Resource > Jurnal Pelita Zaman >  Volume 3 No. 1 Tahun 1988 >  KARUNIA-KARUNIA ROH DALAM JEMAAT > 
MACAM-MACAM KARUNIA ROH 
sembunyikan teks

Ada sembilan jenis karunia Roh disinggung Paulus dalam 1 Kor 12:8-11. Kata-kata hikmat, kata-kata pengetahuan, iman, karunia untuk menyembuhkan, kuasa mengadakan mujizat, nubuat, membedakan macam-macam roh, bahasa roh dan menafsirkan bahasa roh. Untuk sementara kita hanya akan menyoroti 6 karunia saja. Tiga lainnya kita tunda sampai pembahasan tentang masing-masingnya lebih diteropong Paulus dalam pasal 14.

1. Karunia kata-kata hikmat. Contoh paling jelas tentang karunia jenis ini kita saksikan pada Salomo ketika menyelesaikan kasus perebutan bayi. Juga pada Yesus ketika dipojokkan orang Farisi dalam kasus perempuan yang tertangkap berzinah. Karunia ini rupanya diberi Tuhan sewaktu-waktu pada saat dibutuhkan.

2. Karunia kata-kata pengetahuan. Ketika Petrus menghadapi kasus Ananias, tiba-tiba dia mendapatkan karunia berkata-kata dengan pengetahuan itu. Karunia ini sering muncul dalam konteks khotbah atau konseling, tatkala Tuhan memberikan karunia sehingga kata-kata kita mengandung pengetahuan tentang keadaan dan kebutuhan pendengar kita.

3. Karunia iman. Yang dimaksud di sini bukan karunia iman yang dimiliki setiap orang beriman sebagai syarat keselamatannya. Bukan pula optimisme seperti yang banyak dianut orang masa kini. Karunia ini adalah kemampuan untuk melihat janji dan rencana Allah dalam suatu situasi tertentu. Karunia ini bisa berhubungan dengan dua karunia berikutnya (kesembuhan dan mujizat) seperti yang ditunjukkan dalam I Kor. 13:2b. Kisah pelayanan George Muller menunjukkan bahwa dia dikaruniai iman untuk hal-hal yang dibutuhkannya dalam pelayanannya. kita harus hati-hati terhadap buku-buku semacam yang ditulis oleh Cho Yonggi. Sebab dikesankan seolah-olah siapa Baja boleh memiliki iman untuk meminta dan mendapatkan apa Baja yang dia inginkan. Karunia iman adalah karunia. Maka tidak semua orang memilikinya. Permohonan doa adalah permohonan, maka tidak boleh dijalani seolah mendikte dan menggurui Tuhan!

4. Karunia untuk menyembuhkan. Baik karunia maupun penyembuhan, keduanya ditulis dalam bentuk jamak, maka lebih tepat bila disebut "karunia-karunia berbagai jenis penyembuhan". Bila demikian bisa diartikan bahwa ada berbagai kesembuhan bisa terjadi atas berbagai sakit atau gangguan, bisa kesembuhan fisik, jiwa, sosial, dlsb. Tuhan Yesus pun beberapa kali melakukan penyembuhan berdampak multi aspek. Misalnya, ketika menyembuhkan orang kusta, Dia menyembuhkan dulu mentalnya dengan menyentuh si kusta, lalu fisiknya dengan ucapan-Nya, dan akhirnya sosialnya dengan menyuruhnya pergi meminta peneguhan imam. Di pihak lain ada berbagai karunia untuk penyembuhan. Maka tidak boleh kita menutup kemungkinan bagi penyembuhan dengan kuasa Ilahi dengan hanya menekankan proses penyembuhan medis. Juga tidak boleh kita merendahkan proses penyembuhan medis dengan hanya menekankan kesembuhan Ilahi.

5. Kuasa untuk mengadakan mujizat. Kuasa dan mujizat keduanya berakar pada kata-kata yang menampung makna kuasa (energemata dynameon). Penekanan ganda ini menunjuk kepada kuasa adikuasa yang dibutuhkan untuk menundukkan kuasa-kuasa besar yang melampaui kekuatan manusia, yaitu kuasa untuk mengusir setan.

6. Karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Melihat mungkinnya terjadi suatu gejala mujizat atau suatu pengajaran tidak berasal dari Tuhan, diperlukan karunia yang memampukan orang untuk membedakan siapa sumber sebenarnya.

Semua karunia ini jelas perlu, sebab diberi Tuhan untuk kepentingan pembangunan jemaat dan perluasan Injil Yesus Kristus. Tetapi dapatkah atau haruskah tiap orang menerima karunia yang sama seperti yang diinginkannya? Pada kalangan Karismatik sering diajarkan bahwa apabila kita telah dibaptis Roh Kudus, maka semua karunia yang memang berasal dari Roh Kudus, seharusnya ada dan dapat dimiliki oleh orang bersangkutan. Ayat 11 menolak pandangan ini. Memang semua karunia tadi dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama. Tetapi tiap-tiap (lawan dari kata semua) diberikan karunia secara khusus seperti yang dikehendaki-Nya. Spesialisasi atau kekhususan masing-masing dalam rencana Allah dan kedaulatan Roh dalam memberi karunia tidak memungkinkan kita memiliki semua karunia secara pukul rata. Pembicaraan berikut akan memperjelas ajaran Paulus ini.



TIP #27: Arahkan mouse pada tautan ayat untuk menampilkan teks ayat dalam popup. [SEMUA]
dibuat dalam 0.01 detik
dipersembahkan oleh YLSA