Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac >  8. Ugarit dan Orang Kanaan >  V. Sastra Ugarit. >  A. Berbagai Mitos. > 
1. Daur Baal. 
 sembunyikan teks

Yang terpanjang dari mitos-mitos Kanaan disebut Daur Babel. Para pakar tidak sependapat tentang urutan episode-episode cerita ini yang terdapat pada sekitar selusin lempeng tanah liat. Tetapi kita dapat menerima versi umum ini:

Baal dan Yamm berperang dengan sengit. Ini bukan adu gulat di langit untuk ditonton oleh para penonton yang girang. Hasilnya adalah sangat serius bagi orang-orang yang percaya pada Baal. Apabila Baal menang, negeri itu akan subur pada tahun itu, dan para petani dan penduduk dapat bernapas dengan lebih lega. Tetapi apabila Mot menang, bencana akan menyusul - kematian dan kemandulan akan merintah. Mungkin tahun itu akan terjadi bencana belalang, atau bencana kekeringan.

Kita mengetahui dari salah satu lempeng yang pertama dalam seri ini bahwa Yamm mengutus dua utusan kepada El, kepala para dewa, untuk memohon agar Baal diberikan kepada kedua utusan tersebut. "Serahkanlah, oh, dewa-dewa, dia yang kau sembunyikan ... Serahkanlah Baal ... putra Dagon, supaya aku boleh mewarisi emasnya." menyerah dan memberikan Baal. Karena marah, Baal menyerang untuk membalas, tetapi ditahan oleh dewi Anat dan dewi Astoret. Untuk sementara, Yamm menang dari Baal.

Akan tetapi, kita melihat dari sebuah naskah lain bahwa hal yang sebaliknya terjadi. Dalam episode ini, Baal mengalahkan Yamm. Senjata Baal adalah dua pentung gaib yang diberikan oleh Kothar-wa-Khasis, dewa pertukangan dan penemu perkakas, senjata dan alat musik.

Sebuah naskah panjang dari Daur Baal memperkenalkan dewi Anat, istri Baal, kepada kita. Baal juga mempunyai tiga anak perempuan: Talliya, dewi embun; Padriya, dewi awan-awan; dan Arsiya, dewi bumi.

Anat adalah dewi perang (ia memperjuangkan maksud-maksud suaminya) dan juga dewi asmara dan sensualitas, suatu gabungan sifat-sifat yang umumnya terdapat pada dewi-dewi purba. Taktik penjagalannya terhadap musuh-musuh Baal digambarkan secara terperinci, "Anat menggembungkan hatinya dengan tawa/Hatinya dipenuhi kegirangan/Karena di tangan Anat terdapat kemenangan/Ia terjun sampai ke lutut dalam darah para prajurit/Sampai ke leher dalam darah kental pasukan-pasukan/Sampai ia kenyang." Pembantaian ini menghasilkan kesuburan untuk negeri itu. "la mengambil air dan membasuh/Dengan embun dari langit/tanah gemuk." Berkat-berkat serupa terkandung dalam perkataan Ishak kepada Yakub (atau Esau, seperti yang disangka Ishak), di Kejadian 27-28, "Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi." Berkat ini ditemukan lagi dalam perkataan Ishak kepada Esau (Kej. 27:39).

Cerita berikutnya mengisahkan bagaimana Baal mencoba membujuk Anat untuk meyakinkan El agar memberikan kepada Baal sebuah istana. Tidak ada permintaan dari Baal yang terlalu besar bagi Anat untuk dikabulkan. Ia memberi tahu Baal bahwa Baal tinggal minta saja dan ia akan memberikannya. Ia mengingatkan Baal akan segala sukses yang dicapainya pada masa lalu, "Bukankah aku telah meremukkan Yamm, kesayangan El?/Bukankah aku telah memusnahkan dewa Sungai yang besar?/Bukankah aku telah memberangus sang naga?/Juga menghancurkan ular yang berkelok-kelok/Monster dahsyat yang berkepala tujuh?/Aku telah meremukkan Mot, kesayangan dewa bumi . . . " Waktu kisah ini berakhir, Anat tampil di hadapan El serta menuntut agar ia mengindahkan permohonan Baal akan sebuah istana. Ia mengancam El dengan tindakan kekerasan jikalau ia tidak mengabulkan permohonan itu. El begitu takut pada putrinya sehingga ia bersembunyi di dalam rumahnya sendiri!

Sebuah teks lain menggambarkan sebuah pertemuan yang berbeda antara Baal dan Yamm, dengan Yamm sebagai pemenang. Tetapi dalam versi ini Baal (yang sering dilambangkan sebagai seekor lembu jantan) bersetubuh dengan seekor sapi muda sebelum pergi ke neraka agar ia mempunyai ahli waris. Rupanya orang Kanaan tidak menganggapnya salah bila mengizinkan dewa mereka melakukan hal-hal yang bersifat kebinatangan.

Naskah-naskah ini membolehkan kita untuk mengerti berbagai pertempuran besar di mitos-mitos Ugarit di antara kekuatan-kekuatan dewa kegersangan dan produktivitas, kemandulan dan kesuburan - Yamm dan Baal, Mot dan Baal. Di Perjanjian Lama terdapat banyak ayat yang mirip sekali dengan bentrokan-bentrokan di langit ini. Satu contoh adalah, "Terjagalah, terjagalah! Kenakanlah kekuatan, hai tangan Tuhan! ... Bukankah Engkau yang meremukkan Rahab, yang menikam naga sampai mati? Bukankah Engkau yang mengeringkan laut, air samudera raya yang hebat ... ?" (Yes. 51:9-10) atau Mazmur 74:13-14, "Engkaulah yang membelah laut dengan kekuatan-Mu, yang memecahkan kepala ular-ular naga di atas muka air. Engkaulah yang meremukkan kepala-kepala Lewiatan, yang memberikannya menjadi makanan penghuni-penghuni padang belantara." Kita bahkan menemukan berbagai pernyataan yang serupa di Perjanjian Baru, terutama berkaitan dengan naga merah padam yang besar yang berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, yang dikalahkan oleh Mikhael dan malaikat-malaikatnya (Why. 12:3-17).

Bagaimanakah kita akan menafsirkan ayat-ayat seperti ini? Apakah para penyair Israel meminjam mitos tentang bentrokan besar itu dari tetangga-tetangga Kanaannya? Mungkin tidak. Materi sastra seperti ini umum terdapat di seluruh Timur Dekat purba.

Para penulis Alkitab dengan sengaja mengacu kepada mitos-mitos yang sudah dikenal. Kelihatannya mustahil untuk menghindari kesimpulan seperti ini. Apakah artinya alusi-alusi kepada seekor naga atau Lewiatan bagi orang-orang yang mendengarkan nubuat Yesaya, kecuali mereka sudah tahu cerita-cerita tentang makhluk-makhluk tersebut? Akan tetapi, para penulis Israel tidak sekadar menyalin pemikiran orang Kanaan dalam tulisan mereka. Seandainya mereka berbuat demikian, kita dapat mengharapkan akan menemukan mitos-mitos penciptaan dari orang Kanaan di kitab-kitab Pentateukh dan di pasal-pasal pembukaan kitab Kejadian, padahal mitos-mitos itu tidak ada. Sebaliknya, binatang-binatang mitos ini muncul dalam Alkitab secara relatif pada tanggal yang kemudian, ketika Israel sudah mantap dalam kepercayaannya pada Allah yang Esa, tanpa tandingan. Yesaya dan Pemazmur tidak sedang mengesahkan mitos-mitos Kanaan sebagai kebenaran, melainkan meminjam isinya untuk dipakai sebagai perbandingan puitis guna mencanangkan kedaulatan Allah.



TIP #13: Klik ikon untuk membuka halaman teks alkitab dalam format PDF. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA