Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac >  9. Orang Persia > 
VII. Kemunduran Persia. 
sembunyikan teks

Sebagaimana halnya negara-negara besar lainnya di dunia purba, pada akhirnya Persia melewati puncak pengaruhnya dan mulailah suatu masa kemerosotan yang lama. Kekalahan militer, persekongkolan politik, dan kesalahan-kesalahan besar di bidang ekonomi menimbulkan keruntuhan kerajaan ini.

 A. Berbagai Manuver Politik.
sembunyikan teks

Kematian Artahsasta pada tahun 424 sM membuka suatu masa baru dengan berbagai komplotan rahasia di istana kerajaan Persia. Xerxes II dibunuh ketika ia sedang masuk. Pembunuhnya, anak lelaki dari seorang selir Artahsasta, dibunuh oleh Okhus, anak lelaki seorang selir lain. Okhus yang sudah mendapat dukungan angkatan bersenjata Babel, menemukan bahwa tentara di ibu kota Susan tidak menyukai penguasanya yang baru, Darius II. Darius terpaksa menghadapi Okhus dan orang-orang lain yang menuntut takhta itu dengan menyuruh membunuh mereka secara kejam. Ia mempertahankan kepentingan Persia di Yunani dengan bantuan orang Sparta. Ketika ketegangan timbul di antara orang Yahudi di kawasan Elefantin di Mesir dan orang-orang Mesir setempat, Darius dan orang Persia tidak turun tangan.

 B. Kekuasaan Orang Yahudi Bertambah Besar. 
sembunyikan teks

Orang Yahudi mempunyai hubungan baik dengan orang Persia sementara tahun-tahun kemunduran Persia. Mereka menjadi tentara upahan di angkatan Perang Persia. Orang Yahudi, yang ditempatkan di Syene (Aswan yang sekarang) di perbatasan selatan, memiliki kemerdekaan yang relatif. Di pulau Elefantin yang berhadapan dengan Syene di Sungai Nil, sebuah benteng Persia diawaki seluruhnya oleh orang Yahudi. Mereka bahkan membangun sebuah rumah ibadah di pulau itu, di mana mereka mempersembahkan kurban binatang kepada Tuhan. Pengorbanan domba jantan ini membuat orang pribumi Mesir tidak senang, terutama imam-imam Khnum, yang menganggap domba jantan sebagai binatang keramat. Para imam itu membinasakan rumah ibadah orang Yahudi ketika gubernur Yahudi pergi ke Susan untuk memberikan laporan pada tahun 410 sM. Orang Yahudi dari Nil meminta nasihat di Yerusalem tentang pembangunan kembali rumah ibadah mereka. Mereka mengatakan bahwa rumah ibadah ini telah berdiri sejak sebelum Kambises menaklukkan Mesir. Sesudah berkali-kali memohon bantuan, para pemimpin Yahudi di Yerusalem menyuruh koloni di Mesir ini untuk membangun kembali rumah ibadah mereka dan melanjutkan persembahan kurban sajian dan ukupan. Akan tetapi, karena orang-orang Mesir setempat sangat membenci mereka, maka orang Yahudi tidak pernah membangun kembali rumah ibadah mereka di Elefantin.

 C. Tahap Terakhir. 
sembunyikan teks

Tujuh puluh tahun terakhir dari Kerajaan Persia penuh dengan komplotan dan pembunuhan. Raja Persia yang terakhir, Darius III, adalah seorang penguasa yang pandai, yang menghadapi tugas yang sangat berat untuk mempersatukan kerajaan yang terpecah-pecah itu sementara berusaha untuk bertahan terhadap serangan Aleksander Agung, jenderal Makedonia yang terkenal. Aleksander mencapai Persepolis pada tahun 330 sM setelah mengalahkan Darius di Gaugamela. Pada tahun 330 sM, Aleksander merampok dan membakar istana Darius.

Pemerintahan orang Persia telah mendatangkan perdamaian dan kemakmuran yang relatif kepada orang Yahudi di Palestina. Bait suci dan hukum Taurat berkembang, dan banyak hal dari kebudayaan Timur orang Persia telah diterima oleh orang Yahudi. Kehidupan orang Yahudi di Palestina di bawah orang Yunani berubah menjadi lebih buruk.



TIP #03: Coba gunakan operator (AND, OR, NOT, ALL, ANY) untuk menyaring pencarian Anda. [SEMUA]
dibuat dalam 0.03 detik
dipersembahkan oleh YLSA