Resource > Jurnal Pelita Zaman >  Volume 16 No. 2 Tahun 2001 > 
EDITORIAL 
sembunyikan teks

Tumbangnya rezim orde baru dan munculnya orde reformasi diharapkan dapat membawa perubahan bagi Indonesia. Bukan hanya perubahan dalam dunia politik, terlebih penting perubahan dalam bidang ekonomi, sosial, maupun keamanan. Namun harapan-harapan itu sampai sekarang belumlah terwujud. Buktinya: maraknya perang antar suku yang di picu oleh agama - agama dianggap sebagai biang kekacauan yang ada di Indonesia. Perusakan tempat ibadah dan sarana sosial lainnya, yang dulu banyak menggunakan massa, kini lebih modern menggunakan bom. Karena itu, untuk menyoroti permasalahan ini, JPZ edisi ini bertemakan: Agama dan Negara.

Untuk membahas tema tersebut, Supriatno dalam Agama, Negara, dan Civil Society mencoba mengulas posisi agama Kristen atas negara dan kontribusinya atas masyarakat sipil. Dalam ulasannya, hendaklah agama Kristen menjadi agama sejati - agama akan kuat jika mengambil jarak atas kekuasaan. Dengan demikian agama mempunyai kewibawaan, karena tidak terikat kepentingan kekuasaan atau negara.

Lain halnya dengan Yakob Tomatala. Kepemimpinan Kristen dan Pengaruhnya di Abad XXl adalah judul artikelnya yang hendak menegaskan bahwa para pemimpin Kristen harus dapat melaksanakan tanggung jawabnya sebagai garam dan terang kepada dunia. Untuk itu, seorang pemimpin Kristen harus: terpanggil oleh Allah dengan integritas kepemimpinan yang lengkap untuk memimpin, diteguhkan oleh Allah dengan kapasitas kepemimpinan yang tangguh untuk memimpin, dan dijamin oleh Allah dengan kapabilitas kepemimpinan yang penuh untuk memimpin.

Lalu, apa yang mesti gereja perbuat? Demikianlah kira-kira pertanyaan yang dapat kita petik dari artikel G. Seto Harianto yang berjudul Situasi Sosial Politik Indonesia serta Implikasinya bagi Gereja. Jawabnya adalah gereja harus terus meningkatkan tugas dan fungsinya yang meliputi fungsi profetis, soteriologis, edukatif, pengawasan sosial, transformatif, dan pemupuk persaudaraan.

Untuk menambah wawasan teologis, JPZ edisi ini pun menurunkan beberapa artikel lain, yaitu: Yesus Menderita Menurut Choan Seng Song (tulisan Harianto GP), Kerugma yang Memudar (tulisan Nindyo Sasongko), Peranan Roh Kudus Terhadap Doa orang Percaya (tulisan Yohanes Effendi Setiadarma). Dan seperti biasa, JPZ juga memuat resensi buku yang dibuat oleh Robbyanto Notomihardjo dan konsultasi teologi yang diasuh oleh Henry Efferin menjawab tentang pentingnya doktrin pada masa sekarang.

Semoga JPZ semakin menjadi berkat bagi kita semua. Amin.



TIP #08: Klik ikon untuk memisahkan teks alkitab dan catatan secara horisontal atau vertikal. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA