Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac >  6. Orang Mesir >  III. Agama dan Sejarah. > 
F. Periode Peralihan yang Ketiga. 
 sembunyikan teks

Sekitar th. 1100 sM, seorang panglima Nubia yang bernama Panehsi mengangkat salah seorang letnannya yang bernama Hrihor sebagai imam besar Amun di Karnak. Segera Hrihor menjadi panglima tertinggi bala tentara itu sendiri dan merebut takhta dari Ramses XI (thn. 1085 sM). Dengan demikian mulailah suatu pola baru dalam pemerintahan Mesir: setiap firaun menunjuk salah seorang putranya menjadi imam besar Amun sebagai langkah pertama anak itu menuju takhta. Dari saat itu keluarga raja menyatakan bahwa mereka merupakan keluarga yang sangat beragama, serta menggunakan pengaruh Amun untuk menegaskan otoritas mereka.

Pada waktu itu, Daud dan Salomo sedang membangun Israel sampai ke puncak kekuasaannya. Ketika Yoab, panglima tertinggi Daud, menghalau Pangeran Hadad yang masih sangat muda dari Edom, para Pegawainya membawa dia ke Mesir (I Raj. 11:14-19). Seorang firaun menerima dia dalam keluarganya, dan Hadad menikah dengan adik ipar firaun itu. Kemudian Hadad kembali dan menjadi gangguan bagi Raja Salomo (I Raj. 11:21-25). Jadi, Mesir berperan dalam urusan politik Israel selama periode ini (bdg. I Raj. 3:1; 9:16).

Pada waktu itu, Daud dan Salorno sedang membangun Israel sampai ke puncak kekuasaannya. Ketika Yoab, panglima tertinggi Daud, menghalau Pangeran Hadad yang masih sangat muda dari Edom, para Pegawainya membawa dia ke Mesir (I Raj. 11:14-19). Seorang firaun menerima dia dalam keluarganya, dan Hadad menikah dengan adik ipar firaun itu. Kemudian Hadad kembali dan menjadi gangguan bagi Raja Salomo (I Raj. 11:21-25). Jadi, Mesir berperan dalam urusan politik Israel selama periode ini (bdg. I Raj. 3:1; 9:16).

Akan tetapi imperium Mesir dengan berangsur-angsur hancur, dan para penguasa Nubia membentuk daerah selatan dan mendirikan ibu kota mereka di Napata. Raja-raja Nubia ini juga menyatakan bahwa mereka secara istimewa berkenan pada Amun. "Negara harus dianggap sebagai suatu model teokrasi dan rajanya adalah pengawal yang benar dari watak dan kebudayaan Mesir yang murni."43 Kesukaran-kesukaran Mesir mirip sekali dengan kesukaran Israel selama kurun waktu ini; keduanya terdiri atas kerajaan yang pecah. (Lihat Kronologi.")

Raja-raja Libia (di sebelah barat) menggulingkan para firaun yang lemah di Thebes pada abad ke-10 sM. Mereka menggaji tentara dari daerah Delta Nil untuk memelihara perdamaian di Mesir Hilir. Salah seorang raja Libia ini, Sheshonk I, menjarah bait suci di Yerusalem pada tahun ke-5 dari pemerintahan Raja Rehabeam (I Raj. 14:25-26 perhatikan bahwa Alkitab menamakan dia "Sisak"). Sheshonk dan raja-raja Libia lainnya menerima pemujaan yang tradisional kepada Amun-Re. Namun, dengan simbol kekuasaan nasional ini pun, mereka gagal untuk mewujudkan cita-cita mereka yaitu menghidupkan kembali imperium Mesir.

Pangeran-pangeran Nubia (Etiopia) berlayar ke hilir Sungai Nil dan mengalahkan raja-raja Libia sekitar tahun 700 sM. Selama 50 tahun berikutnya, mereka berusaha untuk mempersatukan Mesir kembali. Salah seorang dari raja-raja baru ini (Alkitab menyebutnya "Zerah") menyerang kerajaan Yehuda dengan bala tentara yang sangat besar. Tak pelak lagi, ia sedang berusaha untuk melindungi batas kerajaannya di sebelah timur, seperti yang telah dilakukan oleh banyak firaun sebelum dia. Tetapi Asa mengalahkan dia dengan telah, "Dari orang-orang Etiopia itu amat banyak yang tewas, sehingga tidak ada yang tinggal hidup ("sehingga tentara mereka tidak berdaya," BIS)" (II Taw. 14:13).

Tidak lama kemudian orang Asyur menyerang Yehuda. Raja Hosea dari Yehuda memohon bantuan kepada raja Etiopia yang baru, tetapi orang-orang Etiopia tidak dapat berbuat apa-apa. "Sebab itu raja Asyur menangkap dia (Hosea) dan membelenggu dia di dalam penjara" (II Raj. 17:4). Orang Asyur merebut Yehuda, kemudian menyerbu Mesir dan meruntuhkan kerajaan Etiopia itu pada tahun 670, sM.

almanac 


TIP #27: Arahkan mouse pada tautan ayat untuk menampilkan teks ayat dalam popup. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA