Kidung Agung 3:1--4:16
Impian mempelai perempuan
3:1 Di atas ranjangku pada malam hari kucari
jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia
.
3:2 Aku hendak bangun dan berkeliling di kota; di jalan-jalan dan di lapangan-lapangan kucari dia, jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia.
3:3 Aku ditemui peronda-peronda kota.
"Apakah kamu melihat jantung hatiku?"
3:4 Baru saja aku meninggalkan mereka, kutemui jantung hatiku; kupegang dan tak kulepaskan dia, sampai kubawa dia ke rumah ibuku,
ke kamar orang yang melahirkan aku.
3:5 Kusumpahi kamu,
puteri-puteri Yerusalem, demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang: jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!
Iring-iringan mempelai
3:6 Apakah itu yang membubung dari padang gurun
seperti gumpalan-gumpalan asap tersaput dengan harum mur
dan kemenyan dan bau segala macam serbuk wangi
dari pedagang?
3:7 Lihat, itulah joli Salomo, dikelilingi oleh enam puluh pahlawan
dari antara pahlawan-pahlawan Israel.
3:8 Semua membawa pedang, terlatih dalam perang, masing-masing dengan pedang pada pinggang karena kedahsyatan malam.
3:9 Raja Salomo membuat bagi dirinya suatu tandu dari kayu Libanon.
3:10 Tiang-tiangnya dibuatnya dari perak, sandarannya dari emas, tempat duduknya berwarna ungu, bagian dalamnya dihiasi dengan kayu arang. Hai puteri-puteri Yerusalem,
3:11 puteri-puteri Sion,
keluarlah dan tengoklah raja Salomo
dengan mahkota yang dikenakan kepadanya oleh ibunya pada hari pernikahannya, pada hari kesukaan hatinya.
Mempelai laki-laki memuji mempelai perempuan
4:1 Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau! Bagaikan merpati
matamu di balik telekungmu.
Rambutmu bagaikan kawanan kambing yang bergelombang turun dari pegunungan Gilead.
4:2 Gigimu bagaikan kawanan domba yang baru saja dicukur, yang keluar dari tempat pembasuhan, yang beranak kembar semuanya, yang tak beranak tak ada.
4:3 Bagaikan seutas pita kirmizi bibirmu, dan elok
mulutmu.
Bagaikan belahan buah delima
pelipismu di balik telekungmu.
4:4 Lehermu seperti menara
Daud, dibangun untuk menyimpan senjata. Seribu perisai
tergantung padanya dan gada para pahlawan semuanya.
4:5 Seperti dua anak rusa buah dadamu,
seperti anak kembar kijang
yang tengah makan rumput di tengah-tengah bunga bakung.
4:6 Sebelum angin senja berembus dan bayang-bayang menghilang,
aku ingin pergi ke gunung mur
dan ke bukit kemenyan.
4:7 Engkau cantik
sekali, manisku, tak ada cacat cela
padamu
.
4:8 Turunlah kepadaku dari gunung Libanon, pengantinku,
datanglah kepadaku dari gunung Libanon, turunlah dari puncak Amana, dari puncak Senir
dan Hermon
,
dari liang-liang singa, dari pegunungan tempat macan tutul!
4:9 Engkau mendebarkan hatiku, dinda, pengantinku
,
engkau mendebarkan hati dengan satu kejapan mata, dengan seuntai kalung
dari perhiasan lehermu.
4:10 Betapa nikmat
kasihmu,
dinda, pengantinku! Jauh lebih nikmat cintamu dari pada anggur,
dan lebih harum bau minyakmu
dari pada segala macam rempah.
4:11 Bibirmu meneteskan madu murni, pengantinku, madu dan susu ada di bawah lidahmu,
dan bau pakaianmu seperti bau gunung Libanon.
4:12 Dinda, pengantinku,
kebun
tertutup
engkau, kebun tertutup dan mata air
termeterai.
4:13 Tunas-tunasmu merupakan kebun pohon-pohon delima
dengan buah-buahnya yang lezat, bunga pacar
dan narwastu,
4:14 narwastu dan kunyit
, tebu dan kayu manis
dengan segala macam pohon kemenyan, mur
dan gaharu
,
beserta pelbagai rempah
yang terpilih.
4:15 O, mata air
di kebun,
sumber air hidup, yang mengalir dari gunung Libanon!
Kedua mempelai saling menyapa
4:16 --Bangunlah, hai angin utara, dan marilah, hai angin selatan, bertiuplah dalam kebunku,
supaya semerbaklah
bau rempah-rempahnya! Semoga kekasihku
datang ke kebunnya dan makan buah-buahnya
yang lezat.
Sumber: http://alkitab.sabda.org/passage.php?passage=Kid 3 - 4
Copyright © 2005-2026 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)