Lihat definisi kata "Penggalian" dalam Studi Kata
Daftar Isi
HAAG: Penggalian

Penggalian

Penggalian [haag]

Penggalian.

  1. (I). Sebagai penyempurnaan dan pemeriksaan pengetahuan kita tentang sejarah dan kebudayaan purba. Pengetahuan kita jangan sampai didasarkan melulu pada kesaksian-kesaksian tertulis. Oleh sebab itu penyelidikan arkeologis juga memiliki arti yang tak ternilai harganya bagi ilmu pengetahuan Alkitab. Penyelidikan arkheologis juga memiliki arti yang tak ternilai harganya bagi ilmu pengetahuan Alkitab. Penyelidikan arkheologis mengukuhkan berita-berita Alkitab dalam perincian peristiwa yang tak terhitung jumlahnya. Penyelidikan tersebut membuat jelasnya latar-belakang Alkitab dalam segi agama dan kebudayaan. Penyelidikan arkeologis membebaskan sejarah biblis dari isolasinya dan menempatkannya dalam kontak sejarah timur-tengah purba secara menyeluruh. Lebih lanjut penyelidikan arkheologis telah memberi kita sebuah gambaran baru mengenai umur dan perkembangan tulisan (--> Abjad; hiroglif; tulisan paku; Fenesia; Ugarit). Gambaran baru juga kita terima dalam soal (-->) tata hukum, dalam soal penulisan sejarah dan puisi religius. Penyelidikan arkheologis itu sekaligus mempertajam pandangan kita akan keistimewaan dan kebebasan bentuk sastra tertentu di dalam Alkitab (Misalnya bdk. --> Ai; Yeriko; Yosua).
  2. (II). Di dalam SEJARAH ada pembagian empat periode:
    1. (1) Periode para perintis (sampai 1890). Dengan penyelidikan permulaan (bumi atau puing) oleh E. Robinson dari Amerika (1838-1852) dimulailah penyelidikan Palestina secara terarah. Meskipun sejak 1850 beberapa pekerjaan ~P dilakukan (F. de Saucly, Ch. Warren, Ch. Clermont-Ganneau), namun usaha-usaha ini tidak lebih daripada suatu perburuan benda-benda musium. WM. Flinders Petrie barulah yang pertama kali memberikan perhatian yang semestinya pada stratigrafi maupun pada pengamatan bentuk-bentuk keramik. ~P-nya di tell-el-hesi (1890) menunjukkan awal arkeologi Palestina dalam arti khusus.
    2. (2) Periode sebelum perang dunia I (1890-1914). Tak terbilang usaha besar, yang sebagian tetap dilanjutkan setelah selesainya perang (antara lain -- Yerusalem; Gezer; Taanakh; Megido; Yerikho; Samaria; Sikhem). Pekerjaan yang dilakukan sekarang menunjukkan kekurangan di dalam memberi penetapan tanggalnya, sehingga hasilnya kurang memuaskan. L.H. Vincent berhasil dalam usahanya. Ia mempelajari perkembangan bentuk-bentuk kramik untuk mendapatkan suatu aturan tanggal dan peristiwa yang mantap.
    3. (3) Periode antara kedua perang dunia (1920-1939). Metode yang dipakai sudah lebih baik. Orang bekerja dalam situasi yang lebih menguntungkan, terlebih-lebih oleh bantuan dari pemerintah Inggris. Berkat ~P-nya di Tell-net-mirsim W.F. Albright membuat sebuah pengaturan perhitungan kronologis seluruh Palestina. Berbagai institut dari macam-macam bangsa dan keyakinan ikut serta dalam ~P periode ini. Meskipun demikian usaha itu pertama-pertama dipikul oleh orang-orang Amerika. Sayang bahwa laporan mengenai ~P itu sering ditunda-tunda. Kebanyakan penggali menggunakan metode yang telah diperkembangkan oleh G.A. Raisner dan C. Frincher, yaitu metode "stratum to locus" yang terlebih-lebih digunakan dalam ~P di --> Megido. Metode ini menggunakan cara tertentu, bahwa dalam ~P di --> Megido. Metode ini menggunakan cara tertentu, bahwa dalam ~P itu lapisan yang mereka temui mereka sesuaikan dengan kronoloki keramik.
    4. (4) Periode setelah perang dunia II (sejak 1945). ~P ulang oleh orang-orang Inggris di (-->) Samaria, Yerikho dan Yerusalem di bawah pimpinan Kathleen Kenyon menghasilkan sebuah perubahan fundamentil dalam tehnik ~P. Metode kenyan ini diambil-alih arkeologi Eropa. Dalam metode ini pekerjaannya lebih teliti untuk mendaftarkan tiap fase dari sebuah --> tell dan -- terutama dalam stratum-stratumnya yang lebih tua -- menempatkan sejarah suatu kata pada suatu basis tertentu. Pekerjaan ini harus dibuat semakin teliti, apabila stratumnya lebih tua. Hanya laporan hasil ~P dari tell-der-alla (--> Sukot) oleh H. Franken ternyata menggunakan cara dan ketelitian yang sama. Dalam periode ini telah dimasukkan pula dalam penelitian arkeologi Palestina metode-metode penyelidikan ilmu pengetahuan alam lainnya (terlebih-lebih Carbon 14). Tentu saja metode-metode terakhir ini tidak dapat dipakai secara tetap.
  3. (III). Lain daripada itu, pada saat-saat antara kedua perang dunia telah diadakan penelitian penentuan tempat-tempat yang disebutkan dalam Alkitab. Penelitian ini terlebih-lebih dilakukan oleh F.M. Abel, W.F. Albright, A. Alt, dan N Glueck, B. Rethenberg, Y. Aharoni, Institut Protestan Jerman untuk ilmu pengetahuan purbakala Tanah Suci dan tidak terlupakan oleh Departemen Purbakala Isr.

Lihat definisi kata "Penggalian" dalam Studi Kata



TIP #18: Centang "Hanya dalam TB" pada Pencarian Universal untuk pencarian teks alkitab hanya dalam versi TB [SEMUA]
dibuat dalam 0.08 detik
dipersembahkan oleh YLSA