Alkitab SABDA
alkitab.sabda.org

Versi:

Lukas 19:1--20:47

Yesus dan Zakheus
19:1 Maka, masuklah Yesus dan melewati Kota Yerikho. 19:2 Di sana ada seorang laki-laki bernama Zakheus, ia adalah kepala pengumpul pajak dan seorang yang kaya. 19:3 Ia berusaha melihat Yesus, tetapi tidak dapat karena terhalang orang banyak; sebab tubuhnya pendek. 19:4 Jadi, Zakheus berlari mendahului orang banyak dan memanjat sebuah pohon ara untuk melihat Yesus karena Dia akan melewati jalan itu. 19:5 Ketika Yesus sampai di tempat Zakheus berada, Dia menengadah dan berkata kepadanya, “Zakheus, segeralah turun karena hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” 19:6 Maka, Zakheus pun segera turun dan menerima Yesus dengan bersukacita. 19:7 Namun, ketika semua orang melihat hal itu, mereka mulai menggerutu dan berkata, “Dia menjadi tamu di rumah seorang yang berdosa.” 19:8 Kemudian, Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan, “Tuhan, lihatlah, separuh dari hartaku akan kuberikan kepada orang miskin, dan jika aku telah menggelapkan harta seseorang, aku akan mengembalikannya 4 kali lipat.” 19:9 Yesus lalu berkata kepada Zakheus, “Pada hari ini, keselamatan telah datang ke atas rumah ini karena orang ini juga anak Abraham. 19:10 Sebab, Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”
Hamba yang Setia dan Hamba yang Jahat
19:11 Sementara mereka mendengarkan semua ini, Yesus melanjutkan dengan menceritakan sebuah perumpamaan karena Dia sudah dekat dengan Yerusalem dan karena mereka menyangka bahwa Kerajaan Allah akan segera datang. 19:12 Oleh karena itu, Dia pun berkata, “Seorang bangsawan pergi ke negeri yang jauh untuk diangkat menjadi raja, dan sesudah itu ia akan pulang. 19:13 Kemudian, tuan itu mengumpulkan sepuluh orang pelayannya dan memberi mereka uang sebesar 10 mina. Katanya kepada mereka, ‘Berdaganglah menggunakan uang ini sampai aku kembali.’ 19:14 Akan tetapi, orang-orang sebangsanya membenci dia dan mengirimkan perwakilan setelah ia berangkat untuk berkata, ‘Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami.’ 19:15 Setelah diangkat menjadi raja, bangsawan itu kembali dan memerintahkan hamba-hamba yang telah diberinya uang itu dipanggil menghadapnya supaya ia dapat mengetahui berapa besar keuntungan yang mereka dapatkan dari berdagang. 19:16 Pelayan yang pertama datang dan berkata, ‘Tuan, uang 1 mina milikmu itu telah menghasilkan 10 mina lagi.’ 19:17 Raja itu berkata kepadanya, ‘Bagus sekali, hai kamu hamba yang baik! Karena kamu setia dalam urusan yang kecil, kamu akan memerintah atas sepuluh kota.’ 19:18 Pelayan yang kedua pun datang dan berkata, ‘Tuan, uang 1 mina milikmu itu telah menghasilkan 5 mina.’ 19:19 Lalu, sang raja berkata kepada hamba itu, ‘Berkuasalah kamu atas 5 kota.’ 19:20 Kemudian, datanglah hamba yang satu lagi dan berkata, ‘Tuan, ini uang 1 mina milikmu yang aku simpan dalam sapu tangan. 19:21 Aku takut kepadamu sebab engkau orang yang keras. Engkau mengambil apa yang tidak pernah engkau simpan dan memanen apa yang tidak pernah engkau tanam.’ 19:22 Kemudian, raja itu berkata kepadanya, ‘Aku akan mengadilimu sesuai dengan perkataanmu, hai kamu hamba yang jahat! Jadi, kamu tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah kusimpan dan memanen apa yang tidak aku tanam? 19:23 Kalau begitu, mengapa kamu tidak menaruh uangku di tempat orang menjalankan uang sehingga ketika aku kembali, aku akan menerima uangku itu beserta dengan bunganya?’ 19:24 Lalu, raja itu berkata kepada orang-orang yang berdiri di situ, ‘Ambil mina itu darinya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai 10 mina.’ 19:25 Namun, mereka berkata kepada sang raja, ‘Tuan, hamba itu sudah mempunyai 10 mina.’ 19:26 Jawab raja itu, ‘Aku berkata kepadamu, setiap orang yang mempunyai akan diberi lebih, tetapi dari orang yang tidak mempunyai apa pun, semua yang dimilikinya akan diambil. 19:27 Akan tetapi, tentang musuh-musuhku yang tidak menginginkan aku menjadi raja atas mereka, bawalah mereka kemari dan bunuhlah mereka di hadapanku.’”
Yesus Disambut Sebagai Raja
19:28 Setelah Yesus mengatakan hal-hal itu, Dia berjalan lebih dahulu menuju Yerusalem. 19:29 Ketika Dia sampai di dekat desa Betfage dan Betania, dekat bukit bernama Bukit Zaitun, Dia mengutus dua orang murid-Nya. 19:30 Kata-Nya kepada mereka, “Pergilah ke desa yang ada di depanmu itu. Dan, ketika kamu masuk ke sana, kamu akan melihat seekor anak keledai yang terikat dan belum pernah dinaiki orang. Lepaskanlah anak keledai itu dan bawalah kemari. 19:31 Jika ada orang bertanya kepadamu, ‘Mengapa kamu membawa keledai itu?’, katakanlah begini: Tuhan memerlukannya.” 19:32 Lalu, pergilah kedua murid yang diutus-Nya itu dan menemukan segala sesuatunya tepat seperti yang telah dikatakan-Nya kepada mereka. 19:33 Selagi mereka melepaskan anak keledai itu, pemiliknya bertanya kepada mereka, “Mengapa kamu melepaskan anak keledai itu?” 19:34 Mereka pun menjawab, “Tuhan memerlukannya.” 19:35 Lalu, mereka membawa anak keledai itu kepada Yesus dan meletakkan pakaiannya di atas punggung keledai itu, kemudian menaikkan Yesus ke atasnya. 19:36 Ketika Yesus melewati jalanan, orang-orang membentangkan pakaian mereka di jalan. 19:37 Dan, ketika Yesus sudah semakin dekat Yerusalem, yaitu di jalan yang menurun dari arah Bukit Zaitun, semua pengikut-Nya mulai memuji Allah dengan bersukacita dan suara yang nyaring. Mereka bersyukur kepada Allah atas semua mukjizat yang telah mereka lihat. 19:38 Mereka berseru, “Diberkatilah Dia yang datang sebagai Raja dalam nama Tuhan, damai sejahtera di surga dan kemuliaan di tempat yang mahatinggi!” 19:39 Beberapa orang Farisi dari kerumunan orang banyak itu berkata kepada Yesus, “Guru, tegurlah murid-murid-Mu.” 19:40 Akan tetapi, Yesus menjawab, “Aku berkata kepadamu, jika mereka diam, batu-batu inilah yang akan berseru-seru.”
Yesus Menangisi Yerusalem
19:41 Saat Yesus sudah di dekat kota Yerusalem dan melihat kota itu, Dia pun menangisinya. 19:42 Kata-Nya, “Seandainya hari ini kamu tahu apa yang mendatangkan damai sejahtera atasmu. Akan tetapi, sekarang hal itu tersembunyi dari matamu. 19:43 Sebab akan datang waktunya ketika musuh-musuhmu akan membangun tembok penghalang di sekelilingmu dan mengepungmu dari semua arah. 19:44 Mereka akan meruntuhkanmu, engkau beserta anak-anakmu yang berlindung pada tembokmu. Dan, mereka tidak akan menyisakan satu batu pun tersusun di atas batu yang lain di dalammu sebab kamu tidak mengenali waktu ketika Allah melawatmu.”
Yesus Mengusir Orang-Orang yang Berjualan di Bait Allah
19:45 Kemudian, Yesus masuk ke Bait Allah dan mulai mengusir keluar orang-orang yang berjualan di sana. 19:46 Kata-Nya kepada mereka, “Ada tertulis: ‘Rumah-Ku akan menjadi rumah doa,’ tetapi kamu telah menjadikannya sebagai sarang perampok!” 19:47 Lalu, Yesus mengajar di Bait Allah setiap hari. Namun, imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat, dan para pemimpin bangsa itu mencari cara untuk membunuh-Nya. 19:48 Akan tetapi, mereka tidak tahu bagaimana melakukannya sebab semua orang memegang teguh perkataan Yesus.
Pertanyaan tentang Kuasa Yesus
20:1 Pada suatu hari, ketika Yesus sedang mengajar orang banyak di Bait Allah dan memberitakan Injil, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat bersama dengan tua-tua datang kepada-Nya. 20:2 Mereka berkata kepada-Nya, “Katakanlah kepada kami dengan kuasa apakah Engkau melakukan hal-hal ini? Atau, siapakah yang memberi-Mu kuasa ini?” 20:3 Jawab Yesus kepada mereka, “Aku juga akan menanyakan sebuah pertanyaan kepadamu. Jawablah Aku, 20:4 dari manakah asal baptisan Yohanes? Dari surga atau dari manusia?” 20:5 Mereka merundingkan hal itu di antara mereka dengan berkata, “Jika kita menjawab, ‘Dari surga,’ Dia akan berkata, ‘Kalau begitu, mengapa kamu tidak percaya kepada Yohanes?’ 20:6 Akan tetapi, jika kita berkata, ‘Dari manusia,’ semua orang akan merajam kita sampai mati karena mereka yakin bahwa Yohanes adalah seorang nabi.” 20:7 Jadi, mereka pun menjawab bahwa mereka tidak tahu dari mana baptisan itu berasal. 20:8 Kemudian, Yesus berkata kepada mereka, “Kalau begitu, Aku juga tidak akan memberitahumu dengan kuasa apakah Aku melakukan hal-hal ini.”
Perumpamaan tentang Para Penyewa Kebun Anggur
20:9 Lalu, Yesus menceritakan perumpamaan ini kepada orang banyak, “Ada seseorang yang menanami sebuah kebun anggur lalu menyewakannya kepada beberapa petani, dan pergi ke negeri yang jauh untuk waktu yang lama. 20:10 Ketika musim panen tiba, ia menyuruh seorang pelayannya pergi kepada petani-petani itu supaya mereka memberikan kepadanya sebagian dari hasil kebun anggur itu. Akan tetapi, para petani itu memukuli pelayan tersebut dan mengusirnya pergi dengan tangan hampa. 20:11 Dan, dia pun mengirim pelayan yang lain, tetapi petani-petani itu juga memukul pelayan tersebut dan memperlakukannya dengan hina, lalu mengusirnya pergi dengan tangan hampa. 20:12 Lalu, pemilik kebun anggur itu mengutus pelayan yang ketiga, tetapi petani-petani itu juga melukai pelayan yang satu ini dan mengusirnya keluar. 20:13 Pemilik kebun itu pun berkata, ‘Apa yang harus aku lakukan? Aku akan mengirim anakku yang kukasihi, mungkin mereka akan menghormatinya.’ 20:14 Ketika para petani itu melihat anak pemilik kebun, mereka berunding satu sama lain, ‘Ia adalah ahli waris pemilik kebun anggur ini, ayo kita bunuh dia supaya warisannya menjadi milik kita!’ 20:15 Kemudian, mereka pun melemparkan anak itu ke luar dari kebun anggur dan membunuhnya. Lalu, apa yang akan dilakukan oleh pemilik kebun anggur itu kepada mereka? 20:16 Ia akan datang dan membinasakan petani-petani itu, lalu menyewakan kebunnya kepada orang lain.” Ketika orang banyak mendengar perumpamaan ini, mereka berkata, “Janganlah hal ini sampai terjadi!” 20:17 Akan tetapi, Yesus memandang mereka dan berkata, “Kalau begitu, apakah arti ayat ini: ‘Batu yang dibuang oleh tukang bangunan telah menjadi Batu penjuru’? 20:18 Setiap orang yang jatuh ke atas batu itu akan hancur berkeping-keping dan siapa pun yang ditimpa batu itu akan remuk!” 20:19 Ketika ahli-ahli Taurat dan para imam kepala menyadari bahwa perumpamaan itu berbicara tentang mereka, mereka ingin menangkap Yesus saat itu juga. Akan tetapi, mereka takut kepada orang banyak.
Pertanyaan tentang Membayar Pajak
20:20 Kemudian, para ahli Taurat mengawasi Yesus dan mengirim beberapa orang mata-mata yang pura-pura tulus sehingga mereka dapat menjebak Yesus dengan pertanyaan supaya mereka bisa menangkap-Nya menggunakan perkataan-Nya sendiri dan menyerahkan Dia ke dalam kuasa dan wewenang gubernur. 20:21 Orang-orang suruhan itu pun bertanya kepada Yesus, “Guru, kami tahu bahwa Engkau mengatakan dan mengajarkan yang benar. Engkau juga tidak membeda-bedakan orang, tetapi mengajarkan jalan Allah dalam kebenaran. 20:22 Apakah kami diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?” 20:23 Akan tetapi, Yesus mengetahui kelicikan mereka dan berkata kepada mereka, 20:24 “Coba tunjukkan kepada-Ku sekeping dinar. Gambar dan tulisan siapakah yang terdapat pada uang itu?” Jawab mereka, “Gambar dan tulisan Kaisar.” 20:25 Lalu, Yesus berkata kepada mereka, “Kalau begitu, berikanlah milik Kaisar kepada Kaisar, dan berikanlah milik Allah kepada Allah.” 20:26 Dengan demikian, orang-orang itu tidak bisa menjebak Yesus dengan perkataan-Nya sendiri di depan orang banyak; mereka heran atas jawaban-Nya dan terdiam.
Pertanyaan Orang Saduki
20:27 Kemudian, beberapa orang Saduki datang kepada Yesus. Mereka adalah golongan orang yang tidak percaya akan adanya kebangkitan. Lalu, mereka bertanya kepada-Nya, 20:28 “Guru, Musa menuliskan bagi kita, jika saudara seorang laki-laki meninggal, sedangkan ia mempunyai istri dan tidak memiliki anak, dia harus menikahi janda saudaranya itu dan membangkitkan keturunan baginya. 20:29 Lalu, ada tujuh orang bersaudara. Saudara yang pertama menikah, tetapi meninggal tanpa anak. 20:30 Kemudian, saudara yang kedua menikahi perempuan itu dan meninggal juga tanpa mempunyai anak. 20:31 Lalu, saudara yang ketiga menikahi perempuan itu dan hal ini terjadi sampai saudara yang ketujuh, tetapi mereka semua meninggal tanpa mempunyai anak. 20:32 Pada akhirnya, perempuan itu juga meninggal. 20:33 Jadi, pada hari penghakiman, siapakah yang akan menjadi suami dari perempuan itu karena ketujuh bersaudara itu telah menikahinya?” 20:34 Jawab Yesus kepada mereka, “Orang-orang pada zaman ini menikah dan dinikahkan, 20:35 tetapi orang-orang yang dianggap pantas untuk mendapat bagian dalam dunia yang akan datang, dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak akan menikah dan dinikahkan. 20:36 Mereka tidak bisa mati lagi karena mereka sama dengan para malaikat. Mereka adalah anak-anak Allah karena mereka sudah dibangkitkan dari kematian. 20:37 Musa bahkan telah menunjukkan tentang kebangkitan orang-orang mati dalam bagian yang mencatat tentang semak duri yang terbakar, saat ia menyebut Tuhan sebagai ‘Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub.’ 20:38 Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang yang hidup, sebab semua orang hidup di hadapan-Nya. 20:39 Setelah itu, beberapa ahli Taurat berkata, “Guru, jawaban-Mu tepat.” 20:40 Dan, tidak ada lagi orang yang berani mengajukan pertanyaan kepada-Nya.
Kristus Adalah Tuhan
20:41 Kemudian, Yesus berkata kepada mereka, “Bagaimana bisa orang-orang mengatakan bahwa Kristus adalah Anak Daud? 20:42 Sementara itu, dalam kitab Mazmur, Daud sendiri berkata, ‘Tuhan Allah berkata kepada Tuanku, “Duduklah di sebelah kanan-Ku, 20:43 sampai Aku menempatkan musuh-musuh-Mu di bawah kaki-Mu.”’ 20:44 Jika Daud menyebut Kristus sebagai ‘Tuan,’ bagaimana mungkin Kristus adalah anak Daud?”
Peringatan untuk Berhati-Hati terhadap Ahli Taurat
20:45 Ketika orang banyak mendengarkan, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, 20:46 “Berhati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang, senang dihormati orang di pasar, yang suka duduk di tempat tertinggi di sinagoge-sinagoge, dan di tempat terhormat di pesta-pesta. 20:47 Mereka merampas rumah-rumah para janda dan berdoa panjang-panjang supaya dilihat orang. Orang-orang seperti ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.”

Sumber: http://alkitab.sabda.org/passage.php?passage=Lukas 19 - 20
Copyright © 2005-2026 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)