kecilkan semua  

Teks -- Roma 8:13 (TB)

Tampilkan Strong
Konteks
8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
Paralel   Ref. Silang (TSK)   Ref. Silang (FULL)   ITL  

Nama Orang, Nama Tempat, Topik/Tema Kamus

Topik/Tema Kamus: Mati, Kematian Kekal | Sangkal, Penyangkalan Diri | Kasih Sayang Atau Cinta Kasih | Hidup Rohani | Roh Kudus | Dosa | Roma, Surat | selebihnya
Daftar Isi

Catatan Kata/Frasa
Full Life , Jerusalem , Ref. Silang FULL

Catatan Kata/Frasa
Hagelberg , Wycliffe

Catatan Rentang Ayat
Matthew Henry , SH , Topik Teologia

kecilkan semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per frasa)

Full Life: Rm 8:5-14 - HIDUP MENURUT DAGING ... MENURUT ROH. Nas : Rom 8:5-14 Paulus menguraikan dua golongan orang: mereka yang hidup menurut daging (tabiat berdosa) dan mereka yang hidup menurut Roh. 1...

Nas : Rom 8:5-14

Paulus menguraikan dua golongan orang: mereka yang hidup menurut daging (tabiat berdosa) dan mereka yang hidup menurut Roh.

  1. 1) Hidup "menurut daging" berarti mengingini, menyenangi, memperhatikan, dan memuaskan keinginan tabiat manusia berdosa. Ini meliputi bukan saja kedursilaan seksual, perzinaan, kebencian, kepentingan diri sendiri, kemarahan, dan sebagainya (lih. Gal 5:19-21), tetapi juga percabulan, pornografi, obat bius, kesenangan mental dan emosional dari adegan seksual dalam sandiwara, buku, TV atau bioskop, dan sejenisnya

    (lihat art. PERBUATAN-PERBUATAN DOSA DAN BUAH ROH).

  2. 2) Hidup "menurut Roh" ialah mencari dan tunduk kepada pimpinan dan kemampuan Roh Kudus dan memusatkan pikiran pada hal-hal dari Allah

    (lihat art. PERBUATAN-PERBUATAN DOSA DAN BUAH ROH).

  3. 3) Mustahil untuk mengikuti hukum daging dan pimpinan Roh pada saat yang bersamaan (ayat Rom 8:7-8; Gal 5:17-18). Jikalau seorang gagal melawan keinginan dosa dengan pertolongan Roh dan sebaliknya hidup menurut hukum daging (ayat Rom 8:13), dia menjadi seteru Allah (ayat Rom 8:7; Yak 4:4) dan dapat menantikan kematian rohani yang kekal (ayat Rom 8:13). Mereka yang terutama mengasihi dan memperhatikan hal-hal dari Allah dalam hidup ini dapat mengharapkan hidup kekal dan hubungan dengan Allah (ayat Rom 8:10-11,15-16).

Full Life: Rm 8:13 - MEMATIKAN PERBUATAN-PERBUATAN TUBUHMU. Nas : Rom 8:13 Paulus menekankan perlunya peperangan terus-menerus terhadap segala yang akan membatasi karya Allah di dalam hidup kita (bd. Rom 6:1...

Nas : Rom 8:13

Paulus menekankan perlunya peperangan terus-menerus terhadap segala yang akan membatasi karya Allah di dalam hidup kita (bd. Rom 6:11-19), karena dosa senantiasa berusaha untuk berkuasa atas kita.

  1. 1) Pertempuran rohani ini, sekalipun diarahkan kepada Iblis dan bala kekuatannya (Ef 6:12), terutama terarah kepada hawa nafsu dan keinginan "tabiat berdosa" (Gal 5:16-21; Yak 4:1; 1Pet 2:11). Sebagai orang percaya, kita harus senantiasa memutuskan apakah kita akan menyerah kepada keinginan dosa atau kepada tuntutan tabiat ilahi yang dalamnya kita ikut ambil bagian (Gal 5:16,18; 2Pet 1:4).
  2. 2) Akibat kegagalan untuk mematikan perbuatan-perbuatan tubuh ialah kematian rohani (ayat Rom 8:6,13) dan hilangnya warisan dalam kerajaan Allah (Gal 5:19-21). Perkataan "kamu akan mati" berarti bahwa orang Kristen dapat berpindah dari kehidupan rohani kembali ke kematian rohani. Demikian, hidup Allah yang diterima pada saat lahir baru (Yoh 3:3-6) dapat dipadamkan di dalam jiwa orang percaya yang menolak untuk mematikan oleh Roh perbuatan-perbuatan buruk tubuh.

Full Life: Rm 8:13-14 - SEMUA ORANG ... ADALAH ANAK ALLAH. Nas : Rom 8:13,14 Di sini Paulus memberikan dasar bagi kepastian keselamatan. Jikalau seorang terus-menerus mematikan perbuatan-perbuatan buruk tub...

Nas : Rom 8:13,14

Di sini Paulus memberikan dasar bagi kepastian keselamatan. Jikalau seorang terus-menerus mematikan perbuatan-perbuatan buruk tubuh, maka dia sedang dipimpin oleh Roh. Mereka yang dipimpin oleh Roh adalah anak-anak Allah.

Jerusalem: Rm 5:1--11:36 - -- Pokok yang diuraikan dalam bagian kedua Roma dapat disebutkan sebagai: pembenaran sebagai jaminan keselamatan orang Kristen yang sudah dibenarkan, bdk...

Pokok yang diuraikan dalam bagian kedua Roma dapat disebutkan sebagai: pembenaran sebagai jaminan keselamatan orang Kristen yang sudah dibenarkan, bdk Rom 1-4, mendapat dalam kasih Allah dan karunia Roh Kudus suatu jaminan keselamatan. Pokok ini diuraikan dalam Rom 5:1-11 dan diuraikan kembali dalam bab 8, sedangkan dalam Rom 5:12-7:25 diperlawankan dengan kebalikannya (dosa, maut, hukum Taurat).

Ref. Silang FULL: Rm 8:13 - akan mati // perbuatan-perbuatan tubuhmu // akan hidup · akan mati: Rom 6:23; Rom 6:23 · perbuatan-perbuatan tubuhmu: Rom 6:2; Rom 6:2 · akan hidup: Rom 8:6; Gal 6:8

· akan mati: Rom 6:23; [Lihat FULL. Rom 6:23]

· perbuatan-perbuatan tubuhmu: Rom 6:2; [Lihat FULL. Rom 6:2]

· akan hidup: Rom 8:6; Gal 6:8

kecilkan semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per Ayat)

Hagelberg: Rm 8:13 - -- 8:13 (Karena jika kalian hidup menurut daging, kalian akan mati; tetapi jika oleh Roh kalian mematikan perbuatan-perbuatan tubuh, kalian akan hidup.)...

8:13 (Karena jika kalian hidup menurut daging, kalian akan mati; tetapi jika oleh Roh kalian mematikan perbuatan-perbuatan tubuh, kalian akan hidup.)

Pengalaman hidup Paulus yang diceriterakan dalam pasal 7 bukan merupakan kehidupan yang sesungguhnya. Lebih baik pengalaman itu disebut "kematian". Agustinus berkata, "Dulu kehidupanku demikian- apakah itu kehidupan?"477 Paulus setuju dengan sikap Agustinus. Orang percayapun yang hidup menurut daging dapat digambarkan sebagai orang yang sedang meninggal. Dapat dikatakan bahwa ayat ini adalah penjelasan dari apa yang sudah dikatakan dalam pasal 8:6.

Dari segi struktur, kesejajaran ayat ini mengejutkan. Dalam 8:13b kita mengira pasti dikatakan, "Tetapi jika kalian hidup menurut Roh, kalian akan hidup." Dia tidak mengatakan itu. Dia mengatakan, jika oleh Roh kalian mematikan perbuatan-perbuatan tubuh, kalian akan hidup. Jadi, dia berkata bahwa justru mematikan perbuatan-perbuatan tubuh menghasilkan hidup bagi kita! Istilah kalian akan hidup menunjuk langsung kepada tema Surat Roma dalam pasal 1:17 "orang yang benar karena iman akan hidup."

Pasal 7 menceriterakan keadaan kita tanpa pertolongan dari Roh, tetapi sekarang Paulus menjelaskan bahwa dengan pertolongan dari Roh Allah, kita dapat memilih dan melakukan apa yang baik. Pilihan yang kita hadapi adalah suatu pilihan yang sesungguhnya, dan kita mengerti bahwa belum tentu semua orang yang lahir baru akan memilih yang benar sehingga mereka ikut berkembang secara rohani dan mematikan perbuatan-perbuatan tubuh. Tidakkah ini sesuai dengan pengalaman kita? Banyak yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi tidak banyak yang menyerahkan dirinya secara total kepada Dia. Banyak orang hidup di dalam Roma pasal 7, dan belum mengalami kemenangan yang diceritakan dalam pasal 8.

Hodges478 mengkaitan "vonis" yang sudah dijatuhkan atas dosa ("Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging") dalam pasal 8:3 dengan pelaksananan vonis itu oleh kita (oleh Roh kalian mematikan perbuatan-perbuatan tubuh).

Nygren479 menceriterakan bagaimana Surat Roma menganggap Maut sebagai seorang penguasa yang dipecat, yang mau melangkah sebagai penguasa yang masih bertakhta dan masih memberi perintah kepada kita. Kita tidak usah mentaati dia. Baik gambaran "vonis" maupun "penguasa" mempunyai akar dalam teologia Surat Roma.

Dalam Roma 1:5 Paulus menyebut jabatan rasul yang diberikan kepadanya "untuk menuntun semua bangsa pada ketaatan iman demi kepentingan namaNya." Apa yang disebut dalam pasal 8:13, yaitu bahwa kalau kita mau sungguh hidup maka kita harus mematikan perbuatan-perbuatan tubuh oleh Roh Allah, adalah "ketaatan iman" yang disebut dalam pasal 1:5.

Pasal 8:1-13 dapat diberi judul, "Jalan Kemenangan adalah melalui Roh Allah", dan pasal 8:14-29 diberi judul "Pada Jalan Kemenangan tersebut Kita Mengalami Pimpinan Roh, Status sebagai Anak yang Sah, Status sebagai Ahli Waris Kristus, Penderitaan dengan Kristus, dan Kemuliaan dengan Kristus".

Hagelberg: Rm 8:1-13 - -- a. Melalui Roh Allah Kita Dapat Mengenal Kristus dan Kuasa KebangkitanNya, Sehingga Kita Bebas 8:1-8:13 Dalam bagian ini Paulus menjelaskan bahwa Ro...

a. Melalui Roh Allah Kita Dapat Mengenal Kristus dan Kuasa KebangkitanNya, Sehingga Kita Bebas 8:1-8:13

Dalam bagian ini Paulus menjelaskan bahwa Roh Allah siap membebaskan kita dari siklus dosa dan murka yang diceriterakan dalam pasal 1, dan dari kuasa Dosa dan tubuh kita yang "mati". Dengan memperoleh "orientasi Roh" dari Roh Allah, atau dengan ditolong untuk merenungkan kemuliaan Allah, kita menjadi bebas. Di sini Paulus menguraikan bagaimana kita dapat "mengenal Kristus dan kuasa kebangkitanNya" (seperti Filipi 3:10).

Hagelberg: Rm 8:13 - -- 8:13 (Karena jika kalian hidup menurut daging, kalian akan mati; tetapi jika oleh Roh kalian mematikan perbuatan-perbuatan tubuh, kalian akan hidup.)...

8:13 (Karena jika kalian hidup menurut daging, kalian akan mati; tetapi jika oleh Roh kalian mematikan perbuatan-perbuatan tubuh, kalian akan hidup.)

Pengalaman hidup Paulus yang diceriterakan dalam pasal 7 bukan merupakan kehidupan yang sesungguhnya. Lebih baik pengalaman itu disebut "kematian". Agustinus berkata, "Dulu kehidupanku demikian- apakah itu kehidupan?"477 Paulus setuju dengan sikap Agustinus. Orang percayapun yang hidup menurut daging dapat digambarkan sebagai orang yang sedang meninggal. Dapat dikatakan bahwa ayat ini adalah penjelasan dari apa yang sudah dikatakan dalam pasal 8:6.

Dari segi struktur, kesejajaran ayat ini mengejutkan. Dalam 8:13b kita mengira pasti dikatakan, "Tetapi jika kalian hidup menurut Roh, kalian akan hidup." Dia tidak mengatakan itu. Dia mengatakan, jika oleh Roh kalian mematikan perbuatan-perbuatan tubuh, kalian akan hidup. Jadi, dia berkata bahwa justru mematikan perbuatan-perbuatan tubuh menghasilkan hidup bagi kita! Istilah kalian akan hidup menunjuk langsung kepada tema Surat Roma dalam pasal 1:17 "orang yang benar karena iman akan hidup."

Pasal 7 menceriterakan keadaan kita tanpa pertolongan dari Roh, tetapi sekarang Paulus menjelaskan bahwa dengan pertolongan dari Roh Allah, kita dapat memilih dan melakukan apa yang baik. Pilihan yang kita hadapi adalah suatu pilihan yang sesungguhnya, dan kita mengerti bahwa belum tentu semua orang yang lahir baru akan memilih yang benar sehingga mereka ikut berkembang secara rohani dan mematikan perbuatan-perbuatan tubuh. Tidakkah ini sesuai dengan pengalaman kita? Banyak yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi tidak banyak yang menyerahkan dirinya secara total kepada Dia. Banyak orang hidup di dalam Roma pasal 7, dan belum mengalami kemenangan yang diceritakan dalam pasal 8.

Hodges478 mengkaitan "vonis" yang sudah dijatuhkan atas dosa ("Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging") dalam pasal 8:3 dengan pelaksananan vonis itu oleh kita (oleh Roh kalian mematikan perbuatan-perbuatan tubuh).

Nygren479 menceriterakan bagaimana Surat Roma menganggap Maut sebagai seorang penguasa yang dipecat, yang mau melangkah sebagai penguasa yang masih bertakhta dan masih memberi perintah kepada kita. Kita tidak usah mentaati dia. Baik gambaran "vonis" maupun "penguasa" mempunyai akar dalam teologia Surat Roma.

Dalam Roma 1:5 Paulus menyebut jabatan rasul yang diberikan kepadanya "untuk menuntun semua bangsa pada ketaatan iman demi kepentingan namaNya." Apa yang disebut dalam pasal 8:13, yaitu bahwa kalau kita mau sungguh hidup maka kita harus mematikan perbuatan-perbuatan tubuh oleh Roh Allah, adalah "ketaatan iman" yang disebut dalam pasal 1:5.

Pasal 8:1-13 dapat diberi judul, "Jalan Kemenangan adalah melalui Roh Allah", dan pasal 8:14-29 diberi judul "Pada Jalan Kemenangan tersebut Kita Mengalami Pimpinan Roh, Status sebagai Anak yang Sah, Status sebagai Ahli Waris Kristus, Penderitaan dengan Kristus, dan Kemuliaan dengan Kristus".

Hagelberg: Rm 8:1-39 - -- 4. Dia akan Hidup Bebas dari Maut 8:1-8:39 Maut tidak harus menakutkan kita lagi, karena kalau Roh Allah menghidupkan kita, mala Maut serta segala p...

4. Dia akan Hidup Bebas dari Maut 8:1-8:39

Maut tidak harus menakutkan kita lagi, karena kalau Roh Allah menghidupkan kita, mala Maut serta segala penderitaan dapat dimengerti sebagai alat Allah untuk menjadikan kita serupa dengan Raja kira yang akan datang.

Dalam pasal 8 Paulus mencapai puncak bagian ini, di mana dia menyatakan bahwa orang yang telah dibenarkan karena iman dapat sungguh hidup. Dia dapat sungguh hidup bebas dari Murka, bebas dari Dosa, bebas dari Hukum Taurat, dan akhirnya bebas dari Maut. Sebenarnya masalah Maut ada di latar belakang pasal 5-7. Nygren441 mengamati bahwa dalam pasal 5 diskusi mengenai pembebasan dari Murka melebar menjadi penjelasan mengenai aiwn/aion Maut dan aiwn/aion Hidup. Demikian juga dalam pasal 6 Paulus berkata bahwa "dosa memimpin kamu kepada kematian" (6:16).442 Sebagai puncak bagi pasal 7 Paulus berseru, "Siapa akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?" Memang maut melatarbelakangi diskusi Paulus mengenai pembebasan kita untuk sungguh hidup. Apa yang ada di latar belakang dalam pasal 5-7 muncul sebagai pokok diskusi dalam pasal 8. Nygren443 mengingatkan kita bahwa bagi Rasul Paulus Maut bukan merupakan peristiwa yang mengakhiri hidup kita, tetapi maut merupakan suatu kuasa yang menguasai aiwn/aion lama secara mutlak, sejak Kejadian 2:17 ("...pada hari engkau memakannya, pasti engkau mati") digenapi di Taman Eden.

Sama seperti Murka, Dosa, Hukum Taurat, dan Maut telah menjadi sekutu dalam aiwn/aion lama, demikian juga ada empat aspek dari pertolongan yang disediakan bagi kita dalam aiwn/aion baru.444

Kita bebas dari Murka berkat kasih Allah (5:1-11).

Kita bebas dari Dosa " baptisan Roh (6:1-14).

Kita bebas dari Hukum Taurat " kematian Kristus (7:1-6).

Kita bebas dari Maut " Roh Allah (8:1-11).

Ke empat hal yang disebut di atas, yaitu kasih Allah, baptisan Roh, kematian Kristus, dan Roh Allah, sangat berkaitan erat, dan sulit dipisahkan dalam praktek kehidupan kita.

Dalam Roma 1:18-32 Paulus menguraikan wujud murka Allah yang melawan dosa manusia. Dalam nats itu dia tidak menjelaskan apakah murka tersebut melawan orang yang tidak percaya saja, atau juga orang percaya yang berdosa. Tetapi pasal 7 membicarakan pengalaman Paulus sendiri dalam murka Allah pada waktu dulu sebelum dia hidup menurut Roh Allah. Orang percaya yang berdosa juga dapat kena murka Allah dalam hidup ini, dan Paulus menceriterakan frustrasi yang dia sendiri alami. Murka tersebut merupakan semacan hukuman atas dosa yang dialami pada zaman ini.445 Dosa yang dimaksudkan adalah dosa orang yang tidak percaya dan juga dosa orang percaya. Orang percaya akan tetap menggumuli hukuman tersebut selama mereka hanya melawan dosa dengan akal budi mereka, seperti apa yang dikatakan Paulus sebagai ringkasan pasal 7 dalam 7:25b, "Maka aku sendiri, dari segi akal budiku, aku melayani hukum Allah, tetapi dari segi daging, aku melayani hukum dosa."

Kemenangan yang disyukuri dalam 7:25a adalah suatu kemenangan yang tidak dapat diperoleh hanya dengan akal budi orang percaya. Kemenangan tersebut disediakan bagi kita melalui Roh Allah. Kemenangan itu diceriterakan dalam Roma 8. Ternyata istilah "roh" atau "Roh" hanya dipakai sekali dalam pasal 7446, sedangkan dalam pasal 8 istilah itu dipakai sembilan kali. Pengamatan ini menguatkan pengertian ini, bahwa pasal 7 membicarakan pergumulan orang percaya melawan dosa mereka, tanpa pertolongan dari Roh Kudus, sedangkan pasal 8 menceriterakan kemenangan atas dosa dengan pertolongan Roh Kudus.

Hagelberg: Rm 5:1--8:39 - -- B. Dia yang Dibenarkan karena Iman akan Hidup 5:1-8:39 Dari 3:21 sampai 4:25 Paulus bersikap tegas untuk membuktikan bahwa pembenaran hanya dapat dipe...

B. Dia yang Dibenarkan karena Iman akan Hidup 5:1-8:39

Dari 3:21 sampai 4:25 Paulus bersikap tegas untuk membuktikan bahwa pembenaran hanya dapat diperoleh melalaui iman, tetapi dalam bagian ini dia bersemangat untuk menjelaskan hasil dari pembenaran karena iman.

Hasil pembenaran tersebut dapat dibagi empat, menurut Nygren.248 Dalam pasal 5 dijelaskan bahwa orang yang dibenarkan hidup bebas dari murka, dalam pasal 6 dia hidup bebas dari kuasa dosa, dalam pasal 7 bebas dari kuasa hukum Taurat, dan dalam pasal 8 bebas dari kuasa maut.

Kesatuan pasal 5-8 didukung dengan pengulangan satu anak kalimat dalam 5:1 dan ayat terakhir dalam pasal 5, pasal 6, pasal 7, dan pasal 8. Anak kalimat yang diulangi adalah "melalui (atau dalam) Tuhan kita Yesus Kristus." Urutan kata dalam anak kalimat ini tidak kaku, tidak persis sama, tetapi pengulangan kata-kata khidmat ini mengikat keempat pasal menjadi satu bagian, dan juga menyatakan bahwa setiap keempat pasal memiliki kesatuan sendiri.249

Pada tempat ini Paulus beralih dari hal pembenaran pada hal pendewasaan orang percaya. Tuhan Allah telah memperoleh pembenaran bagi kita, dengan satu persyaratan saja, yaitu iman. Lalu berdasarkan kebenaran itu kehidupan kita harus berubah. Kita harus, misalnya, "bermegah dalam harapan pada kemuliaan Allah." Tetapi sebaiknya maksud dari istilah "harus" ini dijelaskan lebih lanjut, karena ada penafsir yang berkata, "Ya, harus, dan kalau tidak, maka pembenaran orang hilang!" Ada juga teolog yang berkata, "Pembenaran itu tidak hilang, tetapi kalau kehidupan orang tidak berubah, maka kita tahu bahwa sebenarnya dia tidak pernah percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Juruselamat." Tetapi itu bukan yang diuraikan oleh Rasul Paulus. Memang di balik istilah "harus" ada sanksi. "Kamu harus melakukan ini dan itu, atau aku akan...." Pasti ada sanksi terhadap ketidaktaatan, tetapi Paulus tidak memakai hukuman kekal sebagai sanksi kepada orang percaya.

Sebenarnya Paulus tidak suka memakai istilah "harus". Kalau kita mengamati pasal-pasal ini kita melihat bahwa dia hanya berkata "kita bermegah dalam harapan pada kemuliaan Allah." Inilah pola Rasul Paulus dalam Surat Roma. Dia mengemukakan apa yang wajar bagi kita dengan berkata, "Ya, inilah yang kita lakukan." Kalimat Paulus dibentuk seolah-olah kita semua melakukan apa yang wajar bagi orang percaya, walaupun dia mengerti bahwa kita sering berdosa, dan tidak melakukan apa yang pantas bagi orang percaya. Paulus tidak mau mengemukakan apa yang sudah terlalu nyata, yaitu bahwa memang orang yang sudah dibenarkan dapat berdosa. Mungkin dia tidak mau mengemukakan hal ini karena tidak ada gunanya. Kita sudah tahu bahwa kita dapat berdosa, dan kalau disebut dalam surat ini, maka orang akan berkata, "Ya, lihat, boleh saja kita berdosa! Paulus memperbolehkan dosa!"

Roma 5-8 menjelaskan bagaimana "melalui Tuhan kita Yesus Kristus" kita dapat hidup bebas dari kuasa-kuasa aiwn/aion lama, sehingga kita bertumbuh secara rohani dan mengenal Yesus Kristus.

Hagelberg: Rm 1:18--15:13 - -- II. Injil 1:18-15:13 Cranfield,65 setelah menyelidiki seluruh bagian ini, menyatakan bahwa Paulus "membiarkan Injil berbicara sendiri... untuk menen...

II. Injil 1:18-15:13

Cranfield,65 setelah menyelidiki seluruh bagian ini, menyatakan bahwa Paulus "membiarkan Injil berbicara sendiri... untuk menentukan bentuk dan isi bagian utama dari suratnya." Perkataan ini tepat. Paulus tidak menyusun bagian ini (1:18-15:13) untuk menangani suatu situasi tertentu di kota Roma, tetapi bagian ini terbentuk sesuai dengan suatu "akal intern" dari Injil Kristus sendiri. Bukan tidak ada pengaruh sama sekali dari situasi di Roma. Mungkin rencana Paulus untuk mengadakan perjalanan ke Spanyol mempengaruhi beberapa perincian dalam surat ini, tetapi secara keseluruhan, bentuk dan isi bagian ini, 1:18-15:13, ditentukan dari logisnya Injil Kristus saja.

Dalam bagian utama ini isi dan akibat kebenaran dari Allah bagi manusia diuraikan.66

Wycliffe: Rm 1:18--8:39 - -- II. Kebenaran - Kunci Hubungan Manusia dengan Allah (1:18-8:39). Di dalam bagian ini Paulus membahas masalah-masalah besar tentang kehidupan. Bagaima...

II. Kebenaran - Kunci Hubungan Manusia dengan Allah (1:18-8:39).

Di dalam bagian ini Paulus membahas masalah-masalah besar tentang kehidupan. Bagaimana seorang dapat benar di mata Allah? Bagaimana manusia terpengaruh oleh tindakan Adam dan Kristus? Bagaimanakah seharusnya orang benar hidup? Bagaimana dia dapat hidup demikian?

Wycliffe: Rm 6:1--8:39 - -- B. Kebenaran Sebagai Cara Hidup Orang Kristen di Hadapan Allah (6:1-8:39). Sampai sejauh ini Paulus telah menekankan bahwa Allah adalah benar atau ad...

B. Kebenaran Sebagai Cara Hidup Orang Kristen di Hadapan Allah (6:1-8:39).

Sampai sejauh ini Paulus telah menekankan bahwa Allah adalah benar atau adil (bdg. 3:26) dan bahwa Dia mencurahkan kebenaran tersebut kepada orang yang percaya (bdg. 3:22). Untuk pertanyaan tentang bagaimana seseorang menjadi benar di hadapan Allah, sang rasul menjawab, "Bukan melalui perbuatan, tetapi melalui percaya kepada Allah" (bdg. 4:1-8). Namun orang yang telah menerima kebenaran yang dicurahkan oleh Allah harus hidup dengan benar juga. Paulus sekarang menunjukkan apa artinya ini. Pertama, dia meniadakan beberapa pengertian yang salah tentang ajarannya mengenai kasih karunia. Selanjutnya, rasul menunjukkan bahwa di dalam pergumulan melawan dosa, orang percaya tidak boleh mengutuk hukum Taurat. kemudian dia melukiskan dosa sebagai seorang penguasa yang kuat yang tidak dapat dikalahkan oleh kekuatan manusia semata. Paulus mengakhiri bagian ini dengan menunjukkan bagaimana kemenangan dapat diperoleh.

Wycliffe: Rm 8:1-39 - -- 4) Kemenangan Melalui Roh Berhubungan dengan Rencana dan Tindakan Allah (8:1-39). Tidak seorang pun dapat menghargai nilai dari kemenangan sebelum ia...

4) Kemenangan Melalui Roh Berhubungan dengan Rencana dan Tindakan Allah (8:1-39).

Tidak seorang pun dapat menghargai nilai dari kemenangan sebelum ia mengetahui kuatnya perlawanan dan beratnya pergumulan yang harus dialami. Di dalam Roma 8 Paulus menunjukkan apa yang telah dilakukan oleh Allah untuk menuntun orang Kristen mencapai kemenangan atas dosa. Dia mengemukakan apa yang saat ini dilakukan oleh Allah dan apa yang harus dilakukan oleh orang percaya. Paulus mempelajari rencana Allah dan krisis yang diderita oleh alam ciptaan Allah dan oleh orang percaya. Dia menekankan hubungan di antara Roh dengan orang percaya dan hubungan di antara Roh dengan Kristus dan Bapa. Dia melukiskan gambaran yang cemerlang tentang nasib orang-orang yang mengasihi Allah dan menunjukkan bahwa tidak ada yang dapat memisahkan mereka dari kasih Allah. Apabila seorang percaya terlalu memperhatikan dirinya sendiri maka dia tidak akan mampu naik lebih tinggi daripada Roma 7:25-26. Ketika dia melihat apa yang Allah telah dan sedang lakukan untuk dirinya, dia pasti memberikan tanggapan sesuai dengan 8:37-39.

Wycliffe: Rm 8:13 - -- 13. Dengan menganggap pembacanya hidup menurut daging, Paulus mengatakan bahwa mereka akan mati. Yang dimaksudkan adalah kematian rohani. Tetapi denga...

13. Dengan menganggap pembacanya hidup menurut daging, Paulus mengatakan bahwa mereka akan mati. Yang dimaksudkan adalah kematian rohani. Tetapi dengan menganggap mereka oleh Roh senantiasa mematikan perbuatan-perbuatan jahat (bdg. Kol. 3:9). mereka akan hidup. Kedua kata "jika" di dalam 8:13 ini mengandaikan bahwa hal yang dikemukakan itu benar demikian. Kesimpulan-kesimpulannya tentu mengikuti. Keseriusan dari kenyataan yang dibahas bisa disamakan dengan keseriusan tindakan di dalam kalimat-kalimat yang memakai kata "jika" itu. Karena kematian rohani di sini dipandang sebagai puncaknya, - pengusiran terakhir dari hadirat Allah - maka kehidupan yang disebut itu pastilah kehidupan yang dimuliakan yang menantikan setiap orang percaya.

buka semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Rentang Ayat

Matthew Henry: Rm 8:10-16 - Hak-hak Istimewa Orang Percaya Hak-hak Istimewa Orang Percaya (Roma 8:10-16) Dalam perikop di atas Rasul Paulus memperlihatkan dua lagi keuntungan yang baik, yang menjadi milik ...

SH: Rm 8:9-17 - Status dan kondisi (Kamis, 27 Juli 2006) Status dan kondisi Seperti halnya hanya ada dua status, demikian pula hanya ada dua kemungkinan keadaan hidup seseorang. Entah orang berstatus milik...

SH: Rm 8:9-17 - Hidup Kristen yang sejati (Minggu, 31 Mei 1998) Hidup Kristen yang sejati Seseorang sungguh Kristen, pengikut Kristus sejati bila Roh Kudus diam di dalamnya (ayat 9). Menerima Roh dan didiami Roh ad...

SH: Rm 8:12-17 - Menjadi anak-anak Allah (Sabtu, 18 April 2009) Menjadi anak-anak Allah Orang yang percaya kepada Allah dan menerima karya Kristus di salib telah mengalami pengampunan dosa dan diberi kuasa men...

Topik Teologia: Rm 8:13 - -- Roh Kudus Roh Kudus dalam Diri Orang-orang Percaya Pelayanan Roh Roh Memerangi Natur Keberdosaan Orang-orang Percaya ...

buka semua
Pendahuluan / Garis Besar

Full Life: Roma (Pendahuluan Kitab) Penulis : Paulus Tema : Kebenaran Allah telah Dinyatakan Tanggal Penulisan: Sekitar tahun 57 Latar Belakang Surat Roma ini mer...

Full Life: Roma (Garis Besar) Garis Besar Pendahuluan (Rom 1:1-17) I. Kebutuhan Mendesak Manusia Akan Kebenaran (Rom 1:18-3:20) A. Kebutuhan Or...

Matthew Henry: Roma (Pendahuluan Kitab) Jika kita boleh membandingkan satu kitab dengan kitab lainnya dan meminta pendapat dari beberapa orang beriman dan saleh, akan disimpulk...

Jerusalem: Roma (Pendahuluan Kitab) SURAT-SURAT PAULUS PENGANTAR Kronologi kehidupan Paulus Dengan menggunakan Kisah Para Rasul dan surat-surat Paulus, maka tokoh ini lebih kita kenal da...