kecilkan semua  

Teks -- Ulangan 24:14 (TB)

Tampilkan Strong
Konteks
24:14 Janganlah engkau memeras pekerja harian yang miskin dan menderita, baik ia saudaramu maupun seorang asing yang ada di negerimu, di dalam tempatmu.
Paralel   Ref. Silang (TSK)   Ref. Silang (FULL)   ITL  

Nama Orang, Nama Tempat, Topik/Tema Kamus

Topik/Tema Kamus: Orang Miskin | Tidak Adil, Ketidakadilan | Tuan | Hamba | Perintah | Hukum Musa | Musa | Buruh Harian | selebihnya
Daftar Isi

Catatan Kata/Frasa
Full Life , Jerusalem , Ref. Silang FULL

Catatan Kata/Frasa
Wycliffe

Catatan Rentang Ayat
SH , Topik Teologia

kecilkan semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per frasa)

Full Life: Ul 24:14 - MISKIN DAN MENDERITA. Nas : Ul 24:14 Allah sering kali mengingatkan Israel untuk tidak menyalahgunakan golongan miskin tetapi memperlakukan mereka dengan belas kasihan d...

Nas : Ul 24:14

Allah sering kali mengingatkan Israel untuk tidak menyalahgunakan golongan miskin tetapi memperlakukan mereka dengan belas kasihan dan hormat. Orang percaya yang gagal untuk memperlakukan golongan miskin dan yang kekurangan dengan adil akan mendatangkan hukuman Allah atas diri mereka (ayat Ul 24:15; bd. Yak 5:1-6;

lihat art. PEMELIHARAAN ORANG MISKIN DAN MELARAT).

Jerusalem: Ul 12:1--26:15 - -- Bagian Ulangan ini memuat "Kitab Hukum Ulangan", Ia merupakan sebuah kumpulan tak keruan pelbagai hukum yang asal usulnya berbeda-beda. Sejumlah hukum...

Bagian Ulangan ini memuat "Kitab Hukum Ulangan", Ia merupakan sebuah kumpulan tak keruan pelbagai hukum yang asal usulnya berbeda-beda. Sejumlah hukum ini agaknya berasal dari kerajaan utara (Israel) dan sesudah direbutnya Samaria dalam th 721 seb Mas diresmikan dalam kerajaan selatan (Yehuda). Kitab Hukum Ulangan ini memperhatikan perkembangan yang sudah ditempuh bangsa Israel di bidang hidup kemasyarakatan dan keagamaan. Ia dimaksudkan sebagai pengganti Kitab Perjanjian. Pada pokoknya bagian Ulangan ini sama dengan kitab hukum Taurat yang ditemukan dalam bait Allah di masa pemerintahan raja Yosia, 2Ra 22:8 dst.

Ref. Silang FULL: Ul 24:14 - di negerimu · di negerimu: Im 19:13; 25:35-43; Ul 15:12-18; Ayub 24:4; Ams 14:31; 19:17; Am 4:1; 1Tim 5:18

kecilkan semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per Ayat)

Wycliffe: Ul 5:1--26:19 - -- III. Ketentuan-ketentuan: Hidup Menurut Perjanjian (5:1-26:19) Ketika perjanjian-perjanjian tentang kekuasaan raja dibaharui, maka peraturan-peratura...

III. Ketentuan-ketentuan: Hidup Menurut Perjanjian (5:1-26:19)

Ketika perjanjian-perjanjian tentang kekuasaan raja dibaharui, maka peraturan-peraturannya yang merupakan bagian yang panjang dan menentukan di dalam sebuah dokumen perjanjian, diulang kembali dengan sejumlah penyempurnaan, khususnya penyempurnaan yang diperlukan sesuai dengan situasi yang berubah. Oleh karena itu, Musa merangkum dan merumuskan ulang berbagai syarat yang dikemukakan di dalam Perjanjian Sinai. Selanjutnya, sebagaimana peraturan-peraturan perjanjian biasanya diawali dengan tuntutan yang mendasar dan umum agar si raja yang kalah tunduk sepenuhnya kepada raja pemenang dan sesudah itu baru dilanjutkan dengan peraturan yang lebih terinci, demikian pula Musa saat ini menghadapkan Israel dengan tuntutan primer yakni mengkhususkan diri sepenuhnya untuk Tuhan (ay. 5-11) dan sesudah itu barulah dengan peraturan-peraturan tambahan tentang kehidupan sesuai perjanjian (ay. 12-26).

Wycliffe: Ul 12:1--26:19 - -- B. Berbagai Perintah Pelengkap (12:1-26:19) Setelah melukiskan semangat batin dari kehidupan teokratis (ps. 5-11), Musa melanjutkan dengan menguraika...

B. Berbagai Perintah Pelengkap (12:1-26:19)

Setelah melukiskan semangat batin dari kehidupan teokratis (ps. 5-11), Musa melanjutkan dengan menguraikan ketetapan dan peraturan dari bentuk lahiriah teokrasi itu (ps. 12-26). Pasal 12:1-16:17 terutama berkenaan dengan berbagai persyaratan pentahiran dengan upacara agama. Kewenangan pemerintahan dan hukum merupakan pokok pembahasan dalam 16:18-21:23. Luasnya hubungan antar warga teokrasi dicantumkan di 22:1-25:19. Rangkaian peraturan ini diakhiri dengan pengakuan ritual tentang kekuasaan Tuhan dan pernyataan akhir tentang pengesahan perjanjian (ps. 26).

Wycliffe: Ul 22:1--25:19 - -- 3) Kekudusan Tatanan Ilahi (22:1-25:19) Kasih kepada Allah menuntut sikap menghormati ketetapan,ketetapan Allah di berbagai tahapan penciptaan dan be...

3) Kekudusan Tatanan Ilahi (22:1-25:19)

Kasih kepada Allah menuntut sikap menghormati ketetapan,ketetapan Allah di berbagai tahapan penciptaan dan berbagai aspek kegiatan kemanusiaan. Seorang hamba perjanjian harus mengakui kekudusan dari tatanan alam (22:5-12), pernikahan (22:13-30), dan kerajaan teokratis (23:1-25:12 -25:12). Dengan pengecualian sebagian terhadap tatanan alam, wilayah yang dibahas adalah hubungan antar sesama hamba perjanjian. Dengan demikian seluruh bagian ini berisi hukum-hukum yang pada dasarnya berintikan kasih terhadap sesama seperti terhadap dirinya sendiri (22:1-4; 25:13-16). Di dalam perjanjian-perjanjian antara raja di luar Alkitab juga diatur hubungan di antara sesama orang-orang yang tunduk pada sang raja itu.

Wycliffe: Ul 23:19--24:22 - -- c) Perlindungan bagi yang Lemah (23:19-24:22). Setiap hamba perjanjian Tuhan harus dihormati. Perangkat peraturan yang diutarakan di bagian ini diran...

c) Perlindungan bagi yang Lemah (23:19-24:22).

Setiap hamba perjanjian Tuhan harus dihormati. Perangkat peraturan yang diutarakan di bagian ini dirancang untuk menjamin kekudusan dari seorang warga teokratis melalui peraturan-peraturan yang menjamin kesejahteraan, kemakmuran, dan kebebasan di dalam komitmen perjanjian terhadap seluruh umat Allah, tetapi khususnya bagi kelompok-kelompok yang kesejahteraannya terusik oleh berbagai keadaan. Peraturan tersebut tampaknya disusun dalam kelompok-kelompok sesuai dengan titah keenam hingga kesepuluh di dalam Dasa Titah, namun dengan urutan yang agak berbeda sebagai berikut: hukum tentang kemakmuran (23:19-25), tentang keluarga (24:1-5), tentang kehidupan (24:6-15), tentang keadilan (24:16-18), dan tentang perbuatan baik (24:19-22).

Hukum Tentang Kemakmuran (23:19-25). 19. Janganlah engkau membungakan kepada saudaramu. Orang-orang Israel yang jatuh miskin terlindung dari pemerasan oleh para saudara sebangsa yang lebih kaya melalui larangan untuk membungakan uang ini (bdg. Kel. 22:25; Im. 25:35; Ul. 15:1 dst.). Bunga boleh diambil dari orang asing (orang asing, ay. 20), karena uang yang dipinjamkan kepada mereka bukan untuk mengatasi kemiskinan, tetapi untuk modal dagang yang bisa dipakai oleh para pedagang keliling ini untuk keuntungan mereka sendiri. 22. Apabila engkau tidak bernazar. Di luar peraturan tentang persembahan kepada Tuhan perjanjian selaku raja yang berkuasa, harta milik dari pihak yang dikuasai adalah untuk mereka sendiri. Sekalipun demikian, hak ini tidak dimaksudkan sebagai penghalang untuk secara bebas mengungkapkan kasih dan rasa syukur secara religius, juga bukan sebuah peluang untuk meloloskan diri dari kewajiban berdasarkan nazar sukarela yang pernah diutarakan sebelumnya. Untuk menghormati nama-Nya 'Yang kudus, Allah tidak memberikan peluang untuk bersikap sembarangan atau kebebasan dari kewajiban terhadap orang-orang yang telah membuat komitmen resmi kepada-Nya (ay. 21, 23; bdg. Im. 27; Bil. 30:2 dst.). 24. Hukum tentang panen (ay. 24, 25) memberikan kebebasan yang demikian besar untuk memenuhi prinsip keramahan persaudaraan, namun mencegah agar kebebasan tersebut tidak berubah menjadi izin untuk melanggar hak-hak harta milik dari warga teokratis.

Hukum-hukum Tentang Keluarga (24:1-5). Perceraian sebagaimana diizinkan di dalam hukum Musa (bdg. Im. 27:7-14; 22:13; Bil. 30:9) akibat kekerasan hati orang Israel (Mat. 19:8; Mrk. 10:5) membahayakan martabat perempuan di dalam teokrasi. Oleh karena itu, setiap penyalahgunaan izin tersebut dicegah dengan cara membatasinya dengan berbagai alasan teknis dan pembatasan lainnya (24:1-4). Terjemahan bahasa Inggris RSV secara tepat menganggap ayat 1-4 ini sebagai satu kalimat, dengan ayat 1-3 sebagai kondisinya dan ayat 4 sebagai kesimpulannya. Terjemahan bahasa Inggris AV bisa mendapat penafsiran bahwa perceraian itu wajib jika terjadi situasi yang dilukiskan. Sebetulnya, yang bersifat wajib bukan perceraiannya, melainkan (jika terpaksa harus bercerai) proses hukum yang mencakup empat unsur berikut. (a) Harus ada alasan yang serius untuk bercerai. Arti yang sesungguhnya dari istilah tidak senonoh (ay. 1; bdg. 23:14) tidak jelas. Yang dimaksudkan bukan perzinahan, sebab hukum menetapkan hukuman mati untuk dosa perzinahan (22:13 dst.; Im. 20:10; bdg. Bil. 5:11 dst.). (b) Sebuah dokumen perceraian harus diserahkan kepada pihak perempuan untuk perlindungannya sesudah ini. Mempersiapkan dokumen resmi ini berarti ada keterlibatan dari (c) seorang pejabat resmi yang mungkin juga memiliki hak untuk menentukan apakah alasan perceraian bisa diterima atau tidak. (d) Pihak laki-laki harus secara resmi mengusir sang istri - menyuruh dia pergi dari rumahnya (ay. 1). Sekalipun demikian, tujuan utama dari hukum ini ialah bahwa seorang laki-laki tidak boleh menikah lagi dengan mantan istrinya jika sang mantan istri sudah menikah kembali sesudah diceraikan, sekalipun suaminya yang kedua sudah menceraikan dia atau sudah meninggal sekalipun. Berkenaan dengan suami pertama, mantan istri yang telah kawin lagi itu telah dicemari (ay. 4). Demikian ketidaknormalan situasi ini, yang ditolerir pada masa Perjanjian Lama namun dibatalkan oleh Tuhan kita demi terwujudnya patokan pertama (Mat. 19:9; Mrk. 10:6-9; bdg. Kej. 2:23, 24). 5. Satu tahun lamanya ia harus dibebaskan. Penghormatan selanjutnya ditunjukkan kepada kekudusan hubungan pernikahan dan khususnya kesejahteraan pihak perempuan dengan memberikan cuti sepanjang satu tahun dari tugas dan kewajiban militer bagi laki-laki yang baru menikah tersebut agar pengantinnya bisa dibahagiakan dengan kehadirannya.

Hukum-hukum Tentang Kehidupan (24:6-15). Yang menjadi perhatian dari peraturan-peraturan ini adalah kehidupan umat Allah serta hal-hal yang diperlukan untuk mempertahankan hidup mereka. Berbagai jaminan diberikan bagi martabat dan damai sejahtera dari terutama kaum miskin sebab Tuhan senang menjadi Penolong orang-orang yang tidak berdaya, dan Tuhan ingin umat-Nya juga memiliki pikiran yang sama. 7. Memperlakukan dia sebagai budak dan menjual dia. Memperdagangkan hidup manusia tidak diperbolehkan dengan ancaman hukuman mati bagi yang melanggar (bdg. Kel. 21:16). Sikap hormat terhadap kehidupan dan kesehatan masyarakat mengharuskan adanya perhatian yang cermat terhadap peraturan-peraturan ilahi mengenai cara menangani penyakit kusta (24:8; bdg. Im. 3; 14) yang keseriusannya tampak dalam pengalaman Miryam 24:9; bdg. Bil. 12:10 dst.). 10. Apabila engkau meminjamkan sesuatu kepada sesamamu. Sekalipun bunga pinjaman tidak boleh dikenakan kepada sesama orang Israel (23:19, 20), suatu jaminan bisa diambil untuk keamanan; namun hal inipun tidak boleh dilaksanakan dengan tidak memperhitungkan martabat apalagi hidup dari sang penghutang. Barang-barang yang mutlak penting bagi kehidupan dan kesehatan tidak boleh diambil. Yang termasuk di sini adalah batu kilangan (ay. 6), jubah yang dipakai sebagai selimut ketika tidur (ay. 10-13; bdg. Kel. 22:26, 27) serta upah pekerja harian (24:14, 15; bdg. Im. 19:13). 15. Supaya ia jangan berseru kepada Tuhan mengenai engkau. Di dalam perjanjian-perjanjian oleh raja sekular keluhan dari orang-orang taklukannya satu terhadap yang lain akan diputuskan oleh raja itu sebagai hakim.

Hukum Tentang Keadilan (24:16-18). Keadilan harus dilaksanakan terhadap semua orang Israel sesuai dengan kebenaran. 16. Setiap orang harus dihukum ... karena dosanya sendiri. Hanya oknum yang bersalah saja yang harus dihukum, dan bukan anggota keluarganya yang tidak bersalah (bdg. II Raj. 14:6). Tidak ada pertentangan di antara peraturan ini dengan penghakiman ilahi sebagaimana dilukiskan di dalam Dasa Titah (5:9; Kel. 20:5) sebab di dalam Dasa Titah tidak dikatakan bahwa Allah menimpakan kesalahan kepada orang yang tidak bersalah. Orang-orang yang ikut dihukum karena kejahatan orang tua juga ikut berbagi kebencian orang tua mereka terhadap Allah. Dalam pada itu, prinsip tanggung jawab bersama yang berlaku di dalam situasi kelompok tertentu tidak dibatalkan. 17. Orang asing ... anak yatim ... janda. Bahkan kelompok yang paling tidak berdaya sekalipun harus ditangani secara adil dan dijamin hak-hak hukumnya. Tentang acuan terkenal kepada peristiwa Keluaran (ay. 18), lihat ayat 22; 15:15.

Hukum Tentang Kemurahan Hati (24:19-22). Semangat kemurahan hati, yang secara negatif diwajibkan di dalam titah yang kesepuluh, harus merupakan semangat yang mengatur kehidupan teokrasi. Kembali golongan yang miskin harus yang paling diuntungkan. Bandingkan Imamat 19:9, 10; 23:22.

buka semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Rentang Ayat

SH: Ul 24:6--25:4 - Kasihilah sesamamu manusia. (Minggu, 4 Juli 2004) Kasihilah sesamamu manusia. Mengasihi sesama manusia harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Sebagai anak Tuhan, kita dipanggil untuk mewujud...

Topik Teologia: Ul 24:14 - -- Kehidupan Kristen: Tanggung Jawab Terhadap Sesama dan Alam Tanggung Jawab Terhadap Sesama

buka semua
Pendahuluan / Garis Besar

Full Life: Ulangan (Pendahuluan Kitab) Penulis : Musa Tema : Pembaharuan Perjanjian Tanggal Penulisan: Sekitar 1405 SM Latar Belakang Kitab ini berisi amanat perpisa...

Full Life: Ulangan (Garis Besar) Garis Besar Pendahuluan (Ul 1:1-5) I. Wejangan Musa I: Menceritakan Kembali Sejarah Israel yang Baru Mereka Alami ...

Jerusalem: Ulangan (Pendahuluan Kitab) PENGANTAR JUDUL-JUDUL, PEMBAGIAN DAN ISI Kelima buku pertama Kitab Suci merupakan suatu kesatuan yang oleh orang-orang Yahudi diberi nama "Hukum&...

Ende: Ulangan (Pendahuluan Kitab) ULANGTUTUR KATA PENDAHULUAN Salah satu diantara kitab-kitab kumpulan hukum jang terpenting dari Israil ialah Kitab Ulangtutur. Kitab ini terkenal deng...

Wycliffe: Ulangan (Pendahuluan Kitab) PENDAHULUAN ULANGAN Judul. Judul kitab ini merupakan terjemahan dari judul bahasa Inggrisnya yang tampaknya berlandaskan pada sebuah kesalahan terjem...

Wycliffe: Ulangan (Garis Besar) GARIS BESAR ULANGAN I. Mukadimah: Perantara Perjanjian (1:1-5) II. Pendahuluan Historis: Sejarah Perjanjian (1:6-4:49) A. Dari ...

BIS: Ulangan (Pendahuluan Kitab) ULANGAN PENGANTAR Buku Ulangan terdiri dari serangkaian pidato-pidato yang diucapkan Musa di depan bangsa Israel waktu mereka berada di negeri Moab.

ULANGAN

PENGANTAR

Buku Ulangan terdiri dari serangkaian pidato-pidato yang diucapkan Musa di depan bangsa Israel waktu mereka berada di negeri Moab. Mereka berhenti di situ sesudah mengakhiri perjalanan panjang lewat padang gurun dan sebelum masuk ke Kanaan untuk menduduki negeri itu.

Beberapa pokok yang penting dari buku ini ialah:

  1. 1. Musa mengingatkan bangsa Israel akan peristiwa-peristiwa besar selama 40 tahun yang terakhir. Ia mohon kepada bangsa Israel supaya mereka ingat bagaimana Allah memimpin mereka melalui padang gurun dan karena itu mereka harus taat dan setia kepada Allah.
  2. 2. Musa mengulangi Sepuluh Perintah Allah, dan ia menekankan arti Perintah yang Pertama. Ia minta dengan sangat supaya orang Israel beribadat kepada TUHAN saja. Lalu ia mengulangi beberapa hukum dan perintah yang mengatur kehidupan bangsa Israel di tanah yang sudah dijanjikan.
  3. 3. Musa mengingatkan bangsa Israel akan arti ikatan perjanjian Allah dengan mereka. Ia mendorong bangsa itu supaya membaharui kesediaan mereka untuk memenuhi kewajiban-kewajiban mereka.
  4. 4. Yosua ditunjuk sebagai pengganti Musa untuk memimpin umat Allah. Sesudah menyanyikan sebuah lagu pujian bagi kesetiaan TUHAN, dan mengucapkan berkat atas suku-suku Israel, Musa meninggal di Moab, di sebelah timur Sungai Yordan.

Tema pokok buku ini ialah bahwa Allah sudah menyelamatkan dan memberkati umat pilihan-Nya, bangsa yang dikasihi-Nya. Jadi bangsa Israel tak boleh lupa akan hal itu. Mereka harus mentaati Allah, supaya mereka tetap hidup dan terus diberkati.

Ayat-ayat yang paling penting dalam buku ini ialah Ul 6:4-6. Ayat- ayat ini memuat kata-kata yang oleh Yesus disebut hukum yang terbesar, "Cintailah TUHAN Allahmu dengan sepenuh hatimu: Tunjukkan itu dalam cara hidupmu dan dalam perbuatanmu."

Isi

  1.  Pidato yang pertama
    Ul 1:1-4:49
  2.  Pidato yang kedua
    Ul 5:1-26:19
    1. a. Sepuluh Perintah Allah
      Ul 5:1-10:22
    2. b. Hukum-hukum, peraturan-peraturan, dan nasihat-nasihat
      Ul 11:1-26:19
  3.  Petunjuk-petunjuk untuk memasuki negeri Kanaan
    Ul 27:1-28:68
  4.  Perjanjian dibaharui
    Ul 29:1-30:20
  5.  Kata-kata terakhir
    Ul 31:1-33:29
  6.  Kematian Musa
    Ul 34:1-12

Ajaran: Ulangan (Pendahuluan Kitab) Tujuan Supaya dengan melihat pengalaman umat Allah di Padang Gurun, yang diceritakan dalam Kitab Ulangan, setiap anggota jemaat mengerti kebesaran k

Tujuan

Supaya dengan melihat pengalaman umat Allah di Padang Gurun, yang diceritakan dalam Kitab Ulangan, setiap anggota jemaat mengerti kebesaran kasih setia Allah dalam memelihara dan mengampuni umat-Nya.

Pendahuluan

Penulis : Musa.

Isi Kitab: Kitab Ulangan terdiri dari 34 pasal dan berisi khotbah Musa kepada umat Allah.

I. Ajaran-ajaran utama dalam Kitab Ulangan

  1. Pasal 1-4 (Ul 1:1-4:49).

    Khotbah kesatu Musa, tentang sejarah perjanjian Allah dengan umat-Nya Dalam khotbah yang pertama, Musa mengingatkan bangsa Israel akan segala pemeliharaan Tuhan, mulai mereka berangkat dari gunung Horeb. Di bagian ini Musa mengingatkan pula, bahwa bangsa Israel sejak keluar dari tanah Mesir selalu bersungut-sungut dan memberontak. Oleh karena itu Musa memberikan suatu perintah yang besar mengenai kehidupan yang berkenan kepada Allah, yaitu taat kepada Taurat dan mengasihi Allah dengan sepenuh hati.

    Pendalaman

    1. Bacalah pasal Ul 1:3; 4:1-6,39-40. Siapakah yang berkhotbah (berbicara) di bagian ini? Dan apakah ringkasan isi khotbahnya?
  2. Pasal 5-28 (Ul 5:1-28:68).

    Khotbah kedua Musa, tentang syarat-syarat kehidupan umat Allah.

    Dalam khotbah kedua ini, Musa mengingatkan bangsa Israel bahwa mereka adalah bangsa pilihan Allah. Oleh karena itu mereka harus hidup memuliakan Allah, dengan hidup menurut hukum Tuhan. Intisari dari hukum itu adalah mengasihi Tuhan dengan segenap hati supaya diberkati.

    Pendalaman

    1. Bacalah pasal Ul 5:1-22. Apa yang diajarkan Musa?
    2. Bacalah pasal Ul 10:12-17. Apakah tanggapan yang diharapkan dari umat Alla terhadap Firman Allah?
    3. Bacalah pasal Ul 28:1-6,8-10. Apakah janji Tuhan atas umat-Nya yang setia?
    4. Bacalah pasal Ul 28:15-19. Apakah tindakan Tuhan atas umat-Nya yang tidak setia? Apakah sebab lain yang membuat umat Tuhan menderita? (Ul 28:47-48).
  3. Pasal 29-34 (Ul 29:1-34:12).

    Khotbah ketiga Musa, yaitu tentang persiapan terakhir dan perpisahan.

    Khotbah yang ketiga dari Musa berisi ajakan kepada bangsa Israel untuk memperhatikan semua hukum Tuhan, agar dapat memiliki hidup yang penuh berkat. Pada bagian yang terakhir sebagai persiapan, juga Musa mengangkat Yosua sebagai pengganti (pasal Ul 31:7) dan para imam untuk mengajar. Sebelum Musa meninggal dunia dia sempat memuji Tuhan dengan menyanyi (pasal Ul 32:1-43) serta membagi berkat kepada tiap-tiap suku Israel. Kemudian Musa naik ke atas bukit Nebo untuk melihat tanah Kanaan yang dijanjikan itu, karena dia sendiri tidak diperkenankan masuk ke Kanaan. Akhirnya Musa meninggal dunia.

    Pendalaman

    1. Bacalah pasal Ul 29:10-13. Apakah isi ajakan Musa?
    2. Bacalah pasal Ul 30:1-3. Apakah jalan keluarnya agar tidak dikutuk?
    3. Bacalah pasal Ul 31:7-8,23. Siapakah yang menggantikan Musa, untuk memimpin bangs Israel masuk ke dalam tanah perjanjian?
    4. Bacalah pasal Ul 34:1-5. Apakah teladan yang dapat saudara ambil dari seluru kehidupan Musa?

II. Kesimpulan/penerapan

  1. Kitab Ulangan menceritakan riwayat bangsa Israel sebagai umat pilihan Allah, yang hanya dapat hidup melalui kuat kuasa Allah.

  2. Hidup dengan mengasihi Allah dengan segenap hati, kekuatan dan akal budi merupakan jalan satu-satunya untuk mengalami kuasa dan kasih Allah.

  3. Hidup yang mengasihi Allah dengan segenap hati, kekuatan dan akal budi berarti hidup dengan menjauhkan diri dari penyembahan berhala dan keinginan diri sendiri.

  4. Kitab Ulangan mengajarkan kasih setia Allah dalam kehidupan umat-Nya, baik pengampunan-Nya maupun keadilan-Nya untuk kehidupan di masa yang akan datang.

Pertanyaan-pertanyaan yang Dapat Digunakan untuk Tanya Jawab

  1. Siapakah penulis Kitab Ulangan?
  2. Apakah isi Kitab Ulangan?
  3. Pelajaran rohani apakah yang saudara dapatkan dari mempelajari Kita Ulangan?

Intisari: Ulangan (Pendahuluan Kitab) Suatu tantangan bagi umat Allah NAMANama Ibrani untuk Kitab Ulangan dirangkum dalam baris pembukaan yang berbunyi "inilah perkataan-perkataan itu". N

Suatu tantangan bagi umat Allah

NAMA
Nama Ibrani untuk Kitab Ulangan dirangkum dalam baris pembukaan yang berbunyi "inilah perkataan-perkataan itu". Nama Ulangan diambil dari kata Yunani yang berarti "hukum kedua" yang merupakan terjemahan yang sedikit kurang tepat dari "salinan dari hukum ini" (Ula 17:18).

STRUKTUR KITAB ULANGAN
Dalam Ulangan kita membaca pengulangan dan penekanan kembali dari perjanjian yang dibuat antara Allah dan bangsa Israel di Sinai. Bentuk perjanjian dibuat sesuai dengan pola umum naskah perjanjian di daerah Asia Timur Dekat kuno yang terdiri dari latar belakang historis, daftar kewajiban, uraian mengenai berkat dan kutuk, serta pengaturan untuk menyimpan dan membaca dokumen perjanjian. Dalam Ulangan pola ini ditampilkan dalam bentuk tiga pidato Musa di depan bangsa Israel sebelum ia wafat untuk mengingatkan mereka apa artinya menjadi umat Allah.

PENULIS DAN WAKTU PENULISAN
Tidak ada alasan untuk meragukan bahwa sebagian besar bahan didapat langsung dari Musa sendiri. Pendapat bahwa seluruh kitab ini dibuat selama masa reformasi Hizkia atau Yosia, atau bahkan setelah masa pengasingan tidak dapat didukung, karena tidak ada isi kitab yang berhubungan dengan tradisi Raja Daud atau Bait Allah; kedua fakta ini amat penting di kemudian hari. Pada kenyataannya pola hidup yang digambarkan cocok dengan latar belakang kehidupan bangsa Israel sebelum adanya kerajaan. Namun demikian, rupanya telah terjadi beberapa penyuntingan dan penyusunan kembali sehingga sangat sukar untuk menentukan kapan akhirnya kitab itu diterbitkan. Contoh-contoh perjanjian dan prinsip-prinsip yang terdapat dalam Keluaran seringkali dikemukakan secara berbeda di dalam Ulangan. Mungkin hal ini dilakukan untuk memenuhi situasi yang berbeda, tetapi andaikata uraian itu disesuaikan untuk kebutuhan zaman yang kemudian, itu tidak berarti bahwa tidak seluruh isi kitab didasarkan pada bahan-bahan dari Musa.

MENGAPA ULANGAN DITULIS?
Tujuan utama dari pidato-pidato Musa ialah untuk meyakinkan bangsa Israel sebagai umat Allah sebelum ia menyerahkan tampuk pimpinan kepada Yosua dan bangsa itu berjuang melawan orang Kanaan. Secara keseluruhan Ulangan mengajarkan isi dan arti agama Israel, menantang mereka untuk melaksanakan peraturan-peraturannya dan mendorong bangsa itu untuk menyerahkan diri sekali lagi pada pelayanan kepada Allah. Kitab itu menggambarkan "kehidupan berbahagia" dalam persekutuan dengan Allah sambil menikmati segala berkat-Nya, dan membandingkannya dengan akibat yang akan terjadi jika mereka melalaikan perjanjian. Kitab itu hampir dapat digambarkan sebagai suatu kitab "undang-undang" bagi bangsa Israel dan bukan hanya sebagai buku pegangan bagi para pemimpin mereka.

Pesan

1. Allah perjanjian
Allah merupakan pusat pesan Ulangan. Oleh karena Dia adalah Dia, maka perjanjian itu ada.
o Dialah satu-satunya Allah. Ula 4:35; 6:4
o Dia adil dan benar. Ula 16:18; 32:4
o Dialah penguasa yang berdaulat. Ula 10:17
o Dia pencemburu dan tidak ingin disaingi. Ula 5:9; 6:15
o Dia lemah lembut dan murah hati. Ula 6:24; 28:1-14
o Dia adalah Bapa orang Israel. Ula 1:31; 32:6

2. Kewajiban-kewajiban dalam perjanjian
Jika Israel ingin mengadakan hubungan dengan Allah, maka mereka harus mengakui kedaulatan-Nya dan menjadi bangsa yang kudus, sehingga layak bagi Allah yang kudus. Ini berarti melaksanakan tuntutan Allah.
o Ketaatan mutlak dalam segala bidang. Ula 8:1, 11; 11:1
o Kasih yang bulat dan teguh. Ula 6:5
o Percaya penuh hanya kepada Allah. Ula 6:13; 13:1-18
o Selalu ingat kepada Allah -- siapa Dia, apa yang telah dilakukan-Nya, dan apa yang diharapkan dari umat-Nya. Ula 11:18-20
o Pendidikan bagi anak-anak. Ula 4:9; 11:19

3. Berkat bagi yang taat kepada perjanjian
o Kemakmuran bangsa termasuk kemenangan atas musuh-musuh. Ula 7:22; 28:1, 7, 13
o Kemakmuran negeri -- termasuk kesuburan tanaman dan ternak serta keadaan cuaca yang baik. Ula 28:3, 5, 11, 12
o Kemakmuran bagi keluarga -- mereka akan mempunyai banyak anak-anak sehat. Ula 28:4, 11; 7:14
o Kemakmuran bagi tiap orang -- termasuk kesehatan yang baik dan panjang umur. Ula 5:16; 7:15

4. Akibat-akibat dari ketidaktaatan pada perjanjian
o Malapetaka bagi bangsa. Mereka akan menderita banyak kekalahan dan pada akhirnya dimusnahkan. Ula 28:20, 25; 4:26
o Malapetaka bagi negeri. Akan terjadi kekeringan yang dahsyat dan tanaman serta binatang akan binasa. Ula 28:22-24; 28:38-40
o Malapetaka bagi rakyat. Akan terjadi epidemi yang menakutkan, keluarga akan terpecah-belah dan tidak ada keamanan. Ula 28:21, 22, 28, 32, 42

Hubungan dengan Allah tidak boleh dilaksanakan dengan sewenang-wenang. Daftar berkat dan kutuk menekankan kesungguhan dari perjanjian dengan Allah. Ulangan menegaskan bahwa Allah sungguh-sungguh mempunyai kuasa untuk mendatangkan semua berkat dan kutuk itu.

Penerapan

Ulangan mengajar kita tentang:

1. Hubungan kita dengan Allah
o Hubungan itu harus pribadi. Menjadi rakyat suatu bangsa atau keluarga yang mengikut Allah tidaklah cukup. Setiap pribadi harus mempunyai pengalaman langsung dan mutakhir dengan Allah.
o Hubungan itu harus hidup. Perjanjian itu lebih dari sekadar perjanjian kontrak. Allah menginginkan persekutuan dengan umat-Nya dan kasih dari mereka, dengan ketaatan yang terbit dari kasih itu.
o Hubungan itu harus menyeluruh. Allah menginginkan kita mengikuti Dia, tidak hanya satu hari dalam seminggu atau dalam situasi-situasi tertentu, tetapi setiap saat -- Dia menaruh perhatian pada apa yang kita kerjakan dalam setiap segi kehidupan kita.

2. Ibadah kita kepada Allah
o Ibadah kita harus murni dan tidak dinodai atau dirusak dengan memasukkan pengajaran dan adat istiadat orang-orang di sekeliling kita.
o Ibadah kita harus sesuai dengan pola yang sudah digariskan oleh Allah.
o Ibadah kita harus diresapi dan tidak semata-mata hanya terikat pada suatu bentuk peribadatan tertentu. Ibadah itu harus menyenangkan.

Tema-tema Kunci

1. Kekuasaan Allah
Allah tidak hanya dipandang sebagai Tuhan perjanjian yang berdaulat atas seluruh bangsa Israel, tetapi juga sebagai Allah umat manusia, berkuasa atas seluruh dunia, yang berkuasa atas bangsa-bangsa dan alam semesta. Dia mempunyai kuasa untuk melaksanakan janji-janji-Nya. Buatlah sebuah daftar mengenai cara-cara Allah menunjukkan kuasa-Nya dalam pasal Ula 4 dan Ula 30.

2. Kesetiaan Allah
Salah satu hal yang memungkinkan bangsa Israel melihat perjanjian itu sebagai dasar dari kehidupan bangsa mereka adalah pengetahuan bahwa Allah dapat diandalkan sepenuhnya. Baca pasal Ula 32 dan catat semua cara yang berbeda dalam menggambarkan Allah.

3. Kasih
Dasar utama dari perjanjian adalah kasih. Kasih Allahlah yang memulai perjanjian itu dan memungkinkan kelanjutannya. Tuntutan pertama terhadap manusia ialah bahwa ia harus mengasihi Allah. Tanpa kasih, hubungan dengan Allah tidak mungkin terwujud. Bacalah Ula 4:37; 5:10; 6:5; 7:9, 13; 10:12-19; 11:1, 13, 22; 13:3; 19:9; 23:5; 30:16, 20.

4. Penyerahan
Yang Allah inginkan dari umat-Nya ialah penyerahan total, kesetiaan yang utuh, dan pengabdian dengan sepenuh hati. Semua ini berarti mengikuti kehendak Allah dalam setiap segi kehidupan seperti diatur dalam perintah-perintah di dalam perjanjian. Bacalah Ula 5:1-21; 6:4-9; 10:12-22. Semua ayat ini dapat dianggap sebagai ringkasan dari keseluruhan hukum Allah.

Garis Besar Intisari: Ulangan (Pendahuluan Kitab) [1] PIDATO MUSA YANG PERTAMA Ula 1:1-4:43 Sejarah mengenai seberapa jauh karya Allah bagi bangsa Israel Ula 1:1-5Pendahuluan -- Musa mulai berpida

[1] PIDATO MUSA YANG PERTAMA Ula 1:1-4:43

Sejarah mengenai seberapa jauh karya Allah bagi bangsa Israel

Ula 1:1-5Pendahuluan -- Musa mulai berpidato
Ula 1:6-8Firman Allah di Horeb
Ula 1:9-18Hakim-hakim yang diangkat untuk membantu Musa
Ula 1:19-25Penyelidikan pertama ke Kanaan
Ula 1:26-46Bangsa itu tidak taat kepada Allah
Ula 2:1-18Pengembaraan di padang gurun -- 38 tahun
Ula 2:19-3:17Perebutan daerah sebelah timur Sungai Yordan
Ula 3:18-29Musa harus menyerahkan kepemimpinan kepada Yosua
Ula 4:1-40Jalan Allah sudah dipersiapkan -- ikutilah!
Ula 4:41-43Penunjukan kota-kota suaka

[2] PIDATO MUSA YANG KEDUA Ula 4:44-11:32

Perjanjian dengan Allah

Ula 4:44-49Pendahuluan
Ula 5:1-22Sepuluh Perintah
Ula 5:23-33Respons bangsa Israel
Ula 6:1-25Kasihi, percayai dan taati Allah
Ula 7:1, 2Rebutlah negeri itu...
Ula 7:3-26Tetapi, bukan adat-istiadat dan dewa-dewanya
Ula 8:1-10Ketaatan akan membawa berkat
Ula 8:11-20Ketidaktaatan akan membawa malapetaka
Ula 9:1-6Mereka tidak layak memasuki negeri itu
Ula 9:7-29Bangsa Israel umat berdosa
Ula 10:1-22Perjanjian diperbarui
Ula 11:1-32Berkat atau kutuk?

[3] PIDATO MUSA YANG KEDUA Ula 12:1-26:19

Peraturan-peraturan terperinci

Ula 12:1-32Petunjuk-petunjuk untuk peribadatan
Ula 13:1-18Nabi dan guru-guru palsu harus binasa
Ula 14:1-29Peraturan mengenai makanan dan persepuluhan
Ula 15:1-18Tahun pembebasan para budak
Ula 15:19-23Anak sulung ternak adalah milik Allah
Ula 16:1-22Hari-hari raya tahunan
Ula 17:1-20Peraturan bagi para hakim dan raja-raja
Ula 18:1-8Hak orang Lewi
Ula 18:9-22Peraturan mengenai nubuatan
Ula 19:1-21Apa yang harus dilakukan terhadap pembunuh?
Ula 20:1-20Peraturan tentang perang
Ula 21:1-25:19Peraturan tentang kehidupan
Ula 26:1-19Persembahan kepada Allah

[4] PESAN DARI PARA PEMIMPIN Ula 27:1-28:68

Ula 27:1-3Ingatlah pada perjanjian
Ula 27:4-10Dirikanlah mezbah di Gunung Ebal
Ula 27:11-26Kutuk bagi mereka yang tidak taat
Ula 28:1-14Berkat bagi mereka yang taat
Ula 28:15-68Akibat-akibat karena berpaling dari Allah

[5] PIDATO MUSA YANG KETIGA Ula 29:1-30:20

Ula 29:1-17Engkau telah melihat apa yang telah diperbuat Allah
Ula 29:18-29Engkau akan melihat apa yang akan diperbuat Allah
Ula 30:1-10Pertobatan membawa pemulihan
Ula 30:11-14Perintah-perintah Allah tidak terlalu sukar
Ula 30:15-20Allah layak dipatuhi!

[6] HARI-HARI TERAKHIR MUSA Ula 31:1-34:12

Ula 31:1-8Yosua akan menjadi pemimpin baru
Ula 31:9-29Persiapan pengambilalihan
Ula 31:30-32:52Nyanyian perpisahan Musa
Ula 33:1-29Berkat terakhir
Ula 34:1-12Musa meninggal dunia
Advanced Commentary (Kamus, Lagu-Lagu Himne, Gambar, Ilustrasi Khotbah, Pertanyaan-Pertanyaan, dll)


TIP #29: Klik ikon untuk merubah popup menjadi mode sticky, untuk merubah mode sticky menjadi mode popup kembali. [SEMUA]
dibuat dalam 0.06 detik
dipersembahkan oleh YLSA