada pelacur bakti (qedesha), dan di antara anak-anak lelaki Israel janganlah ada semburit bakti (gadesh)." Salah satu pembaharuan Yosia adalah merobohkan petak-petak pelacuran bakti" (II Raj. 23:7).



TIP #35: Beritahu teman untuk menjadi rekan pelayanan dengan gunakan Alkitab SABDA™ di situs Anda. [SEMUA]
dibuat dalam 0.03 detik
dipersembahkan oleh YLSA