Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac >  7. Orang Babel dan Orang Asyur > 
X. Bukti Arkeologis lainnya. 
sembunyikan teks

Ketika menyelidiki petunjuk-petunjuk arkeologis lainnya, kita menemukan bahwa kebudayaan Asyur sangat mirip dengan kebudayaan Babel - kecuali orang Asyur cenderung lebih biadab. Misalnya, orang Asyur mengubur orang mati mereka dengan lutut yang ditarik sampai ke dagu. Orang mati dikubur di bawah rumah daripada di kuburan.

Kegiatan kesayangan raja-raja Asyur adalah berperang dan berburu, yang tercermin dalam kesenian dan karya tulisan mereka. Temuan-temuan arkeologis menunjukkan bahwa orang Asyur pada umumnya adalah bangsa yang tak kenal belas kasihan dan kejam.

Pada tahun 1616, seorang wisatawan dari Italia, Pietro della Valle (1586-1652) mengenali reruntuhan Babel. Dan di antara tahun 1784 dan 1818, beberapa "galian" dilakukan di tempat ini. Tetapi galian yang terpenting terjadi di sini sesudah tahun 1899 oleh sebuah yayasan Jerman yang bernama Deutsche Orient Gesellschaft di bawah pimpinan seorang arkeolog Jerman, Robert Koldewey (1855-1925). Ia menemukan tembok paling luar dari kota Babel yang lebih dari sekitar 31 km persegi dan menggali Jalan Pawai, Gerbang Isytar, dan fondasi dan istana Raja Nebukadnezar II.

Apakah yang diceritakan temuan-temuan arkeologis tentang Babel? Pertama, bahwa pada dasarnya orang Babel itu penduduk kota, meskipun ekonomi mereka didasarkan pada pertanian. Negara Babilonia terdiri atas 12 atau lebih kota yang dikelilingi oleh desa-desa dan dusun-dusun kecil. Rakyatnya mengabdi kepada seorang raja yang memegang kuasa mutlak.

Kedua, temuan-temuan ini memberi tabu kepada kita bahwa penduduk Babilonia digolongkan dalam tiga tingkat sosial: awelin, orang merdeka dari golongan atas; wardu atau budak; dan mushkenu, orang merdeka dari golongan bawah. Orang tua dapat menjual anak mereka sebagai budak, jika mereka menginginkannya. Akan tetapi, tampaknya kebanyakan budak telah diperoleh sebagai tahanan perang dan diperlakukan dengan wajar (sesuai dengan zamannya).

Keluarga adalah unit dasar dari masyarakat, dengan pernikahan diatur oleh orang tua. Wanita mempunyai beberapa hak menurut hukum tetapi dipandang lebih rendah dari pria. Anak-anak tidak mempunyai hak sama sekali.

Ketiga, penduduk Babel boleh jadi berjumlah setengah juta orang. Jalan-jalan Babel berliku-liku, tak beraspal, dan berkelok-kelok. Tetapi setelah Nebukadnezar membangun kembali kota tersebut, banyak jalan menjadi lurus dan beraspal. Rumah yang biasa adalah bangunan satu tingkat dari batu bata yang dibuat dari lumpur dengan beberapa kamar yang dikelompokkan di sekeliling pelataran yang terbuka.

Orang Babel yang kaya biasanya mempunyai rumah dua tingkat yang diplester dan dikapuri. Lantai dasar mempunyai satu ruangan tamu, dapur, kamar mandi dan kamar kecil, ruang-ruang untuk para budak dan kadang-kadang sebuah tempat ibadah pribadi. Perabotnya terdiri atas meja-meja yang rendah, kursi-kursi dengan sandaran yang tinggi, dan tempat tidur dengan kerangka kayu. Alat-alat dibuat dari tanah liat, batu, tembaga, dan perunggu. Gelagah dimanfaatkan untuk keranjang dan tikar. Seperti orang Asyur, maka orang Babel mengatur orang mati mereka (dalam banyak hal) di bawah rumah. Kuali, perkakas, senjata, dan barang lain dikubur bersama mereka.

Orang Babel memiliki banyak keterampilan teknik yang mereka gunakan untuk membuat terusan dan waduk air. Mereka membuat peta-peta, menguasai matematika tingkat awal, dan mengembangkan jadwal untuk menanam dan menuai.



TIP #11: Klik ikon untuk membuka halaman ramah cetak. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA