Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac >  9. Orang Persia > 
IV. Darius I (522 - 486 sM). 
sembunyikan teks

Darius adalah seorang kerabat jauh dari Kambises. Ia membawa lembing Kambises dalam pertempurannya melawan Mesir, dan mengikuti semua perkembangan politik yang baru. Darius berkomplot menentang Gaumate yang mendukung kepentingan agama orang Media dan para imam Magian. Darius dan pasukan-pasukannya membunuh Gaumate dalam sebuah benteng di Media.

 A. Memperkuat Kerajaan.
sembunyikan teks

Pertama-tama Darius bertindak untuk menyatukan kerajaan. Kerajaan itu hendak ambruk pada segala segi karena adanya patriotisme yang terpisah-pisah di propinsi-propinsi. Para pemuka propinsi berusaha merebut kekuasaan di Media, Elam, Babilonia, Mesir, dan bahkan di Persia. Darius membendung setiap pemberontakan dengan mengutus para jenderal yang setia untuk menaklukkan pasukan-pasukan pemberontakan. Dalam waktu dua tahun Darius diakui sebagai maharaja atas bagian terbesar kerajaan itu. Ia menetapkan Susan sebagai ibu kota baru dari kerajaan, dan membangun sebuah istana di sana (521 sM). Setelah itu ia menciptakan sebuah kitab undang-undang yang harus ditaati di seluruh kerajaannya (kr. 520 sM). Kitab undang-undang ini mirip dengan Kitab Undang-Undang Hammurabi (kira-kira 1775 sM). Darius juga mengangkat orang Persia untuk duduk bersama para pemimpin pribumi sebagai hakim, dan membebankan pajak yang harus dijalankan oleh pejabat-pejabat baru.

 B. Darius dan Palestina. 
sembunyikan teks

Dalam tahun-tahun pertama yang sulit dari pemerintahannya, Darius harus mengurus masalah bait suci di Yerusalem. Para pembangun telah meletakkan dasar bait suci, tetapi - pekerjaan itu tidak dilanjutkan (Ezr. 4:5). Orang Yahudi memusatkan perhatian pada membangun rumah dan menegakkan kehidupan mereka kembali di negeri yang tandus itu. Karena mengetahui desas desus tentang perlawanan Kambises terhadap berbagai kebiasaan beragama di Mesir, orang Yahudi di Palestina mungkin tidak ingin memohon bantuan Kambises dalam pembangunan kembali bait suci.

Akan tetapi, Darius ingin memperoleh kesetiaan orang Yahudi kepada takhtanya, dan ia lebih toleran kepada orang Yahudi daripada penguasa-penguasa Persia sebelumnya.

Tuhan telah mengutus dua orang nabi, Hagai dan Zakharia, untuk menggerakkan hati orang Yahudi di Palestina. Kedua nabi ini menekankan pentingnya menyelesaikan bangunan bait suci. Hagai mempermalukan umat itu dengan menunjukkan tidak adanya kemajuan dalam pembangunan bait suci sejak mereka tiba di Yerusalem. Orang Yahudi telah berada di Palestina selama lebih dari 15 tahun, tetapi hanya dasar bait suci yang sudah diletakkan. Mereka terus-menerus dihalangi oleh kekeringan (Hag. 1:10-11), angin yang sangat dingin, hujan batu, dan hama (2:18). Namun, mereka mempunyai waktu untuk membangun rumah-rumah bagus untuk diri mereka. Dua kali Hagai menantang mereka dengan kata-kata ini, "Perhatikanlah keadaanmu!" Ia mengingatkan mereka bahwa Tuhan akan menahan berkat-Nya sampai bait suci dibangun kembali (Hag. 2:19-20).

Zakharia bernubuat di antara tahun 520 dan 518 sM, lebih Lama daripada Hagai. Gambaran suram tentang orang-orang Yahudi yang kecewa yang diberi oleh Zakharia sesuai dengan gambaran yang diberi oleh Hagai (Za. 1:17; 8:10). Melalui Zakharia, Tuhan menenteramkan hati umat itu mengenai kemuliaan yang akan datang bagi Yerusalem.

Orang-orang Yahudi dan pemimpin mereka terpesona oleh kata-kata nubuat itu. Hasrat baru mereka untuk menaati Allah memimpin mereka untuk bekerja kembali. Zerubabel dan Yesua (Yosua) mulai membangun kembali tiga minggu setelah ucapan nubuat yang pertama (akhir 520 sM). Kesetiaan mereka kepada Tuhan diperhatikan oleh Hagai, "Lalu Zerubabel bin Sealtiel dan Yosua bin Yozadak, imam besar, dan selebihnya dari bangsa itu mendengarkan suara Tuhan, Allah mereka, dan juga perkataan nabi Hagai, sesuai dengan apa yang disuruhkan kepadanya oleh Tuhan, Allah mereka; lalu takutlah bangsa itu kepada Tuhan" (Hag. 1:12). Tuhan mengirim kata-kata dorongan lebih lanjut kepada Hagai, "Aku ini menyertai kamu" (Hag. 1:13), dan "Kuatkanlah hatimu, hai Zerubabel . . . kuatkanlah hatimu, hai 'Yosua . . . kuatkanlah hatimu, hai segala rakyat negeri ... bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu" (Hag. 2:5).

Tetapi segera perlawanan timbul. Tatnai, bupati daerah yang baru diangkat oleh Persia, berusaha untuk menghentikan usaha-usaha yang dimulai lagi untuk membangun kembali bait suci. Orang Yahudi menyatakan bahwa mereka sedang menjalankan perintah Koresy. Mereka memohon agar Tatnai menyelidiki catatan-catatan kerajaan untuk menemukan piagam Koresy yang menyuruh orang Yahudi pergi ke Yerusalem dan memugar bait suci mereka (Ezr. 5:10-16). Perintah ini ditemukan di Ekbatana, tempat kediaman Koresy pada tahun-tahun pertama pemerintahannya. Perintah ini ditulis dalam bahasa Aram, dan petunjuk-petunjuknya tercatat di Ezra 6:3-5.

Kini jelaslah bagi orang Yahudi bahwa Allah menyertai mereka! Darius memberi tahu Tatnai agar tidak mengganggu pekerjaan pembangunan bait suci itu (6:6-7). Selanjutnya, Darius memerintahkan agar perbendaharaan kerajaan di propinsi membayar, baik semua biaya pembangunan maupun segala kurban yang perlu - lembu jantan muda, domba jantan, dan anak domba untuk kurban bakaran kepada Allah semesta langit, dan gandum, garam, anggur dan minyak urapan; "menurut petunjuk para imam yang di Yerusalem, semuanya itu harus diberikan kepada mereka hari demi hari tanpa kelalaian" (6:9). Rupanya, Darius melanjutkan kebiasaan Koresy untuk membiarkan bangsa-bangsa dalam kerajaan itu menyembah ilah-ilah mereka, supaya "mereka ... mendoakan raja serta anak-anaknya" (Ezr. 6:10). Setiap orang yang tidak mematuhi perintah ini diperingatkan akan menerima hukuman yang berat: penghancuran rumah mereka dan hukum mati (6:11).

Darius menciptakan hubungan baik dengan rakyat Yahudinya. Waktu pasukan-pasukannya berbaris melalui Palestina dalam perjalanan untuk berperang di Mesir, orang Yahudi meyakinkan Darius bahwa mereka tidak akan mengganggu tentaranya. Selama musim dingin tahun 519-518 sM, Darius berhasil menguasai Mesir kembali, dengan cara tenang yang sama yang digunakannya dengan orang Yahudi. Ia menghormati tradisi agama Mesir dan memberi dorongan untuk menggali sebuah terusan dari suatu cabang Sungai Nil ke Teluk Suez. (Proyek ini telah dimulai oleh Firaun "Nekho" 70 tahun sebelumnya dan ditinggalkan.) Sebelum Darius meninggalkan negeri mereka, orang Mesir telah menerima dia sebagai penguasa mereka dan memberi gelar raja Mesir kepadanya.

 C. Darius dan Orang Yunani.
sembunyikan teks

Darius menegakkan kembali Kerajaan Persia dari Mesir sampai ke India, sejauh Sungai Indus di sebelah timur. Ia tidak menaklukkan orang Skit di Rusia selatan, meskipun ia memperoleh tempat berpijak di seberang Bosporus dengan merebut Trake (tahun 513 sM).

Pada waktu ia wafat pada tahun 486 sM, Darius I menguasai kerajaan yang lebih luas dan lebih kuat daripada yang diwarisinya. Darius memperbaiki pemerintahan kerajaan itu, menempatkan penguasaan militer yang ketat atas para bupati yang setengah mandiri, memperkenalkan uang logam, membakukan timbangan dan ukuran, dan menaruh perhatian pada kesejahteraan rakyatnya. Bagaimanapun juga, pajak-pajak baru yang ditetapkannya akan mengakibatkan keruntuhan kerajaan itu.

Darius dikubur dalam sebuah makam raja di Persepolis. Sesudah pemakamannya, putranya Xerxes dinobatkan sebagai raja.

 


TIP #24: Gunakan Studi Kamus untuk mempelajari dan menyelidiki segala aspek dari 20,000+ istilah/kata. [SEMUA]
dibuat dalam 0.03 detik
dipersembahkan oleh YLSA