Lihat definisi kata "Adam" dalam Studi Kata
: A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Adadah | Adah | Adaiah | Adalia | Adalya | Adam | Adama | Adamah | Adami | Adami-Nekeb | Adan
Daftar Isi
GAMBAR: Adam
GREEK: 76 Adam Adam
HEBREW: 120 Mda 'adam 121 Mda 'Adam 126 hmda 'Admah
BARCLAY: 76
HAAG: Adam
KECIL: Adam
TOKOH: Adam
BIOTOKOH PL: ADAM
LAMBANG: Adam
BROWNING: ADAM
ENSIKLOPEDIA: ADAM

Adam

Dalam versi-versi Alkitab:

Adam: BABA BIS ENDE FAYH KL1863 KL1870 LDKDR SBDR TB TL WBTCDR

Gambar

Adam: selebihnya..
Topik: Adam and Christ; Adam and Eve in Heaven; Adam and Seth, and the True Cross; Adam in Various Compositions; From Adam to Noah; Other Portraits of Adam; Portraits of Seth, Son of Adam; Various Subjects Connected to Adam
NETBible Maps:
Map4 G2
Map5 B2
Map7 E1
Map8 G4

Peta Google: Adam (32° 5´, 35° 33´); Adma (31° 7´, 35° 24´);
OpenBible: (Flickr/Panoramio) Adam

Yunani

Strongs #76: Adam Adam

Adam = "the red earth"

1) Adam, the first man, the parent of the whole human family

76 Adam ad-am'

of Hebrew origin (121); Adam, the first man; typically (of Jesus) man
(as his representative):-Adam.
see HEBREW for 0121

Ibrani

Strongs #0120: Mda 'adam

1) man, mankind
1a) man, human being
1b) man, mankind (much more frequently intended sense in OT)
1c) Adam, first man
1d) city in Jordan valley

120 'adam aw-dawm'

from 119; ruddy i.e. a human being (an individual or the
species, mankind, etc.):-X another, + hypocrite, + common
sort, X low, man (mean, of low degree), person.
see HEBREW for 0119

Strongs #0121: Mda 'Adam

Adam = "red"

1) first man
2) city in Jordan valley

121 'Adam aw-dawm'

the same as 120; Adam the name of the first man, also of a
place in Palestine:-Adam.
see HEBREW for 0120

Strongs #0126: hmda 'Admah

Admah = "red earth"

1) city in the Siddim valley

126 'Admah ad-maw'

contracted for 127; earthy; Admah, a place near the Dead
Sea:-Admah.
see HEBREW for 0127

[Barclay]

Strongs #76:

[maskulin] Adam

Adam [haag]

Adam. (Bhs. Ibr.: manusia).

Dalam bahasa Ibr., kata tersebut mengandung suatu pengertian kolektip. Kata ~A. diungkapkan sekitar 510 kali dalam PL. Tanpa kita perhatikan beberapa pengecualian, maka arti kata itu adalah manusia, yang dipakai bagi kedua belah jenis. Berarti, manusia pada umumnya (bdk. Kej 1:26-27). Melalui penyusunan --> cerita Firdaus, ~A. dipandang sebagai seorang laki-laki pada Kej 2-4. Pada (daftar keturunan) Kej 4:25-5:5, kata ~A. muncul sebagai nama pribadi manusia yang pertama. Hal ini cocok dengan kebiasaan Ibr., yang mau memberi bentuk --> eponim pada kelompok kolektip. Dari situ tidak mungkin, kalau kata itu dijadikan dasar biblis tentang ajaran monogenisme. Untuk bangsa-bangsa Timur Tengah purba, nama dijadikan pengganti pribadi orangnya dan menunjukkan hakikinya. Jadi, kesepakatan harafiah manusia (:Adam) dan (:Adamah) dalam kata itu, menunjukkan hubungan hakikinya, yang oleh Kitab Suci hendak dinyatakan: Bahwa, oleh asal-mula (Kej 2:7) dan kedudukannya (Kej 3:19,23) manusia itu tertuju pada tanah. Tanah itu dikerjakan olehnya dan menjadi lingkup hidupnya yang asli (Kej 2:5; 3:17; bdk. Kej 1:28 dan seterusnya).

Dalam Kitab-kitab PL yang lebih muda, apabila cerita tentang Firdaus telah memperoleh tempatnya seperti yang sekarang ini pada Kitab Kej., barulah ~A. dilukiskan sebagai pribadi (Mis.: /RAPC #Tob 8:6; Keb 10:1). Lebih jauh lagi ~A. dijadikan obyek mereka yang haus akan pengetahuan. Hal itu menjurus pada suatu deretan naskah-naskah apokrip yang mengarah pada suatu theologi khusus tentang ~A. di dalam kalangan para nabi. Theologi ini punya kecenderungan untuk membersihkan ~A. di dalam cerita perihal dosa pertama dengan menyalahkan Hawa.

Di dalam PB itu ~A. terlebih-lebih ditemukan pada ajaran Paulus tentang universalitas rakhmat (Rom 5:12-21) dan tentang kebangkitan (1Kor 15:21 dan seterusnya; 1Kor 45-49). Di dalam tipologi ~A. -- Kristus, Paulus mengambil elemen-elemen dari theologi para nabi, yang berada dalam garis PL. Di dalam visiun kenabian perihal hari-depan keselamatan sebagai pembaharuan kerajaan Daud maupun sebagai suatu pembebasan kedua dari Mesir, maka Mesias itu telah memiliki sifat-sifat seorang Daud yang baru maupun seorang Musa yang baru. Dengan demikian dalam seorang Adam yang baru telah terkandung sebuah harapan tentang suatu penciptaan baru maupun suatu perjalanan kembali pada zaman firdausi.

Adam [kecil]

KS.- [PL] Kej 3:20-21; 4:1,25; 5:1-5
[PB] Rom 5:12-21; 1Kor 15:22,45-49; 1Tim 2:13,14

Adam [tokoh]

Adam

  1. Kematiannya (Kej 5:5; Rom 5:12-21; 1Kor 15:22).
  2. Kota (Yos 3:16).

ADAM [biotokoh pl]

Arti nama:DIAMBIL DARI TANAH
AyahAllah - Kejadian 1:27, 2:7
IbuAllah - Kejadian 1:27, 2:7
IstriHawa - Kejadian 2:21
Anak laki-lakiKain, Habil, Set dan banyak lagi - Kejadian 4:1-2, 25; 5:4
Anak perempuanBeberapa tak disebut - Kejadian 5:4
Disebut pertamaKejadian 2:19
Namanya disebut30 kali
Kitab yang menyebut9 buku : Kejadian, Ulangan, 1 Tawarikh, Ayub, Lukas, Roma, 1 Korintus, 1 Timotius, Yudas.
PekerjaanBerladang - Kejadian 3:17-19, 23
Tempat kelahiranDi dalam Taman Eden - Kejadian 2:7-8
Tempat kematianDi luar Taman Eden - Kejadian 3:23-24
Terakhir disebutYudas 1:14
Fakta pentingIA MANUSIA PERTAMA DI DUNIA (KEJADIAN 1:27; 2:27).

Adam [lambang]

TIPE Kristus. Adam bukan sekadar seorang pribadi, tapi manusia pertama dan mewakili (representasi) segenap umat manusia. Ketika Adam berdosa, kita semua terhisab menjadi berdosa "di dalam" dia. Juga, sebagai manusia, kita mewarisi sifat dasar Adam dan maut yang merupakan hukuman atas ketidaktaatan Adam (bnd Kej 2:17). Yesus Kristus adalah kepala dan mewakili segenap manusia baru - yakni mereka yang berada "di dalam Dia" oleh iman. Di dalam Kristus, orang percaya dibenarkan di hadapan Allah. Lagi pula, Yesus adalah "yang sulung di antara banyak saudara" (Rm 8:29). Melalui Dia, setiap orang percaya memperoleh hakikat baru dan kudus serta kebangkitan tubuh pada waktu kedatangan-Nya yang kedua kali. Rm 5:12, 14, 18; 1 Kor 15:22, 45.

ADAM [browning]

Kata Ibrani untuk 'laki-laki', dan menurut PL, merupakan orang pertama dari jenis ini. Dalam Kitab Kejadian ada dua pemberitaan mengenai *penciptaan. Dalam pemberitaan pertama (Kej. 1:1-2:4a, *P), laki-laki dan perempuan diciptakan menurut *gambar atau citra Allah, yang berarti bahwa manusia (Adam dalam bahasa Ibrani merupakan kata benda kolektif, yang berarti 'umat manusia') memiliki tanggung jawab di hadapan Allah, tidak seperti binatang. Laki-laki dan perempuan diciptakan bersama-sama (1:27) dan saling melengkapi. Masing-masing memiliki kebebasan untuk taat atau tidak taat terhadap kehendak Allah. Dalam cerita kedua (2:4b-25, *Y), 'Adam' adalah nama diri dan ia dianggap sebagai kepala (yang pertama) dari segala ciptaan, dengan cara menempatkannya pada urutan pertama. Perempuan diciptakan kemudian, karena laki-laki tidaklah lengkap tanpa dia. Di Taman *Eden semua hidup damai, hingga Adam dan *Hawa melanggar perintah Allah. Kemudian mereka mulai menderita sakit, harus bekerja membanting tulang, dan mati. Hubungan sejati dengan Allah menjadi rusak. Mitos Kej. 3 dikenal sebagai *Kejatuhan ke dalam dosa. Dalam PB Adam dan Hawa dianggap sebagai pribadi-pribadi historis, dan oleh Lukas (Luk 3:38) *silsilah Yesus dirunut kembali kepada Adam. Paulus mempertentangkan Adam pertama dalam Kejadian, yang tidak taat, dengan 'Adam terakhir', Kristus, yang taat. Semua manusia yang berada dalam solidaritas dengan Adam adalah jahat dan berdosa; tetapi melalui *iman kepada Kristus mereka memperoleh hidup, anugerah dan pengharapan akan *kebangkitan (1Kor. 15:21-22). Dalam pandangan Paulus, pengalaman universal manusia mengenai hidup baru hanya dimungkinkan oleh peristiwa yang terakhir, yaitu kehidupan, kematian dan kebangkitan Yesus.

ADAM [ensiklopedia]

I. Dalam PL

Manusia pertama, diciptakan (bara', Kej 1:27) oleh Allah menurut gambar Allah (tselem), pada hari keenam. Allah membentuk manusia itu (seperti tukang periuk belanga membentuk, yatsar, Kej 2:7) dari debu tanah ('adama), dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya (nisymat khayyim). Hasilnya ialah bahwa 'manusia itu', menjadi makhluk hidup (nefesy khayya). Mitos Sumeria dan Babilonia mengenai penciptaan manusia cukup terkenal, tapi dibandingkan dengan cerita penciptaan dalam Alkitab, ternyata mitos itu adalah mentah dan bersifat politeistis.

a. Etimologi

Nama Adam ('adam), disamping sebagai nama diri, juga mengandung arti 'manusia', suatu pengertian yg muncul dalam PL kr 500 kali, justru bila kata benda ini muncul dengan kata sandang positif (ha'adam) baiklah diterjemahkan sebagai nama benda biasa ketimbang sebuah nama. Kata 'adm juga dikenal dalam bh Ugarit dengan arti 'manusia'. Cerita penciptaan Kej 1 dan 2 menggunakan kata sandang 'adam pada segala peristiwa, kecuali dalam tiga hal: 1:26 dimana jelas 'manusia' pada umumnyalah yg dimaksud; 2:5, dimana 'seorang' (atau 'bukan orang') jelas pengertian yg paling alamiah; dan 2:20, penggunaan istilah sebagai nama orang yg pertama kali diizinkan oleh naskah. Alkitab bh Indonesia tidak memakai nama orang 'Adam' sebelum 4:25. Walaupun telah diusahakan untuk menentukan etimologi dari nama itu, namun belum terdapat kesepakatan, dan fakta bahwa bahasa asli manusia bukanlah bh Ibrani, membuat teori-teori itu bersifat akademis. Kendati demikian, jelas bahwa penggunaan kata 'adama, 'tanah', sengaja ditempatkan sejajar dengan nama 'adam dalam Kej 2:7, suatu kesimpulan yg diperkuat oleh Kej 3:19.

b. Keadaan Adam pada mulanya

Adam dibedakan dari binatang-binatang. Tapi pembedaan ini bukan karena nama tambahan nefesy dan ruakh yg terkait dengannya, sebab kedua istilah ini kadang-kadang juga digunakan untuk binatang-binatang, melainkan karena ia diciptakan menurut gambar Allah, diberi kuasa atas segala binatang, dan mungkin juga karena Allah sendiri menghembuskan nafas hidup (nesyama) ke dalam hidungnya. Allah membuat taman untuk Adam di Eden (Kej 2:8-14) dan menempatkannya di taman itu untuk 'mengusahakan' taman itu dan memeliharanya.

Kata 'mengusahakan' (`avad) ialah yg biasa dipakai untuk bekerja (mis Kel 20:9), jadi Adam bukan untuk menganggur. Besar kemungkinan makanannya adalah buah-buahan dari berbagai pohon (Kej 2:9, 16), buah-buahan dan biji-bijian dari jenis semak-semak (siakh) dan gandum dari jenis rumput-rumputan ('esev, Kej 2:5). Lalu Allah membawa segala binatang dan burung kepada Adam agar ia memberi nama kepada mereka, dan agaknya ia berusaha mengenali sifat-sifat dan kemampuan-kemampuan semua binatang itu (Kej 2:19, 20). Ada kemungkinan bahwa beberapa gambaran samar-samar mengenai ini muncul dalam naskah kesusastraan Sumeria, yg menggambarkan bagaimana 'dewa' Enki mengatur dunia, antara lain menempatkan binatang-binatang di bawah pengawasan dua 'dewa' yg lebih rendah derajatnya.

c. Jatuh dalam dosa

Allah berfirman, 'Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja' (Kej 2:18), maka diciptakan-Nya-lah seorang perempuan (2:22), untuk menjadi penolong baginya. Atas tipu daya ular, perempuan itu membujuk Adam untuk memakan buah dari pohon yg telah ditentukan Allah tidak boleh mereka sentuh (Kej 3:1-7), dan sebagai akibatnya Adam dan perempuan itu diusir dari taman Eden (Kej 3:23, 24). Adalah jelas bahwa sampai saat itu Adam berhubungan langsung dengan Allah. Ketika Adam dan perempuan itu mengetahui bahwa mereka telanjang, mereka mengambil daun pohon ara lalu menyematnya menjadi cawat (khagora, Kej 3:7), sekedar bukti keterampilan sederhana dalam menjahit. Adam dihukum dengan diusirnya mereka dari taman Eden dan takluk kepada nasibnya bersusah payah dan dengan peluh mencari rezekinya seumur hidupnya, sebab tanah ('adama) ke mana ia akan kembali bila ia mati, telah terkutuk dan akan menumbuhkan belukar berduri dan onak. Ia akan tetap mengusahakan tanah, kendati pekerjaan itu sekarang lebih berat dibandingkan sebelumnya (Kej 3:17-19, 23).

Pernah diadakan perbandingan antara episode-episode ini dan mitos Akadia, yakni mitos mengenai Adapa yg berbuat kesalahan menolak air dan roti kehidupan, dan dengan demikian meniadakan keabadian demi manusia; tapi hubungan antara keduanya adalah jauh. Allah menyediakan pakaian dari kulit binatang bagi kedua orang ini (Kej 3:21), yg berarti bahwa kini mereka membutuhkan perlindungan terhadap tumbuh-tumbuhan yg mungkin menyakiti dan udara dingin.

Adam mempunyai dua putra, Kain dan Habel. Tapi karena Kain membunuh Habel, maka ia mempunyai putra lagi Set, sebagai ganti Habel (Kej 4:25) dan untuk melanjutkan garis keturunan. Adam berumur 130 thn (LXX 230 thn) ketika Set lahir dan ia hidup 800 thn lagi (LXX 700 thn) sesudah kelahiran Set, jadi ia mencapai umur 930 thn (Kej 5:2-5 sesuai dgn LXX dan Pentateukh Samaria, acuan terakhir sesuai dgn MT ttg ketiga tokoh itu, *SILSILAH). Sebagai perbandingan, perlu diperhatikan bahwa raja pertama sebelum Air Bah zaman Nuh, yg bernama Alulim, dalam daftar raja Sumeria dicatat memerintah selama 28,800 thn (naskah lain menyebut 67,200), dan rekannya bernama Aloros, dalam Berossos Babyloniaka dikatakan memerintah 36,000 thn. Diduga Adam mempunyai anak-anak lain di Samping ketiga orang yg khusus disebut dalam Kej. Masa kehidupan Adam dan daerah yg tepat di mana ia hidup, masih diteliti.

KEPUSTAKAAN. KB3 1, hlm 14; C Westermann, Biblischer Kommentar AT, I/1, 1976; C. H Gordon, Ugaritic Manual, 1955,III, hlm 233; bnd J Gray, The Legacy of Canaan,1957, hlm 118; S Landersdorfer, Sumerisches Sprachgut im Alten Testament, 1916, hlm 59, 60, untuk teori-teori terdahulu; untuk penciptaan manusia, lih A Heidel, The Babylonian Genesis2, 1951, hlm 46, 47, 66-72, 118-126; W. G Lambert dan A. R Millard, Atrahasis. The Babylonian Story of the Flood, 1969, hlm 8-9, 15, 54-65; S. N Kramer, 'Sumerian Literature and the Bible', Analecta Biblica, 12, 1959, hlm 191, 192; untuk Enki dan ketertiban dunia, lih History Begins at Sumer, 1958, hlm 145-147; untuk Adapa, lih Heidel, Genesis, hlm 147-153; E. A Speiser dalam ANET, hlm 101-103; untuk daftar raja, lih T Jacobsen, The Sumerian King List, 1939, hlm 70, 71, A. L Oppenheim dalam ANET, hlm 265. TCM/WBS

II. Dalam PB

Nama Adam muncul 9 kali, 8 kali mengacu kepada manusia pertama (Luk 3:38; Rm 5:14 (2); 1 Kor 15:22,45; 1 Tim 2:13, 14; Yud 14) dan satu kali mengacu kepada Kristus (1 Kor 15:45). Namun, dalam beberapa kejadian, ada acuan kepada Adam, manusia pertama itu, kendati tidak disebut (Mat 19:4-8; Mrk 10:6-8; Rm 5:12, 15, 16, 17 (2), 19). Beberapa kesimpulan diambil berdasarkan petunjuk-petunjuk berikut.

a. Adam digambarkan sebagai manusia pertama (1 Kor 15:45, 47). Asalnya yg unik tanpa bapak atau ibu diperkenalkan guna menarik perhatian kepada fakta, bahwa apabila semua orang lain pada genealogi manusia dikatakan adalah anak atau keturunan dari nenek moyang dalam setiap garis ihwal terkait, maka Adam dikatakan adalah anak Allah (Luk 3:38). Adam tidak datang melalui keturunan manusia.

b. Adam memulai dan mengembangkan hubungan unik bagi keturunan manusia. Hal itu dapat dipadankan dengan hubungan Kristus sebagai Adam akhir dengan orang-orang yg sudah ditebus. Pada kedua hubungan yg unik inilah didasarkan sejarah perjalanan keturunan umat manusia (1 Kor 15:45-49; Rm 5:12-19). Tidak ada orang satu pun sebelum Adam, karena dialah orang pertama. Tidak ada Adam satu pun antara Adam dan Kristus, karena Kristus adalah Manusia kedua. Tidak ada Adam satu pun sesudah Kristus, karena Ia adalah Adam akhir. Karena itu, Adam adalah gambaran dari Dia yg akan datang, yakni Kristus.

c. Oleh Adam dosa dan maut masuk ke dalam dunia. Ungkapan yg terus terang mengenai 'pelanggaran Adam' dalam Rm 5:14, membuat jelas bahwa 'satu orang' yg disebut dalam Rm 5:12 adalah Adam, dan yg disebut dosa di situ adalah dosanya yg pertama.

d. Dalam Adam, semua orang berdosa dan mati. Karena ketidaktaatan Adam seorang, maka semua orang menjadi orang berdosa (Rm 5:19), melalui penghakiman atas pelanggaran yg satu itu, hukuman tertimpa atas segenap umat manusia (Rm 5:16, 18) dan maut berkuasa atas segenap umat manusia (Rm 5:15, 17; 1 Kor 15:22).

e. Persekutuan dan keterhisaban dengan Adam dalam dosanya, hukumannya dan kematiannya adalah pola persekutuan dengan Kristus oleh dan melalui mana orang-orang percaya terhisab beroleh keadilan, pembenaran dan hidup (Rm 5:15-19; 1 Kor 15:22,45,49). Dalam hukum yg dibuat Allah, solidaritas keterhisaban dengan Adam meletakkan dasar bagi kasih karunia yg berlimpah-limpah berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yg kekal (Rm 5:21).

f. PB menguatkan kesejatian nilai historis dari pernyataan-pernyataan yg tercantum dalam bab-bab permulaan Kej yg berkenaan dengan Adam. Dalam 1 Kor 15:45, 47 disajikan hunjukan kepada Kej 2:7, dalam Yud 14 kepada Kej 5:3-18 (bnd 1 Taw 1:1-3), dalam 1 Tim 2:13 kepada Kej 2:20-23, dalam 1 Tim 2:14 kepada Kej 1-6, 13, dalam Mat 19:4; Mrk 10:6 kepada Kej 1:27, dalam Mat 19:5, 6; Mrk 10:7, 8 (bnd Ef 5:31) kepada Kej 2:24, dan dalam Rm 5:12-19; 1 Kor 15:22 kepada Kej 2:17; 3:19. Hunjukan yg sifatnya mengurai dan meresapi ini, kadang-kadang berterus terang dan kadang-kadang secara halus menunjukkan betapa PB membenarkan kesejatian nilai historic dari Adam dan kejadian-kejadian mengenai dirinya, juga membenarkan keaslian catatan resmi yg disajikan oleh bab-bab permulaan Kitab Kej. Karena itu tidaklah mungkin mempertahankan doktrin yg diajarkan Tuhan Yesus dan para rasul berdasarkan kebenaran fakta-fakta historis ini, tapi sekaligus mengingkari bahwa kejadian-kejadian itu sendiri mempunyai nilai sejarah yg sejati. Justru tidak dapat dipisahkan ajaran tentang iman dan praktik, dari kejadian dalam sejarah dengan mana ajaran itu terpaut, sehingga makna doktrin dan praktiknya dapat diyakini, kendati sifat historis dari kejadian-kejadian itu tidak. Di sinilah letak pentingnya kesaksian PB menghormati Adam. JM/WBS

[+] Bhs. Inggris

Lihat definisi kata "Adam" dalam Studi Kata



TIP #23: Gunakan Studi Kamus dengan menggunakan indeks kata atau kotak pencarian. [SEMUA]
dibuat dalam 0.12 detik
dipersembahkan oleh YLSA