Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac >  3. Teks dan Terjemahan >  II. Teks Perjanjian Baru. > 
A. Pengilhaman Perjanjian Baru. 
sembunyikan teks

Allah mendorong para penulis Perjanjian Baru agar dengan setia mencatat Firman-Nya sebagaimana yang dilakukan-Nya dengan para penulis Perjanjian Lama. Sering kali Rasul Paulus dan penulis kitab-kitab Injil menunjukkan bahwa mereka menyadari apa yang sedang dilakukan Roh Kudus melalui mereka. Kita akan mempelajari kembali beberapa dari teks-teks ini dengan singkat sebab daripadanya kita memperoleh pengertian yang berharga tentang cara Allah mengilhami Firman-Nya yang tertulis.

Lukas memulai Injilnya dengan mengatakan bahwa "banyak orang" telah berusaha untuk menulis sebuah kisah tentang kehidupan dan pelayanan Yesus, tetapi ia sendiri memutuskan untuk membukukannya setelah "menyelidiki segala peristiwa itu dengan saksama dari asal mulanya" (Luk. 1:3). Demikian pula, kita diyakinkan bahwa kita dapat mempercayai Injil Yohanes karena ia seorang saksi mata dari kejadian-kejadian yang dicatatnya (Yoh. 21:24). Allah memberikan kesempatan kepada para penulis Injil untuk menyaksikan dari dekat peristiwa-peristiwa dari pelayanan Yesus dan pengertian sempurna tentang peristiwa-peristiwa itu; hal ini secara khusus membuat mereka mampu untuk melakukan tugas penulisan mereka.

Sama halnya, ketika menulis kepada jemaat-jemaat mengenai soal-soal praktis yang berkaitan dengan moral dan etika (I Kor. 4:14; 5:9; II Kor. 9:1), Paulus mengetahui bahwa ia sedang mengungkapkan apa yang harus ditulisnya menurut pimpinan Roh Kudus. Ia berkata tentang pengarahannya yang terperinci mengenai pelaksanaan ibadah dalam gereja Korintus, "Jika seorang menganggap dirinya nabi atau orang yang mendapat karunia rohani, ia harus sadar bahwa apa yang kukatakan kepadamu adalah perintah Tuhan" (I Kor. 14:37). Ia seorang rasul yaitu orang yang diberi kemampuan oleh Tuhan untuk mengumumkan hikmat-Nya yang telah dinyatakan "dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh" (I Kor. 2:13). Oleh karena itu, apa yang ditetapkan oleh Paulus harus diterima sebagai perintah ilahi. Seperti yang dikatakan oleh Petrus, Paulus telah menulis "menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya" (II Ptr. 3:15).

Juga, Rasul Yohanes menerangkan bahwa ia tidak menulis kepada jemaat-jemaat untuk menyatakan perintah-perintah baru dari Allah (I Yoh. 2:7-8). Ia pun tidak menulis oleh sebab pembacanya tidak mengetahui kebenaran yang telah dinyatakan oleh Kristus (I Yoh. 2:21). Sebaliknya, ia menulis karena para pembacanya telah mengetahui kebenaran dan surat-suratnya akan mendorong mereka untuk mematuhi kebenaran itu (I Yoh. 1:4; 2:21b). Hal ini menunjukkan bahwa Roh Kudus mengilhami para penulis Perjanjian Baru untuk bekerja dalam keselarasan yang sempurna dengan kebenaran yang telah dinyatakan. Mereka tahu bahwa kebenaran yang sedang mereka ungkapkan dan jalankan itu berasal dari Kristus sendiri.



TIP #21: Untuk mempelajari Sejarah/Latar Belakang kitab/pasal Alkitab, gunakan Boks Temuan pada Tampilan Alkitab. [SEMUA]
dibuat dalam 0.03 detik
dipersembahkan oleh YLSA