Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac >  1. Sejarah Alkitab > 
III. Sejarah Perjanjian Baru. 
sembunyikan teks

Sejarah Perjanjian Lama melukis gambaran yang hidup mengenai urusan Allah dengan manusia; namun tidak memberikan seluruh kisah rencana Allah untuk menebus manusia dari dosa. Perjanjian Baru membawa kita kepada klimaks karya penebusan Allah, karena memperkenalkan kita kepada Sang Mesias, Yesus Kristus, dan kepada permulaan jemaat-Nya.

 A. Kehidupan Kristus. 
sembunyikan teks

Tulisan-tulisan Matius, Markus, Lukas dan Yohanes bercerita mengenai pelayanan Yesus. Penulis-penulis ini adalah saksi mata kehidupan Yesus atau mereka menuliskan apa yang diceritakan kepada mereka oleh saksi-saksi mata, namun mereka tidak memberikan biografi Yesus yang lengkap. Segala sesuatu yang mereka catat benar-benar telah terjadi, tetapi mereka memusatkan perhatian pada pelayanan Yesus dan meninggalkan kekosongan-kekosongan di tempat lain dalam kisah kehidupan-Nya.

Bayangkan seseorang yang menulis surat kepada seorang kawan untuk memperkenalkan dia pada seorang tokoh penting. Mampukah penulis itu menggambarkan segala sesuatu tentang kehidupan orang itu? Tentu saja tidak. Ia hanya dapat menulis apa yang diketahuinya - dan ia barangkali tidak akan mencoba menceritakan semuanya. Penulis itu akan memusatkan perhatian pada apa yang menurut dia ingin diketahui dan perlu diketahui oleh kawannya.

Orang-orang yang menulis kitab-kitab Injil melakukan hal yang sama. Tujuan mereka ialah menjelaskan pribadi dan pekerjaan Yesus dengan jalan mencatat apa yang diperbuat dan dikatakan-Nya. Dan setiap penulis menyajikan pandangan yang sedikit berbeda tentang Yesus dan perbuatan-Nya. (Lihat "Garis Besar Kitab-kitab di Alkitab.") Para penulis kitab Injil tidak berusaha menceritakan semua kejadian dari masa anak-anak Yesus karena bukan itulah alasan mereka untuk menulis. Mereka juga tidak mencoba memberi catatan harian dari kehidupan Yesus. Mereka hanya menulis hal-hal yang berarti untuk. keselamatan dan kemuridan.

Di bagian ini kita hanya akan berpedoman pada para penulis kitab-kitab Injil. Kita hanya akan memberi uraian singkat tentang berbagai peristiwa penting dari kehidupan Yesus dan mengikhtisarkan bagaimana Ia membawa sejarah penebusan kepada klimaksnya. Untuk informasi lebih banyak tentang kehidupan-Nya, lihat "Yesus Kristus".

Banyak orang tahu tentang kelahiran dan masa kanak-kanak Yesus Kristus. Setiap hari Natal kita mendengar kidung-kidung yang terkenal tentang Perawan Maria (ibu Yesus), perjalanannya ke Betlehem dengan menunggang seekor keledai, dan kelahiran bayi Yesus Kristus - manusia sejati dan Allah sejati, yang datang ke dunia untuk menyelamatkan umat Allah. Kita mendengar cerita yang terkenal bagaimana Yesus dilahirkan di Betlehem, tentang palungan tempat Ia dibaringkan, dan tentang malaikat-malaikat yang memberi tahu kelahiran-Nya kepada para gembala. Kita tahu bahwa para malaikat menyatakan Yesus sebagai raja dari keturunan Daud yang sudah lama dijanjikan.

Orang-orang majus yang membawa pemberian kepada Kanak-Kanak Yesus itu adalah tokoh-tokoh yang misterius. Kita tidak tahu dari negeri (atau negeri-negeri) mana mereka datang, hanya bahwa mereka itu berasal "dari Timur" (Mat. 2:1). Mungkin sekali mereka berasal dari imperium-imperium yang besar di Timur, misalnya Mesopotamia, Babilonia, atau Persia. Mereka menyelidiki bintang-bintang dan menyadari bahwa seorang raja baru sedang dilahirkan di antara orang Yahudi karena itu mereka datang ke ibu kota Yahudi, yaitu Yerusalem, untuk mengadakan kunjungan kehormatan. Betapa terkejutnya mereka ketika mendengar bahwa Raja Herodes tidak mempunyai anak yang baru lahir! Lalu mereka mengikuti suatu nubuat yang jelas dari Mikha 5:1 yang membawa mereka ke Betlehem, di mana mereka berjumpa dengan bayi Yesus.

Alkitab tidak menyatakan bahwa ada tiga orang majus, tetapi para pelukis biasanya melukis tiga orang untuk menunjukkan tiga pemberian yang mereka bawa - emas, kemenyan, dan mur (Mat. 2:11). Rupanya para magi itu datang untuk melihat Yesus beberapa bulan setelah ia lahir dan beberapa ahli menduga bahwa Yesus telah berumur dua tahun ketika mereka datang.

Setelah Yesus lahir, orang tuanya menyerahkan Dia di Bait Suci di Yerusalem (Luk. 2:22-28). Mereka mulai mendidik Dia untuk hidup "dikasihi oleh Allah dan manusia" (Luk. 2:52).

Raja Herodes ingin memastikan bahwa rakyatnya tidak akan bersatu keliling raja yang masih bayi itu dan mulai memberontak, maka ia memerintahkan tentaranya untuk membunuh semua bayi laki-laki di Betlehem (Mat. 2:16). Keluarga Yesus melarikan diri ke Mesir agar lolos dari perintah yang jahat itu. Setelah Herodes meninggal, mereka kembali ke Palestina dan menetap di kota Nazaret.

Alkitab tidak menceritakan apa-apa lagi tentang Yesus sampai ia berusia 12 atau 13 tahun. Lalu, untuk mengambil peran-Nya yang layak dalam jemaat orang Yahudi, Ia harus mengadakan kunjungan khusus ke Yerusalem dan mempersembahkan kurban di Bait Suci. Sementara berada di Yerusalem, Yesus bercakap-cakap dengan para pemimpin agama tentang kepercayaan Yahudi. Ia menyatakan pengertian yang luar biasa tentang Allah yang benar, dan jawaban-Nya membuat mereka kagum. Kemudian, orang tua-Nya pulang dan menemukan bahwa Yesus tidak ada. Mereka menemukan Dia di Bait Suci sedang bercakap-cakap dengan para ahli Yahudi.

Sekali lagi, Alkitab berhenti berbicara tentang Yesus sampai ia memperkenalkan kita kepada kejadian-kejadian yang mengawali pelayanan Yesus ketika ia berumur sekitar 30 tahun. Mula-mula kita melihat Yohanes Pembaptis muncul dari padang gurun dan berkhotbah di kota-kota sepanjang Sungai Yordan serta mendorong orang banyak untuk mempersiapkan diri bagi Mesias mereka (Luk. 3:3-9). Yohanes lahir dalam keluarga yang saleh dan ketika bertambah besar ia mengasihi dan melayani Allah dengan setia. Tuhan berfirman melalui Yohanes dan orang datang berbondong-bondong untuk mendengar dia berkhotbah. Ia menyuruh mereka kembali kepada Tuhan dan mulai taat kepada-Nya. Ketika ia melihat Yesus, ia berseru bahwa orang ini adalah "... Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia" (Yoh. 1:29). Yohanes membaptis Yesus; dan saat Ia keluar dari air, Allah mengutus Roh Kudus dalam rupa burung merpati turun ke atas-Nya.

Roh Kudus membawa Yesus ke padang gurun di mana Ia tidak makan selama 40 hari. Sementara Ia berada dalam keadaan yang lemah ini, Iblis datang dan berusaha menggoda Dia dengan berbagai cara. Yesus menolak dan menyuruh Iblis pergi. Para malaikat datang memberi makan kepada Yesus dan menghibur Dia.

Mula-mula Yesus disukai orang banyak. Di daerah keliling Danau Galilea, Ia menghadiri sebuah pesta perkawinan dan mengubah air menjadi anggur untuk dihidangkan kepada para tamu. Inilah mukjizat-Nya yang pertama yang disebut oleh Alkitab. Mukjizat ini menunjukkan bahwa Ia benar-benar Allah, seperti yang ditunjukkan oleh mukjizat-mukjizat-Nya yang kemudian. Dari Galilea, Ia pergi ke Yerusalem dan mengusir sekelompok pedagang keliling yang beragama dari bait suci. Untuk pertama kalinya, di depan umum Ia menyatakan otoritas-Nya atas kehidupan beragama umat-Nya. Peristiwa ini membuat banyak pemimpin agama memusuhi Dia.

Nikodemus, salah seorang pemimpin agama itu, mengerti bahwa Yesus mengajarkan kebenaran tentang Allah. Suatu malam ia datang kepada Yesus dan bertanya bagaimana ia dapat memasuki kerajaan Allah, yang merupakan kerajaan penebusan dan keselamatan. Yesus memberi tahu Nikodemus bahwa ia harus "dilahirkan kembali" (Yoh. 3:3); dengan kata lain, ia harus menjadi pribadi yang baru. Dari percakapan di antara Yesus dan Nikodemus ini, kita mengetahui bahwa orang Kristen adalah seorang yang sudah "dilahirkan kembali".

Ketika Yohanes Pembaptis mulai berkhotbah dan menarik banyak orang di Yudea, Yesus kembali ke wilayah Galilea. Di sana Ia mengadakan banyak mukjizat dan orang datang berbondong-bondong kepada-Nya. Sayang sekali, orang banyak itu lebih tertarik pada mukjizat-mukjizat daripada kepada ajaran Yesus.

Namun, Yesus terus saja mengajar. Ia memasuki rumah-rumah pribadi, hadir pada pesta-pesta untuk umum, dan berbakti bersama orang-orang Yahudi lainnya di rumah sembahyang mereka. Ia mencela para pemimpin agama pada zaman-Nya karena iman mereka itu pura-pura saja. Ia tidak menolak agama formal mereka; sebaliknya, Yesus menghormati bait suci dan penyembahan di bait suci (bdg. Mat. 5:17-18). Akan tetapi, orang Farisi dan pemimpin-pemimpin yang lain tidak mengerti bahwa Dialah Sang Mesias, dan mereka tidak peduli apakah mereka diselamatkan dari dosa. Tambahan pula, mereka tidak puas dengan apa yang telah Tuhan nyatakan kepada mereka di Perjanjian Lama, tetapi mereka terus menambahkan dan mengubahnya. Mereka menganggap bahwa versi kitab suci yang telah mereka olah kembali itulah yang memberikan agama yang benar kepada mereka. Yesus memanggil mereka kembali kepada Firman Allah yang asli. Ia sangat cermat bila mengutip ayat-ayat Kitab Suci dan Ia mendorong para pengikutnya agar mengerti Kitab Suci dengan lebih baik. Ia mengajar bahwa pengetahuan dasar tentang Kitab Suci pun hendaknya menunjukkan kepada seseorang kehendak Allah bagi keselamatan melalui iman kepada diri-Nya.

Dekat Danau Galilea, Yesus mengadakan mukjizat-Nya yang paling menakjubkan. Ia mengambil tujuh roti dan dua ekor ikan, memberkatinya, dan memecah-mecahkannya sehingga cukup untuk memberi makan kepada 4000 orang! Namun hal ini tidak menarik lebih banyak orang untuk percaya kepada Yesus; sebenarnya, mereka berpaling dari Dia karena mereka tidak dapat memahami mengapa dan bagaimana Ia menginginkan mereka "makan" tubuh-Nya dan "minum" darah-Nya (Yoh. 6:52-66).

Kedua belas murid Tuhan tetap setia kepada-Nya, dan Ia mulai memusatkan perhatian-Nya untuk mendidik mereka. Ia semakin banyak mengajar mereka tentang kematian dan kebangkitan-Nya yang mendatang, serta menjelaskan bahwa mereka juga akan menderita kematian apabila mereka terus mengikut Dia.

Hal ini membawa kita kepada akhir kehidupan Yesus di bumi. Yudas Iskariot, seorang dari kedua belas murid Yesus, mengkhianati Dia kepada para pemimpin di Yerusalem yang memusuhi Dia dan mereka memaku Dia pada sebuah salib untuk mati di antara penjahat-penjahat yang kasar. Tetapi Ia bangkit dari kubur dan menampakkan diri kepada banyak pengikut-Nya, sebagaimana yang telah dijanjikan-Nya, lalu memberi petunjuk-petunjuk akhir kepada murid-murid-Nya yang paling dekat. Sementara mereka memperhatikan Dia naik ke surga, tampaklah seorang malaikat yang berkata bahwa mereka akan melihat Dia kembali dengan cara yang serupa. Dengan kata lain, orang dapat menyaksikan kedatangan-Nya kembali dalam tubuh jasmani-Nya.

 B. Pelayanan Para Rasul.
sembunyikan teks

Sejarah Alkitab berakhir dengan Kitab Kisah Para Rasul yang memerikan pelayanan gereja yang mula-mula. Dalam Kisah Para Rasul kita melihat bagaimana berita tentang Yesus - pesan penebusan - tersebar dari Yerusalem ke Roma, pusat dunia Barat. Kitab Kisah Para Rasul memperlihatkan perluasan gereja (a) di Yerusalem, (b) dari Yerusalem ke Yudea, Samaria, dan daerah sekitarnya, dan (c) dari Antiokhia ke Roma.



TIP #21: Untuk mempelajari Sejarah/Latar Belakang kitab/pasal Alkitab, gunakan Boks Temuan pada Tampilan Alkitab. [SEMUA]
dibuat dalam 0.03 detik
dipersembahkan oleh YLSA