Apa pendapat orang-orang ternama, yang tidak dikenal sebagai orang Kristen yang aktif, mengenal Yesus?

Napoleon Bonaparte mengungkapkan pandangan berikut mengenai Yesus: "Saya mengenal banyak orang, dan saya memberi tahu Anda Yesus Kristus bukan manusia. Pikiran dangkal melihat kesamaan antara Kristus dengan pendiri-pendiri kerajaan dan allah-allah dari agama-agama lain. Kemiripan itu tidak ada. Antara kekristenan dengan agama-agama lain ada jarak (perbedaan) tak terbatas. Aleksander Agung, Yulius Kaisar, Charlemagne dan saya sendiri telah mendirikan kerajaan. Tetapi, atas dasar apakah kita menyandarkan penciptaan kejeniusan kita? Pada kekuatan belaka. Hanya Yesus Kristus yang mendirikan kerajaan-Nya berdasarkan kasih; dan pada saat ini jutaan orang mau menyerahkan nyawanya bagi Dia. Pada setiap diri manusia betapa banyak ketidaksempurnaan! Tetapi, bukan pada diri Yesus. Sejak awal sampai akhir Dia tidak berubah: mulia dan utuh, teguh dan sabar tak terkira. Dia menawarkan kepada iman kita rangkaian misteri dan perintah penuh otoritas agar kita mempercayai itu semua, tanpa memberi alasan lain, kecuali perkataan luar biasa: "Akulah Allah." "Yesus adalah yang paling sempurna di antara semua manusia yang pernah ada," demikian kata Ralph Waldo Emerson, dan Thomas Carlyle menulis tentang diri-Nya, "Yesus adalah simbol paling ilahi yang kita miliki. Pikiran manusia yang lebih mulia pun belum bisa menyamainya. Sebuah simbol tentang karakter yang sungguh kekal, tak terbatas: yang arti pentingnya menuntut penyelidikan baru dan manifesto baru." Lord Byron menulis penghormatan ini: "Jika pernah ada manusia yang seperti Allah, atau Allah yang seperti manusia, Yesus Kristus memenuhi dua-duanya."

Rousseau, dalam tulisannya yang paling luar biasa menyatakan berikut ini: "Mungkinkah tokoh sama yang sejarahnya dimuat dalam Alkitab hanyalah seorang manusia? Di manakah manusia, di manakah filsuf, yang dapat hidup dan mati tanpa kelemahan dan tanpa pamer? Ketika Plato menggambarkan manusia yang benar menurut imajinasinya, sarat dengan hukuman karena kesalahan, namun demikian patut mendapat upah kebajikan tertinggi, dia sebenarnya menjelaskan tentang karakter Yesus Kristus. Betapa tak terbatas ketidakseimbangan (perbedaan) antara Anak Saphronisius dengan Anak Maria. Sokrates meninggal penuh kehormatan, dikelilingi murid-muridnya yang mendengarkan ucapan-ucapan paling lembut - kematian paling mudah yang diharapkan seseorang. Yesus mati dalam penderitaan, disertai aib, celaan, menjadi sasaran kutukan - cara kematian paling mengerikan yang pernah ditakuti oleh orang. Sesudah menerima cawan berisi racun, Sokrates memuji orang yang tidak dapat memberikan cawan itu kepadanya tanpa air mata; Yesus, sementara menanggung penderitaan hebat, mendoakan musuh-musuhnya yang paling sengit. Jika Sokrates hidup dan mati seperti seorang filsuf, Yesus hidup dan mati seperti Allah." Benjamin Disraeli, seorang Yahudi yang hebat dan jujur, memberikan penghormatan kepada Tuhan kita: "Mimpi-mimpi paling biadab tentang guru-guru mereka jauh melampaui. Tidakkah Yesus menaklukkan Eropa dan mengubah namanya menjadi kerajaan Kristen? Semua negara yang menolak salib menjadi pudar, dan masanya akan datang ketika banyak sekali negara dan begitu tak terhitung banyaknya dari Amerika dan Australia, menganggap Eropa seperti Eropa sekarang menganggap Yunani, dan heran bagaimana tempat yang kecil dapat mencapai perbuatan-perbuatan yang begitu luar biasa, akan menemukan musik dalam nyanyian-nyanyian Sion dan penghiburan dalam perumpamaan-perumpamaan dari Galilea."




Artikel yang terkait dengan Matius:


TIP #16: Tampilan Pasal untuk mengeksplorasi pasal; Tampilan Ayat untuk menganalisa ayat; Multi Ayat/Kutipan untuk menampilkan daftar ayat. [SEMUA]
dibuat dalam 0.00 detik
dipersembahkan oleh YLSA