Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac >  7. Orang Babel dan Orang Asyur > 
IV. Orang 
 sembunyikan teks

Asyur Zaman Purba. Daerah-daerah barat laut dari Mesopotamia dihuni oleh orang Asyur, suatu bangsa yang suka perang yang menggunakan Pegunungan Zogros sebagai benteng mereka. Suku-suku Semit ini menetap di daerah itu sebelum Sargon dari Agade mempersatukan daerah Mesopotamia yang lebih rendah. Orang Asyur itu angkuh dan berjiwa bebas.

Karena mereka bangga akan keturunan mereka, Orang Asyur mengadakan catatan yang cermat tentang garis silsilah raja mereka. Daftar-daftar raja Asyur ini membantu kita untuk menetapkan tarikh dari banyak kejadian di Perjanjian Lama. (Lihat "Kronologi.")

Daftar-daftar raja menunjukkan bahwa orang Asyur mulai memperlihatkan kekuatannya di Timur Dekat segera sesudah berakhirnya wangsa Hammurabi. Suatu bangsa timur yang dikenal sebagai orang Kasit merebut kekuasaan atas Babilonia sekitar tahun 1750 sM dan memulai serangkaian perang dengan Asyur yang berlangsung sampai tahun 1211 sM. Peperangan ini melingkup masa perbudakan Israel ke Mesir, peristiwa Keluaran, penaklukan Kanaan, dan tahun-tahun awal masa hakim-hakim. Pada waktu yang sama Mesir bersaing untuk dapat menguasai Timur Dekat. Ketiga bangsa ini - Asyur, Babilonia, dan Mesir - membawa bala tentara mereka melintasi Palestina dalam usaha mereka untuk memperoleh supremasi dunia.

almanac
 A. Salmaneser I (kr. thn. 1300 sM).
sembunyikan teks

Penakluk besar yang pertama dari Asyur adalah Salmaneser I, yang membangun ibu kota Kalah. Salmaneser memperluas daerah Asyur melampaui Sungai Efrat dan putranya, Tiglat-Ninib, merebut Babel, kota musuh mereka. Dengan bantuan orang Het, putra Tiglat-Ninib menghasut perang saudara yang memecah-belahkan bangsa Asyur.

Pemimpin-pemimpin Asyur berikutnya mampu mempersatukan bangsa mereka di hadapan musuh-musuh yang hebat sekali. Pada waktu Asyur dicantumkan dalam catatan Perjanjian Lama, bangsa ini telah memperoleh reputasi kegagahan militer.

 B. Sastra Asyur.
sembunyikan teks

Kebanyakan sastra Asyur yang ditemukan oleh para arkeolog modern berasal dari sejarahnya yang kemudian. Sastra itu mencatat perang Asyur yang tak putus-putusnya dengan Babilonia dan bangsa-bangsa lain yang menjadi saingan. Bagian terbesar dari daftar-daftar raja Asyur ditulis sesudah tahun 1200 sM, dengan menggunakan catatan-catatan yang lebih tua yang tidak bertahan.



TIP #26: Perkuat kehidupan spiritual harian Anda dengan Bacaan Alkitab Harian. [SEMUA]
dibuat dalam 0.03 detik
dipersembahkan oleh YLSA