Resource > Jurnal Pelita Zaman >  Volume 16 No. 1 Tahun 2001 >  MEMBANGUN SEBUAH "THEOLOGY OF RELIGIONS" INJILI YANG NON PLURALISTIK: APAKAH MUNGKIN > 
KASIH KARUNIA KESELAMATAN ALLAH: BAGI MINORITAS ATAU MAYORITAS UMAT MANUSIA? 
sembunyikan teks

Teologia agama-agama Kristen haruslah memikirkan secara serius doktrin keselamatan serta mampu menampilkan soteriologi yang proporsional baik secara biblikal maupun teologikal. Selama ini doktrin keselamatan yang dianut kalangan Injili, terutama yang Reformed, lebih bernuansa pesimistik negatif dalam dua pengertian. Pertama, doktrin keselamatan kalangan Injili lebih menekankan aspek negatif umat manusia; bahwa umat manusia yang telah jatuh ke dalam dosa mengalami kerusakan total (total depravity) dan sama sekali tidak memiliki fasilitas intrinsik untuk merespons uluran tangan Allah yang menyelamatkan jika Allah tidak memampukannya. Kedua, warisan doktrin predestinasi Agustinus dan Calvin, yang pada dasarnya mengajarkan bahwa dalam kekekalan Allah telah menetapkan sebagian (kecil) manusia (dari semua yang telah berdosa tersebut) untuk diselamatkan telah mendorong favoritisme terhadap posisi ekslusivistik.

Problem doktrin keselamatan kalangan Injili yang pesimistik dan restriktif ini (dalam arti cuma sebagian kecil umat manusia yang akan diselamatkan sementara sebagian besar lainnya akan dibuang ke neraka) dibahas secara komprehensif oleh Clark H. Pinnock. Pinnock adalah seorang teolog Injili asal Kanada yang "dikucilkan" oleh kalangan Injili; bukan karena ia berbalik tidak meyakini finalitas dan keunikan Yesus Kristus atau meyakini bahwa Alkitab cuma karya sastra agung bikinan manusia, melainkan karena ia mencoba untuk berpikir secara kreatif inovatif sebagai seorang teolog. Dalam bukunya yang berjudul The Wideness in God Mercy: The Finality of Jesus Christ in a World Religions (Grand Rapids: Zondervan. 1992) yang dinilai oleh sebagian besar kalangan Kristen Injili sebagai ekspresi pergeseran pandangan dari ekslusivisme kepada inklusivisme atau bahkan pluralisme, Pinnock secara eksplisit dan komprehensif mempertahankan pandangan bahwa Allah pada akhirnya akan menyelamatkan sebagian besar manusia karena universalitas kasihNya.1565 Hal ini tidak berarti ia menyetujui universalisme atau pandangan liberal pluralistik yang menolak keotentikan, keunikan, dan finalitas inkarnasi Allah atau Kristus

Kosmik sebagai Yesus Nazareth dengan karya penyelamatan-Nya yang meliputi masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Tujuan utama Pinnock adalah agar kalangan Injili memiliki teologia agama-agama yang seimbang biblikal dan teologikal: suatu teologia agama yang mengajarkan secara seimbang aspek universalitas dan partikularitas karya kasih penyelamatan Allah Tri tunggal terhadap umat manusia.

Copeland menuliskan komentar yang simpatik tentang Pinnock sebagai berikut:

Pinnock rejected the "fewness" doctrine, that those who are saved will be few, and for this purpose he carefully reviewed the Biblical evidence. Accordingly, he affirmed the doctrine of general or cosmic revelation by which people with no knowledge of Jesus Christ iof Jesus Christ nevertheless receive a knowledge of God.... [Pinnock] rejecting the concepts that understand the incarnation as myth ... Pinnock rejected universalism ... The Title of Pinnock's book ... indicates the generosity of his intention. He resisted the pluralism of theologians such as Hick and Knitter. He even pulled back from the teaching of Roman Catholic Theologians such as Rahner that the religions other than Christianity could be vehicles of salvation.1566

Marilah kita secara singkat melakukan studi biblikal untuk mencari pemahaman dari perspektif lain berkenaan dengan apakah Allah cuma berniat menyelamatkan sebagian kecil umat manusia dan pada saat yang bersamaan mengirim "porsi terbesar"-nya ke dalam kebinasaan kekal yang penuh dengan ratap tangis dan kertak gigi di neraka.

Halaman Perjanjian Lama dimulai dengan penciptaan alam semesta yang berpuncak pada penciptaan manusia dalam image Allah. Namun kemudian manusia, mahkota ciptaan Allah itu jatuh ke dalam dosa. Namun dalam Kej 3. kita melihat keagungan kasih Allah yang berinisiatif menjangkau dan menghampiri manusia berdosa yang berusaha menghindar bahkan bersembunyi dari Allah. Selanjutnya ketika manusia makin jahat dan Allah terpaksa memusnahkan mereka dengan air bah, Allah menyelamatkan Nuh dan mengikat perjanjian (covenant) dengan Nuh. Allah menempatkan pelangi di cakrawala dan berfirman "Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan segala makhluk yang ada di bumi." (Kej 9:17) Perhatikan bahwa perjanjian ini bukan cuma dengan Nuh, tetapi melibatkan seluruh makhluk. Perjanjian ini juga bersifat komprehensif, bukan hanya pemeliharaan jasmaniah, tetapi juga penyelamatan yang holistik. Ikatan perjanjian Allah dengan Nuh ini tidak berdiri terpisah dari ikatan-ikatan perjanjian lain sesudahnya, namun justru mempersiapkan jalan bagi berkat universal untuk seluruh umat manusia melalui ikatan janji dengan Abraham. Kisah-kisah selanjutnya dalam Kejadian (berkenaan dengan Ishak, Yakub, dan Yusuf) pada dasarnya merupakan implementasi janji Allah untuk menyelamatkan seluruh umat manusia.1567

Kita bisa mempertanyakan ikatan perjanjian Allah dengan bangsa Israel di gunung Sinai yang sepertinya melimitasi dan meretriksi universalitas kasih Allah. Benarkah hal ini? Namun sebaliknya, yang sebenarnya terjadi adalah bahwa melalui pemilihan satu bangsa ini Allah sedang mempersiapkan rencana agung penyelamatan bagi seluruh umat manusia. Inilah partikularitas yang membawa jalan bagi universalitas karya penyelamatan Allah bagi umat manusia.

Selanjutnya, dalam kitab Mazmur kita mendapati banyak acuan tentang penyertaan Allah atas segala bangsa (Mzm 8:2; 46:11; 47:2; 82:8; 97:9; 100:1-2 bdk. Mzm 47:8-9; 87:4). Para nabi juga mewartakan keuniversalan kasih Allah yang meliputi bangsa-bangsa non-Israel (Yes 2:1-4; 19:25; 25:6-8; Yer 18:7-8: Am 9:7; Mal 1:11). Dalam PL, terang Allah pun menjangkau secara khusus orang-orang non Israel seperti Yitro, Melkisedek, Abimelekh, Rahab, Rut dan Ayub.



TIP #15: Gunakan tautan Nomor Strong untuk mempelajari teks asli Ibrani dan Yunani. [SEMUA]
dibuat dalam 0.01 detik
dipersembahkan oleh YLSA