Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac >  4. Arkeologi >  IV. Kurun-Kurun Sejarah Purbakala. > 
B. Zaman Chalcolithic. 
sembunyikan teks

Zaman Chalcolithic (Batu - Tembaga), mencakup bagian terbesar dari dasa abad ke-4 sM, menyaksikan peralihan kepada penggunaan tembaga. (Bangsa-bangsa pada Zaman Chalcolithic tidak memakai perunggu, suatu campuran yang pada waktu itu belum diketahui.)

Sebelum periode ini, keadaan Palestina setaraf dengan kedua kebudayaan sungai besar dari Mesir dan Mesopotamia. Akan tetapi, mulai dengan 4000 sM, kedua kaki dari daerah Bulan Sabit yang Subur itu mulai maju sedikit demi sedikit, dan Palestina mulai mengambil peranan geopolitik yang dimainkannya sepanjang bagian terbesar dari periode alkitabiah. Dari segi budaya dan politik, Palestina menjadi terpencil dan terkebelakang, namun merupakan jembatan yang strategis untuk perniagaan dan komunikasi,bagi banyak negara Timur Dekat purba. Kedua sungai besar itu membantu wilayah-wilayah lain menjadi lebih berkuasa dengan mempersatukan daerah yang luas itu dan membukanya untuk perniagaan. Pada akhir zaman ini, wilayah-wilayah ini telah mengembangkan berbagai pola yang akan mereka ikuti selama beribu-ribu tahun.

 1. Kebudayaan Ghassulian. 
sembunyikan teks

Di Palestina, seperti yang kita lihat, rupanya Yerikho telah diganti oleh Ghassul (kita hanya mengetahui nama Arab yang modern ini) di sebelah timur Yerikho. Tidak adanya kubu-kubu pertahanan menunjukkan bahwa masa ini tenteram. Ghassul paling tersohor karena keseniannya yang canggih, teristimewa lukisan dindingnya yang beraneka warna dengan berbagai motif geometris, bintang, topeng, dan gambar lainnya (barangkali mempunyai arti agama atau mitologis).

Ghassul maju sekali selama paruhan akhir dari dasa abad ke-4. Karena itulah kebudayaan Palestina yang pertama-tama diketahui pada kurun waktu itu, maka zaman itu telah diberi nama "Ghassulian." Akan tetapi, makin banyak arkeolog yang menemukan bahwa ada kebudayaan-kebudayaan lain yang kuat juga selama kurun waktu tersebut. Mereka juga menemukan bahwa berbagai kebudayaan Chalcolithic lainnya mempunyai adat istiadat yang mirip dengan kebiasaan-kebiasaan di Ghassul. Misalnya, para arkeolog telah mendokumentasikan kebiasaan Ghassulian untuk memakamkan orang mati dalam ossuari (wadah tembikar untuk tulang-tulang di banyak daerah lain, terutama di kota-kota pesisir dekat Tel Aviv yang modern. Osuari-osuari ini biasanya dibentuk seperti hewan atau rumah, meniru apa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Setelah jenazah itu diperabukan, orang-orang yang berkabung menguburkan osuari itu dalam sebuah peti batu bersama-sama dengan perbekalan untuk akhirat.

Dua situs dekat Bersyeba (Tel Abu Matar dan Bir es-Safadi) menggambarkan penggunaan tembaga selama Periode Chalcolithic. Beberapa tempat kediaman di kedua situs ini berada di bawah tanah. Tempat-tempat itu dimasuki melalui lubang tembusan dari permukaan tanah dan dihubungkan oleh terowongan. Pekerjaan tembaga ditemukan dalam lubang tembusan, tanur, dan perapian yang banyak terdapat di daerah itu, yang menunjukkan pengaruh tembaga dalam ekonomi kedua perkampungan itu. Biji tembaga itu harus didatangkan dari tambang-tambang di Negev selatan, yang jauh sekali. Hal ini menunjukkan bahwa perkampungan-perkampungan itu mempunyai organisasi sosial dan ekonomi yang canggih.

Barangkali situs Chalcolithic yang paling menakjubkan di Palestina adalah dekat En-Gedi, sumber air jernih yang terdapat di pantai barat Laut Mati. Tinggi di atas sumber air itu (di mana kota Israel itu kemudian digali) terdapat sebuah kompleks yang bertembok. Dalam bangunannya yang paling besar terdapat sebuah kuil di udara terbuka dengan sebuah mezbah. Kita tidak tahu apa-apa tentang upacara-upacara yang diselenggarakan di kuil ini, tetapi pada umumnya para arkeolog menganggap bahwa kumpulan besar benda-benda tembaga (kepala tongkat kebesaran, tongkat lambang kekuasaan, tiang untuk panji-panji prosesi) yang ditemukan dalam sebuah goa tidak jauh dari situ, telah digunakan dalam kuil ini. Agaknya, benda-benda tersebut disembunyikan di dalam goa itu ketika kuil terancam, dan tak seorang pun yang dapat kembali dan menyelamatkannya.

 2. Kebudayaan Megalitik.
sembunyikan teks

Peninggalan-peninggalan Megalitik di Palestina termasuk Zaman Chalcolithic dan Zaman Perunggu Purba. Istilah Megalitik hanya berarti "berbatu besar", yang mengacu kepada batu-batu besar yang digunakan dalam bangunan-bangunan purba. Di Eropa bangunan-bangunan seperti itu rupanya menjadi ciri khas Zaman Neolitik, tetapi di Timur Dekat struktur itu muncul lebih kemudian. Akan tetapi, barang tembikar atau peninggalan lain yang mula-mula dikuburkan bersamanya sudah lama lenyap dan baru dalam tahun-tahun belakangan tarikhnya ditetapkan dengan lebih kokoh.

"Megalit" di Palestina biasanya sederhana sekali: satu atau lebih batu besar yang horizontal diletakkan atas beberapa batu vertikal yang rata-rata tingginya satu meter atau kurang, dengan pintu masuk yang rendah di satu sisi. Bangunan-bangunan ini mungkin merupakan monumen kepada orang mati, yang dirancang sebagai tiruan tempat kediaman sehari-hari. Secara lebih teknis, jenis struktur ini disebut dolmen (arti harfiahnya, "meja batu"). Pada mulanya, dolmen ini mungkin ditutupi dengan batu-batu kecil dan tanah, yang telah hanyut. Kadang-kadang satu atau dua lingkaran batu-batu kecil mengelilingi dolmen itu. Hampir selalu dolmen-dolmen dibangun berkumpul di "padang" atau kelompok, kebanyakan di barat laut Yordan di lereng-lereng di atas tepi sebelah timur Sungai Yordan, atau di Galilea bagian atas, terutama di sekitar Khorazin.



TIP #09: Klik ikon untuk merubah tampilan teks alkitab dan catatan hanya seukuran layar atau memanjang. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA