Resource > Jurnal Pelita Zaman >  Volume 2 No. 1 Tahun 1987 >  ABNORMALITAS SEKSUAL > 
MASTURBASI 
sembunyikan teks

Yang dimaksudkan dengan Masturbasi adalah perbuatan yang berusaha menyalurkan hasrat seksual dan mencapai kenikmatan seksual di luar hubungan seksual yang wajar, yaitu merangsang alat kelamin sendiri.

Masturbasi itu memang sering secara keliru disebut sebagai "Onani". Dalam Alkitab, apa yang dilakukan oleh "Onan" (Kejadian 38:9) sebetulnya adalah salah satu cara yang dilakukan dalam usaha mencegah kehamilan (metoda KB), yaitu yang disebut 'Coitus interuptus'. Dalam perkawinan, nafsu itu diperlukan sebagai penyaluran kasih suami isteri, nafsu yang ditujukan kepada jodoh untuk memperkuat kesatuan hati yang di jalin dengan saling memberi dan menerima (take and give). Sedang dalam perilaku masturbasi nafsu itu hanya ditujukan kepada diri sendiri, itulah sebabnya perbuatan itu dilakukan dengan sembunyi-sembunyi, dan setelah seseorang melakukannya timbul rasa bersalah, malu, dan bila hal itu dilakukan terlalu sering dapat memupuk dalam jangka panjang sifat-sifat introver dan narsistis (cinta diri) yang tidak baik bagi perkembangan jiwa.

Lebih luas dari pengaruh pornografi, Masturbasi dilakukan oleh banyak orang dan lebih bersifat perilaku umum, setidaknya oleh mereka yang mengalami kematangan seksual dan dorongan nafsu khususnya dikalangan pria yang lebih mudah terangsang daripada wanita. Pornografi banyak berpengaruh dalam kehidupan muda-mudi yang belum menikah, karena itu memerangi kebiasaan masturbasi harus dilakukan sejalan dengan usaha memerangi pornografi karena saling berkaitan.

Orang yang menganggur dan pelamun akan lebih mudah terpengaruh kebiasaan buruk ini, karena itu meningkatkan kesibukan baik berupa olah raga dan menyibukkan diri akan sangat mengurangi kebiasaan yang buruk ini.

Kecaman bahwa perbuatan ini sebagai dosa terkutuk yang mengakibatkan kegilaan tidaklah bijaksana, karena kebiasaan ini biasanya terjadi karena proses rangsangan yang panjang, karena itu doa mohon kekuatan dari Tuhan untuk menumbuhkan kekuatan rohani dari dalam dan usaha menghindarkan pengaruh rangsangan pornografi serta keterlibatan dalam aktivitas yang sehat akan sangat membantu seseorang mengatasi kebiasaan buruk itu.



TIP #22: Untuk membuka tautan pada Boks Temuan di jendela baru, gunakan klik kanan. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA