Daftar Isi
HAAG: Deutroyesaya

Deutroyesaya

Deutroyesaya [haag]

Deutroyesaya.

Bagian kedua dari Kitab Yesaya (: bab 40-66). Sejak akhir abad 18 dilakukan pada seorang nabi dari zaman pembuangan yang disebut ~D. Di kemudian harinya (1892) Duhm memperkecil batasannya pada bab 40-55. Sedangkan bab 56-66 diakukannya pada seorang --> Protoyesaya. Hampir di mana-mana pandangan thesisnya ini diterima.

  1. (I) CIRI-CIRI KHAS. Perbedaan antara Yesaya dan ~D kelihatan pada corak dan ajarannya.
    1. (1) Corak yang digunakan Yesaya itu penuh daya dan desakan. Sebaliknya ~D cenderung mengungkapkan hal-hal agung dengan ungkapan pleonasme dan kelimpahan. Sering kali kata-kata pokok diucapkan dua kali (: Mis.: "Hiburkanlah, hiburkanlah umatKu" Yes 40:1). Yahwe disebut sebagai "Yang menciptakan langit" (Yes 42:5 dll), "Yang membentuk bumi" (Yes 45:18), "Penebusmu yang Mahakudus, Allah Israel" (Yes 43:14 dll). Untuk Israel kita temukan formula "Hai, Israel, hambaKu, hai Yakub, yang telah kupilih (Yes 41:8 dbtl). Uraian dengan corak khas dan hampir tidak timbul pada Yesaya menunjukkan adanya pandangan cakrawala dunia dan sejarah keselamatan yang meluas sekali -- "Seluruh umat manusia" (Yes 40:5-6 dbtl), "pulau-pulau" (Yes 40:15 dbtl), "bumi dari ujung ke ujung" (Yes 40:28 dbtl). Sebaliknya pada ~D tidak ditemukan ungkapan-ungkapan yang pada Yesaya menjadi ungkapan khas, seperti "Raja, Tuhan semesta alam". Kecuali itu ungkapan bahasa Aram lebih banyak ditemukan pada ~D daripada di tempat Yesaya.
    2. (2) Soal ajarannya. Perbedaan antara Yesaya dan ~D itu mendalam sekali. Pandangan Yesaya terarah untuk mengagungkan Al Masih yang dinantikannya sebagai Daud yang kedua. Ia bakal memerintah dengan penuh kemuliaan. Ia akan dikuati dengan Rokh maupun kekuatan Yahwe. Pada ~D tidak dibicarakan sama sekali tentang seorang Mesias pribadi, kecuali dalam nyanyian Ebed (: abdi) Yahwe (Yes 4 2:1-4; 49:1-6; 50:4-9; 52:13-53:12) yang oleh kebanyakan eksegit dipandang sebagai sisipan dari waktu kemudian. Pribadi Mesias disini lebih mirip seorang nabi daripada seorang raja. Ia penuhi karya keselamatannya dengan ajaran dan penderitaannya. Nampaknya si penyair melihat Yeremia dalam pandangannya. ~D tidak lagi membicarakan soal kerajaan Daud.
  2. (II) WAKTU. Lingkup sejarah yang disoroti ~D itu lain dengan Yesaya. Pembuangan sudah tidak dinubuatkan lagi, sebab sudah berlangsung lama. Bahkan sudah mendekati waktu akhirnya (Yes 40:1-2). Kerusakan Yerusalem dan Kenisah merupakan peristiwa yang sudah terjadi. Sang Nabi memaklumkan pembangunannya kembali (Yes 44:26-28; 49:14-19; 52:9). Bagian naskah itu memuji keagungan dan kekuatan Koresy. Ujung-ujung bumi takut padanya (Yes 41:5,25; 45:1-5). Sang Nabi menghibur orang-orang sebangsanya dengan memaklumkan karya agung lainnya dari raja Koresy, yang terarahkan pada pembebasan mereka. Sang nabi terbiasa sekali dengan lingkup keadaan para buangan. Ia bicara tentang kelesuan, tentang kurangnya kepercayaan mereka (Yes 40:27 dbtl), tentang perbantahan mereka melawan rencana Tuhan (Yes 45:9-13). Ia mempersatukan dirinya ke dalam golongan mereka (: bentuk ungkapan "kita": Yes 42:24). Nampaknya ia mengenal Babel karena telah melihatnya dengan mata-kepala sendiri: Daerah itu dilintasi sungai-sungai (Yes 43:14; 44:27; 47:2), mempunyai kekayaan berlimpahan; para penghuninya mengadakan prosesi mewah dengan patung para dewa. Banyak pula para sarjana perbintangan maupun orang-orang majus (Yes 45:20; 47:1 dan seterusnya). Jadi nubuat yang dikumpulkan di (Yes 40:1-55: nampaknya dibuat di Babel antara tahun 550-538.
  3. (III) THEOLOGI. Pada pusat pewartaan ~D berdirilah rencana sejarah Yahwe, yang akan terpenuhi, meskipun berbeda dengan semua perhitungan manusiawi. Tujuannya adalah pembebasan bangsa, yang berpijak pada sebuah eksodus baru dan mendatangkan zaman keselamatan terakhir. Di dalam sastra PL ternyata, bahwa ~D merupakan tulisan pertama yang secara langsung mengembangkan ajaran monotheisme. Di samping itu buku ~D juga mengembangkan sebuah theologi yang benar tentang penciptaan. Tetapi theologi penciptaan itu disusun dari pandangan theologi sejarah: Mis.: kodrat Tuhan yang Esa dibuktikan di dalam ciptaan. Dari sendirinya kemahakuasaan Tuhan akan terbukti pula di dalam sejarah. Satu dan lain hal terjadi oleh kekuatan karya Sabda Yahwe (Yes 55:10-11). Di sini dan di dalam ajaran-ajaran theologis lainnya ~D menunjukkan suatu jalinan hubungan erat dengan --> berita penciptaan pada tradisi imamat yang hampir bersamaan waktunya.



TIP #12: Klik ikon untuk membuka halaman teks alkitab saja. [SEMUA]
dibuat dalam 0.03 detik
dipersembahkan oleh YLSA