Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac >  1. Sejarah Alkitab >  III. Sejarah Perjanjian Baru. > 
B. Pelayanan Para Rasul. 
sembunyikan teks

Sejarah Alkitab berakhir dengan Kitab Kisah Para Rasul yang memerikan pelayanan gereja yang mula-mula. Dalam Kisah Para Rasul kita melihat bagaimana berita tentang Yesus - pesan penebusan - tersebar dari Yerusalem ke Roma, pusat dunia Barat. Kitab Kisah Para Rasul memperlihatkan perluasan gereja (a) di Yerusalem, (b) dari Yerusalem ke Yudea, Samaria, dan daerah sekitarnya, dan (c) dari Antiokhia ke Roma.

 1. Di Yerusalem.
sembunyikan teks

Pengalaman-pengalaman yang mula-mula dari murid-murid Yesus di Yerusalem menyatakan banyak hal mengenai gereja yang mula-mula. Kitab Kisah Para Rasul menunjukkan betapa bersungguh-sungguh orang-orang Kristen ini menyebarkan berita tentang Yesus.

Kitab ini mulai di suatu lereng bukit dekat Yerusalem, tempat Yesus akan naik ke surga. Ia memberi tahu kepada para murid-Nya, " ... kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi" (Kis. 1:8). Itulah rencana Yesus untuk menginjili dunia.

Beberapa hari kemudian murid-murid menggantikan Yudas yang telah bunuh diri setelah ia mengkhianati Yesus. Mereka memilih Matias untuk melengkapi kelompok dua belas murid.

Kemudian Kristus yang sudah bangkit itu memberikan gereja Roh Kudus-Nya, yang memungkinkan orang-orang Kristen untuk menunaikan tugas mereka ke seluruh dunia (Kis. 1:8).

Petrus berbicara atas nama gereja pada hari Pentakosta; ia membentangkan pentingnya Kristus sebagai Tuhan pohon keselamatan (Kis. 2:14-40). Roh Kudus memberi kuasa kepada gereja untuk mengadakan tanda-tanda dan keajaiban yang mengukuhkan kebenaran pesan ini (Kis. 2:43). Yang khususnya penting adalah penyembuhan seorang pengemis oleh para rasul dekat gerbang bait suci (Kis. 3:1-10). Peristiwa ini menimbulkan pertentangan di antara para rasul dengan para pemimpin Yahudi.

Gereja memelihara persekutuan yang akrab di antara anggota-anggotanya. Mereka makan bersama-sama di rumah-rumah mereka; mereka juga beribadah bersama-sama dan berbagi kekayaan mereka (Kis. 2:44-46; 5:32-34). Sepasang suami istri, Ananias dan Safira, mencoba menipu jemaat; setelah menjual tanah mereka, mereka menyatakan telah memberi seluruh hasil penjualannya kepada Tuhan, padahal mereka hanya memberi sebagian. Karena berdusta, mereka dihukum Allah dan rebah mati (Kis. 5:1-11).

Karena gereja terus bertambah besar, penguasa-penguasa pemerintah mulai menganiaya orang Kristen dengan terang-terangan. Ketika Petrus dan beberapa rasul lain dipenjarakan, seorang malaikat melepaskan mereka, tetapi mereka disuruh menghadap kembali pada para penguasa yang memerintah mereka untuk berhenti berkhotbah tentang Yesus (Kis. 5:17-29). Akan tetapi, orang Kristen tidak mau berhenti berkhotbah, meskipun para pemimpin agama Yahudi mendera mereka dan memenjarakan mereka beberapa kali.

Gereja bertambah dengan begitu pesat sehingga para rasul memerlukan bantuan dalam beberapa perkara praktis dari pengurusan gereja, khususnya pelayanan mereka kepada para janda. Mereka mengangkat tujuh orang diaken untuk melaksanakan tugas ini. Seorang dari ketujuh diaken ini, Stefanus mulai berkhotbah di jalan. Akhirnya, para pemimpin agama melempari dia dengan batu sampai mati (Kis. 7:54-60).

 2. Dari Yerusalem Sampai ke Seluruh Yudea. 
sembunyikan teks

Tahap kedua dari pertumbuhan gereja memulai penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Hampir semua orang percaya melarikan diri dari kota (Kis. 8:1). Ke manapun orang Kristen pergi, mereka bersaksi, dan Roh Kudus memakai kesaksian mereka untuk memenangkan orang lain kepada Kristus (Kis. 8:3 dst). Misalnya, seorang di antara tujuh pembantu rasul itu, yang bernama Filipus, bercakap-cakap dengan seorang diplomat Etiopia, yang menjadi orang Kristen dan membawa kabar baik itu ke tanah airnya (Kis. 8:26-39).

Pada saat ini, Alkitab menceritakan pertobatan Saulus dari Tarsus. Sebelum pertobatannya Saulus menganiaya jemaat. Ia memperoleh surat-surat dari para pemimpin Yahudi di Yerusalem yang memberi kuasa kepadanya untuk pergi ke Damsyik untuk memastikan bahwa orang-orang Kristen dipenjarakan dan dibunuh. Dalam perjalanan itu, Kristus merobohkan dia dan menantang dia. Saul menyerah dan demikianlah mulai suatu kehidupan baru. Dalam hidup baru ini ia memakai nama Romawinya, Paulus, sebagai ganti nama Yahudinya, Saulus. Dalam keadaan buta, Allah membawa dia ke Damsyik, di mana Allah mengutus seorang pria Kristen kepadanya. Dengan perantaraan Ananias, penglihatan Paulus dipulihkan dan ia dipenuhi dengan Roh Kudus. Paulus mulai memberitakan Yesus di rumah sembahyang orang Yahudi, dan para pemimpin Yahudi menghalau dia dari Damsyik. Beberapa waktu kemudian (bdg. Gal. 1:17-2:2) ia pergi ke Yerusalem. Di sana ia mengadakan hubungan kerja dengan para rasul.

Kita juga harus memperhatikan pelayanan Petrus, yang secara istimewa ditandai oleh berbagai mukjizat. Di Lida ia menyembuhkan seorang laki-laki bernama Eneas (Kis. 9:32-35). Di Yope, Tuhan memakai dia untuk membangkitkan Tabita dari antara orang mati (Kis. 9:36-42). Akhirnya, Tuhan memberi suatu penglihatan kepadanya yang memanggil dia ke Kaisarea, di mana ia memperkenalkan Injil kepada orang-orang bukan Yahudi (Kis. 10:9-48).

Petrus adalah pemimpin yang paling terkemuka dari para rasul dan pelayanannya membangkitkan kembali semangat jemaat yang mula-mula. Seorang rasul adalah orang yang telah dipilih oleh Kristus untuk mendapat pendidikan khusus dalam pelayanan (bdg. Gal. 1:12). Para rasul meletakkan landasan gereja dengan memberitakan Injil Kristus (bdg. Ef. 2:20; I Kor. 310-11; Yud 3, 20) Lihat juga "Para Rasul"). Tuhan memakai Petrus untuk membuka pintu keselamatan kepada orang-orang bukan Yahudi.

Pada titik ini catatan sejarah Alkitab dengan singkat beralih kepada perluasan Injil di antara orang-orang bukan Yahudi di Antiokhia (Kis. 11: 19-30). Kemudian kita membaca tentang kematian Yakobus sebagai seorang syahid di Yerusalem dan bagaimana Petrus dibebaskan dari penjara secara ajaib (Kis. 12:1-19).

 3. Dari Antiokhia ke Roma.
sembunyikan teks

Bagian sisa dari Kitab Kisah Para Rasul menggambarkan perluasan gereja melalui pelayanan Rasul Paulus. Barnabas telah membawa Paulus ke Antiokhia (Kis. 11:19-26). Di Antiokhia Roh Kudus memanggil Barnabas dan Paulus untuk menjadi misionaris dan gereja menahbiskan mereka untuk tugas itu (Kis. 13:1-3).

Peta yang berjudul "Perjalanan Pertama Paulus untuk Memberitakan Injil" merunut rute dari usaha pertama mereka untuk merintis gereja-gereja. (Lihat juga "Paulus dan Perjalanan-Perjalanannya".) Biasanya, Paulus dan Barnabas akan mulai dengan berkhotbah di dalam rumah sembahyang Yahudi setempat. Dengan demikian jemaat yang mula-mula terutama terdiri atas para petobat di antara orang Yahudi dan "orang-orang yang takut akan Allah" (orang bukan Yahudi yang beribadah bersama orang Yahudi). Perjalanan yang pertama ini menyaksikan konfrontasi yang dramatis dengan kejahatan ketika Tuhan memakai Paulus untuk mengalahkan seorang tukang sihir yang bernama Elimas (Kis. 13:8-12). Yohanes Markus yang masih muda menyertai Paulus dan Barnabas, tetapi di Perga ia memutuskan untuk kembali ke Yerusalem; hal ini pasti sangat mengecewakan Paulus (bdg. Kis. 15:38).

Bacalah khotbah yang disampaikan Paulus dalam rumah ibadah di Antiokhia di Pisidia (Kis. 13:16-41). Dalam khotbah itu ia memberikan ringkasan dari sejarah penebusan serta menekankan kegenapannya di dalam Yesus Kristus. Paulus menyatakan bahwa percaya pada Kristus adalah jalan satu-satunya untuk dibebaskan dari dosa dan kematian (ay. 38-39).

Di Listra, orang-orang Yahudi yang bermusuhan menghasut orang banyak sehingga Paulus dilempari dengan batu dan kemudian ditinggalkan karena disangka ia telah mati (Kis. 14:8-19). Perjalanan itu berakhir ketika Paulus dan Barnabas kembali ke Antiokhia di mana mereka menceritakan segala sesuatu yang telah dilakukan Allah melalui mereka dan bagaimana iman itu telah menyebar kepada orang-orang bukan Yahudi (Kis. 14:26-29).

Kemudian, suatu perselisihan paham yang serius timbul dalam gereja. Beberapa orang Kristen mengemukakan bahwa orang bukan Yahudi yang bertobat harus taat kepada hukum-hukum Perjanjian Lama, khususnya hukum penyunatan. Akhirnya, persoalan itu dibicarakan di persidangan pemimpin-pemimpin gereja dari Antiokhia dan Yerusalem. Allah memimpin dewan ini (yang berkumpul di Yerusalem) untuk menyatakan bahwa orang bukan Yahudi tidak perlu menaati hukum Taurat untuk memperoleh keselamatan. Akan tetapi, mereka harus menjauhkan diri dari makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dan dari daging binatang yang mati lemas (Kis. 15:1-29), agar jangan mengganggu perasaan orang Yahudi yang bertobat. Dewan ini mengirim surat ke Antiokhia yang dibaca oleh jemaat di sana dan diterima sebagai kehendak Allah.

Tidak lama kemudian Paulus memutuskan untuk kembali ke semua gereja yang telah didirikan olehnya dan Barnabas pada perjalanan pertama untuk memberitakan Injil. Dan dengan demikian mulailah perjalanan kedua untuk memberitakan Injil (Kis. 15:40-41).Perhatikanlah terutama penglihatan yang Allah berikan kepada Paulus di Troas, yang memanggil mereka ke Makedonia (Kis. 16:9-10). Di Makedonia, mereka memimpin "orang-orang yang takut akan Allah" (orang bukan Yahudi yang percaya kepada Tuhan) dan orang-orang Yahudi kepada iman.

Pada suatu hari, kedua misionaris ini berjumpa dengan seorang budak perempuan yang kerasukan · setan. Tuan-tuannya mendapat untung dari kemampuannya untuk meramalkan nasib orang. Paulus mengusir setan dari perempuan ini dan ia kehilangan kuasanya, karena itu pemiliknya menangkap kedua misionaris itu (Kis. 16:19-24). Sementara di dalam penjara, Paulus dan kawannya membawa kepala penjara kepada pertobatan. Keesokan paginya mereka dibebaskan lalu pergi ke Tesalonika di mana banyak orang bertobat di bawah pelayanan mereka. Berikutnya mereka pergi ke Berea, di mana mereka juga sangat berhasil (Kis. 17:10-12). Di Atena, Paulus menyampaikan khotbah yang luar biasa kepada para filsuf Yunani di Areopagus.

Tempat persinggahan berikutnya adalah Korintus, di mana Paulus dan kawan-kawannya tinggal selama satu setengah tahun. Dari sana mereka kembali ke Antiokhia lewat Yerusalem (Kis. 18:18-22). Selama ini, Paulus dan kawan-kawannya terus berkhotbah di rumah-rumah ibadah orang Yahudi, dan menghadapi perlawanan dari beberapa orang Yahudi yang menolak Injil (Kis. 18:12-17).

Pada perjalanan yang ketiga, mereka mengunjungi kembali banyak dari kota-kota yang telah dikunjungi Paulus pada perjalanan yang kedua. la juga mengadakan kunjungan singkat pada gereja-gereja di Galatia dan Frigia (Kis. 18:23).

Di Efesus ia membaptis 12 murid Yohanes Pembaptis yang telah menerima Kristus dan mereka menerima Roh Kudus (Kis. 19:1-6). Ia berkhotbah di sekolah Tiranus di Efesus selama hampir 2 tahun (Kis. 19:9-10).

Dari Efesus ia pergi ke Makedonia dan akhirnya kembali ke Filipi. Setelah tinggal beberapa waktu di Filipi ia melanjutkan perjalanan ke Troas. Di Troas seorang pemuda bernama Eutikhus tertidur sementara mendengarkan salah satu khotbah Paulus lalu terjatuh dari tingkat tiga dan mati. Tuhan bekerja melalui Paulus untuk menghidupkan Eutikhus kembali (Kis. 20:7-12). Dari sana, para misionaris itu pergi ke Kaisarea dengan melewati Miletus. Di Kaisarea nabi Agabus bernubuat tentang bahaya yang menantikan Paulus di Yerusalem.

Di Yerusalem, Paulus mengalami kesukaran dan dipenjarakan. Alkitab mencatat suatu pidato yang disampaikannya untuk membela iman Kristennya (Kis. 22:1-21). Akhirnya, para pemimpin agama berhasil mengirim dia ke Roma untuk diadili. Dalam pelayaran ke Roma, kapal yang mengangkutnya karam di pulau Malta ("Melite"). Di pulau itu seekor ular berbisa memagut Paulus, tetapi ia tidak terluka (Kis. 28:3-6). Kemudian Paulus menyembuhkan penyakit ayah Publius, pemimpin politik di pulau itu (Kis. 28:7-8). Setelah tiga bulan di Malta, Paulus dan para pengawalnya berlayar ke Roma.

Kitab Kisah Para Rasul berakhir dengan kegiatan-kegiatan Paulus di Roma. Kita membaca bahwa ia berkhotbah kepada orang-orang Yahudi yang terkemuka di kota itu (Kis. 28:17-20). Ia tinggal selama 2 tahun di sebuah rumah sewaan dan terus memberitakan Injil kepada orang-orang yang mengunjunginya (Kis. 28:30-31). Untuk mendapat uraian yang lebih rinci mengenai kehidupan Paulus, lihat "Paulus dan Berbagai Perjalanannya."

Dengan demikian berakhirlah sejarah penebusan di Alkitab. Injil telah ditanam dengan efektif di tanah bukan Yahudi dan bagian terbesar dari Surat-Surat Kiriman Perjanjian Baru telah ditulis. Gereja sedang dalam proses memisahkan diri dari rumah ibadah Yahudi dan menjadi suatu organisasi yang nyata. (Lihat "Gereja yang Mula-Mula.")

Footnote:



TIP #19: Centang "Pencarian Tepat" pada Pencarian Universal untuk pencarian teks alkitab tanpa keluarga katanya. [SEMUA]
dibuat dalam 0.03 detik
dipersembahkan oleh YLSA