Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac
 1. Sejarah Alkitab 
sembunyikan teks

Berpikirlah sejenak mengenai kitab yang luar biasa yang kita sebut "Alkitab". Tiga agama besar - Kekristenan, Yudaisme, dan Islam - menyatakan bahwa Alkitab atau bagian-bagian dari Alkitab adalah kitab suci, dan Kekristenan menyatakan Alkitab sebagai satu-satunya Kitab Sucinya. Orang Kristen percaya bahwa Alkitab adalah Firman Allah untuk setiap zaman, termasuk zaman kita. Itu sebabnya kita mempelajarinya dan berusaha untuk mengertinya dengan lebih baik dalam tiap generasi baru. Untuk memperoleh lebih dari sekadar pengertian yang sepintas tentang Alkitab, kita harus memperoleh gambaran yang jelas mengenai sejarah yang tercatat di dalamnya. Kita dapat membagi sejarahnya dalam periode Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

 2. Kronologi Alkitab
sembunyikan teks

Menemukan Tanggal Peristiwa-Peristiwa Alkitab

Alkitab memberi tahu bahwa Allah menyatakan diri-Nya pada saat-saat tertentu dalam kurun waktu. Untuk membantu mengerti hubungan antara penyataan-penyataan ilahi ini dengan peristiwa-peristiwa sejarah lainnya, kita perlu mengetahui tanggal peristiwa-peristiwa alkitabiah itu.

Kata kronologi berasal dari kata Yunani klasik chronos, yang berarti waktu yang dipandang sebagai sungai yang mengalir - sungai yang tidak dapat dihentikan, tetapi dapat diukur. Kronologi hanyalah penentuan tanggal peristiwa-peristiwa sejarah dalam dalam "aliran" waktu. Alkitab menyediakan cukup banyak tempat untuk hal-hal yang berhubungan dengan kronologi.

Sebagai contoh, para nabi memberi tanggal pada tulisan-tulisan mereka untuk menunjukkan latar belakang pesan mereka. Catatan kronologis mereka membantu kita untuk mengerti mengapa Tuhan mengatakan apa yang dikatakan-Nya dan mengapa Ia perbuat apa yang diperbuat-Nya pada setiap saat tertentu.

Bangsa Yahudi mengikuti kalender mereka dengan sangat teliti. Israel di zaman purba mempunyai kalender kamariah yang menetapkan perayaan-perayaan pada musim-musim tertentu dalam setahun. Orang Israel menuai jelai pada musim semi selama bulan Abib, bulan pertama dari tahun agama (Kel. 23:15). Setelah masa Pembuangan, mereka menamakan bulan ini Nisan. Mereka merayakan Hari Raya Tujuh Minggu selama bulan Siwan yang memulai penuaian gandum pada musim panas (Kel. 34:22). Hari Raya Buah Bungaran (atau Hari Raya Pondok Daun) mereka jatuh bertepatan dengan penuaian yang umum dalam musim gugur pada bulan Etanim, kemudian dinamakan Tisyri (Kel. 34:22). Pada umumnya lama bulan mereka itu 30 hari. Akan tetapi, karena tiap bulan dihitung dari hari bulan baru, maka kalender itu kadang-kadang memerlukan bulan yang terdiri atas 29 hari. Kalender kamariah adalah 11 hari lebih pendek dari kalender matahari, namun harus dicocokkan dengan musim sehingga kadang-kadang orang Israel harus menambahkan bulan yang ke-13 pada setahun. Hal ini memberikan mereka beberapa hari tahun kabisat. Pola mereka untuk menyisipkan hari-hari tahun kabisat terulang dalam siklus 19 tahun.

 3. Teks dan Terjemahan
sembunyikan teks

Betapa autentikkah Alkitab kita? Apakah kita benar-benar mempunyai Firman Allah? Ataukah penyimpangan-penyimpangan dari kebenaran Allah telah menyusup ke dalamnya?

Soal-soal ini menyangkut teks Alkitab yang telah disampaikan kepada kita dari penulis-penulis yang asli. Dalam uraian berikut mengenai teks Alkitab, kita akan berusaha untuk menilik bagaimana Allah mengilhami penulisan mula-mula dari Alkitab; bagaimana para juru tulis dari abad-abad yang silam telah memelihara kebenaran Allah ketika mereka menyalin manuskrip-manuskrip yang asli; dan patokan-patokan apakah yang dapat kita pakai untuk menguji apakah manuskrip-manuskrip kuno yang masih ada itu dapat dipercayai karena ada beberapa di antaranya yang tidak cocok. Kita juga akan meneliti berbagai terjemahan Alkitab karena tidak banyak di antara kita yang dapat membacanya dalam bahasa aslinya yaitu, bahasa Ibrani, Aram, dan Yunani. Dapatkah kita mempercayai terjemahan-terjemahan bahasa Inggris yang ada? Apakah terjemahan-terjemahan itu mengalihbahasakan teks Alkitab secara cermat? Patokan-patokan apakah yang dapat kita pakai untuk menilai berbagai terjemahan itu'?

Banyak generasi sebelum Perjanjian Baru ditulis, hamba-hamba Allah telah menulis kitab-kitab Perjanjian Lama. Kitab-kitab ini adalah kitab suci bangsa Yahudi; jadi kita telah menerimanya melalui saluran-saluran yang agak berbeda dari rute yang ditempuh oleh teks Perjanjian Lama. Teks Perjanjian Lama telah bertahan terhadap kekerasan waktu selama berabad-abad lebih lama daripada Perjanjian Baru. Para penulis Perjanjian Lama menulisnya dalam bahasa Ibrani dan Aram, sedangkan seluruh Perjanjian Baru telah ditulis dalam bahasa Yunani. Oleh karena perbedaan-perbedaan ini, kami akan menguraikan teks Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru itu secara terpisah.

 4. Arkeologi
sembunyikan teks

Kata archaeology dalam bahasa Inggris berasal dari dua kata Yunani, archaios, yang berarti "purbakala", atau logos, yang berarti "kata," "perkara," "cerita," atau "percakapan." Archaeology secara harfiah berarti "cerita (atau percakapan) tentang perkara-perkara purbakala," dan adakalanya orang menggunakan kata itu untuk mengacu kepada sejarah purbakala pada umumnya. Namun, kata arkeologi biasanya diterapkan pada sumber-sumber sejarah yang tak diketahui sebelum berbagai penggalian menemukannya.

Para arkeolog adalah penyelidik masa lalu yang menggali situs-situs purbakala dan menyelidiki apa yang mereka temukan dalam hubungan dengan setiap situs. Di Timur Dekat para arkeolog lebih banyak mengandalkan benda-benda sejarah ini untuk pengetahuan mereka daripada yang mereka lakukan bila menggali kota-kota di Italia atau Yunani karena sedikit sekali kesusastraan yang bertahan dari Timur Dekat kuno. Apabila seorang arkeolog menemukan naskah-naskah tertulis, ia menyerahkannya kepada seorang ahli dalam bahasa atau kebudayaan itu, yang menerjemahkannya dan membandingkannya dengan kepingan-kepingan sastra lainnya dari zaman itu.

 5. Agama dan Kebudayaan Penyembah Berhala
sembunyikan teks

Orang Israel dari zaman Perjanjian Lama berhubungan dengan orang Kanaan, Mesir, Babel, dan bangsa-bangsa lain yang menyembah ilah-ilah palsu. Allah mengingatkan umat-Nya untuk tidak meniru perilaku tetangga mereka yang menyembah berhala, tetapi orang Israel tidak mematuhi Dia. Berulang-ulang mereka terjerumus ke dalam penyembahan berhala.

Apakah yang disembah oleh bangsa-bangsa penyembah berhala ini? Dan bagaimana penyembahan mereka dapat menarik orang Israel hingga menjauhi Allah yang benar?

Dengan meneliti kebudayaan para penyembah berhala ini, kita mengetahui bagaimana manusia mencoba untuk menjawab persoalan utama kehidupan sebelum ia menemukan terang kebenaran Allah. Kita juga mulai mengerti dunia tempat Israel diam - Israel dipanggil untuk menjadi berbeda sama sekali dari dunia ini, baik dalam hal etika maupun dalam hal ideologi.

Sebelum memulai penelitian seperti itu, kita harus memperhatikan beberapa peringatan. Pertama, kita perlu mengingat bahwa paling tidak kita berada sejauh dua sasrawarsa dari kebudayaan-kebudayaan yang hendak kita gambarkan. Buktinya (naskah, gedung, artefak) sering kali amat kurang lengkap. Jadi kita harus berhati-hati bila menarik kesimpulan.

Kedua, kita harus menyadari bahwa kita diam dalam sebuah masyarakat yang pluralistik, di mana setiap orang bebas untuk percaya atau tidak percaya menurut pilihannya sendiri; tetapi orang-orang pada zaman purba merasa bahwa mereka memerlukan agama. Seorang agnostik atau "orang yang tidak mengakui ajaran agama" akan merasa tidak nyaman bila tinggal di antara orang Mesir, orang Het, atau bahkan orang Yunani dan orang Romawi. Agama ada di mana-mana. Agama adalah hakikat masyarakat purba. Orang memuja dewa-dewa dari kampung, kota, atau peradabannya. Apabila ia pindah ke rumah yang baru atau bepergian ke negeri asing, ia wajib menghormati dewa-dewa di sana.

 6. Orang Mesir
sembunyikan teks

Rupanya banyak rintangan memisahkan Mesir dengan Negeri Perjanjian. Mesir berada di benua yang lain, terpisah dari Palestina oleh Jazirah Sinai yang berbatu-batu dan oleh banyak rawa dan telaga di antara Laut Tengah dan Laut Merah. Mesir kaya dalam hasil bumi, ternak, dan logam mulia, sedangkan Palestina hanya dapat menukarkannya dengan sedikit barang. Kebudayaan Mesir sama sekali berbeda dengan kebudayaan orang Kanaan dan Israel. Orang Mesir berasal dari ras yang lain. Namun, beberapa perubahan yang tak diduga dalam sejarah telah mempersatukan orang Mesir dan orang Israel, dan lebih dari 550 kali Perjanjian Lama mengacu kepada Mesir. Selama berabad-abad, Mesir memerintah daerah pesisir Palestina; kebudayaan dan agamanya berpengaruh dari Gaza sampai Suez.

 7. Orang Babel dan Orang Asyur
sembunyikan teks

Orang Babel dan orang Asyur menghuni daerah yang dikenal sebagai Mesopotamia (Yunani, "di antara dua Sungai"). Herodotus, seorang sejarawan kuno, memberi nama ini kepada dataran luas di antara Sungai Tigris dan Sungai Efrat, di antara berbatasan dengan Pegunungan Zagros dan di selatan dengan Teluk Persia. Alkitab menyebut beberapa kota Mesopotamia dan beberapa pemimpin penting Orang Babel dan orang Asyur. Sebenarnya, kedua kebudayaan ini yang pada akhirnya menyebabkan keruntuhan Israel dan Yehuda. Namun, selama berabad-abad sebelum pertempuran terakhir itu orang-orang Mesopotamia telah mempengaruhi kehidupan orang Israel.

 8. Ugarit dan Orang Kanaan 
sembunyikan teks

Orang Kanaan telah menghuni negeri Palestina sebelum orang Ibrani tiba. Sebelum tahun 1928, pengetahuan kita tentang orang Kanaan terbatas pada tiga sumber.

Satu sumber adalah pekerjaan arkeologis di kota-kota di Palestina seperti.Yerikho, Megido, dan Betel. Di kota-kota ini ditemukan puing-puing bangunan pra-Israel, barang tembikar, perkakas rumah, senjata, dan barang-barang serupa - tetapi tak ada prasasti. Para pakar memang menghargai barang-barang yang lain ini, tetapi bukti yang tertulis biasanya adalah alat yang paling penting untuk merekonstruksi masa silam. Dalam jangka panjang nilai sejarah prasasti-prasasti melampaui nilai bukti fisik. Yang kami maksudkan adalah hal-hal seperti mitos, legenda, tawarikh kerajaan, naskah-naskah hukum, dan catatan perdagangan.

Sumber kedua dari informasi kita tentang Kanaan adalah kepustakaan dari orang-orang sezaman yang tinggal di luar Kanaan. Sebuah contoh yang unik adalah Surat-surat Tell el-Amarna, yang dikirim oleh raja-raja di Palestina kepada firaun di Mesir. Sebagian besar surat-surat ini dikirim kepada Amenhotep III dan putranya Akhenaton pada tahun 1400-an atau awal 1500-an sM (Lihat "Orang Mesir.") Seperti yang akan kita lihat, Kanaan adalah sambungan dari kekuasaan Mesir selama sebagian besar sejarah orang Kanaan.

Sebuah kisah yang kemudian dari Mesir (abad ke-11 sM) memberikan kita suatu pandangan yang lain tentang Kanaan. Kisah ini adalah tentang perjalanan Wenamon, seorang pejabat Kuil Amun di Karnak, ke Biblos di Fenisia untuk mendapatkan kayu untuk perahu keramat dari dewanya. Kisah ini mengemukakan bahwa kekuasaan Mesir atas Kanaan sudah merosot sekali dari masa surat-surat Tell el-Amarna, karena orang Kanaan memperlakukan Wenamon secara tidak sopan dan lambat untuk memenuhi permintaannya.

Berbagai naskah Akad dari timur dan naskah orang Het dari utara memberikan fakta-faktanya yang menarik juga tentang adat istiadat Kanaan. Misalnya, undang-undang orang Het sangat terperinci dan rupanya mengatur tiap pelanggaran perdata yang mungkin dilakukan. Naskah-naskah Akad menggambarkan upacara, pemujaan dan kurban-kurban di kuil dengan panjang lebar. Dokumen-dokumen ini memberi kesan bahwa kebudayaan di daerah itu cukup canggih.

Sumber ketiga kita tentang fakta-fakta mengenai Kanaan dan rakyatnya adalah Perjanjian Lama. Alkitab memberitahukan bahwa orang Ibrani menghalau orang Kanaan dari negeri mereka dan dalam beberapa hal memusnahkan kota-kota seanteronya (Yes. 11:10; 12:24). Bahkan membaca Alkitab sambil lalu menunjukkan bahwa orang Kanaan tidak pernah dihormati oleh para penulis Perjanjian Lama. Mereka selalu menggambarkan orang Kanaan sebagai bangsa yang jahat dan mesum, dan agama mereka sebagai sesuatu yang asing dan menjijikkan (Hak. 2:2; 10:6-7). Kisah dari serangan yang tidak tanggung-tanggung itu meyakinkan beberapa ahli masa kini bahwa Perjanjian Lama terlalu condong berprasangka terhadap orang Kanaan. Bagaimanapun juga, Alkitab sangat akurat dan obyektif, dan tidak melebih-lebihkan kebenaran ketika menceritakan kepada kita tentang orang Kanaan. Sebuah temuan arkeologis di Siria utara pada tahun 1928 menguatkan gambaran Alkitab tentang orang Kanaan. Temuan ini memberikan amat banyak informasi baru tentang peradaban Kanaan.

Pada musim semi tahun 1928, seorang petani di Siria yang bekerja di ladangnya mendengar pisau mesin bajaknya menghantam apa yang disangkanya sebagai batu yang terpendam. Ketika diperhatikan lebih dekat, ia melihat bahwa pisau bajaknya telah memotong puncak sebuah lubang yang sangat besar di dalam tanah; kelihatannya seperti sebuah makam kuno. Penemuan yang secara kebetulan ini memulai sebuah penggalian yang mengasyikkan dari sebuah kota Kanaan, yang menghasilkan benda-benda sejarah yang sangat menarik dan sisa-sisa beberapa monumen yang penting.

Sewaktu para arkeolog Perancis menggali lebih jauh ke dalam kota itu, mereka menemukan amat banyak naskah purba pada lempeng-lempeng tanah liat. Mungkinkah mereka telah menemukan sastra Kanaan, yang ditulis oleh orang Kanaan dalam bahasa mereka sendiri? Jawabannya ialah ya.

 9. Orang Persia
sembunyikan teks

Orang Persia memerintah Palestina selama abad terakhir dari sejarah Perjanjian Lama. Alkitab membicarakan kurun waktu ini dalam kisah-kisah Ester, Daniel, Ezra, Nehemia, dan dalam dua ayat pada akhir kitab II Tawarikh. Bagi orang Yahudi ini merupakan periode pemugaran dan pembangunan kembali. Bagi orang Persia ini merupakan periode pengembangan kerajaan.

Orang Yahudi telah dibuang ke Babilonia selama hampir 60 tahun ketika orang Persia menaklukkan negeri itu pada tahun 539 sM. Dua tahun kemudian Koresy II, raja Persia, mengizinkan para buangan ini kembali ke tanah air mereka. Lalu ia maju terus untuk menaklukkan Mesir, suatu prestasi yang tercapai oleh putranya pada tahun 526 sM.

Selama kurun waktu 550 tahun, Palestina dijadikan sebagian dari kerajaan-kerajaan besar seperti Babilonia, Persia, Yunani, dan Roma. Bagaimanapun juga, hanya orang Persia yang diingat karena sumbangan mereka kepada bangsa Yahudi. Alkitab menganggap kerajaan-kerajaan yang lain sebagai jahat dan bermusuhan kepada orang Yahudi.

 10. Orang Yunani dan Helenisme
sembunyikan teks

Orang Yunani purba menyebut negeri mereka Hellas dan mereka menamakan diri mereka orang Hellen. Negara kota Yunani yang paling berpengaruh adalah Atena, yang memberi dorongan utama untuk segala prestasi Imperium Yunani. Selama waktu yang singkat imperium ini membentang meliputi daerah yang hampir seluas Amerika Serikat.

Bila kita berbicara tentang "kebudayaan Helenis," maka yang kita maksudkan adalah prestasi kebudayaan Yunani yang mencapai puncak tertingginya di Atena pada abad ke-5 sM. "Kebudayaan Helenis" berarti semua kesenian, perdagangan, dan pemikiran daratan Yunani yang telah dipengaruhi oleh Atena. "Kebudayaan Helenistis" adalah perkembangan berikutnya dari kebudayaan Yunani di antara bangsa-bangsa di kawasan Laut Tengah bagian timur yang mencerminkan kebudayaan yang dimulai di Atena. Cara hidup Yunani ini dibawa sampai sejauh India oleh pasukan-pasukan Aleksander Agung. Kebudayaan ini tinggal cukup lama di Mesir, Palestina, Asia Kecil, dan Persia sehingga mempengaruhi agama, pemerintahan, bahasa, dan kesenian mereka.

 11. Orang Romawi
sembunyikan teks

Orang-orang Roma menghasilkan peradaban penting yang terakhir dari bagian Barat dunia kuno. Mereka membangun kebudayaan mereka di negeri yang sekarang dikenal sebagai Italia, tetapi meluas ke hampir semua bagian dari dunia yang dikenal pada zaman itu. Mereka mempunyai dampak yang berarti atas Palestina pada kurun waktu Intertestamental dan Perjanjian Baru.

 12. Geografi Palestina
sembunyikan teks

Palestina adalah penyangga tiga agama besar di dunia. Yudaisme, agama Kristen, dan agama Islam berasal dari negeri kecil ini. Di sinilah Allah menyatakan diri-Nya kepada para leluhur dan nabi, kepada Yesus dan rasul-rasul-Nya.

Menelaah geografi Palestina bukanlah sesuatu yang baru saja dilakukan. Para bapak gereja yang mula-mula, seperti Hieronimus, menganggapnya penting untuk dapat memahami Alkitab.

Banyak orang Kristen tidak lagi mengandalkan peta dan bola bumi untuk memperlihatkan permukaan Palestina. Mereka dapat melihat tempat-tempat purba dengan mata mereka sendiri. Nama-nama tempat menjadi hidup pada waktu mereka menjelajahi daerah tempat kota-kota pada zaman Alkitab. Firman Allah menjadi semakin nyata ketika mereka melangkah masuk Tanah Suci.

Palestina adalah negeri yang mengesankan yang kaya dalam sejarah, suatu negeri dengan aneka ragam perbedaan. Cara-cara hidup modern dan kuno berlangsung berdampingan. Gurun-gurun tandus terdapat bersama-sama dengan oasis-oasis yang rimbun.

 13. Mineral dan Permata Palestina
sembunyikan teks

Para penulis Alkitab memberi tahu bahwa orang Israel menemukan bermacam-macam mineral dan batu berharga di Negeri Perjanjian. Mereka menggunakan sumber-sumber alam ini untuk pembangunan, pembuatan perhiasan, dan berbagai keterampilan yang halus. Sebenarnya, mineral-mineral ini menjadi sangat penting bagi usaha ekspor Israel. (Lihat "Perdagangan.")

 14. Hewan dan Serangga di Palestina
sembunyikan teks

"Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik" (Kej. 1:25).

Dari kisah penciptaan sampai dengan binatang-binatang simbolis di kitab Wahyu, Alkitab penuh dengan bermacam-macam binatang. Tuhan membawa semua hewan ciptaan-Nya kepada manusia untuk dilihat, supaya Adam dapat menamainya (Kej. 2:19-20). Ketika Adam dan Hawa mengetahui bahwa mereka telanjang, Tuhan membuat pakaian dari kulit binatang untuk mereka. Sepanjang sejarah hewan telah menjadi bagian yang integral dari eksistensi manusia. Hewan menyediakan makanan dan juga pakaian, memikul bebannya, dan menarik bajaknya. Darah hewan pun ditumpahkan karena dosa manusia.

Para penulis Alkitab bukan peneliti alam, tetapi banyak di antara mereka memiliki penglihatan yang tajam. Nabi Habakuk memperhatikan rusa-rusa yang berkaki cekatan, yang dengan gesit berjalan melintasi batu-batu karang yang berbahaya di daerah perbukitan Yudea. Lalu dengan suka ria ia berkata, "Allah Tuhanku itu kekuatanku. Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku" (Hab. 3:19). Yang lain mengajar dengan membandingkan sifat hewan dan manusia.

Sekitar 80 ekor mamalia disebut di dalam Alkitab. Dan itu bukanlah daftar lengkap dari hewan yang tinggal di negeri Palestina yang kecil itu. Kadang-kadang kita membaca dan bertanya-tanya dalam hati. Apakah betul-betul ada makhluk seperti unicorn (binatang dongengan yang mirip kuda tetapi bertanduk satu di dahinya; Alkitab Indonesia TB menerjemahkannya sebagai lembu hutan), satyr (jin hutan dari mitologi klasik dengan telinga, ekor, dan kaki kambing), dan naga (binatang melata dongengan yang dapat menyemburkan api)? Apa gerangan Behemot itu (Ay. 40:10, TL)? Lewiatan (Mzm. 74:14, TB)? Apakah singa dan beruang betul-betul berkeliling mencari mangsa di Tanah Suci? Alkitab juga menyebutkan hewan yang lazim - ternak dan kuda, domba dan kambing. Apakah anak anjing dan anak kucing membuat tertawa anak-anak kecil pada zaman Alkitab?

 15. Tanaman dan Tumbuhan Herba
sembunyikan teks

Dari awal sejarah Alkitab, tanah Palestina telah menghasilkan cukup banyak makanan untuk penduduk dan ternak mereka. Masyarakat dari negeri-negeri di Timur dapat memanfaatkan hampir setiap jenis tanaman, dari hutan-hutan di Gunung Libanon sampai semak belukar yang kerdil dari kawasan gurun.

Tiga hasil utama di Palestina adalah "anggur yang menyukakan hati manusia, yang membuat muka berseri karena minyak, dan makanan (gandum) yang menyegarkan hati manusia" (Mzm. 104:15).

 16. Pertanian
sembunyikan teks

Pertanian mengacu kepada pelbagai kegiatan yang berkaitan dengan pengolahan tanah dan tanam-menanam. Pertanian juga mencakup hal menabur dan menuai sayur-mayur, biji-bijian, buah-buahan atau bunga-bunga, dan juga pemeliharaan kawanan ternak. Pertanian orang Ibrani berkembang bersama dengan pertumbuhan bangsa Ibrani.

 17. Perkakas dan Peralatan
sembunyikan teks

Sering kali Perjanjian Lama menyebutkan perkakas dengan menggunakan kata-kata Ibrani yang kolektif, keli (yang secara harfiah berarti "bejana-bejana" atau "alat perkakas") dan hereb (yang mengacu kepada pedang, pisau, atau alat pemotong apa pun yang tajam). Bila satu ayat Alkitab memakai salah satu istilah umum ini, konteksnya dapat membantu kita untuk menentukan alat mana yang dimaksudkan oleh penulis. Setiap pertukangan atau kejuruan mempunyai perkakasnya yang khusus.

Perkakas telah mulai dipakai pada awal sejarah manusia. Alkitab memberi tahu bahwa "Kain menjadi petani" (Kej. 4:2). Sudah pasti ia telah memakai semacam perkakas untuk mengerjakan tanah, meskipun perkakas yang tepat tidak disebutkan. Para arkeolog telah menemukan pisau, pengikis, dan cangkul dari batu api dari awal zaman Neolotik (sekitar tahun 7000 sM) di Palestina. Batu api dipakai untuk membuat perkakas-perkakas kasar, seperti pengait untuk menuai, bahkan setelah logam banyak dipakai (sekitar tahun 1000 sM). Akan tetapi, waktu pekerja logam belajar untuk menggunakan tembaga, perunggu, dan besi dari pecahan meteor, mereka menciptakan berbagai perkakas logam.

Para arkeolog telah menemukan bahwa tukang kayu menggunakan gergaji dari logam dengan gigi yang mengarah kepada pegangan gergaji itu. Gergaji yang sama ini dipakai untuk menggergaji batu (I Raj. 7:9; Yes. 10:15). Ada orang yang dihukum mati dengan cara digergaji menjadi dua (Ibr. 11:37). Tradisi menyatakan bahwa mungkin Yesaya telah dibunuh dengan cara ini.

Mungkin orang Israel tidak begitu terampil seperti beberapa bangsa tetangga mereka dalam penggunaan perkakas. Hal ini dapat menerangkan mengapa Raja Salomo mempekerjakan tukang-tukang Hiram untuk membangun bait suci (I Raj. 7:13), dan mengapa Bezaleel dan Aholiab dipanggil untuk pembangunan kemah suci (Kel. 31:1-11).

 18. Perdagangan
sembunyikan teks

Di Timur Dekat pada zaman purba orang-orang berkomunikasi sendiri dan para pedagang pada masa itu bertukar berita dan gagasan bersama dengan barang dagangan mereka. Karena alasan inilah, maka perdagangan sangat mempengaruhi masyarakat pada zaman Alkitab; perdagangan membuka jalan untuk penemuan-penemuan baru mengenai dunia.

Para pedagang membawa kafilah unta dan keledai mereka sampai ke daerah-daerah yang jauh di Timur Dekat tanpa memikirkan waktu yang dihabiskan dalam mengadakan perjalanan. Kadang-kadang mereka tinggal satu tahun atau lebih di negeri-negeri lain untuk menjajakan barang dagangan mereka.

Nakhoda kapal sering kali bertukar jasa mereka dengan sebagian barang dagangan yang mereka angkut. Kadang-kadang tidak ada jalan di antara kota-kota dagang, sehingga para pedagang harus berlayar di laut yang bergelombang besar, kecuali mereka mau melintasi padang gurun.

Perdagangan bertambah baik pada masa damai. Sewaktu bangsa-bangsa mengadakan perserikatan, para pedagang mereka berjalan pulang pergi sekalipun berbagai bahaya yang mengancam perjalanan di negeri asing. Para pejabat pemerintah mendirikan pos-pos militer; tentara mengadakan patroli di jalan-jalan; dan pengadilan bertindak keras terhadap pencuri dan perampok di jalan-jalan tersebut. Para pedagang pada zaman Alkitab perlu dilindungi terus-menerus dari bahaya para perampok.

Akan tetapi, perang berarti kesulitan untuk para pedagang. Angka inflasi membubung tinggi; raja-raja melarang perdagangan dengan beberapa negara; dan jalan-jalan penuh dengan pasukan tentara dan bukannya kafilah para pedagang. Sesudah perang, pihak pemenang sering kali membatasi perdagangan dari bangsa-bangsa yang telah ditaklukkan. Hal ini membatasi kekayaan mereka dan dengan demikian mencegah pemberontakan lebih lanjut.

Kanaan mempunyai kedudukan kunci dalam perdagangan. Negara-negara di utara Kanaan (Fenisia dan Aram) dan di selatan (Mesir) menggunakan jalan-jalan umum yang melintasi Kanaan. Kanaan tak dapat diasingkan dari bangsa-bangsa tetangganya, meskipun ia menginginkan demikian. Lokasi yang strategis ini bisa saja dipakai oleh Israel untuk memberitakan Tuhan dalam hubungan perdagangan dan kebudayaannya (Ul. 4:6). Sebaliknya, Israel semakin menyerupai para tetangganya yang tidak percaya Tuhan, dan ia kehilangan kualitas hidup yang khusus sebagai umat perjanjian Allah. Maka Tuhan mengizinkan bangsa-bangsa lain mencerai-beraikan orang Israel.

 19. Transportasi
sembunyikan teks

Negeri tempat Yesus berjalan dan mengajar hanya kecil - hanya bidang tanah yang sempit di ujung timur Laut Tengah. Akan tetapi, bangsa-bangsa keliling Israel sering kali berjalan melaluinya dan memerlukan lokasinya yang strategis dan mereka sering berperang untuk mendapatkannya. Mesir, Asyur, Babilonia, Persia, Yunani, dan Roma ingin menguasai daerah yang khusus ini.

Dunia Timur Dekat penuh dengan rintangan - laut, sungai, gurun, dan gunung. Rintangan-rintangan ini penting sekali untuk pertahanan Israel. Misalnya, pasukan-pasukan musuh sering kali dihentikan oleh pegunungan; mereka dapat. melewatinya hanya apabila mereka menemukan sebuah celah gunung yang alamiah. Maka Israel membangun kota-kota yang dibentengi untuk mengawal celah-celah gunung alamiah ini dan jalur-jalur perjalanan. Penduduk tetap bisa tinggal di tepi gurun, namun hal ini sering kali berbahaya. Orang nomad dari gurun akan menyerbu desa-desa ini tatkala terjadi kekurangan makanan; pada saat-saat lain mereka mungkin menyerbu hanya untuk merampok dan mencuri. Orang-orang dapat menyeberangi sungai di tempat-tempat penyeberangan atau dengan berjalan melintasi tempat. tempat yang dangkal. Mereka dapat mengarungi lautan dengan kapal. Jadi, rintangan-rintangan geografis tidak menghentikan orang-orang yang ingin melintasinya.

Di Timur Dekat tidak ada satu bangsa pun yang memiliki segala sesuatu yang diperlukannya untuk kehidupan sehari-hari; mereka saling bergantung untuk memperoleh sebagian kebutuhannya. Baik bahan mentah maupun produk yang sudah jadi harus dibarter. (Lihat "Perdagangan.") Kapal-kapal berlayar di antara berbagai pelabuhan bangsa-bangsa yang berdagang.

 20. Peperangan dan Senjata
sembunyikan teks

Di bagian awal Kitab Kejadian kita membaca tentang perang yang berlangsung (pertempuran raja-raja, ps 14). Peperangan manusia terus berlangsung sampai akhir Kitab Wahyu, di mana pertempuran yang terakhir di antara kebaikan dan kejahatan (Harmagedon) dinubuatkan.

Pada waktu kita meninjau materi alkitabiah tentang peperangan, kita menemukan bahwa peperangan itu dapat dibagi dalam dua kategori: apa yang dikatakan Alkitab tentang perang (pengajaran) dan apa yang benar-benar terjadi (sejarah).

 21. Pemerintahan Israel
sembunyikan teks

Ketika Allah menciptakan segala sesuatu, Ia menjadikan alam semesta yang rapi dan teratur. Setelah manusia diciptakan dan berlipat ganda ke seluruh bumi, Allah menetapkan pemerintahan untuk semua masyarakat dan bangsa.

Sewaktu bani Israel menjadi suatu bangsa, maka diperlukan suatu pemerintahan. Bab ini meninjau bentuk-bentuk pemerintahan Israel selama masa kerajaan yang terbagi dua.

 22. Uang dan Ilmu Ekonomi
sembunyikan teks

Fungsi uang, keuangan, dan ilmu ekonomi mungkin kelihatan sangat sulit untuk dimengerti. Sebenarnya, tidaklah demikian. Uang berarti apa saja yang dapat diangkut dan ditukar dengan mudah. Uang logam, mata uang, dan permata adalah bentuk-bentuk uang. Keuangan adalah pengelolaan uang. Ilmu ekonomi adalah telaah terhadap apa yang dilakukan uang.

Di dalam Alkitab terdapat beberapa keterangan tambahan yang menarik tentang pengembangan uang. Bahkan Alkitab memberikan prinsip-prinsip mendasar untuk menggunakan uang dan mengelolanya.

 23. Bahasa dan Tulisan
sembunyikan teks

Satu abad yang lalu, banyak ahli yang berpengetahuan tinggi meragukan eksistensi bangsa-bangsa dan bahasa-bahasa yang disebut dalam Alkitab. Akan tetapi, ketika arkeologi modern berkembang dan lebih banyak prasasti kuno dapat diartikan, maka terbukalah suatu pandangan baru tentang akurasi sejarah Alkitab.

 24. Sastra Alkitab
sembunyikan teks

Alkitab tidak terdiri atas satu buku saja, melainkan merupakan sebuah perpustakaan. Di dalamnya terdapat 66 kitab, yang ditulis selama jangka waktu berabad-abad. Allah mengilhami penulisan setiap kitab, tetapi Ia mengizinkan kepribadian masing-masing penulis dinyatakan melalui tulisan mereka. Dengan demikian, kitab-kitab di Alkitab ini ditulis dalam bermacam-macam gaya sastra.

Di Alkitab terdapat kitab-kitab syair, nubuat, sejarah, surat-surat, dan kitab apokaliptis. Di Alkitab juga terdapat banyak gaya menulis.

 25. Puisi di Alkitab
sembunyikan teks

Orang Israel menggunakan puisi dan musik dari awal sejarah mereka. Sebelum itu, barangkali Adam memakai sebuah syair untuk memuji Allah atas pasangannya yang baru (Kej. 2:23). Musa menyanyikan sebuah nyanyian kepada Allah karena telah membebaskan orang Israel dari Mesir (Kel. 15). Alkitab (Hak. 5:2-31; 14:14, 18) mencatat banyak syair lain dari masa para hakim (1400-1000 sM). Namun, kebanyakan puisi yang tercatat dalam Alkitab berasal dari zaman Raja Daud (1012-972 sM) dan sesudahnya. Pada masa Daud, para penyair dan pemusik telah bersatu untuk membentuk serikat sekerja mereka sendiri, yang tetap aktif sampai masa Pembuangan. Dikatakan bahwa Raja Hizkia (729-687?sM) mengutus sekelompok pemusik sebagai bagian dari tawaran perdamaian kepada Sanherib.

Demikianlah para penyair dan pemusik memainkan peranan penting dalam kehidupan orang Israel. Perjanjian Baru tidak mempunyai kitab syair yang lengkap seperti Perjanjian Lama, namun di dalamnya terdapat banyak puisi.

 26. Hukum dan Undang-Undang
sembunyikan teks

Tuhan memberitahukan kepada Musa bagaimana umat Israel harus hidup dan Musa mencatat perintah-perintah Tuhan ini di dalam lima kitab yang pertama (Pentateukh) di Perjanjian Lama. Hukum-hukum ini mengajarkan banyak hal kepada kita mengenai masyarakat Perjanjian Lama; tetapi hukum-hukum tersebut juga menganjurkan bagaimana seharusnya masyarakat kita sendiri dijalankan. Allah masih mengharapkan umat-Nya akan menghormati Dia bila mereka berurusan satu sama lain. Hukum-hukum Perjanjian Lama mengajar kita untuk meninggikan Allah dan menghormati hak sesama manusia. Hukum-hukum tersebut merupakan dasar etika Kristen masa kini sebagaimana yang ditafsirkan oleh Yesus dan para rasul-Nya.

 27. Upacara-Upacara Penyembahan
sembunyikan teks

Sepanjang tahun umat Israel menyembah Allah yang hidup dalam banyak cara dan di banyak tempat yang berbeda. Penting sekali untuk mengerti dampak upacara-upacara penyembahan itu atas kehidupan sehari-hari mereka."

Pertama, kita perlu mengerti bagaimana perasaan orang-orang di Alkitab tentang Allah yang mereka sembah. Musa berkata kepada bangsa Israel, "Sebab engkaulah umat yang kudus bagi Tuhan, Allahmu; engkaulah yang dipilih oleh Tuhan, Allahmu, dari segala bangsa di atas muka bumi untuk menjadi umat kesayangan-Nya" (Ul. 7:6). Allah memilih mereka, bukan karena sesuatu yang mereka lakukan atau karena mereka itu baik, tetapi karena Ia mengasihi mereka (Ul. 7:7). Allah memperlihatkan kasih-Nya dalam banyak cara. la setia kepada perjanjian-Nya (ay. 9); la membinasakan musuh mereka (ay. 10); la memberkati mereka dengan panen yang baik (ay. 13); dan Ia menjauhkan segala penyakit dari mereka (ay. 15)

Sebagai reaksi terhadap perbuatan-perbuatan Tuhan, orang Israel menjadi umat yang berterima kasih. Pemazmur berkata, "Adalah baik untuk menyanyikan syukur kepada Tuhan, dan untuk menyanyikan mazmur bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi, untuk memberitakan kasih setia-Mu di waktu pagi dan kesetiaan-Mu di waktu malam... " (Mzm. 92:2-3).

Mereka kagum terhadap Allah. Seperti yang dikatakan oleh seorang bijaksana, "Takut (kagum), akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan" (Ams. 1:7). Tanggapan-tanggapan ini diungkapkan dalam ibadah mereka. Sudah tentu, orang Israel menanggapi Tuhan dengan bermacam-macam pikiran dan perasaan; tetapi kedua hal ini - rasa syukur dan kagum - tampaknya melambangkan hubungan mereka dengan Dia.

Kita juga perlu mengerti bagaimana interaksi antara Allah dan Israel. Misalnya, mudah untuk melihat Allah dalam kehidupan para leluhur. Tuhan memungkinkan Sara melahirkan anak pada usia yang lanjut (Kej. 18:9-10). Ia menguji Abraham dan menyelamatkan Ishak dari kematian (Kej. 22). Ia berbicara dengan orang-orang itu dan mereka berbicara dengan Dia (Kej. 13:14-17; 15:2). Akan tetapi, orang Israel tidak pernah diizinkan untuk melihat Allah; Musa harus menyembunyikan mukanya dari hadirat Allah "sebab ia takut memandang Allah" (Kel. 3:6).

Kita akan melihat bagaimana orang Israel mengungkapkan rasa syukur dan kagum kepada Bapa surgawi, bagaimana mereka melakukan ibadah.

 28. Hubungan Keluarga
sembunyikan teks

Dua fakta menonjol dalam apa yang dikatakan Alkitab mengenai keluarga dan berbagai hubungannya. Pertama, peran anggota-anggota keluarga hampir tidak berubah sepanjang kurun waktu alkitabiah. Kebudayaan dan hukum-hukum yang berubah tidak berpengaruh besar pada adat-istiadat keluarga. Memang benar bahwa orang-orang yang hidup pada awal zaman Perjanjian Lama adalah setengah pengembara - mereka sering kali berpindah dari satu daerah ke daerah yang lain - sehingga dalam beberapa hal kebiasaan-kebiasaan mereka berbeda dari orang-orang yang mempunyai tempat tinggal tetap. Taurat Musa menghapuskan beberapa kebiasaan orang pengembara, seperti menikah dengan saudara perempuan kandung. Tetapi sebagian terbesar gaya hidup keluarga yang semula tetap bertahan, bahkan sampai ke zaman Perjanjian Baru.

Kedua, kehidupan berkeluarga pada zaman Alkitab mencerminkan kebudayaan yang berbeda sekali dengan kebudayaan kita. Kita hendaknya menyadari perbedaan ini ketika kita mengharapkan bimbingan dari Alkitab dalam membesarkan anak-anak kita sendiri. Kita seharusnya mencari prinsip-prinsip Alkitab daripada secara langsung meniru gaya hidup tertentu yang digambarkannya. Berbagai gaya hidup ini direncanakan untuk masyarakat pertanian yang kecil, dan gaya hidup itu tidak selalu menyenangkan hati Allah.

Sebagai contoh, kebudayaan pada zaman itu memperbolehkan seorang pria memiliki lebih dari seorang istri, dan beberapa abdi Allah melakukan hal ini; namun tidak ada ayat di Alkitab yang menyatakan bahwa Allah menyetujui perbuatan ini. Kita menggolongkannya sebagai kebiasaan budaya yang ditoleransi, tetapi bukan kebiasaan yang ditetapkan oleh Alkitab.

Suatu contoh lain: Ketika Abraham berdiam di Mesir bersama Sara, ia menyuruh Sara mengatakan bahwa dia adalah saudara perempuan Abraham, karena Abraham takut akan dibunuh oleh orang Mesir karena Sara sangat cantik. Sebenarnya, Sara adalah saudaranya sebapak lain ibu, suatu pertalian keluarga yang kemudian hari dinyatakan oleh Allah sebagai terlalu dekat untuk dinikahi (bdg. Kej. 20:12; Im. 18:9). Sebagai akibatnya, firaun membawa Sara ke istananya dan Tuhan menimpakan tulah kepada keluarga firaun untuk menyelamatkan Sara.

Ajaran Alkitab untuk kehidupan berkeluarga mencakup berbagai petunjuk untuk anak, ibu, dan ayah. Kita akan melihat berbagai keluarga yang mematuhi kehendak Allah dan sangat diberkati; kita juga akan melihat berbagai keluarga yang tidak mematuhi Allah dan menuai akibat-akibatnya. Di samping itu, kita akan memperhatikan bagaimana kehidupan berkeluarga berubah selama jalannya sejarah Israel.

 29. Wanita dan Kewanitaan 
sembunyikan teks

Memang tepat untuk mengatakan bahwa orang Israel pada zaman Alkitab merasa bahwa kaum pria lebih penting daripada kaum wanita. Sang ayah atau pria yang tertua dalam keluarga mengambil keputusan yang mempengaruhi seluruh keluarga, sedangkan para wanita sedikit sekali bersuara mengenai keputusan-keputusan tersebut. Bentuk kehidupan berkeluarga yang patriarkhal (berpusat pada ayah) menetapkan suasana untuk cara memperlakukan wanita di Israel.

Misalnya, seorang gadis dibesarkan untuk mematuhi ayahnya tanpa membantah. Kemudian, ketika ia menikah ia harus mematuhi suaminya dengan cara yang sama. Apabila ia bercerai atau menjadi janda, sering kali ia kembali ke rumah ayahnya.

Sebenarnya, Im. 27:1-8 mengatakan bahwa nilai seorang wanita hanya separuh dari nilai seorang laki-laki. Dengan demikian anak perempuan kurang disenangi seperti anak laki-laki. Anak laki-laki diajar untuk mengambil keputusan dan untuk memimpin keluarga mereka. Anak perempuan dibesarkan untuk menikah dan mempunyai anak.

Seorang gadis bahkan tidak berpikir untuk mempunyai karier di luar rumah. Ibunya telah mendidik dia untuk mengurus rumah dan membesarkan anak-anak. Ia diharapkan akan menjadi penolong bagi suaminya dan memberinya banyak anak. Apabila seorang wanita tidak mempunyai anak, ia dianggap sebagai orang yang dikutuk (Kej. 30:12, 22; I Sam. 1:1-8).

Sungguh pun begitu, seorang wanita bukan sekadar suatu obyek untuk dijual dan dibeli. Ia mempunyai peranan yang sangat penting. Amsal 12:4 berbunyi, "Istri yang cakap adalah mahkota suaminya, tetapi yang membuat malu adalah seperti penyakit yang membusukkan tulang suaminya." Dengan kata lain, seorang istri yang baik adalah bermanfaat bagi suaminya; ia membantu dia, mengurus dia, dan membuat dia bangga. Tetapi istri yang tidak baik adalah lebih buruk daripada penyakit kanker; dengan cara yang menyiksa hati ia dapat menghancurkan suaminya dan menjadikannya suatu ejekan. Seorang istri dapat menjadikan suaminya berhasil atau menjatuhkannya sama sekali.

Walaupun kebanyakan wanita menghabiskan waktu mereka sebagai pengurus rumah tangga dan ibu, ada beberapa kekecualian. Misalnya, Miriam, Debora, Hulda, dan Ester adalah lebih dari sekadar istri yang baik - mereka adalah pemimpin di bidang politik dan agama yang membuktikan bahwa mereka dapat memimpin bangsa itu sama baik dengan pria.

 30. Pernikahan dan Perceraian
sembunyikan teks

Dengan jelas Alkitab mengungkapkan maksud Tuhan untuk pernikahan. Dalam pernikahan dimaksudkan bahwa pria dan wanita akan menemukan kepuasan, baik rohani maupun seksual. Hubungan ini menjadi rusak oleh kejatuhan umat manusia dalam dosa. Sejarah Israel bercerita tentang berbagai perubahan yang mempengaruhi pernikahan oleh sebab orang Israel memutuskan untuk menerima kebiasaan-kebiasaan yang hina dari tetangga-tetangga mereka yang tidak percaya Allah.

Yesus meneguhkan kembali maksud pernikahan. Ia mengecam sikap orang Yahudi terhadap perceraian, dan menantang pasangan yang telah menikah untuk hidup rukun satu sama lain.

 31. Kelahiran dan Masa Bayi
sembunyikan teks

Dewasa ini, seperti pada zaman Alkitab, kelahiran seorang anak adalah suatu peristiwa yang penting. Akan tetapi, orang tua masa kini mungkin sekali telah memperdebatkan pertanyaan-pertanyaan yang akan dianggap aneh dan mengejutkan bagi orang-orang yang tinggal di Israel pada zaman dahulu. Misalnya, pertanyaan-pertanyaan berikut ini takkan pernah terpikirkan oleh orang Israel, "Apakah kami akan mempunyai anak?" "Jika demikian, haruskah kamu membatasi jumlahnya kepada satu atau dua orang anak saja?" Atau, "Apabila kami mempunyai anak, kapan kami harus mulai?"

Sikap orang Israel pada zaman purba dapat diringkaskan seperti ini, "Kami ingin mempunyai anak. Kami menginginkannya sekarang. Kami akan mempunyai anak sebanyak-banyaknya karena anak adalah penting sekali bagi kami. Sebenarnya, kami lebih suka 'kaya' dengan anak daripada dengan uang."

 32. Masa Anak-Anak dan Masa Remaja
sembunyikan teks

Orang-orang pada zaman Alkitab menghormati orang-orang tua sebagai sumber hikmat dan bimbingan. Mereka memperhatikan perintah Allah untuk "bangun berdiri di hadapan orang ubanan dan engkau harus menaruh hormat kepada orang yang tua ... (Im. 19:32). Sebagian besar keputusan komunitas diambil oleh tua-tua desa, dan sering kali keputusan-keputusan tersebut mempengaruhi seluruh kaum (bdg. Kel. 3:16-18). Gelar tua-tua menunjuk usia seorang. Orang Israel berpendapat bahwa orang memperoleh hikmat sewaktu ia menjadi makin tua dan karena itu menjadi modal yang berharga bagi keluarga (Ul. 32:7; Yesus bin Sirakh 25:6).

Kita harus mengingat pandangan terhadap orang tua ini waktu kita mulai mempelajari anak-anak pada zaman Alkitab. Dalam masyarakat kita, anak-anak sering menjadi pusat perhatian dan kegiatan. Pada zaman purba, anak-anak juga penting - tetapi mereka tidak dapat menentang orang tua mereka atau orang yang lebih tua, juga mereka tidak dapat menyatakan pendapat mereka dengan leluasa. Orang tua bertekad untuk mendidik "orang muda menurut jalan yang patut baginya" (Ams. 22:6). Bagian dari "jalan" itu ialah mengajar anak-anak untuk menghormati ibu bapa dan orang-orang tua. Orang dewasa yang muda pun tidak menentang pernyataan-pernyataan yang dibuat oleh orang-orang yang lebih tua. Misalnya, Elihu mulai mengemukakan pendapatnya kepada Ayub dan sahabat-sahabatnya dengan nada minta maaf, katanya, "Aku masih muda dan kamu sudah berumur tinggi; oleh sebab itu aku malu dan takut mengemukakan pendapatku kepadamu" (Ay. 32:6). Murid-murid Yesus mencerminkan sikap ini ketika mereka berusaha untuk melindungi Yesus dari anak-anak. Akan tetapi, Yesus berkata. kepada mereka agar "jangan kamu menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah" (Luk. 18:16).

 33. Sakit Penyakit dan Penyembuhan
sembunyikan teks

Sakit penyakit telah mengganggu manusia sejak Allah mengusir Adam dan Hawa dari Taman Eden (bdg. Kej. 2:19). Orang Ibrani percaya bahwa penyakit disebabkan oleh dosa dalam seseorang, yang harus dihukum oleh Tuhan (Kej. 12:17; Ams. 23:29-32), oleh dosa orang tua seseorang (II Sam. 12:15); atau karena diperdayakan oleh Iblis (Mat. 9:34; Luk. 13:16). Akan tetapi, beberapa ayat menyatakan bahwa tidak selalu ada penjelasan yang begitu sederhana untuk penyakit (bdg. 34:19-20).

Pada zaman Perjanjian Lama pun, orang Ibrani menghubungkan penyembuhan dengan Tuhan. Misalnya, Maleakhi berbicara tentang Surya Kebenaran yang terbit dengan kesembuhan pada sayapnya (Mal. 4:2), dan Daud memuji Tuhan sebagai Dia "yang menyembuhkan segala penyakitmu" (Mzm. 103:3).

 34. Makanan dan Kebiasaan Makan
sembunyikan teks

Dari Kejadian 1:29 (ketika Allah berfirman, "Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi ... itulah akan menjadi makananmu") sampai ke Wahyu 22:2 (ketika Rasul Yohanes bercerita mengenai "pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali") Alkitab penuh dengan acuan kepada makanan.

Sayur-mayur merupakan sebagian besar dari diet dalam iklim panas di Palestina. Bila daging digunakan, sering kali itu dimaksudkan sebagai hidangan untuk orang asing atau tamu yang dihormati.

Biji-bijian merupakan bagian penting dari diet. Roti dapat dimakan begitu saja atau dengan sesuatu yang lain untuk meningkatkan rasanya, seperti garam, cuka, kaldu, atau madu. Buah-buahan dan ikan merupakan bagian yang disukai dari diet itu. Ingatlah murid-murid yang dipanggil oleh Yesus untuk meninggalkan jaring mereka.

Si ular menggoda Hawa untuk makan sepotong buah, dan dosa memasuki dunia. Esau menjual hak kesulungannya untuk semangkok kacang merah. Yesus dicobai untuk mengubah batu menjadi roti, dan la memakai makanan - roti dan anggur - sebagai lambang keikutsertaan kita dalam kesengsaraan-Nya. Makanan - kebutuhan sederhana manusia - merupakan benang yang sangat menarik yang terjalin dalam kisah penyataan Allah kepada umat manusia.

 35. Pakaian dan Kosmetik 
sembunyikan teks

Selama berabad-abad cara berpakaian orang Israel berubah sedikit demi sedikit. Marilah kita perhatikan bagaimana lima jenis pakaian pokok yang berkembang.

Tuhan membuat pakaian untuk Adam dan Hawa. "Dan Tuhan Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk istrinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka" (Kej. 3:21). Pakaian ini (Ibr., kethon) adalah selembar kemeja sederhana yang dibuat dari kulit binatang. Kemudian hari, orang Ibrani mulai membuat kemeja dari kain lenan atau kain sutera (jika pakaian itu harus dipakai oleh orang yang penting). Kita membaca bahwa Yusuf memakai "jubah yang maha indah" ("berbagai-bagai warna," TL) (Kej. 37:3, yang oleh RSV diterjemahkan sebagai "jubah panjang yang berlengan."

Sedangkan kethon tetap menjadi pakaian rakyat biasa, suatu bentuk pakaian lain yang disebut simlah mulai menjadi mode. Sem dan Yafet mengambil pakaian ini untuk menutupi ketelanjangan ayah mereka (Kej. 9:23). Mula-mula, orang Israel membuat simlah ini dari wol, tetapi kemudian bulu unta dipakai. Simlah ini adalah pakaian luar yang menyerupai selembar kain yang lebar dengan kerudung kepala, dan orang Yahudi memakainya agar bertambah hangat. Orang miskin menggunakannya sebagai pakaian utama mereka pada siang hari dan sebagai selimut pada malam hari (Kel. 22:26-27).

Orang Israel memakai beged untuk peristiwa-peristiwa di dalam rumah. Ishak dan Ribka menyuruh Yakub memakai pakaian ini yang mereka anggap adalah pakaian terbaik mereka (Kej. 27:15). Orang Israel menganggap beged itu sebagai tanda martabat orang yang mengenakannya, dan beged itu dipakai oleh anggota-anggota terhormat dari keluarga-keluarga yang terkenal. Setelah upacara-upacara bait suci ditetapkan maka para imamlah yang mengenakan beged.

Hal keempat dari busana orang Israel adalah lebhosh (artinya "mengenakan pakaian"), adalah jubah yang dipakai secara umum. Akan tetapi, pada akhirnya lebhosh itu menjadi pakaian luar, baik bagi orang kaya maupun bagi orang miskin. Jadi, Alkitab mengatakan bahwa Mordekhai memakai lebhosh dari kain kabung (Est. 4:2), sedangkan lebhosh yang indah sekali dapat dijadikan "pakaian kerajaan" (Est. 8:15). Pemazmur mengacu kepada jubah ini ketika ia menulis, "mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku" (Mzm. 22:19).

Akhirnya, jubah addereth dipakai untuk menunjukkan bahwa pemakainya itu seorang penting (Yos. 7:21). Pakaian ini juga sejenis mantel atau pakaian luar. Sebaliknya, dewasa ini jubah addereth ini dipakai oleh berbagai orang di Palestina, tanpa menghiraukan kedudukan mereka.

Contoh-contoh ini memperlihatkan bagaimana penggunaan pakaian tertentu berubah pada waktu masyarakat Yahudi berubah. Dan pembuatan pakaian ini menunjukkan kepada tersedianya bahan tekstil yang berbeda-beda dalam tiap kurun waktu dalam sejarah.

Artikel ini akan membahas empat aspek berbeda dari pakaian pada zaman Alkitab - bahan kain, pakaian pria, pakaian wanita, dan pakaian imam. Kita juga akan memperhatikan bagaimana orang-orang di Timur Dekat memakai kosmetik dan perhiasan.

 36. Arsitektur dan Perabot 
sembunyikan teks

Orang-orang pada masa kini mengagumi arsitektur Yunani dan Roma yang klasik, dengan pilar-pilar pualam yang menjulang tinggi dan lengkungan-lengkungan yang dihiasi dengan indah. Akan tetapi, Israel menghasilkan sedikit sekali arsitektur yang dapat disebut inovatif atau menakjubkan. Orang Israel merancang bangunan dan perabot mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan kurang memikirkan segi-segi keindahan. Namun bangunan dan perabot mereka memberi tahu sedikit tentang cara hidup bangsa itu.

Tempat kediaman yang paling umum di dunia purba adalah kemah atau tenda, yang dibentuk dengan menancapkan tiang-tiang kayu di tanah dan membentangkan penutup dari kain atau kulit di atasnya. Penghuni kemah itu memakai tali untuk mengikatkan penutup ini pada patok-patok yang telah ditancapkan di dalam tanah (bdg. Yes. 54:2). Kadang-kadang orang menggunakan tirai untuk membagi kemah mereka menjadi beberapa ruangan dan menutup tanah dengan tikar atau permadani. Pintu kemah terdiri atas sehelai kain yang dapat diturunkan atau dinaikkan. Penghuni kemah itu menyalakan api di dalam sebuah lubang di tengah-tengah lantai kemah. Perkakasnya untuk memasak tidak banyak dan amat sederhana, serta mudah dibawa dari tempat yang satu ke tempat yang lain.

Pada waktu orang mulai menetap di kota, mereka membangun rumah-rumah yang lebih permanen. Agaknya mereka mengembangkan keterampilan arsitektur pada periode yang sangat dini. Akan tetapi, ketika orang Kanaan dan orang Asyur sudah membangun kota-kota, orang Ibrani masih tinggal di kemah. Setelah mereka menaklukkan Negeri Perjanjian itu barulah mereka meninggalkan adat istiadat sederhana mereka. Pada waktu itu mereka memasuki rumah-rumah peninggalan orang Kanaan.

Alkitab memberi tahu bahwa orang Israel membangun rumah-rumah besar dan mewah di Yudea (bdg. Yer. 22:14; Am. 3:15; Hag. 1:4). Tetapi rumah-rumah ini adalah milik orang kaya; banyak yang masih tinggal di dalam kemah atau di pondok-pondok yang amat sederhana.

Orang kaya membangun rumah mereka keliling halaman yang terbuka. Orang memasuki rumah itu melalui sebuah pintu yang biasanya terkunci, dan dijaga oleh seorang yang bertindak sebagai penjaga pintu (bdg. Kis. 12:13). Ketika melewati pintu itu, kita memasuki sebuah serambi yang dilengkapi dengan tempat duduk atau bangku. Setelah melintasi serambi kita mencapai tangga yang pendek menuju ke kamar-kamar dan halaman persegi yang terbuka.

 37. Musik
sembunyikan teks

Sedikit sekali keterangan yang diberikan Alkitab mengenai bentuk-bentuk musik Ibrani dan bagaimana musik itu berkembang. Oleh sebab itu, kita harus menggabungkan penelitian Alkitab dengan sejarah dan arkeologi apabila kita ingin belajar mengenai musik pada zaman Alkitab.

 38. Orang Yahudi pada Zaman Perjanjian Baru
 39. Yesus Kristus
sembunyikan teks

Perjanjian Baru adalah satu-satunya sumber informasi penting dari abad pertama tentang kehidupan Yesus. Ia hampir tidak pernah disebutkan dalam tulisan-tulisan orang Yahudi dan Romawi pada waktu itu.

Sejarawan Yahudi abad pertama, Flavius Yosefus, menulis sebuah buku mengenai sejarah agama Yahudi, dengan maksud untuk menunjukkan pada orang Romawi bahwa agama Yahudi tidak terlalu jauh berbeda dari cara hidup Yunani dan Romawi. Yosefus berkata:

"Kira-kira pada masa tersebut, Yesus, seorang yang bijaksana, apabila memang sah untuk menganggap-Nya sebagai manusia, karena Ia telah mengadakan banyak perbuatan ajaib, seorang guru dari orang-orang yang menerima kebenaran dengan senang hati. Ia menarik banyak orang Yahudi dan orang bukan Yahudi kepada diri-Nya, Ia adalah Kristus. Dan ketika Pilatus, atas saran dari orang-orang penting di antara kita, telah menghukum dengan menyalibkan Dia, maka orang-orang yang dari mulanya telah mengasihi Dia tidak meninggalkan Dia: Ia menampakkan diri setelah kebangkitan-Nya pada hari yang ketiga: sebagai suatu hal yang luar biasa mengenai Dia. Dan kelompok orang Kristen yang diberi nama menurut Dia tetap ada sampai saat ini.84

Seorang penulis biografi Romawi, Suetonius, menulis pada masa pemerintahan Kaisar Nero:

"Hukuman [oleh Nero] dijatuhkan pada orang Kristen, segolongan orang yang menganut takhayul baru yang merugikan."85

Seorang sejarawan yang terkenal dari abad kedua, Tacitus, berkata bahwa Nero mencoba untuk mempersalahkan orang Kristen tentang kebakaran di Roma. "Tetapi takhayul jahat tersebut, yang berhasil ditindas untuk sesaat, timbul lagi," tulisnya, "tidak hanya di seluruh Yudea di mana kejahatan ini dimulai, tetapi juga di seluruh Kota Roma ..."86

Seorang penulis Romawi, Lucianus, mencemooh orang Kristen dan menggambarkan Kristus sebagai "seseorang yang disalibkan di Palestina karena Ia memperkenalkan cara pemujaan baru ini pada dunia."87

Ingatlah bahwa pernyataan-pernyataan tentang Kristus dan kekristenan ini berasal dari orang-orang yang memusuhi kekristenan dan tidak mempunyai informasi cukup tentang hal tersebut. Namun, mereka menunjukkan kepada kita bahwa kekristenan tersebar luas pada awal abad ke-2 Masehi, dan bahwa keberadaan Kristus dalam sejarah diterima sebagai sebuah fakta, bahkan oleh musuh-Nya. Rupanya mereka memandang-Nya sebagai seorang fanatik agama yang telah memperoleh pengikut lebih banyak daripada yang seharusnya Dia dapat.

Keempat kitab Injil adalah satu-satunya sumber utama untuk mendapatkan informasi tentang Yesus Kristus. Ketika kitab tidak memberikan sebuah biografi tentang kehidupan-Nya, melainkan sebuah gambaran tentang pribadi dan perbuatan-Nya. Sejak kelahiran-Nya sampai Ia berumur tiga puluh tahun, tidak ada sesuatu pun yang dikatakan tentang Dia. Bahkan laporan pelayanan-Nya pun tidak lengkap. Misalnya, banyak dari apa yang diketahui dan dilihat oleh Yohanes, tidak dicatat (Yoh. 21:25). Apa yang dicatat kadang-kadang dipersingkat menjadi beberapa ayat. Semua kitab Injil lebih banyak meliput peristiwa-peristiwa minggu terakhir kehidupan Yesus daripada peristiwa lainnya.

Karena setiap penulis ingin menekan aspek yang agak berbeda tentang diri dan perbuatan Kristus, laporan-laporan tersebut agak berbeda detail-detailnya. Jelaslah bahwa para penulis yang asli memilih fakta-fakta yang dapat meningkatkan maksud mereka, dan mereka tidak selalu melakukannya menurut urutan kronologis yang ketat. (Biasanya dianggap bahwa Lukaslah yang lebih teliti mengikuti urutan peristiwa-peristiwa yang aktual.) Kitab-kitab Injil lebih banyak merupakan kitab tafsiran daripada catatan sejarah, tetapi tidak ada alasan untuk meragukan bahwa semua yang mereka nyatakan itu adalah benar seluruhnya.

 40. Para Rasul
sembunyikan teks

Pada permulaan pelayanan-Nya, Yesus memilih dua belas orang untuk mengadakan perjalanan bersama dengan Dia. Orang-orang ini mempunyai tanggung jawab yang penting: Mereka akan terus mewakili Dia setelah Ia kembali ke surga. Reputasi mereka masih terus mempengaruhi gereja, lama setelah mereka meninggal.

Jadi, pemilihan kedua, belas orang itu adalah sebuah tanggung jawab yang besar. "Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul" (Luk. 6:12-13).

Sebagian besar rasul-rasul itu berasal dari daerah Kapernaum, yang dianggap rendah oleh masyarakat Yahudi yang terhormat karena Kapernaum adalah pusat dari bagian negara Yahudi (belum lama berselang ditambahkan). Sebenarnya daerah itu dikenal sebagai "Galilea orang bukan Yahudi." Yesus sendiri berkata, "Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati!" (Mat. 11:23). Namun Yesus membentuk kedua belas orang ini menjadi pemimpin yang tangguh dan juru bicara yang fasih tentang iman Kristen. Kesuksesan mereka menjadi bukti tentang kuasa pembaharuan Tuhan Yesus.

Tak seorang pun penulis Injil yang meninggalkan gambaran fisik dari kedua belas orang tersebut. Meskipun begitu, mereka memberikan sedikit petunjuk yang menolong kita untuk membuat "dugaan yang ilmiah" tentang bagaimana penampilan dan tindakan para rasul. Suatu kenyataan yang sangat penting yang secara tradisional telah diabaikan dalam gambaran seni yang tidak terhitung banyaknya tentang para rasul adalah usia muda mereka. Jika kita menyadari bahwa sebagian besar dari para rasul itu hidup sampai masa perempat ketiga dan keempat dari abad pertama; Yohanes malah hidup sampai abad kedua, jadi mereka pasti masih berumur belasan tahun ketika pertama kali mengikuti panggilan Kristus.

Berbagai laporan alkitabiah yang berbeda mendaftar kedua belas orang itu secara berpasangan. Kita tidak mengetahui secara pasti apakah hal ini menunjuk pada hubungan keluarga, fungsi tim, atau berbagai jenis asosiasi lain di antara mereka.

 41. Gereja yang Mula-Mula
sembunyikan teks

Kata Yunani yang oleh Alkitab diterjemahkan sebagai jemaat atau gereja, adalah ekklesia, yang berasal dari kata Yunani kaleo ("Aku memanggil" atau "Aku memerintahkan"). Dalam bacaan sekular, kata ekklesia merujuk kepada suatu perkumpulan orang, tetapi di dalam Perjanjian Baru kata tersebut mempunyai arti yang lebih khusus. Bacaan sekular mungkin menggunakan kata ekklesia untuk mengacu kepada suatu kerusuhan, kampanye politik, pesta pora, atau pertemuan dengan tujuan-tujuan lainnya. Tetapi Perjanjian Baru menggunakan kata ekklesia hanya untuk merujuk kepada pertemuan-pertemuan orang Kristen untuk menyembah Kristus. Itulah sebabnya para penerjemah Alkitab menggunakan kata jemaat, dan bukan menggunakan istilah-istilah yang lebih umum, seperti pertemuan atau perkumpulan.

Apakah jemaat atau gereja itu? "Pertemuan" ini terdiri atas orang-orang seperti apakah? Apa yang dimaksud Paulus ketika ia menyebut gereja atau jemaat sebagai "tubuh Kristus"?

Untuk menjawab pertanyaan ini secara menyeluruh, kita perlu memahami konteks sosial dan sejarah dari gereja pada masa Perjanjian Batu. Gereja mula-mula itu lahir pada persimpangan antara budaya Ibrani dan budaya Helenistis. Kita telah menyelidiki kedua kebudayaan itu dalam dua bab terdahulu, "Orang Yahudi pada zaman Perjanjian Baru" dan "Orang Yunani dan Helenisme."

Dalam bab ini kita mengalihkan perhatian kita kepada sejarah gereja mula-mula itu sendiri. Kita akan melihat paham orang-orang Kristen mula-mula itu mengenai misi mereka, dan bagaimana orang-orang yang tidak percaya memandang mereka.

 42. Paulus dan Perjalanan-Perjalanannya 
sembunyikan teks

"Ia adalah seseorang yang berperawakan kecil," bunyi sebuah laporan dalam Acts of Paul, sebuah buku apokrifa dari abad kedua, "setengah botak, dengan kaki yang bengkok, kuat secara fisik, dengan mata yang rapat satu sama lain dan hidung mirip kakaktua." Jika laporan ini dapat dipercaya, laporan ini menceritakan lebih banyak tentang orang dari Tarsus yang hidup hampir tujuh dekade penting setelah kelahiran Yesus. Pernyataan ini sesuai dengan laporan Paulus sendiri tentang ejekan yang didesas-desuskan terhadap dirinya di Korintus, "Sebab, kata orang, surat-suratnya memang tegas dan keras, tetapi bila berhadapan muka sikapnya lemah dan perkataan-perkataannya tidak berarti" (II Kor. 10:10).

Bagaimana penampilannya yang sebenarnya hanya bisa diserahkan kepada imajinasi para pelukis - kita tidak dapat memastikannya. Tetapi berbagai hal yang lebih penting meminta perhatian kita - apa yang ia rasakan, apa yang ia pikirkan, dan apa yang ia lakukan.

Kita tahu apa yang dipercaya oleh orang dari Tarsus ini tentang pribadi dan karya Kristus, dan berbagai pokok lain yang penting bagi iman Kristen. Surat-surat hasil tulisannya, yang terpelihara dalam Perjanjian Baru, berisi kesaksian yang mengesankan mengenai hasrat keyakinannya dan kekuatan logikanya.

Di sana sini, dalam surat-suratnya, terdapat bagian-bagian kecil yang berupa otobiografi. Juga, kita menemukan garis besar luas mengenai kegiatan-kegiatan Paulus di dalam Kitab Kisah Para Rasul, yang dicatat oleh Lukas, seorang dokter dan sejarawan bukan Yahudi pada abad pertama.

Jadi, sewaktu para teolog telah mendapat cukup materi untuk mengadakan perdebatan yang tak putus-putus mengenai apa yang Paulus yakini, catatan-catatan untuk para sejarawan sedikit sekali. Seorang penulis biografi tentang Paulus dengan cepat akan menemukan kesenjangan-kesenjangan dalam kehidupan sang rasul yang hanya dapat dihubungkan dengan dugaan-dugaan yang terpelajar.

Seperti sebuah meteor yang menyala-nyala, Paulus tiba-tiba tampil sebagai seorang dewasa yang mengalami krisis keagamaan, yang diselesaikan melalui pertobatan. Ia menghilang selama bertahun-tahun - tahun-tahun persiapan. Ia muncul kembali dalam peran sebagai utusan Injil sekaligus negarawan, dan selama beberapa waktu kita dapat menelusuri kegiatannya pada abad pertama. Sebelum kematiannya, ia bernyala-nyala dan kemudian memudar menjadi bayang-bayang yang tidak dapat dijangkau mata kita.



TIP #11: Klik ikon untuk membuka halaman ramah cetak. [SEMUA]
dibuat dalam 0.01 detik
dipersembahkan oleh YLSA