Apa maksud dari "Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan"?

Allah tidak pernah mencobai siapa pun. Dia mengizinkan kita masuk ke dalam situasi, di mana kalau mengandalkan kekuatan sendiri, kita akan jatuh; tetapi Dia tidak mencobai kita supaya berbuat kejahatan. Hawa berkata, "Ular itu yang memperdayakan aku" (lih. Kej. 3:1, 4, 5, 13). Dia menyerah dalam kelemahannya dan menderita karenanya (ay. 14, 15, 16). Dalam Matius 4:1, dan beberapa ayat yang sejajar, dengan jelas dinyatakan bahwa Iblis adalah penggoda Yesus. I Korintus 10:13 juga menjelaskan meskipun Allah mengizinkan kita untuk dicobai, bukan Dia yang menjadi penggodanya. Baca dalam Yakobus 1:13, yang secara tegas menyatakan bahwa Allah tidak mencobai manusia. Penarikan kembali Roh Kudus membuka peluang agar kita dapat dicobai, karena hati kita terbuka untuk diserang penggoda; tetapi tidak ada yang lebih keliru daripada anggapan bahwa pencobaan, atau penempatan perantara apa pun dalam jalan rohani manusia yang bisa menyebabkan dia jatuh, berasal dari Allah. Kalau ini benar, maka Dialah pencipta kebinasaan kekal bagi begitu banyak orang yang terdorong masuk ke dalam dosa dengan menyerah pada pencobaan. Lihat juga Ayub, pasal pertama dan kedua, di mana Iblis dinyatakan sebagai penggoda yang memohon dengan sangat supaya diperbolehkan mencobai kemantapan leluhur itu. Satu-satunya sumber pencobaan dalam semua kasus adalah roh jahat, dunia dan kedagingan. Jika kita tidak dibentengi oleh kehadiran Roh Allah ketika hal-hal ini menyerang, kita secara khusus tidak mempunyai perlindungan dan besar kemungkinan kita akan jatuh. Lihat lebih jauh dalam Wahyu 12:9; Yohanes 8:44; 11 Korintus 11:3; I Yohanes 3:8; Markus 1:13; Lukas 4:2; Kisah Para Rasul. 5:3; Matius 26:41. Bahkan ketika Allah menguji iman manusia, setiap kali Dia melakukannya dengan menghilangkan perlindungan rohani dan meninggalkan manusia dengan kekuatannya sendiri, dan penggoda memanfaatkan kesempatan ini. Dalam hal ini, adalah jelas bahwa ujian tidak sama dengan pencobaan.

Beberapa orang tidak dapat mencocokkan bahwa Allah mencobai Abraham, Kejadian 22:1, dengan pernyataan tegas dari Yakobus 1:13 bahwa Allah tidak mencobai siapa pun. Yakobus merujuk kepada daya tarik untuk berbuat dosa. Abraham tidaklah dicobai dalam pengertian seperti itu. Dia hanya diuji. Pencobaan adalah sebuah ujian karena pada saat dicobai, manusia mengetahui kekuatan dan kelemahannya, dan oleh karenanya timbullah kebingungan dalam arti kata ini. Akan tetapi ujian ini bisa datang dengan berbagai cara. Dalam kasus Abraham, dia diperintahkan untuk melakukan sesuatu yang berlawanan dengan sifatnya, dan pertanyaannya adalah apakah dia bersedia melakukan apa yang tidak ingin dilakukannya tetapi yang merupakan perintah Allah. Yakobus, di sisi lain, membicarakan perihal kasus yang mendorong manusia untuk mengikuti kehendak hatinya sendiri dan berbuat dosa. Allah tidak mencobai satu manusia pun untuk berbuat dosa, Dia hanya menguji iman kita kepada-Nya dan kasih kita kepada-Nya melalui berbagai ujian. Ayub pasti tergoda untuk mengikuti saran istrinya dan mengutuki Allah; tetapi ujiannya, sebagaimana yang kita ketahui, adalah ujian-ujian atas kesetiaannya yang tidak memihak, bukan pencobaan-pencobaan yang dirujuk oleh Yakobus.




Artikel yang terkait dengan Matius:


TIP #18: Centang "Hanya dalam TB" pada Pencarian Universal untuk pencarian teks alkitab hanya dalam versi TB [SEMUA]
dibuat dalam 0.00 detik
dipersembahkan oleh YLSA