Daftar Isi
BROWNING: GEREJA, ATAU JEMAAT

GEREJA, ATAU JEMAAT

GEREJA, ATAU JEMAAT [browning]

*persekutuan Kristen di dunia Yunani !!- Romawi abad pertama M. Ada banyak *persekutuan atau masyarakat keagamaan, namun umat Kristen mengambil alih kata *ekklesia dari *LXX, yang menunjukkan persekutuan umat Israel; namun tidak seperti kata *sinagoga, yang juga digunakan dalam LXX, ekklesia jelas bukan istilah Yahudi, kata ini merupakan kata biasa dalam bahasa Yunani klasik untuk suatu kumpulan orang yang berkumpul atas panggilan pembawa berita, dan memang digunakan dalam Kis. 19:32 untuk suatu persekutuan sekuler. Dengan demikian, ini merupakan kata benda yang tepat untuk digunakan pada suatu masyarakat yang di dalamnya termasuk pula banyak orang *bukan Yahudi. Namun, 'Gereja' tidak pernah digunakan untuk bangunan seperti sekarang ini, atau untuk suatu denominasi (mis. Gereja Methodist). Dalam Kisah Para Rasul kata ini kadang-kadang digunakan dalam bentuk tunggal untuk persekutuan Kristen lokal, namun dalam 9:31, kata ini menunjuk kepada seluruh jemaat yang kemudian begitu jauh meluas. Dalam Kis. 20:28 Paulus meminta para *tua-tua jemaat di *Efesus untuk 'menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri', yang mestinya benar-benar berarti lembaga yang lebih luas ketimbang persekutuan di Efesus. Hal ini menunjuk pada Gereja am, seperti dalam 1Kor. 16:19, di mana jemaat lokal yang berkumpul di sebuah rumah rupanya dianggap sebagai satu unit dari keseluruhan yang lebih besar. Dalam 1Kor. 12:28, Paulus menunjuk kepada mereka yang telah dipilih Allah dalam Gereja -- benar-benar Gereja am -- yaitu 'rasul-rasul, nabi-nabi, dan sebagainya'. Demikian pula dengan Ef. 1:22. Gereja am juga disebut dengan nama yang berbeda: 'Israel milik Allah' (Gal. 6:16), 'orang-orang bersunat' (Flp. 3:3), yang. menegaskan pengakuan bahwa Gereja adalah kelanjutan dan penyempurnaan umat pilihan dalam PL. Uraian lengkap mengenai ekklesia dalam PB terdapat di 1Ptr; 2:9: 'bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, kepunyaan Allah sendiri'. Oleh karena itu, kata Inggris 'church merupakan terjemahan yang tepat untuk ekklesia Kata tersebut, seperti kata Scotlandia kirk, dan kata Jerman Kirche (yang dibenci oleh Martin Luther dan yang lebih banyak digunakan untuk menyebut tempat-tempat keramat kafir dalam PL) berasal dari kata Yunani: kuriakos, 'milik Tuhan'. Kemungkinan kata Kirche dibawa oleh para pedagang yang naik ke Danube dan turun ke Rhine. Wyclif bertanggung jawab atas kata 'church', dan meskipun *Tyndale dan Cranmer menggantikannya dengan '*congregation', akhirnya kembali lagi ke 'church' dalam AV, mungkin karena versi Tyndale aneh untuk Kis. 8:1: There was a great persecution against the congregation which was at Jerusalem and they were all scattered, di mana ekklesia seharusnya menunjuk bukan hanya pada sekelompok orang Kristen yang berhimpun, sebagai perkumpulan, melainkan juga persekutuan yang melembaga, entah berkumpul atau tidak. Bangsa-bangsa Eropa Selatan memperoleh istilah mereka (eglise, dsb.) langsung dari bahasa Yunani (dan Latin ekklesia. Apakah Yesus bermaksud mendirikan Gereja, tetap diperdebatkan. Dikatakan, misalnya karena Yesus mengharapkan dunia akan berakhir dengan segera, Ia tidak dapat merenungkan sesuatu untuk jangka panjang, seperti mendirikan Gereja. Namun, hal ini dapat diperdebatkan. Markus mengakhiri pasal *apokalyptiknya (13:32) dengan peringatan bagi setiap orang Kristen yang menduga bahwa akhir zaman telah dekat: bahkan Yesus pun tidak mengetahui kapan akhir zaman akan datang. Memang, akhir zaman itu merupakan *penghakiman yang akan datang, namun Yesus berkata bahwa kuasa *keselamatan Allah akan dialami saat ini (Luk. 11:20); *Kerajaan Allah telah ada dalam genggaman para *murid (Luk. 17:20-21). Kerajaan Allah datang ketika kejahatan dibalas dengan *kasih dan *kemurahan hati, bukan dengan kebencian dan kekerasan, dan di atas semua itu, Kerajaan Allah datang dalam penderitaan dan *kematian Yesus. Yesus perlu menggunakan konsep yang telah ada dan memberinya isi baru. Ia berkata, Kerajaan Allah dinyatakan dalam kehidupan manusia, namun ada masa tenggang sebelum Kerajaan itu nadir secara penuh dan tanpa syarat. Dalam masa tenggang inilah Gereja harus bekerja, dan Yesus memberi perlengkapan kepada para murid. Istilah '*Anak Manusia' berasal dari Dan. 7, di mana ia mewakili 'orang-orang kudus', termasuk persekutuan. Namun, hal ini tidak mungkin menjadi pertanda berdirinya Gereja pada hari dan jam tertentu, misalnya setelah pengakuan Petrus. Lebih dari itu, Gereja tercipta oleh totalitas *hidup, kematian, dan *kebangkitan Yesus. Perkataan Yesus yang dilaporkan dalam Mat. 16:18 dan 18:17 merupakan satu-satunya penggunaan kata ekklesia dalam Injil, dan agaknya tidak mungkin merupakan kata Yesus yang autentik, karena kuasa yang dijanjikan kepada Petrus (16: 18) di situ, dalam kenyataannya tidak pernah dinikmatinya. Dalam Mat. 18:17, Gereja lokallah yang dimaksudkan -- dengan demikian, pada waktu penyusunan Injil Matius Gereja dilihat sebagai persekutuan am dengan manifestasi lokal. Penerimaan ke dalam jemaat adalah melalui *baptisan, namun ideal kekudusan masih jauh dari tercapai. Meskipun keanggotaan jemaat terbuka untuk semua orang, orang Yahudi dan orang *bukan Yahudi, budak dan orang-orang merdeka, kaya dan miskin, laki-laki dan perempuan, dalam praktiknya perbedaan sosial kadang-kadang masih berlangsung (1Kor. 11:21), seperti halnya kegemaran Yunani terhadap perkara hukum (1Kor. 6:1-11). Ajaran-ajaran palsu dan perilaku yang tidak layak mulai menelusup (1Yoh. 4:1-6; 1Tim. 4:1-5). Namun, bagaimanapun kualitas hidup persekutuan Kristen benar-benar menarik orang untuk bertobat, dan tampaknya orang-orang luar ikut hadir dalam ibadah (1Kor. 14:16), yang berisi nubuat dan pengajaran, nyanyian dan bacaan dari PL, serta perayaan *Ekaristi pada hari pertama tiap minggu (1Kor. 16:2). Dalam beberapa pertemuan Paulus meminta agar persembahan dikumpulkan untuk membantu jemaat Kristen Yerusalem yang miskin pada waktu bahaya kelaparan, karena telah menjual seluruh harta mereka (Kis. 4:34). Hal ini membuktikan pengutusan Paulus sebagai alai Allah untuk menyatukan orang-orang bukan Yahudi ke dalam Gereja-Nya dengan orang-orang Kristen Yahudi ('orang-orang kudus') di Yerusalem (2Kor. 9:1-5) sekaligus untuk menekan jemaat Yahudi agar mudah mengatasi keberatan-keberatan mereka terhadap misi Paulus bagi orang-orang bukan Yahudi.



TIP #21: Untuk mempelajari Sejarah/Latar Belakang kitab/pasal Alkitab, gunakan Boks Temuan pada Tampilan Alkitab. [SEMUA]
dibuat dalam 0.06 detik
dipersembahkan oleh YLSA