Apakah yang dimaksudkan dengan keadaan tidak berdosa?

Itu adalah keadaan bebas dari dosa. Apa dosa itu? "Apa saja yang dilakukan tanpa keyakinan adalah dosa" (Rm. 14:23, salinan Alkitab Bahasa Sehari-hari). "Memikirkan kebodohan mendatangkan dosa" (Ams. 24:9). "Dosa ialah pelanggaran hukum Allah" (I Yoh. 3:4). John Wesley, Ser., Vol. 1, halaman 15, mengajar. "Engkau diselamatkan dari dosa. Ini adalah keselamatan melalui iman. Inilah keselamatan besar itu, yang diramalkan oleh malaikat sebelum Allah mengutus Anak Tunggal-Nya ke dalam dunia: 'Engkau akan memanggil namaNya Yesus, sebab Dia akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka. "' Di sini maupun bagian-bagian lain dari Alkitab tidak ada pembatasan apapun. Dia akan menyelamatkan semua orang yang percaya kepada-Nya dari semua dosa mereka, dari dosa asal dan dosa nyata, yang terjadi pada masa lalu maupun sekarang, yang kelihatan secara lahiriah maupun yang di dalam roh atau pikiran. Oleh iman kepada Dia, maka mereka diselamatkan dari kesalahan dosa maupun kuasa dosa." Keadaan tidak berdosa adalah keadaan yang mungkin. Allah. pada mulanya menciptakan Adam dan Hawa dalam keadaan tidak mengenal dosa (Kej. 1:27-31). Jika manusia tidak dapat meraih kembali kesucian mula-mula tersebut, maka Iblis telah melaksanakan pembinasaan yang tidak mungkin diperbaiki oleh Kristus. "Di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah" (Rm. 5:20). Sementara II Korintus 5:21 menyatakan: "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah." TUHAN (Yahweh) menghormati Habel dan persembahannya, "dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati" (Ibr. 11:4). "Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian . . . sebab sebelum kematian ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah" (Ibr. 11:5, lihat juga Kej. 5:22). Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun. Yusuf adalah orang yang tidak berdosa, "Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?" (Kej. 39:9; 49:22-26). Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego (Asosiasi Pemuda Kristen yang mula-mula) tidak mau berdosa kepada Allah, itu dibuktikan dengan kejadian di gua singa dan dapur api. Zakharia dan Elisabet "adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat" (Luk. 1:6). Kebanyakan mereka telah menikah dan mempunyai keturunan. Keadaan tidak menikah bukanlah keadaan tidak berdosa (lih. I Tes. 5:23, 24).




Artikel yang terkait dengan Matius:


TIP #22: Untuk membuka tautan pada Boks Temuan di jendela baru, gunakan klik kanan. [SEMUA]
dibuat dalam 0.01 detik
dipersembahkan oleh YLSA