Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac >  5. Agama dan Kebudayaan Penyembah Berhala >  II. Agama Resmi Lawan Agama Populer. > 
C. Kepercayaan Akhenaton. 
 sembunyikan teks

Agama-agama penyembahan berhala dari Mesopotalia tidak pernah keluar dari bentuk politeistis mereka. W. W. Hallo, seorang pakar agama-agama purba, mengatakan tentang bangsa Mesopotamia bahwa mereka menaruh rasa "antipati yang tak dapat diatasi terhadap monoteisme yang eksklusif."30 Hal yang sama dapat dikatakan tentang bangsa-bangsa lain di zaman purba: bangsa Het, Persia, Kanaan, Yunani, dan Romawi.

Mungkin hanya ada satu kekecualian. Secara khas Mesir beragama politeistis: tetapi selama wangsa yang ke-18 ia menghasilkan firaun Amenhotep IV yang termasyhur (1387-1366 sM). Ia menyatakan tidak sah pemujaan kepada semua dewa kecuali kepada Aton ("cakra matahari"), dan kemudian mengubah namanya sendiri menjadi Akhenation. Sebelum Akhenaton, dewa-dewa Mesir sering kali telah digabungkan atau disatukan menjadi satu paham allah yang tunggal (biasanya Re); akan tetapi paham ini bukan monoteisme. Namun, orang Mesir menyebut dewa Aton sebagai "allah tunggal, yang tiada tandingannya." Keadaan ini mempunyai pengaruh politik yang luas dan tidak dapat dikerjakan tanpa dukungan angkatan bersenjata dan para imam.

Namun, agama Akhenaton sama sekali tidak sampai menyatakan sesuatu seperti, "Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa" (Ul. 6:4). Akan tetapi, "pembaharuan" Akhenaton ini tak lama bertahan, dan para penggantinya menyingkirkan "ajaran bidat" ini dari Mesir. Keimaman politik yang lama kembali berkuasa dan mendukung firaun mereka sendiri.

Di dunia purba, hanya Israellah yang sepenuhnya bersifat monoteistis. Akan tetapi, sebaiknya kita memastikan bahwa kita betul-betul memahami artinya. Monoteisme bukan hanya soal menghitung. Barangkali W. F. Albright menyampaikan pernyataan yang paling ringkas. Beliau mengatakan bahwa monoteisme adalah "kepercayaan pada eksistensi satu Allah saja, yang adalah Pencipta dunia dan pemberi segala yang hidup . . . (Yang) jauh lebih unggul dari segala makhluk yang diciptakan . . . sehingga Ia tetap unik." Kepercayaan ini menjadikan Israel berbeda sama sekali dari tetangga-tetangganya yang menyembah berhala.



TIP #11: Klik ikon untuk membuka halaman ramah cetak. [SEMUA]
dibuat dalam 0.03 detik
dipersembahkan oleh YLSA