Alkitab SABDA
alkitab.sabda.org

Kejadian 6:6

TB ©

maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.

AYT

TUHAN menyesal bahwa Dia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu mendukakan hati-Nya.

TL ©

Maka bersesallah Tuhan sebab telah dijadikannya manusia di atas bumi, maka ia itu mendukacitakan hati-Nya.

BIS ©

Ia pun menyesal telah menjadikan mereka dan menempatkan mereka di bumi. Ia begitu kecewa,

MILT

dan TUHAN YAHWEH 03068 menyesal bahwa Dia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu telah memilukan hati-Nya.

Shellabear 2011

Maka masygullah hati ALLAH karena Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu mendukakan hati-Nya.

AVB

Maka menyesallah TUHAN kerana Dia telah menjadikan manusia di bumi dan hal itu mendukakan hati-Nya.


TB ITL ©

maka menyesallah
<05162>
TUHAN
<03068>
, bahwa
<03588>
Ia telah menjadikan
<06213>
manusia
<0120>
di bumi
<0776>
, dan hal itu memilukan
<06087>
hati-Nya
<03820>
. [
<0413>
]
TL ITL ©

Maka bersesallah
<05162>
Tuhan
<03068>
sebab
<03588>
telah dijadikannya
<06213>
manusia
<0120>
di atas bumi
<0776>
, maka ia itu mendukacitakan
<06087>
hati-Nya
<03820>
.
AYT ITL
TUHAN
<03068>
menyesal
<05162>
bahwa
<03588>
Dia telah menjadikan
<06213>
manusia
<0120>
di bumi
<0776>
, dan hal itu mendukakan
<06087>
hati-Nya
<03820>
. [
<0853>

<0413>
]
HEBREW
wbl
<03820>
la
<0413>
buetyw
<06087>
Urab
<0776>
Mdah
<0120>
ta
<0853>
hve
<06213>
yk
<03588>
hwhy
<03068>
Mxnyw (6:6)
<05162>

TB ©

maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.

TB+TSK (1974) ©

maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.

Catatan Full Life

Kej 6:6 

Nas : Kej 6:6

Allah dinyatakan dalam pasal-pasal awal Alkitab ini sebagai Allah yang menangani orang secara pribadi dan sanggup menyatakan perasaan, kekecewaan, dan reaksi terhadap dosa yang disengaja dan pemberontakan manusia.

  1. 1) Istilah "menyesal" menunjukkan bahwa akibat dosa umat manusia yang menyedihkan itu, sikap Allah terhadap manusia berubah; sikap kemurahan dan sabar berubah menjadi hukuman.
  2. 2) Sekalipun keberadaan, sifat, dan maksud-maksud utama Allah tidak berubah (1Sam 15:29; Yak 1:17), Ia tetap terbuka dan tanggap dalam urusan-Nya dengan manusia. Allah dapat mengubah perasaan, sikap, tindakan, dan pikiran-Nya sesuai dengan tanggapan yang berubah terhadap kehendak-Nya (bd. Kel 32:14; 2Sam 24:16; Yer 18:7,8; 26:3,13,19; Yeh 18:1-32; Yun 3:10).
  3. 3) Penyataan ini mengenai Allah sebagai Allah yang dapat merasakan penyesalan dan kesedihan menunjukkan bahwa Allah berada dalam hubungan yang pribadi dan intim dengan ciptaan-Nya. Dia memiliki kasih yang mendalam bagi umat manusia dan perhatian ilahi terhadap persoalan mereka (Mazm 139:7-18).


Sumber: http://alkitab.sabda.org/verse.php?book=1&chapter=6&verse=6
Copyright © 2005-2021 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)