Alkitab SABDA
alkitab.sabda.org

Ayub 9:2

TB ©

"Sungguh, aku tahu, bahwa demikianlah halnya, masakan manusia benar di hadapan Allah?

AYT

“Betul, aku tahu bahwa itu memang benar. Namun, bagaimana manusia bisa benar di hadapan Allah?

TL ©

Sebenarnya, tahulah aku akan demikian, karena masakan manusia benar di hadapan Allah.

BIS ©

(9:1)

MILT

"Sesungguhnya aku tahu memang demikianlah halnya. Namun dapatkah manusia menjadi benar bersama Allah Elohim 0410?

Shellabear 2011

"Sungguh, aku tahu bahwa demikianlah adanya. Tetapi bagaimana manusia bisa benar di hadapan Allah?

AVB

“Sesungguhnya, aku tahu sedemikian halnya. Tetapi bagaimana mungkin seorang manusia benar di hadapan Allah?


TB ITL ©

"Sungguh
<0551>
, aku tahu
<03045>
, bahwa
<03588>
demikianlah
<03651>
halnya, masakan
<04100>
manusia
<0582>
benar
<06663>
di hadapan
<05973>
Allah
<0410>
?
TL ITL ©

Sebenarnya
<0551>
, tahulah
<03045>
aku akan demikian
<03651>
, karena
<03588>
masakan
<04100>
manusia
<0582>
benar
<06663>
di hadapan
<05973>
Allah
<0410>
.
AYT ITL
“Betul
<0551>

<0>
, aku tahu
<03045>
bahwa
<03588>
itu memang benar
<0>

<0551>
. Namun
<03651>
, bagaimana
<04100>
manusia
<0582>
bisa benar
<06663>
di hadapan
<05973>
Allah
<0410>
?
HEBREW
la
<0410>
Me
<05973>
swna
<0582>
qduy
<06663>
hmw
<04100>
Nk
<03651>
yk
<03588>
ytedy
<03045>
Mnma (9:2)
<0551>

TB ©

"Sungguh, aku tahu, bahwa demikianlah halnya, masakan manusia benar di hadapan Allah?

TB+TSK (1974) ©

"Sungguh, aku tahu, bahwa demikianlah halnya, masakan manusia benar di hadapan Allah?

Catatan Full Life

Ayb 9:2 

Nas : Ayub 9:2

Dalam pasal Ayub 9:1-35 Ayub mengakui bahwa dia tidak mungkin benar secara sempurna di hadapan Allah. Ia mengerti bahwa pada dasarnya ia cenderung kepada keakuan dan dosa sehingga tidak tanpa cacat di hadapan Allah (bd. Ayub 7:21). Namun, dengan segenap hati dan jiwanya ia telah melawan kejahatan dan berbalik daripadanya (Ayub 1:1,8; 2:3); ia yakin bahwa dirinya tidak melakukan dosa besar sehingga tidak patut menderita sehebat itu (Ayub 6:24; 7:20). Jadi, Ayub mengeluh bahwa Allah telah menghukum dirinya tanpa alasan (ayat Ayub 9:16-20). Sekalipun demikian, imannya tetap kokoh, karena ia terus berseru kepada-Nya (lih. Ayub 10:2,8-12; bd. Yak 5:11). Ia tidak mengutuk Allah sebagaimana diperkirakan Iblis (Ayub 1:11; 2:5), sekalipun ia mengeluarkan kata-kata yang kemudian disesalinya (ayat Ayub 9:17,20,22-23,30-31; 42:3-6).


Sumber: http://alkitab.sabda.org/verse.php?book=18&chapter=9&verse=2
Copyright © 2005-2021 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)