: A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Jerahmeelites | Jerami | Jerat | Jered | Jeremai | Jeremiah | Jeremoth | Jeriah | Jeribai | Jericho | Jeriel
Daftar Isi
GAMBAR: Yeremia
GREEK: 2408 Ieremiav Ieremias
HEBREW: 3414 hymry Yirm@yah or whymry Yirm@yahuw
BARCLAY: 2408
HAAG: Yeremia
KECIL: Yeremia
TOKOH: Yeremia
BIOTOKOH PL: YEREMIA
BROWNING: YEREMIA
ENSIKLOPEDIA: YEREMIA

Jeremiah

Dalam versi-versi Alkitab:

Armia: BABA
Jeremia: KL1863 KL1870
Jeremiah: KL1870
Jeremias: ENDE
Jermiah: KL1870
Jirmeja: LDKDR
Yeremia: BIS FAYH TB TL WBTCDR
Yermia: TL
Yirmeya: TL
Yirmia: SBDR
yang ditunjukkan oleh Yehovah. Yer 1:1.

Gambar

Yeremia: selebihnya..
Topik: An Evil Plot against Jeremiah; Jeremiah and Hananiah; Jeremiah and Pashhur; Jeremiah Freed; Jeremiah Is Thrown into a Cistern; Jeremiah Preaching; Jeremiah's Complaint; Jeremiah, Son of Hilkiah, in Various Compositions; Lamenting the Destruction of Jerusalem; Other Portraits of Jeremiah, Son of Hilkiah; The Death of Jeremiah

Yunani

Strongs #2408: Ieremiav Ieremias

Jeremiah = "whom Jehovah has appointed"

1) the son of Hilkiah of the priests that were in Anathoth. He was
called very young (B.C. 626) to the prophetic office, and
prophesied 42 years. He probably died in Egypt.

2408 Hieremias hee-er-em-ee'-as

of Hebrew origin (3414); Hieremias (i.e. Jermijah), an
Israelite:-Jeremiah.
see HEBREW for 03414

Ibrani

Strongs #03414: hymry Yirm@yah or whymry Yirm@yahuw

Jeremiah = "whom Jehovah has appointed"

1) the major prophet, son of Hilkiah of the priestly family in
Anathoth; author of the prophetic book bearing his name
2) a man of Libnah and father of Hamutal the wife of king Josiah
3) a Gadite who joined David at Ziklag
4) a Manassehite, one of the mighty men of valour of the Transjordanic
half tribe of Manasseh
5) a Gadite and warrior of David
6) a warrior of David
7) a priest who joined Nehemiah in the covenant ceremony
8) a priest also in the time of Nehemiah; maybe same as 7
9) father of Jaazaniah the Rechabites

3414 Yirmyah yir-meh-yaw'

or Yirmyahuw {yir-meh-yaw'-hoo}; from 7311 and 3050; Jah will
rise; Jirmejah, the name of eight or nine
Israelites:-Jeremiah.
see HEBREW for 07311
see HEBREW for 03050

[Barclay]

Strongs #2408:

ou [maskulin] Yeremia

Yeremia [haag]

Yeremia. (Bhs. Ibr.: Yahwe membangkitkan).

  1. (I). DILAHIRKAN DI ANATOT sekitar tahun 650 sebelum Mas. Ia itu putera Imam Hilkia. Dalam tahun ke-3 pemerintahan raja Yosia (627) ia dipanggil menjadi nabi. Kata-kata kenabiannya yang terakhir diucapkan setelah hancurnya Yerusalem (587/586, bdk.: Yer 44:1-30). Kata-kata kenabiannya tidak ada yang diucapkan pada kurun waktu antara tahun 622 dan 609 (: tahun Yosia meninggal). Boleh jadi pembaharuan ibadat deuteronomis dipandangnya sebagai pemenuhan tuntutan-tuntutannya. Kita banyak diberitahu oleh Kitab Yeremia tentang keadaan para raja Yehuda yang terakhir, terlebih-lebih perihal pengepungan Yerusalem. Orang kerajaan Yehuda diancam dengan hukuman oleh ~Y karena dosa-dosa mereka. Pandangan salah yang hidup dikalangan luas di tengah rakyat juga dikecamnya. Ditentangnya politik yang resmi. Ia juga berusaha, agar Zedekia (597-587) memutuskan untuk menyerah pada Babilon. Setelah kota Yerusalem direbut, ~Y dibebaskan oleh orang-orang Masduk dan sahabatnya Gedalya dijadikan penguasa kota. Setelah Gedalya dibunuh, orang-orang Isr. memaksa ~Y untuk ikut pergi mengungsi. Dengan demikian berakhirlah berita-berita tentang ~Y. -- Di dalam pengakuan-pengakuan atau monolog-monolognya (Yer 11:18-12:6; Yer 15:10-21; 17:12-18; 18:18-23; 20:7-18) ~Y menunjukkan dirinya sebagai orang saleh dan peka atas sesuatu. Ia seorang yang jujur dan terbawa pada panggilan kenabiannya secara mutlak (Yer 16:1-9). -- Kitab-kitab yang dilakukan padanya adalah:
    1. (1) Kitab ~Y (Lihat III).
    2. (2) Surat ~Y (Lihat II).
    3. (3) --> Nyanyian ratap.
  2. (II). SURAT YEREMIA. Sepucuk surat deuterokanonik. Di dalam terjemahan-terjemahan kuno muncul sebagai bab 6 Kitab --> Barukh. Barangkali asal-mula surat itu ditulis oleh seorang Yahudi Babilon dalam bahasa Ibr. menjelang akhir zaman Persia atau awal zaman Helenis.
  3. (III). (KITAB) YEREMIA. (1). Isi dan naskah. Corak khas dari tulisan ~Y adalah hubungan "kata" kenabian yang dikaitkan dengan cerita-cerita. Beberapa di antaranya dibuat dalam bentuk-Aku. Kebanyakan dibuat dalam bentuk-dia. Menyolok sekali perbedaan bentuk naskah pada naskah Masorit. Bukan semua penghapusan dibebankan pada kesalahan-kesalahan terjemahan ataupun salinan. Sebab bagian dari penghapusan itu dibuat dengan sengaja. Adapun garis besar tradisi naskah Masorit adalah: (a) 1-39 mengungkapkan peristiwa sampai pada jatuhnya Yerusalem (Urutan kronologisnya: 1-25; janji-janji hari depan: 26-35; penderitaan ~Y: 36-39). (b) 40-45 mengungkapkan waktu-waktu berikutnya. (c) 46-51: Nubuat soal para bangsa asing. (d) Tambahan historis 52 (2Raj 24:18-20; 25:21,27-30). -- Perbedaan-perbedaan corak, sifat serta sebagian theologi dari bagian perincian itu tergantung dari perbedaan berbagai-macam sumber. Menurut pandangan tradisionil dikatakan, bahwa kata-kata ~Y dan catatan-catatan autobiografi Kitab itu dikumpulkan oleh --> Barukh (bdk.: bab 36). Para penyelidik modern membagi paraah Kitab itu dalam tiga sampai empat sumber (dengan tambahan-tambahan yang dilakukan di kemudian harinya). Keadaan yang pasti mengenai "naskah aslinya" tidak dapat ditetapkan secara tepat.
    1. (2) Arti teologis ~Y terutama terletak pada pengertian Tuhan yang jelas dan mirip dengan Hosea. Tuhan adalah mempelai pria bangsa murtad, yang dicintainya dengan kasih abadi. Rakhmat ditawarkanNya sebagai pengganti keadilan. Hubungan perjanjian yang biasanya lebih mudah dipandang yuristis diberi pengertian rokhani dan pribadi oleh ~Y. Dalam keadaan demikian hubungan perjanjian tidak didasarkan atas suatu ikatan nasional, tetapi didasarkan pada ikatan pribadi dengan Tuhan. Perjanjian yang baru tidak mengenal perintah-perintah dan kewajiban-kewajiban, sebab isinya (mengenal Tuhan) tanpa batas seperti kasih itu sendiri yang tidak terbatasi.

Yeremia [kecil]

Yeremia (Nabi) KS.- [PL] 2Taw 36:12,21,22; Yer 1:1; Dan 9:2
[PB] Mat 2:17; 16:14; 27:9

Yeremia [tokoh]

Yeremia

Nabi Yehuda (Yer 1:1-3).

Dipanggil oleh Tuhan (Yer 1:1-10).

Khotbahnya mengenai Bait Suci (Yer 7:1-15).

Diancam karena bernubuat (dalam Yer 11:18-23; 26:1-21).

Tanda ikat pinggang yang menjadi lapuk (Yer 13:1-11).

Pelajaran dari pekerjaan tukang periuk (dalam Yer 18:1-23).

Penglihatan tentang dua keranjang buah ara (dalam Yer 24:1-10).

Mau dibunuh (dalam Yer 26:1-24).

Dilawan oleh Hananya (dalam Yer 28:1-17).

Mengirim surat kepada orang-orang buangan di Babel (dalam Yer 29:1-32).

Membeli ladang (dalam Yer 32:1-44).

Kitab nubuatnya dibakar oleh raja Yoyakim (dalam Yer 36:1-32).

Dipenjarakan (dalam Yer 37:1-21).

Dibuang ke dalam perigi (dalam Yer 38:1-28).

Dilindungi oleh Nebukadnezar (Yer 39:11-14).

Dipaksa mengungsi ke Mesir (dalam Yer 43:1-13).

YEREMIA [biotokoh pl]

Arti nama:TUHAN ITU TINGGI, TUHAN ITU MULIA.
AyahHilkia - Yeremia 1:1.
Disebut pertama2 Tawarikh 35:25.
Namanya disebut134 kali
Kitab yang menyebut5 buku : 2 Tawarikh, Ezra, Yeremia,Daniel, Matius.
PekerjaanNabi - Matius.
Tempat kelahiranAnatot, di Israel - Yeremia 1:1
Tempat kematianMesir
Terakhir disebutMatius 27:9.
Fakta pentingIA DIKENAL SEBAGAI NABI YANG MENANGIS, DAN MENULIS BUKU YANG TERPANJANG DI DALAM ALKITAB (DISAMPING MAZMUR)

YEREMIA [browning]

Salah seorang nabi besar yang hidup di *Yehuda sekitar 640-587 sM, yang menghabiskan tahun-tahun terakhir di masa tuanya sebagai pengungsi di *Mesir. Yeremia berasal dari keluarga imam dan mengawali *pelayanan profetisnya dengan rasa enggan (Yer. 15:10 -- Mengapa aku dilahirkan?) di desa Anatot (dekat dengan Yerusalem), terutama karena kemarahan terhadap tetangga-tetangga dan keluarganya (Yer. 11:21; 12:6). Dalam Yer. 23:9 terdapat cerita luar biasa mengenai ilham kenabiannya. Yeremia memiliki kemudahan untuk herhubungan dengan raja. Ia memanfaatkan pengetahuannya tentang masalah-masalah internasional untuk memberi nasihat tanpa rasa takut. Pada tahun-tahun pertamanya ia menentang kebijakan pemerintah untuk mengadakan aliansi dengan *Mesir dalam melawan *Asyur (Yer. 2:14-19; 36-37), namun ketika Mesir membantu Asyur menyerang kekuatan *Babel yang sedang bangkit itu, Raja *Yosia berupaya menghadang perjalanan Firaun *Nekho di *Megido, dan terbunuh (609 sM). Segera setelah itu, Yehuda menjadi provinsi Babel. Yeremia yakin bahwa penting bagi Yehuda untuk memelihara hubungan baik dengan Babel. Namun, Raja *Yoyakhm dengan bodoh melakukan pemberontakan. Begitu segera setelah kematiannya, kota itu dikepung, Raja muda *Yoyakhin menyerah (597 sM) dan Raja boneka *Zedekia, paman Yoyakhin, dinobatkan. Pada masa pemerintahan Zedekia (597-587 sM) Yeremia sering kali menekankan bahwa ketaatan adalah jalan yang paling aman; keberadaan Bait Allah bukanlah jaminan keamanan. Karena 'hujatan'-nya ini, ia ditangkap (Yer. 26:8). Namun pada 598, ketika Zedekia tidak membayar upeti kepada Babel, Babel menyerangnya (Yer. 37-39). Ketika orang-orang Babel berada di luar gerbang Yerusalem, beberapa politisi terkemuka mengadukan Yeremia sebagai pengkhianat dan ia dipenjarakan. Raja Zedekia memindahkan Yeremia ke penjara yang lebih ramah, tempat ia tinggal hingga orang Babel melepaskannva, ketika Yerusalem berhasil direbut pada 586 sM. Bangsa Babel yang menang itu met, unjuk *Gedalva sebagai gubernur Yehuda, dan Yeremia berupaya mengerahkan dukungan baginya (Yer. 39:14). Namun, sekelompok persekongkolan yang menentang Babel membunuh Gedalya, dan setelah meningkap Yeremia mereka dalam sebuah kelompok melarikan diri ke Mesir.

YEREMIA [ensiklopedia]

I. Latar belakang

Sejarah Yeremia mencakup kurun waktu 40 thn, dari saat ia dipanggil pada thn ke-13 pemerintahan raja Yosia (thn 626 sM) sampai jatuhnya Yerusalem thn 587 sM. Selama 40 thn itu ia bernubuat pada pemerintahan 5 raja Yehuda terakhir, yaitu raja Yosia, Yoahas, Yoyakim, Yoyakhin dan Zedekia. Waktu dia mengucapkan khotbah-khotbahnya, terciptalah sejarah di luar tanah airnya, Yehuda, dengan timbulnya tokoh-tokoh dan peristiwa-peristiwa yg sangat penting. Itulah salah satu masa yg sangat menentukan dalam perjalanan sejarah Asia Barat kuno dan yg juga mempengaruhi sejarah kerajaan Yehuda.

Kerajaan Asyur terpecah-pecah, Babel dan Mesir terlibat perang untuk menjadi pemimpin di Asia Barat. Kronologi 25 thn terakhir abad 7 sM dipaparkan jelas oleh penerbitan beberapa lempengan yg ditemukan dalam penggalian beberapa thn yg lalu, tapi yg disimpan begitu saja di ruang gelap di bawah tanah Museum Britania, London. Pada thn 1956 DJ Wiseman berhasil memperjuangkan dokumen-dokumen Kasdim ini dapat digunakan oleh mahasiswa-mahasiswa jurusan Asia Barat kuno. Dengan demikian dimungkinkanlah meneliti ulang kronologi 25 thn terakhir abad 7 sM.

Kehidupan Yeremia pada masa-masa yg amat penting ini didokumentasikan dengan baik dan menarik perhatian. Pergaulan pribadinya yg intim dilukiskan jauh lebih hidup dibandingkan pergaulan Nabi-nabi Kecil bahkan dibandingkan dengan Yesaya dan Yehezkiel sekalipun.

Waktu Yeremia dipanggil menjadi nabi, ia masih na'ar, Yer 1:6 (TBI 'muda'), istilah yg artinya ganda -- bisa berarti masa anak-anak (Kel 2:6) atau masa belia (1 Sam 30:17). Jika maksudnya ialah Yeremia melulu malu-malu, rendah hati, dan belum dewasa secara rohani dan sosial, maka kata itu bisa berarti bahwa umurnya belum mencapai umur rata-rata seorang nabi; katakanlah antara 20-30 thn, dengan mempedomani peraturan yg ditetapkan untuk bani Lewi (Bil 8:24; 1 Taw 23:24). Menganggap bahwa saat dipanggil ia baru berumur 20 thn, maka masa kanak-kanaknya tentulah pada masa pemerintahan raja Manasye dan Amon. Sewaktu panggilan itu datang kepada Yeremia, sudah satu abad lewat sejak kerajaan Utara (Samaria) jatuh ke tangan orang Asyur. Tapi kerajaan Yehuda di selatan bertahan hidup.

Dengan pertolongan mujizat Yehuda dapat menghadapi serbuan Sanherib seperti dinubuatkan oleh Yesaya. Raja Hizkia memulai pembaruan dalam hidup keagamaan dan kesusilaan (2 Raj 18:1 dab), tapi semuanya ini dihapuskan oleh masa kemurtadan yg lama di bawah Manasye, anaknya (2 Raj 21:1 dab), dan pemerintahan singkat raja Amon yg penuh penyembahan berhala (2 Raj 21:19 dab). Waktu Yehuda bergelimang dosa penyembahan berhala, orang Asyur dalam pimpinan Esar-Hadon dan Asyurbanipal mengalahkan Mesir. Dalam pemerintahan Psametikhus (664-610 sM) Mesir bangkit kembali dan mulai menakut-nakuti Yehuda, yg terombang-ambing antara bujukan dan ancaman kedua adikuasa waktu itu, Mesir dan Babel. Dalam suasana ketegangan politik internasional dan kemunduran hidup keagamaan nasional inilah Yeremia beranjak remaja.

Di Yehuda pasti banyak orang mendambakan fajar menyingsing untuk mengakhiri kemerosotan moral selama 60 thn. Yeremia dibesarkan dalam satu keluarga imam yg saleh (1:1). Namanya, yg berarti 'Yahweh meninggikan' atau 'Yahweh meruntuhkan', dengan baik melambangkan baik doa orangtuanya untuk umat yg sudah putus asa itu maupun cita-cita mereka mengenai Yeremia yg muda belia. Mereka tentu menyampaikan kepada Yeremia keprihatinan mereka tentang penindasan agama dan kemurtadan Manasye dan Amon, mendidik dia dalam hukum Taurat Israel, dan membekali dia dengan ajaran-ajaran Yesaya dan nabi-nabi lain pada abad yg lalu.

II. Kelima pemerintahan

a. Yosia

Waktu Yeremia dipanggil oleh Allah, pembaruan hidup keagamaan sudah dimulai oleh Yosia (638-608 sM), yg telah menduduki takhta Yehuda 12 thn (2 Taw 34:4-7). Tapi barulah pada thn 621 sM, yaitu thn ke-18 masa pemerintahannya, dia memulai pembaruan sistematis dalam hidup keagamaan dan kesusilaan Yehuda (2 Raj 23). Daya pendorong dilancarkannya pembaruan itu ialah ditemukannya waktu itu 'Kitab Taurat' di Bait Suci oleh Hilkia. Ketika itu Yeremia sudah 5 thn menjadi nabi. Mungkin ps 1-6 menceritakan keadaan di Yehuda sebelum pembaruan utama Yosia pada thn 622-621 sM. Perilaku bangsa itu busuk tak terperikan, mereka tak peka terhadap pengampunan yg disediakan Allah, dan lupa ancaman musuh yg tak terkalahkan. Selain 11:1-8, yg boleh jadi mencakup petunjuk tentang perhatian Yeremia terhadap gerakan pembaruan Yosia, nabi ini tak meninggalkan suatu singgungan mengenai ke-12 thn terakhir pemerintahan Yosia. Pada thn 608 sM Yosia tewas di Megido (2 Raj 23:29) dalam usahanya yg gagal melawan Firaun Nekho (610-594 sM), yg mengganti Psametikhus. Adalah wajar bila Yeremia menangisi kematian Yosia yg belum pada waktunya itu (Yer 22:10a), dan yg menurut pendapatnya adalah raja yg baik (Yer 22:15 dab).

b. Yoahas

Raja Nekho terus mencampuri urusan Yehuda. Yoahas (atau Salum, Yer 22:11) mengganti Yosia, tapi tiga bln kemudian dipecat oleh Nekho, yg membebankan kepada Yehuda upeti yg berat (2 Raj 23:31-33) dan mengangkat Yoyakim (atau Elyakim), adik Yoahas, menduduki takhta (2 Raj 23:34; 2 Taw 36:2, 5). Yeremia meratapi turunnya Yoahas dari takhta dan pembuangannya ke Mesir (Yer 22:10-12).

c. Yoyakim

Dalam pemerintahan raja inilah terjadi peristiwa yg mempunyai arti besar dalam percaturan politik, yaitu pertempuran di Karkemis (Yer 46) thn 605 sM. Orang Mesir di bawah pimpinan Nekho dihancurkan oleh orang Kasdim di bawah pimpinan Nebukadnezar dalam pertempuran di Karkemis, di tepi sebelah kanan S Efrat, sebelah barat laut dari Alepo dan di Hamat. Politis peristiwa ini sangat penting sekali, sebab merupakan tanda pengalihan kekuasaan di Asia Barat kepada Babel. Jadi peristiwa Karkemis mempunyai arti tersendiri bagi Yehuda.

Karena sekarang semua jalan yg menuju perbatasan Mesir sudah dalam penguasaan Nebukadnezar, maka tak dapat dielakkan lagi bahwa seluruh Asia Barat akan tunduk kepada pemerintahannya (Yer 25:15 dab). Sejak saat itu nabi Yeremia menganjurkan supaya Yehuda tunduk kepada kekuasaan Babel. Pada thn 604 sM kota Askelon dijarah oleh Nebukadnezar, yg terhadap kota itu hukuman telah dinubuatkan oleh Yeremia (47:5-7) dan Zefanya (2:4-7). Dalam Yer 36:9 dab dimaklumkan di Yehuda suatu hari puasa. Pasti hal ini mengacu kepada malapetaka yg sudah mendekat. Dan memang, tanggal penyerangan Nebukadnezar ke Askelon tepat dengan tanggal puasa di Yehuda. Yeremia telah menubuatkan sebelumnya bahwa Nebukadnezar akan datang dari Askelon menyerang Yehuda; itulah yg melatarbelakangi hari puasa dan pengumuman pesan Yeremia di Yerusalem.

Tapi kebijakan nabi Yeremia bertentangan dengan strategi politik dalam dan luar negeri raja Yoyakim. Raja ini menyokong penyembahan berhala (2 Raj 23:37), egoistisnya dan kecongkakannya memperberat kecelakaan Yehuda (Yer 22:13-19). Yoyakim kurang menghormati Yeremia (26:20-23) dan amanatnya (26:9). Politik persekutuannya yg terombang-ambing dari Mesir ke Babel, mungkin adalah akibat perang antara Babel dan Mesir pada thn 601/600 sM tidak menentu. Tiga thn kemudian ia memberontak terhadap Babel. Kegagalannya dalam pemberontakan ini hanyalah menimpakan hukuman atas dirinya lebih lengkap, dan hal ini membuat penderitaan Yehuda lebih parah lagi (2 Raj 24:1 dab).

Yeremia menempelak raja, para nabi dan para imam. Rasa permusuhan yg timbul akibat tempelakannya ini, tercermin dalam nubuat-nubuatnya. Dia dianiaya (Yer 12:6; 15:15-18), timbul kesepakatan menentang dia (11:18-23; 18:18), dia ditahan (20:2), dinyatakan patut dihukum mati (26:10 dab, 24; bnd ay 20-23; 36:26). Nubuat-nubuatnya yg sudah tertulis dimusnahkan (36:27). Tapi dalam suasana tertekan demikian Yeremia bertahan dalam tugas pelayanannya -- ia memanjatkan doa syafaat atas Yehuda (11:14; 14:11; 17:16), berbicara di hadapan Allah (17:14-18; 18:18-23; 20:7-18), menelanjangi para nabi yg mengeruk keuntungan dari setiap keadaan (23:9-40), menubuatkan kemusnahan Bait Suci (7:1-15) dan bangsa (ps 18 dab) dan meratapi hukuman terhadap umatnya (9:1; 13:17; 14:17).

Akhirnya hidup Yoyakim berakhir tragis di Yerusalem di penghujung thn 598 sM, thn ke-13 pemerintahannya, seperti dinubuatkan oleh Yeremia (22:18; bnd 2 Raj 24:1 dab). Di pihak lain, 2 Taw 36:6 dab mencatat tentang Nebukadnezar membelenggu Yoyakim dan membawa dia ke Babel. Dalam Dan 1:1 dab dibicarakan juga tentang pembuangan Yoyakim pada thn ke-3 pemerintahannya.

d. Yoyakhin

Yoyakhin (atau Konya, Yeh 22:24, 28; atau Yekhonya, Yeh 24:1) mengganti Yoyakim pada thn 597 sM dan menuai apa yg ditabur ayahnya. Pemuda ingusan ini, yg baru berumur 18 thn, memerintah hanya 3 bln (2 Raj 24:8). Pemberontakan Yoyakim, ayahnya, memaksa Nebukadnezar pada thn ke-7 pemerintahannya mengepung Yerusalem, dan raja Yehuda yg muda belia itu 'keluarlah' (2 Raj 24:12). Artinya, menyerah. Dia bersama mayoritas golongan atas Yehuda, para pengrajin dan tentara dibuang ke`Babel (seperti tertera dlm Yer 22:18 dab) dan Bait Suci habis dijarah (2 Raj 24:10-16). Dalam Sejarah Babel sebagai sumber data di luar Alkitab yg seusia dengan Alkitab, kita temukan sekarang pembenaran informasi ini. Yeremia sudah lebih dulu menubuatkan nasib Yoyakhin (Yeh 22:24-30). Tapi 36 thn kemudian ia dibebaskan oleh anak dan pengganti Nebukadnezar (2 Raj 25:27-30). *YOYAKHIN.

e. Zedekia

Zedekia, raja baru yg diangkat Nebukadnezar menduduki takhta Yehuda, adalah putra bungsu Yosia (Yer 1:3) dan adik dari Yoyakim (2 Raj 24:17; 2 Taw 36:10). Kebenaran berita PL mengenai pengangkatan Zedekia oleh Nebukadnezar menggantikan Yoyakhin, sepenuhnya dikukuhkan oleh Sejarah Babel. Pemerintahannya (597-587 sM) memeteraikan hukuman Yehuda (2 Raj 24:19 dab). Wataknya sangat lemah dan plin-plan, para penjabat pemerintahannya adalah orang-orang yg berasal dari lapisan bawah. Pejabat-pejabat ini menggantikan golongan atas yg di boyong ke pembuangan, dan mereka memandang rendah orang-orang yg terbuang itu, tapi Yeremia menganut keyakinannya sendiri tentang buah ara yg 'jelek' dan yg 'baik' (Yer 24:1 dab). Dan kepada golongan terakhirlah dia kirimkan suratnya yg termasyhur itu (29:1 dab). Tapi baik di Babel maupun di Yehuda nabi-nabi palsu berusaha supaya Yeremia dibunuh (28:1 dab; 29:24 dab). Pokok utama yg menjadi persoalan ialah lamanya pembuangan. Yeremia menubuatkan pembuangan akan 70 thn lamanya, tapi nabi-nabi gadungan mengatakan pembuangan itu hanya 2 thn saja.

Pertentangan utama antara Yeremia dan Zedekia ialah masalah pemberontakan terhadap Nebukadnezar. Pemberontakan sudah direncanakan pada thn ke-4 pemerintahannya dalam persekongkolan dengan negara-negara tetangga, hal yg sangat keras ditentang oleh nabi Yeremia (ps 27 dab). Tapi, nampaknya Zedekia berhasil mengurangi kecurigaan Nebukadnezar dengan berkunjung ke Babel tahun itu juga (51:59).

Akhirnya, pada thn ke-7 atau ke-8 pemerintahannya, Zedekia tak dapat menghindari timbulnya kecurigaan Nebukadnezar, karena ia mengadakan perundingan-perundingan pengkhianatan dengan Firaun Hofra. Hukuman sudah ditentukan dan pada thn ke-9 (589 sM) pemerintahan Zedekia, Yerusalem dikepung oleh pasukan Babel untuk kedua kalinya. Tapi sebelum pengepungan (21:1-10) dan pada saat pengepungan itu (34:1 dab, 8 dab; 37:3 dab, 17 dab; 38:14 dab) hanya satu amanat Yeremia bagi Zedekia, yaitu menyerah kepada Babel, sebab Yerusalem pasti akan jatuh ke tangan mereka. Tafsiran Yeremia mengenai pertempuran Karkemis yg terjadi 17 thn yg lalu (605 sM) sedang dibuktikan sepenuhnya. Pada suatu saat selama pengepungan itu, waktu gerak maju tentara Mesir memaksa tentara Babel mundur, yg melahirkan pendapat bahwa Yeremia salah, segera dipatahkan. Peringatannya bahwa orang Babel akan mengalahkan orang Mesir segera digenapi dan pengepungan segera dimulai (37:1-10).

Perlakuan buruk beberapa orang Yahudi terhadap budak-budak mereka pada saat yg genting ini, mendorong Yeremia melancarkan kritikan pedas dan kutukan keras (Yer 34:8-22). Karena Zedekia terombang-ambing akibat kekecutan hatinya, maka musuh-musuh Yeremia memperlakukan Yeremia semena-mena selama pengepungan itu, sehingga ia hampir putus asa. Ia ditangkap dengan tuduhan lari memihak kepada musuh, ditahan di dalam ruang cadangan air di bawah tanah (37:11-16), kemudian dipindahkan ke penjara di pelataran jaga dekat istana (37:17-21). Lalu ia dituduh mengkhianat dan dijatuhkan ke dalam sumur tua yg kering, di mana dia pasti akan mati seandainya Ebed-Melekh tidak campur tangan. Kemudian ia dipindahkan ke pelataran jaga (38:1-13); di situ raja Zedekia secara rahasia berbicara dengan dia (ay 14-28).

Menjelang akhir pengepungan itu, Yeremia -- dalam suatu tindakan iman yg luhur -- membeli sebidang tanah milik kerabatnya di Anatot (32:1-15). Pada saat ini juga ia menyampaikan janji janji pemulihan (32:36-44; 33:1-26). Dan kepada masa ini juga harus digolongkan nubuatnya yg akbar mengenai perjanjian yg baru (31:31 dab), yg akhirnya digenapi dalam Kristus, Pengantara perjanjian itu. Tapi cawan kejahatan Yehuda sudah melimpah sekarang dan pada thn 587 sM Yerusalem hancur oleh hukuman (ps 39). Di sini juga perlu diperhatikan bahwa berita tentang penaklukan Yerusalem dalam Sejarah Babel pada garis besarnya cocok dengan berita PL dalam 2 Raj 24:10-17; 2 Taw 36:17; Yer 52:28. Peristiwa ini terjadi pada thn 597 sM, pada thn ke-7 pemerintahan Nebukadnezar. Jadi kehancuran kota itu adalah pada thn 587 sM, bukan pada thn 586 sM, seperti sudah begitu lama diterima.

Nebukadnezar memperlakukan Yeremia dengan wajar dan sesudah Gedalya diangkat menjadi gubernur Yehuda, Yeremia tinggal di Mizpa membantu gubernur itu (40:1-6). Tapi Gedalya segera dibunuh (41:1 dab), dan yg tersisa di Mizpa memutuskan lari ke Mesir, walaupun Yeremia keras menentang keputusan itu. Yeremia, bersama Barukh, juru tulisnya, dipaksa mengikuti mereka (42:1-43:7). Masa terakhir dalam hidupnya, Yeremia yg sudah tua itu dan yg sepanjang pelayanannya sebagai nabi penuh pergumulan, tinggal di Takhpanhes di Mesir, tapi belum bungkuk. Ia menubuatkan kekalahan Mesir atas Nebukadnezar (43:8-13) dan menempelak ibadah orang Yahudi yg tinggal di Mesir (44:1 dab), yg dirasuki penyembahan berhala. Tentang peristiwa-peristiwa berikutnya dalam hidupnya atau bagaimana dia meninggal tidaklah diketahui.

III. Kepribadian Yeremia

Kepribadian dari semua nabi PL, kepribadian Yeremia-lah yg paling jelas dilukiskan. Dan tidaklah berlebihan mengatakan, bahwa untuk mengerti maksud PL dengan istilah 'nabi', maka haruslah diteliti Kitab Yer. Pemanggilan Yeremia, tugasnya melayankan firman Allah (15:19), otoritas yg dikaruniakan tugas ini kepadanya, cara menyatakan Firman Allah kepadanya, pembedaannya yg jelas tegas sebagai nabi yg benar dari nabi yg palsu, amanatnya dan kepahitgetiran dilema yg dihadapinya karena kesetiaannya kepada tugasnya -- semuanya itu terlukis dalam nubuat-nubuat Yeremia. Hubungan pengalaman rohani dan gugahan hatinya dengan jabatan kenabiannya memberi Kitabnya kualitas yg tak ada; taranya.

Emosinya sangat jelas terungkap bahkan dalam percakapan-percakapannya. Dari isi tuturannya nyata jelas bahwa Yeremia adalah orang yg senantiasa dirundung pergumulan. Ia lembut hati sekaligus keras, penuh kasih tapi pantang menyerah. Dalam dirinya kelemahan daging bergumul dengan daya roh. Keinginan-keinginan alami kawula muda tidak diberikan kepada nabi muda ini (16:2). Ia mendesak bertobat suatu umat yg tidak tahu lagi hati yg remuk karena penyesalan. Ia menelanjangi dosa-dosa bangsanya dan menyatakan hukumannya, walaupun dia tahu bahwa usahanya itu akan sia-sia. Umat yg dikasihinya membenci dia. Patriot sejati yg setia taat tanpa pamrih ini dicap pengkhianat. Nabi yg dirasuki pengharapan yg tak terpadamkan ini harus memamerkan kepalsuan pengharapan umatnya. Pendoa syafaat ini dilarang mensyafaati umatnya. Pencinta Yehuda ini difitnah oleh Yehuda.

Sukar merasakan betapa dalamnya dukacita Yeremia mengalami keadaan ini. Tanpa berharap lagi akan penghiburan (8:18, 21), air matanya hendak berderai meratapi Yehuda yg terhukum (9:1; 13:17) dan membiarkannya hancur akibat ulahnya sendiri (9:2). Karena yakin bahwa kegagalan sudah mutlak, ia mengutuki hari lahirnya (15:10; 20:14-18), dan menuduh Allah membujuknya (20:7a); mengeluh karena kehinaan menimpa dia (20:7b-10), dan memohon pembalasan atas orang-orang yg menyiksa dia (18:18, 21-23). Dalam arti inilah Yeremia, yg hatinya tergugah dan tercabik-cabik itu adalah insan tragis. Kepahitgetiran hidupnya timbul karena gejolak pertentangan dalam batinnya dan sekelilingnya; cita-citanya yg luhur agung bentrok dengan kehinadinaan, semangatnya yg membara bentrok dengan hatinya yg kecut, keberjayaan tertentu bentrok dengan kekalahan telak, desakan hatinya untuk meninggalkan panggilannya keok oleh ketidakmampuannya menyingkirkan panggilannya itu (bnd 5:14; 15:16, 19-21 dgn 6:11; 20:9, 11; 23:29). Tapi pertentangan-pertentangan batin yg sangat pelik ini dan kehinaan yg menimpa dia karena panggilannya itu (15:17 dab; 16:2, 5, 8), menghantar dia mendapati Allah sebagai benteng perlindungan. Demikianlah ideal persekutuan dengan Allah sesuai PL mendapat wujudnya yg paling indah dalam diri Yeremia. Dan dalam persekutuan dengan Allah inilah akhirnya Yeremia sanggup menghadapi keseganan, kesesakan hati, kesendirian tanpa penolong, permusuhan, kesepian, hilang semangat, salah dimengerti dan kegagalan.

IV. Amanatnya

a. Pengertian Yeremia tentang Allah

Allah adalah Pencipta dan Tuhan yg berdaulat, yg memerintah segala sesuatu yg ada di langit dan di bumi (27:5; 23:23 dab; 5:22, 24; 10:12 dab). Semua ilah bangsa-bangsa adalah kesia-siaan (10:14 dab; Yer 16:2). Allah Israel menentukan segala sesuatu menurut kehendak-Nya (18:5-10; 25:15-38; 27:6-8). Ia tahu isi hati manusia (17:5-10) dan Ia adalah sumber hidup bagi semua yg berharap kepada-Nya (2:13; 17:13). Umat-Nya dikasihi-Nya dengan sangat (2:2; 31:1-3), tapi Dia menuntut ketaatan dan kesetiaan mereka (7:1-15). Korban-korban persembahan kepada ilah-ilah kafir (7:30 dab; 19:5) dan persembahan-persembahan yg dipersembahkan kepada Allah oleh umat yg murtad (6:20; 7:21 dab; 14:12) adalah kejijikan bagi-Nya.

b. Yeremia dan penyembahan berhala

Sejak awal nabi Yeremia memberitakan hukuman. Dan keberdosaan Yehuda membuat hukuman itu tak terelakkan. Perbuatan dosa yg khusus ditentang Yeremia ialah penyembahan berhala. Rujukan yg begitu banyak pada ilah-ilah kafir menjelaskan bahwa praktik itu sudah meluas dan banyak ragamnya. Baal, Molokh dan ratu langit disebut. Di Bait Suci terdapat berhala-berhala (32:34), di pinggiran Yerusalem anak-anak dipersembahkan kepada Baal dan Molokh (bnd 7:31; 19:5; 32:35). Penyembahan berhala yg ditingkatkan oleh raja Manasye, nenek Yosia, dibasmi oleh Yosia, tapi umat itu murtad lagi sesudah Yosia mati.

c. Yeremia dan percabulan

Di seluruh PL percabulan selalu menyertai penyembahan berhala. Ini merajalela dalam hidup generasi Yeremia, yg penuh penyembahan berhala itu (5:1-9; 7:3-11; 23:10-14). Kebejatan moral tak terelakkan dibarengi lenyapnya takut akan Allah dan hormat akan Taurat-Nya. Percabulan dan kecurangan menjadi biasa bahkan di tengah-tengah para imam dan nabi (5:30 dab; 6:13-15; 14:14). Daripada memberantas percabulan, mereka sebaliknya membantu penyebarannya. Ironisnya, Yehuda yg menyembah berhala dan bercabul itu masih giat sekali melakukan ibadat keagamaan! Ini menerangkan ucapan Yeremia yg sering diulangi, bahwa di hadapan Allah hukum moral lebih diutamakan daripada kesucian ibadat. Yeremia mendasarkan dakwaannya pada sikap Yehuda meremehkan tabut perjanjian (3:16), kedua loh hukum Taurat (31:31 dab), sunat sebagai tanda perjanjian (4:4; 6:10; 9:26), Bait Suci (7:4, 10 dab; 11:15; 17:3; 26:6, 9, 12; 27:16), dan semua ragam korban (6:20; 7:21 dab; 11:15; 14:12).

d. Yeremia dan hukuman

Maka wajarlah bila hukuman begitu mencolok dalam amanat Yeremia. Hukuman Yehuda yg datang dari Allah banyak ragamnya, seperti bala kekeringan dan kelaparan (5:24; 14:1-6) dan serbuan penguasa asing (1:13-16; 4:11-22; 5:15-19; 6:1-15; dst). Dan tanpa ampun saat tibanya hukuman berat itu makin mendekat, ketika alat Allah untuk menghukum Yehuda pemurtad itu tampil (25:9; 52:1-30). Sejarah yg melatarbelakangi nubuat-nubuat tentang hukuman ini sangat jelas dalam buku Chronicles of Chaldaean Kings (626-556 sM), yg sudah disinggung di atas. Sejarah itu menyajikan banyak peristiwa internasional yg terjadi pada masa hidup Yeremia, dan acuan-acuan terkait terdapat dalam nubuat-nubuatnya mengenai bangsa-bangsa asing. Pasti nubuatnya yg melawan bangsa-bangsa dalam ps 25 ditulis terkait dengan gerakan pertama Nebukadnezar ke arah barat (Yer 25:1; bnd ay 9). Ps 46 mulai dengan menyinggung pertempuran Karkemis pada thn 605 sM. Lalu menyusul nubuat tentang perang Nebukadnezar melawan Mesir (46:13-26). Sejarah Babel memberikan juga alasan-alasan mendasar untuk nubuat-nubuat Yeremia melawan Kedar dan Hazor (49:28-33) dan Elam (49:34-39). Diberitakan juga bagaimana Nebukadnezar menyerang suku-suku Arab thn 599 sM (bnd Yer 49:29, 32), dan thn 596 sM ia berperang melawan Elam. Sebelumnya nubuat itu tak mempunyai dasar sejarah di luar Alkitab. Untuk keabsahan sajian Sejarah Babel mengenai penanggalan dan keaslian nubuat-nubuat Yeremia dalam ps 46-51, lih JBL 75, 1956, hlm 282 dab.

e. Yeremia dan nabi-nabi palsu

Pengertian Yeremia akan panggilannya, dan penyerahan dirinya seutuhnya pada panggilannya itu, menimbulkan dalam dirinya permusuhan yg tak dapat didamaikan dengan nabi-nabi dan imam-imam 'profesional'. Dan mereka memang mati-matian memusuhi dia. Pertentangan utama Yeremia dengan imam-imam ialah usaha mereka mengeruk keuntungan dari jabatan mereka, dan ramalan mereka bahwa kapan pun Bait Suci Yerusalem tidak akan jatuh ke tangan orang Babel (6:13; 18:18; 29:25-32 dst). Nabi-nabi palsu itu meyakinkan umat Yehuda yg tertipu itu dalam optimisme yg dangkal (8:10-17; 14:14-18; 23:9-40 dst).

f. Harapan Yeremia

Dengan lantang dan pantang berkompromi, Yeremia adalah pengkhotbah tentang penghukuman. Tapi amanatnya tentang penghukuman selalu dibarengi pengharapan. Pembuangan di Babel tidaklah selama-lamanya (25:11; 29:10). Sebab Babel sendiri akan diruntuhkan' (ps 50 dab). Kata-kata pengharapan akan terlepasnya Yehuda dari penghukuman terdapat sejak dari awal amanat Yeremia (3:14-25; 12:14-17). Dan karena keadaan makin memburuk, maka pengharapan Yeremia makin mencolok benderang (23:1-8; 30-33). Dan pengharapan inilah yg melahirkan tindakan imannya yg luhur pada masa-masa kegelapan (32:1-15).

g. Yeremia dengan agama Yehuda

Dengan demikian Yeremia dapat mengantisipasi keruntuhan Bait Suci, putusnya peranan dinasti Daud, akan terhentinya seluruh bentuk korban dan jabatan imam. Bahkan ia mengumumkan bahwa sunat tanda perjanjian sama sekali tidak berarti apa-apa tanpa sunat hati (4:4; 9:26; bnd 6:10). Mengandalkan Bait Suci, korban-korban, keimaman, sia-sia saja jika tidak disertai oleh pertobatan hati (7:4-15, 21-26). Tabut perjanjian pun akan dikesampingkan (3:16). Pengetahuan tentang hukum Taurat tanpa ketaatan kepada Taurat tak ada gunanya (2:8; 5:13, 30 dab; 8:8). Maka Yeremia melihat perlunya Taurat dituliskan dalam hati, bukan pada batu, sehingga dengan demikian mendampakkan ketaatan sejati dan sempurna (31:31-34; 32:40). Kalaupun lambang-lambang lahiriah perjanjian itu berlalu, itu bukan menandakan berakhirnya perjanjian itu, tapi pembaruannya dalam bentuk-bentuk yg lebih semarak (33:14-26).

h. Yeremia dengan cita-cita masa depan

Jadi Yeremia dapat memandang jauh ke depan ke masa kembalinya Yehuda dari pembuangan dan memulai kehidupan kembali di Palestina (30:17-22; 32:15, 44; 33:9-13). Pada masa depan yg ideal Samaria akan mendapat bagian (3:18; 31:4-9), segala sesuatu akan berlimpah-limpah (31:12-14), Yerusalem akan menjadi kudus bagi Yahweh (31:23, 38-40), dan akan berkumandang ungkapan 'Tuhan keadilan kita' (33:16). Penduduknya akan kembali kepada Yahweh dengan pertobatan penuh penyesalan (3:22-25; 31:18-20) dan dengan segenap hati (24:7). Allah akan mengampuni mereka (31:34b), dan akan menaruh takut kepadaNya dalam batin mereka (32:37-40), akan menegakkan pemerintahan Raja Mesias atas mereka (23:5 dab), dan bangsa-bangsa kafir akan beroleh bagian dalam berkat yg dikaruniakan kepada mereka (16:19; 3:17; 30:9).

V. Nubuat-nubuat Yeremia

Nubuat-nubuat Yeremia disajikan dalam Kitab Yer tidak berdasarkan kronologi. Masa pelayanannya sebagai nabi mencakup lima pemerintahan, dan menurut Prof. C Lattey urutan ps-ps itu mungkin sbb: (i) Yosia: ps 1-20, kecuali 12:7-13:27. (ii) Yoahas: tidak ada. (iii) Yoyakim: ps 26; 22; 23; 25; 35; 36; 45; 33; 12:7-13:27. (iv) Yoyakhin: ps 13:18 dab; Yer 2:24-30; 52:31-34; lih percakapan tentang pemerintahan Yoyakhin yg tiga bln itu dalam JBL 75, 1956, hlm 277-282; IEJ 6, 4, 1956. (v) Zedekia: peringatan-peringatan: ps Yer 24:29; 27:28; 51:59-60; janji-janji pemulihan: ps 30-33; pengepungan: ps 21; 34; 37-39. (vi) Sesudah jatuhnya Yerusalem: ps 40-44. (vii) Nubuat-nubuat melawan bangsa-bangsa ps 46-51. (viii) Tambahan yg bersifat sejarah: ps 52.

Karena ps-ps Kitab ini tidak menuruti kaidah kronologi, maka mungkin pokok isilah yg menentukan urutan itu. Ps 36 kelihatannya mendukung pendapat ini. Tatkala pertama kalinya dikeluarkan perintah untuk menuliskan nubuat-nubuat Yeremia pada thn ke-4 pemerintahan Yoyakim (thn 604 sM), nubuat-nubuat itu mencakup kurun waktu 23 thn, yaitu dari thn ke-13 pemerintahan Yosia (thn 626 sM) sampai thn 604 sM. Naskah nubuat-nubuat ini dimusnahkan oleh Yoyakim pada thn ke-5 pemerintahannya, tapi Barukh menuliskannya kembali berdasarkan ucapan-ucapan Yeremia, dan 'masih ditambahi dengan banyak perkataan seperti itu' (36:32). Apa saja yg ditambahkan itu tidak dapat dipastikan, demikian juga isi gulungan pertama yg dimusnahkan Yoyakim itu. Tapi jelas nubuat-nubuat asli dan tambahan-tambahan itu adalah intisari Kitab Yer yg sampai ke tangan kita sekarang ini; bagaimana seluruhnya mendapat bentuknya yg final hanya dapat diduga-duga. Tapi susunan nubuat yg tidak kronologis itu memperkuat keyakinan, bahwa itulah kata-kata yg diucapkan oleh Yeremia yg sudah diilhami, lalu kemudian dikumpulkan pada saat-saat bahaya dan kesusahan mengancam.

Masalah urutan nubuat Yeremia yg tidak berdasarkan kronologi itu juga nampak dalam hubungan naskah bh Ibrani Kitab ini dengan naskah LXX (Yunani). Terjemahan Yunani menyimpang dari naskah Ibrani dalam dua hal: (i) Naskah LXX lebih pendek dari naskah Ibrani, kr 1/8 bagian (yaitu kr 2.700 kata). Ini makin mengherankan jika diperhatikan bahwa seluruh naskah LXX itu boleh dikatakan sesuai sekali dengan naskah Ibrani. Kekecualian utama terletak pada Kitab Yer, Ayb dan Dan.

(ii) Dalam LXX nubuat-nubuat menentang bangsa-bangsa asing (46-51) tempatnya di belakang 25:13, dan urutannya juga berubah. Perbedaan ini diketahui pada zaman Origenes, tapi sukar dipercaya bahwa naskah Kitab Yer dalam bh Ibrani dan dalam bh Yunani merupakan dua edisi yg berbeda. Oleh kedudukan Yeremia sebagai nabi dan bobot wataknya yg demikian mantap, tentulah kedua naskah kitabnya itu sudah ada sejak dini, karena pasti tak ada naskah yg begitu jauh bedanya dari naskah yg diterima, seperti perbedaan naskah Yunani ini dari naskah Ibrani, yg akan laik diterima jika naskah seperti itu ditulis berabad-abad sesudah Yeremia mati.

Dalam perdebatan mengenai keunggulan naskah yg satu atas naskah yg lain, mereka yg mengunggulkan LXX mengemukakan, bahwa dalamnya nubuat-nubuat yg menentang bangsa-bangsa asing berkaitan lebih wajar, dan bahwa beberapa dari ps-ps yg alpa itu (ump Yer 29:16-20; 33:14-26; 39:4-13; 52; 28-33 dst) tidak mungkin kebetulan saja. Tapi rujukan-rujukan kepada Sejarah Babel yg disebut di atas, menunjukkan kemungkinan melukiskan kembali latar belakang sejarah, di mana harus kita tempatkan beberapa dari nubuat itu, terutama yg melawan Kedar, Hazor, Elam dan Arab. Beberapa ahli yg mengunggulkan naskah Ibrani mempersoalkan 'sifat semau gua terjemahan Lxx itu' (Streane), yg menurut Graf membuat seluruhnya tak mungkin dimasukkan dalam terbitan baru ini -- sebab tak layak disebut 'terjemahan' -- yg otoritasnya sebagai naskah asli adalah sahih. Kesan yg ditimbulkannya memang terasa bahwa bagian-bagian yg alpa itu tidak berdasarkan nalar ilmiah. Dan kenyataan ialah, bahwa tokoh-tokoh 'sinagoge agung' yg bekerja keras menentukan Kanon PL, lebih menyukai naskah bh Ibrani daripada terjemahan Yunani.

VI. Kesimpulan

Dalam menyimpulkan kebesaran Yeremia, beberapa hal harus ditonjolkan. Yeremia menyadari bahwa reformasi Yosia sebenarnya merupakan gerak mundur karena mengancam akan membatalkan tugas nabi-nabi. Reformasi tata ibadah tanpa reformasi nurani tak ada gunanya. Ia juga mengamati bahwa hidup keagamaan di Yehuda akan berjalan terus, sekalipun Bait Suci dan Yerusalem musnah. Dalam suratnya yg termasyhur kepada para buangan di Babel (ps 29) ia menyatakan bahwa di negeri kafir pun orang Yahudi dapat beribadah kepada Allah, walaupun tanpa imam dan upacara penyerahan korban-korban persembahan. Bahkan bukan tidak mungkin bahwa mereka yg terbuang di Babel lebih dekat kepada Allah daripada kerabat mereka yg tinggal di Yerusalem, yg membuat segi lahiriah agama menggantikan iman batiniahnya.

Yeremia juga melihat bahwa karena pada hakikatnya agama adalah hubungan moral dan spiritual dengan Allah (Yer 31:31-34), maka tuntutan agama harus juga bersifat moral dan spiritual. Dalam pengertian ini nyata juga betapa pentingnya kualitas perseorangan. Tanggung jawab perseorangan harus menjadi fondasi watak dan hidup kerohaniannya. Dan seseorang akan dihukum karena dosa-dosanya sendiri, bukan karena dosa ayahnya. Pengertian Yeremia tentang hakikat kualitas perseorangan penting, juga karena telah terbukti bahwa kualitas itu merupakan langkah maju dalam pencarian manusia akan dasar pengharapan hidup yg kekal.

Maka bukanlah berlebihan kalau pihak Adam Welch, menjadikan Yeremia jembatan penghubung Hosea dengan Tuhan Yesus. Bermakna sekali, bahwa Yeremia banyak mengutip Hosea dan bahwa Kristus mengutip paling banyak dari keduanya. Dalam nubuat tentang perjanjian baru Yeremia merohanikan dan mengindividualkan agama, dan dia lantang mengatakan bahwa yg paling utama ialah hubungan pribadi dengan Allah. Hukum yg baru itu akan menjadi ikatan spiritual antara Allah dengan manusia, hukum yg tertulis dalam hati tiap orang, ditaati dengan kasih dan kesetiaan. Semuanya ini akhirnya digenapi dalam inkarnasi Kristus menjadi manusia dan dalam Injil yg untuk memproklamasikannya Ia datang. Dia-lah Tunas Keadilan (33:15), Dia-lah Orangnya, yg menyatakan makna ungkapan 'TUHAN KEADILAN KITA'.

KEPUSTAKAAN. A Bentzen, Introduction to the Old Testament, 1948; A. B Davidson, 'Jeremiah', HDB; A. F Kirkpatrick, The Doctrine of the Prophets, 1906; J Skinner, Prophecy and Religion, 1922; J. G. S. S Thomson, The Old Testament View of Revelation, 1960, ps 4; A Condamin, Le Livre de 1leremie, 1920; C Von Orelli, The Prophecies of Jeremiah, 1905; A. C Welch, Jeremiah, 1928; J. P Hyatt, IB, 1956; D. J Wiseman, Chronicles of Chaldaean Kings (626-556 sM), 1956; H. L Ellison, EQ 31-40,1959-1968; Tafsiran karangan J Bright, 1965; R. K Harrison, TOTC, 1973. JGSST/MHS/HAO




TIP #15: Gunakan tautan Nomor Strong untuk mempelajari teks asli Ibrani dan Yunani. [SEMUA]
dibuat dalam 0.17 detik
dipersembahkan oleh YLSA