Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac >  8. Ugarit dan Orang Kanaan > 
IV. Penaklukan Kanaan. 
sembunyikan teks

Mudah untuk mengatakan, seperti yang dilakukan beberapa ahli, bahwa Kanaan tidak ditaklukkan seperti yang digambarkan oleh Alkitab, tetapi sebaliknya secara perlahan-lahan orang Israel telah masuk ke negeri itu. Ada yang merasa bahwa gambaran dari "perang suci" atau "perang pembasmian" ini timbul dari khayalan penulis-penulis yang kemudian, yang telah memutarbalikkan berbagai kejadian sejarah. Sama baiknya juga untuk memandang kejadian-kejadian ini seperti bersifat sejarah, tetapi mencatatnya pada tahap yang lebih awal dalam pengembangan hati nurani orang-orang Israel yang kuno. Namun, mungkin penaklukan Kanaan dapat dimengerti dengan lebih baik bila mengingat fakta-fakta ini:

 A. Hibah Berdasarkan Kanaan.
sembunyikan teks

Negeri Kanaan diberikan kepada orang Israel berdasarkan kemurahan Allah, bukan berdasarkan jasa mereka. Tidak ada petunjuk bahwa orang Israel menganggap diri mereka sebagai bangsa yang unggul. Allah mereka yang unggul - Allah yang esa.

 B. Berbagai Perintah Allah.
sembunyikan teks

Kanaan diserang oleh orang Israel karena Allah yang memerintahkannya. Israel tidak mengambil langkah pertama atas kemauannya sendiri. Ini bukan penggenapan cita-cita perluasan yang sudah lama diidam-idamkan oleh Israel. Sebenarnya, Alkitab tidak pernah menyebutkan bahwa Israel mempunyai tentara yang tetap sebelum zaman Daud.

 C. Perang Sebagai Suatu Cara Hidup.
sembunyikan teks

Perang terhadap Kanaan tidak pernah menjadi contoh yang harus dilakukan yang kemudian diikuti oleh orang Israel. Kehendak Allah bagi umat-Nya di dalam dunia pertama kalinya diuraikan di Kejadian 12:3, "Olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."

 D. Jarahan.
sembunyikan teks

Menjarah musuh yang telah dikalahkan adalah perbuatan yang umum dilakukan pada zaman itu dan tetap dilakukan sepanjang sejarah. Akan tetapi, Firman Allah melarang orang Israel untuk mengambil jarahan bagi diri mereka sendiri dari orang-orang yang telah ditaklukkannya. Segala sesuatu harus dipersembahkan kepada Tuhan. Perak, emas, dan bejana-bejana dari perunggu dan besi harus dimasukkan ke dalam perbendaharaan Tuhan, bukan dalam persimpanan pribadi (Yos. 6:18-19).

 E. Tiada Patokan Rangkap.
sembunyikan teks

Bangsa Israel tidak dibebaskan dari menaati Firman Allah. Dalam hal ini tidak terdapat patokan rangkap. Seorang Israel bernama Akhan menyerah kepada godaan untuk mengambil sedikit jarahan dari Kanaan untuk dirinya sendiri. Sebagai akibatnya, ia dan keluarganya dikhususkan untuk dibinasakan (Yos. 7, terutama ayat 24-26). Ketika orang Israel berbuat dosa sebagai suatu bangsa, mereka dihukum - yaitu, dikalahkan oleh musuh mereka - sama seperti bangsa-bangsa lain.

 F. Perbudakan.
sembunyikan teks

Ketika orang Israel memasuki Kanaan, mereka dapat bertindak dalam tiga cara berkenaan dengan orang Kanaan. Mereka dapat membunuhnya, membuangnya, atau memperbudaknya. Kecuali dalam situasi pertempuran yang sesungguhnya, rupanya orang Israel paling sering telah memilih cara yang terakhir, karena orang Kanaan terus hidup di Palestina lama setelah Yosua meninggal dunia. Hal ini tampak dalam kisah tentang ayah mertua Salomo, firaun Mesir, yang menyerang kota Gezer di Kanaan, merebutnya dari orang Kanaan, dan memberikannya kepada putrinya sebagai hadiah pernikahan (I Raj. 9:16). Kitab Hakim-Hakim ps. 3 menyatakan bahwa orang Kanaan adalah tangan yang dibiarkan tinggal oleh Tuhan untuk mencobai orang Israel (Hak. 3:1-3).

 G. Ketunasusilaan.
sembunyikan teks

Dengan tegas Alkitab menyatakan bahwa agama dan cara hidup orang Kanaan itu bersifat tunasusila. Orang Kanaan menghancurkan dirinya sendiri dengan cara hidup mereka yang berdosa. Itulah yang dimaksudkan Tuhan ketika Ia berfirman kepada Abraham, "Tetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini, sebab sebelum itu kedurjanaan orang Amori (orang Kanaan) itu belum genap" (Kej. 15:16). Allah tidak mau terlalu cepat memberikan negeri itu kepada umat-Nya. Ia akan menunggu sampai kejahatan telah memuncak.

Tuhan berkata kepada umat-Nya melalui Musa, "Janganlah engkau sujud menyembah kepada allah mereka atau beribadah kepadanya, dan janganlah engkau meniru perbuatan mereka . . . Janganlah mengadakan perjanjian dengan mereka atau pun dengan allah mereka. Mereka tidak akan tetap diam di negerimu, supaya mereka jangan membuat engkau berdosa kepada-Ku, dengan beribadah kepada allah mereka, sebab tentulah hal itu menjadi jerat bagimu" (Kel. 23:24a, 32-33).



TIP #08: Klik ikon untuk memisahkan teks alkitab dan catatan secara horisontal atau vertikal. [SEMUA]
dibuat dalam 0.03 detik
dipersembahkan oleh YLSA