Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac >  4. Arkeologi >  IV. Kurun-Kurun Sejarah Purbakala. > 
D. Zaman Besi. 
 sembunyikan teks

Kita tidak perlu merasa heran bahwa benda-benda peninggalan dari Zaman Besi I secara relatif rendah mutunya. Orang Israel tidak berpengalaman dalam kesenian peradaban dan mereka sebenarnya tidak menegakkan kebudayaan mereka di Kanaan sebelum asa Daud dan Salomo. Seperti yang ditunjukkan oleh Kitab Hakim-Hakim, suatu periode konsolidasi yang berlarut-larut dan penuh kesukaran menyusul kemenangan-kemenangan kilat yang mula-mula diraih oleh Yosua. Berbagai penggalian dalam tahun-tahun belakangan ,di Asdod telah menggambarkan, sebagai perbandingan, tingkat yang , tinggi dari kebudayaan Filistin pada waktu yang sama ini. Sering kali berbagai barang peninggalan dari kota-kota Filistin menunjukkan latar belakang Aegea dari orang Filistin. Imperialisme Filistin mencapai puncaknya ketika mereka merampas tabut perjanjian dan membinasakan Silo (I Sam. 4:1-10). Penelitian arkeologis sekarang telah memperkuat kekalahan ini. Benteng Saul di Gibea, di utara Yerusalem, merupakan contoh lain dari arsitektur yang kasar pada Zaman Besi I. Seperti yang dikatakan W. H. Morton, "Strukturnya sederhana, begitu pula perabotnya ... yang ditunjukkan oleh kecilnya ruangan-ruangan dan kualitas yang kasar dari benda-benda peninggalannya.26

Dengan majunya kerajaan Daud, kita mempunyai lebih banyak sejarah sekular untuk memperkuat rekaman Alkitab, dan karena itu kita kurang bergantung pada arkeologi daripada ketika kita memerlukan informasi tentang periode-periode yang lebih kuno. Catatan-catatan dari kerajaan-kerajaan besar pada zaman itu, terutama dari Asyur, sering kali sejajar dan memberikan lebih banyak rincian pada kesaksian Alkitab.

Baru dalam tahun-tahun belakangan ini para arkeolog menemukan sedikit reruntuhan dari kota orang Yebus yaitu Yerusalem (Ofel), telah direbut oleh Daud dan Yoab. Terowongan yang hampir vertikal ke tempat penampungan air telah ditemukan lebih dahulu, begitu pula terowongan pengganti yang dibangun oleh Hizkia, yang membawa air dari Sungai Gihon ke kolam Siloam yang berada di dalam tembok kota. Serangkaian penggalian yang baru yang belum lama dimulai mungkin akan menemukan lebih banyak mengenai sejarah purba dari tempat yang sangat penting ini.

Oleh karena orang Israel sedang membangun banyak gedung baru, para arkeolog telah menemukan lebih banyak dari usaha Salomo dalam dasawarsa yang lalu. Di antaranya terdapat kubu-kubunya yang sangat besar di seluruh negeri itu, termasuk pintu gerbang ukuran standar di banyak tempat (misalnya, Gezer, Magido, dan Hazor).

Para arkeolog Israel baru mulai mengumumkan temuan-temuan terbaru mereka di bait suci Salomo. Kita tahu tentang banyak persamaan dengan rencana denahnya dan beberapa detail strukturnya.

Kepustakaan arkeologis yang dahulu menggembar-gemborkan pentingnya "kandang-kandang Salomo" di Megido; tetapi kini para ahli memperdebatkan apakah itu benar-benar kandang dan apakah itu kandang Salomo. Sudah hampir pasti bahwa temuan-temuan itu harus ditarikhkan kembali ke zaman Ahab.

Tidak lama setelah zaman Salomo, seseorang menyiapkan dokumen tanah liat yang kita kenal sebagai "kalender Gezer" yang tersohor. Rupanya, kalender ini hanya tugas seorang murid sekolah untuk menghafal kegiatan pertanian untuk tiap bulan dalam setahun; tetapi sampai tahun-tahun belakangan ini, kalender tersebut adalah contoh tertua yang kita kenal dari tulisan Ibrani.27

Secara arkeologis kita dapat merunut usaha-usaha pertama Baesa untuk membangun sebuah ibu kota di Tirza (I Raj. 15:33) dan pendirian kota Samaria oleh Omri (I Raj. 16:24). Di antara banyak temuan yang mengagumkan di Samaria, ada dua yang menonjol: piagam-piagam dari gading dan ostraca. Rupanya, piagam-piagam itu adalah tatahan di "istana gading" Ahab (I Raj. 22:39) dan raja-raja lain yang mirip sekali dengan gedung-gedung yang populer di Fenisia dan Asyur pada masa itu. Ostraca itu (pecahan-pecahan tembikar yang ditulisi) barangkali berasal dari pemerintahan Yerobeam II. Pada ostrakon itu tertulis catatan-catatan yang biasa mengenai pajak atau sumbangan kepada raja, tetapi semuanya itu penting bagi pekerjaan para ahli bahasa.

Mulai sekitar zaman Omri dan Ahab, orang Asyur meningkatkan tekanan mereka pada Israel dan Yehuda. Catatan arkeologis tentang konflik tersebut terlalu banyak untuk dirincikan di sini. Ostraca Lakhis yang tersohor (ditemukan di rumah jaga dari. salah satu pintu gerbang kota itu) hampir sezaman dengan kejatuhan Yerusalem ke tangan Babel pada tahun 587 sM. Berbagai penggalian baru-baru ini di Yerusalem telah menemukan sebagian tembok yang telah dirobohkan oleh pasukan Babel, dan bahkan beberapa ujung panah yang dipanah oleh para penyerang. Kita mengetahui sedikit sekali tentang beberapa periode sesudah Pembuangan (seperti Periode Persia) sama seperti kita hanya mengetahui sedikit sekali tentang zaman bapa-bapa leluhur. Temuan-temuan arkeologis untuk periode-periode ini kurang sekali. Akan tetapi, para arkeolog telah menemukan tembok-tembok yang dibangun kembali oleh Nehemia di sekeliling Yerusalem, dan inskripsi-inskripsi yang menyebut nama ketiga musuhnya - Sanbalat, Tobia, dan Gesyem (bdg. Neh. 6:1).



TIP #35: Beritahu teman untuk menjadi rekan pelayanan dengan gunakan Alkitab SABDA™ di situs Anda. [SEMUA]
dibuat dalam 0.01 detik
dipersembahkan oleh YLSA