: A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Gittaim | Gittite | Gittith | Gizon | Gizonite | GNOSTIKISME | Goa | Goah | Gob | God | Gog
Daftar Isi
BROWNING: GNOSTIKISME

GNOSTIKISME

GNOSTIKISME [browning]

Dari kata Yunani gnosis, yang berarti 'pengetahuan'. Istilah ini digunakan untuk menandai semacam spekulasi religius yang digemari pada abad pertama dan kedua M dan dikenal lebih jauh melalui tulisan Bapa-bapa Gereja Kristen, yang memusuhinya dan khawatir bahwa paham itu akan menggoda orang-orang percaya ortodoks. Namun, penemuan sekte-sekte Kristen, yang memang dipengaruhi oleh Gnostikisme, di *Nag Hammadi, Mesir Atas, telah memberi kesan yang lebih kaya mengenai gerakan ini. Kaum Gnostik memiliki keinginan yang sangat besar tentang *keselamatan. Mereka berpikir manusia itu hidup seperti orang bebal dan perlu dibangkitkan ke kehidupan, seperti dengan menerima pengetahuan yang sebenarnya dari dini sendiri dan dari tujuan hidup mereka bersama Allah yang benar. Mereka sama-sama membutuhkan pengetahuan esoterik (hanya dipahami oleh orang-orang tertentu) mengenai asal-usul surgawinya pada suatu waktu. Bila hal itu sudah diperoleh, orang tersebut akan melepaskan dini dari keterikatan materialisme duniawi yang menindas. Pengetahuan tersebut dibawa oleh sosok surgawi yang dinyatakan, atau Penebus, -- kemiripannya dengan kekristenan sangat jelas. Karena itu, para sejarawan telah berupaya menemukan apakah guru-guru Kristen telah meminjam unsur-unsur dari Gnostikisme, atau apakah Gnostikisme abad kedua merupakan bidat yang menyeleweng keluar dari Gereja, atau mungkin keluar dari *Yudaisme. Memang, Paulus tampaknya memanfaatkan terminologi Gnostik, entah dengan cara menyesuaikan pesannya dengan lingkungan kulturalnya, atau dengan membuktikan bahwa mereka yang berupaya menghilangkan intisari Injil dengan memasukkan Kristus ke dalam sistem Gnostik itu salah. Misalnya, kata Yunani *pleroma (*kepenuhan) adalah konsep Gnostik yang menunjukkan jangkauan kuasa-kuasa surgawi, yaitu para perantara atau penahan di antara dunia ilahi dan dunia yang telah jatuh ini. Yang dilakukan Paulus adalah mengambil kata tersebut (mis. Kol. 1:23) dan membajaknya: Kristus adalah kepenuhan dari segala sesuatu. Tidak ada pluralitas kuasa malaikat (bnd. Ibr. 1:4), seperti dalam spekulasi Gnostik. Sama halnya Injil Yohanes berisi tema-tema yang mengingatkan pada Gnostikisme: hal turun atau naiknya Penebus ke *surga (Yoh. 3:13) dan dualisme roh dan daging (6:63). Namun, Yohanes bukanlah seorang Gnostik. Gagasan mengenai turunnya penebus diambil dari tradisi *Hikmat, dan kenaikannya berasal dari Dan. 7:13.



TIP #22: Untuk membuka tautan pada Boks Temuan di jendela baru, gunakan klik kanan. [SEMUA]
dibuat dalam 0.06 detik
dipersembahkan oleh YLSA