Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac >  7. Orang Babel dan Orang Asyur > 
I. Orang Sumer. 
 sembunyikan teks

Penduduk paling kuno di Mesopotamia yang diketahui mendiami bagian selatan dari kawasan yang sekarang adalah Irak. Orang-orang ini hanya disebut kaum "proto-Efrat" karena tidak ada istilah yang lebih baik. Kaum yang pertama-tama dapat diketahui identitasnya dari kelompok ini dikenali sebagai orang Sumer. Kebudayaan mereka sangat mempengaruhi seluruh Timur Dekat purba, termasuk orang Israel. Kata "Sinear" yang muncul beberapa kali di Perjanjian Lama, mengacu ke daerah yang meliputi tanah air bangsa Sumer.45 Orang Sumer bukan orang Semit, juga bukan orang Indo-Eropa. Bahasa mereka berbeda dengan bahasa lain mana pun, dari zaman purba atau modern.

Suatu waktu sesudah tahun 7000 sM orang Sumer mulai membangun kota-kota kecil sepanjang tepi Sungai Tigris dan Sungai Efrat. Puing-puing dari komunitas-komunitas purba ini menunjukkan bahwa mereka adalah petani primitif.

Orang Sumer mengembangkan sebuah sistem pemerintahan kota praja, di mana kuil dewa setempat menjadi pusat kehidupan ekonomi, budaya, dan agama. Fungsi agama dan pemerintah begitu terintegrasi sehingga masyarakat-masyarakat purba ini telah dinamakan "negara keagamaan purba." Istilah ini menggambarkan kekunoan dan sifat beragama dari organisasi mereka.

Kota diperintah oleh sebuah dewan yang dipimpin oleh seorang walikota atau ensi. Ensi tersebut juga bertindak sebagai imam besar kola, dan melayani di kuil yang terletak di pusat komunitas itu. Kuil menjadi pusat kota untuk pemujaan, pendidikan, dan pemerintahan. Di kuil-kuil E-Anna di Uruk para arkeolog menemukan bukti tertua dari tulisan yang berasal dari sekitar 3000 sM. (Lihat "Bahasa dan Tulisan."

Tiap-tiap kota Sumer mengembangkan gayanya sendiri dalam pembuatan barang tembikar. Para arkeolog telah menemukan contoh-contoh yang elok dari seni pembuatan tembikar mereka di Hassuna, Halaf, Ubaid, dan Uruk (Warka). Orang Sumer juga sangat terampil sebagai pembuat perhiasan.

 A. "Ur-Kasdim." 
sembunyikan teks

Salah satu kota yang terpenting dari Sumer adalah Ur. Beberapa kali dalam sejarahnya negara kota ini menempati kedudukan utama di antara kota-kota Sumer. Alkitab menyebutnya sebagai "Ur Kasdim" (Kej. 11:28). Kota ini adalah tempat kediaman Terah dan Abram (Abraham), leluhur bangsa Ibrani (Kej. 11:28-31).

Ur yang terletak di tepi Sungai Efrat adalah sebuah pusat pemasaran barang yang penting dan telah dipersembahkan kepada dewa Sin dan dewi Ningal. Berbagai lempeng tanah liat dari Ur menjelaskan bahwa kota itu terletak di daerah orang Kaldu dan karenanya para penulis Alkitab menyebutnya "Ur Kasdim."

 B. Larsa.
sembunyikan teks

Di sebelah timur laut kota Ur terdapat kota Larsa. Alkitab mungkin mengacu kepada tempat ini ketika menyebut "raja Elasar" Yang menyerang Sodom dan Gomora dan kota-kota lain di lembah itu (Kej. 14:1-2). Penduduk Larsa memuja Syamasy, dewa matahari.

 C. Erekh. 
sembunyikan teks

Dua puluh empat km lebih sedikit di sebelah barat Larsa terdapat kota Erekh. Banyak ahli berpendapat bahwa inilah kampung halaman "orang Arkhewi" (TL; "orang-orang Erekh", TB) yang kemudian hari memohon kepada Raja Artahsasta untuk menghentikan pemugaran kota Yerusalem (Ezra 4:9).

Erekh adalah pusat pemujaan dewi. Isytar dan dewi Nana, dua ilah kafir ini paling terkenal. (Lihat "Agama dan Kebudayaan Penyembah Berhala.) Berbeda dengan kota-kota Sumer yang lain, kota Erekh adalah tempat kediaman orang Semit. Dalam puing-puingnya para arkeolog telah menemukan batu bata dengan nama raja-raja Semit.



TIP #35: Beritahu teman untuk menjadi rekan pelayanan dengan gunakan Alkitab SABDA™ di situs Anda. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA