: A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Peleg | Pelet | Peleth | Pelethites | Pelihara | Pelihara, Pemeliharaan | Pelita | Pella | Peloni | Pelonite | Peluh
Daftar Isi
PEDOMAN: Pelihara, Pemeliharaan
ENSIKLOPEDIA: PELIHARA, PEMELIHARAAN

Pelihara, Pemeliharaan

Pelihara, Pemeliharaan [pedoman]

  1. 1. Allah yang dapat memberi - .
  2. 1Pet 1:5; Yud 1:24
  3. 2. Allah setia memberi - .
  4. 1Tes 5:23,24; 2Tes 3:3
  5. 3. Dari Allah adalah:
    1. 3.1 Amat perlu.
    2. Mazm 127:1
    3. 3.2 Berkuasa melakukan maksud-Nya.
    4. Yoh 10:28-30; 2Kor 12:9
    5. 3.3 Kekal.
    6. Mazm 121:8
    7. 3.4 Seringkali diberikan dengan cara yang mrnurut pikiran manusia
    8. sangat mustahil. Hak 7:7; 1Sam 17:45,50; 2Taw 14:11
    9. 3.5 Tidak dapat gagal.
    10. Ul 31:6; Yos 1:5
    11. 3.6 Terus-menerus.
    12. Mazm 121:4
    13. 3.7 Untuk memberi dorongan.
    14. Yes 41:10; 50:7
    15. 3.8 Untuk setiap saat.
    16. Mazm 46:2,3
  6. 4. Diberikan kepada:
    1. 4.1 Barang siapa yang mendengarkan Allah.
    2. Ams 1:33
    3. 4.2 Barang siapa yang bersungguh hati terhadap Dia.
    4. 2Taw 16:9
    5. 4.3 Orang berdosa yang bertobat.
    6. Ayub 22:23,25
    7. 4.4 Orang yang teraniaya.
    8. Mazm 9:10
    9. 4.5 Orang yang miskin.
    10. Mazm 14:6; 72:12-14
    11. 4.6 Jemaat.
    12. Mazm 48:4; Za 2:4,5
  7. 5. Dinyatakan kepada orang-orang kudus di dalam:
    1. 5.1 Kesusahan.
    2. Mazm 57:2; 59:17
    3. 5.2 Maut.
    4. Mazm 23:4
    5. 5.3 Memelihara langkah kaki mereka.
    6. 1Sam 2:9; Ams 3:26
    7. 5.4 Menjaga mereka.
    8. Mazm 145:20
    9. 5.5 - dari pada yang jahat.
    10. 2Tes 3:3
    11. 5.6 - pada hari pencobaan.
    12. Wahy 3:10
    13. 5.7 - mereka supaya jangan tersandung.
    14. Yud 1:24
    15. 5.8 Melindungi di jalan hidup mereka.
    16. Kel 23:20
    17. 5.9 Menjaga mereka dari semua musuh.
    18. Ul 20:1-4; 33:27; Yes 59:19
    19. 5.10 Mengalahkan pembicaraan musuh.
    20. Yes 8:10
    21. 5.11 Menguatkan mereka.
    22. 2Tim 4:17
    23. 5.12 Menyediakan satu perlindungan bagi mereka.
    24. Ams 14:26; Yes 4:6; 32:2
    25. 5.13 Menyokong mereka.
    26. Mazm 37:17,24; 63:9
    27. 5.14 Penganiayaan.
    28. Luk 21:17,18
    29. 5.15 Pencobaan.
    30. 1Kor 10:13; 2Pet 2:9
    31. 5.16 Segala bahaya.
    32. Mazm 91:3-7
    33. 5.17 Di segala tempat.
    34. Kej 28:15; 2Taw 16:9
    35. 5.18 Tidur.
    36. Mazm 3:6; 4:8; Ams 3:24
  8. 6. Orang-orang kudus:
    1. 6.1 Berdoa meminta - .
    2. Mazm 17:6,8; Yes 51:9
    3. 6.2 Memuji-muji Allah yang menjadi - mereka.
    4. Mazm 5:12
    5. 6.3 Mengakui Allah sebagai - mereka.
    6. Mazm 18:3; 62:3; 89:19
  9. 7. Ditarik dari:
    1. 7.1 Orang yang murtad.
    2. Yos 23:12,13
    3. 7.2 Orang yang sama sekali tidak mau bertobat.
    4. Mat 23:37,38
    5. 7.3 Orang yang lancang.
    6. Bil 14:40-45
    7. 7.4 Orang yang tidak percaya.
    8. Yes 7:9
    9. 7.5 Orang yang tidak taat.
    10. Im 26:14-17
  10. 8. Tidak terdapat dalam:
    1. 8.1 Angkatan perang.
    2. Yos 11:4-8; Mazm 33:16
    3. 8.2 Harta.
    4. Ams 11:4,28; Zef 1:18
    5. 8.3 Kuda.
    6. Mazm 33:17; Ams 21:31
    7. 8.4 Manusia.
    8. Mazm 146:3; Yes 30:7
    9. 8.5 Patung.
    10. Ul 32:37-39; Yes 46:7
  11. 9. Dilukiskan dalam.
  12. Ul 32:11; Mazm 125:1,2; Ams 18:10; Yes 25:4; 31:5; Luk 13:34
  13. 10. Contoh-contohnya:
    1. 10.1 Abraham.
    2. Kej 15:1
    3. 10.2 Daniel.
    4. Dan 6:22
    5. 10.3 Daud.
    6. Mazm 18:2,3
    7. 10.4 Israel.
    8. Yos 24:17
    9. 10.5 Paulus.
    10. Kis 18:10; 26:17
    11. 10.6 Petrus.
    12. Kis 12:4-7
    13. 10.7 Sadrakh.
    14. Dan 3:28
    15. 10.8 Yakub.
    16. Kej 48:15
    17. 10.9 Yusuf.
    18. Kej 49:23-25

PELIHARA, PEMELIHARAAN [ensiklopedia]

Biasanya pemeliharaan (providensia) dalam teologia Kristen dirumuskan sebagai aktivitas Pencipta yg tiada putusnya, yg oleh rahmat dan kebaikan-Nya yg berlimpah (Mzm 145:9; bnd Mat 5:45-48), Ia menegakkan ciptaan-Nya dalam keadaan teratur (Kis 17:28; Kol 1:17; Ibr 1:3), memimpin dan memerintah segala kejadian, keadaan dan perbuatan bebas para malaikat dan manusia (bnd Mzm 107; Ayb 1:12; 2:6; Kej 45:5-8) dan mengarahkan segala sesuatu kepada tujuan yg telah ditetapkan demi kemuliaan-Nya sendiri (bnd Ef 1:9-12). Pandangan Kristen tentang hubungan Allah dengan dunia ini harus dibedakan dengan: (a) panteisme, yg melarutkan dunia ke dalam Allah; (b) deisme, yg melepaskan dunia dari Allah; (c) dualisme, yg membagi pengawasan atas dunia antara Allah dan suatu kekuatan yg lain; (d) indeterminisme, yg berpendapat bahwa dunia itu lama sekali tidak ada yg mengawasinya; (e) determinisme, yg menentukan adanya suatu pengawasan yg sedemikian rupa sehingga meniadakan tanggung jawab moral manusia; (9 ajaran tentang kebetulan yg menyangkal bahwa ada kuasa pengawasan dunia yg rasional; (g) ajaran tentang nasib yg menyangkal ada kuasa pengawas dunia yg penuh kebaikan.

Dalam Alkitab pemeliharaan Allah digambarkan sebagai suatu fungsi kedaulatan ilahi. Allah adalah Raja atas segala sesuatu, yg melakukan justru apa yg Ia kehendaki (Mzm 103:19; 135:6; Dan 4:35; bnd Ef 1:11). Keyakinan ini dengan kuat meliputi seluruh Alkitab. Garis-garis pokok di dalamnya dapat diuraikan sbb:

a. Pemeliharaan dan rata tertib alamiah

Allah memerintah segala kuasa alamiah (Mzm 147:8 dab), segala binatang buas (Ayb 38-41), dan segala kejadian di dunia, yg besar dan yg kecil, dari hujan angin ribut yg disertai guntur dan petir (Ayb 37; Mzm 29) dan tulah-tulah (Kel 7:3-11:10; 12:29 dab; Yl 2:25) hingga kematian burung pipit (Mat 10:29) atau jatuhnya undian (Ams 16:33). Hidup fisik, pada manusia dan binatang, adalah milik-Nya. Dia-lah yg memberikannya dan mengambilnya kembali (Kej 2:17; 1 Sam 1:27; 2 Sam 12:19; Ayb 1:21; Mzm 102:23; 104:29 dab; 127:3; Yeh 24:16 dab; Dan 5:23, dll). Demikian juga halnya dengan kesehatan dan penyakit (Ul 7:15; 28:27, 60), keuntungan dan kemalangan ('kejahatan', Am 3:6; bnd Yes 45:7) dst.

Karena tata tertib alamiah yg teratur itu dipandang sebagai langsung tergantung kepada kehendak ilahi (bnd Kej 8:22), maka Alkitab lugu menerima gagasan tentang mujizat yg kadang-kadang terjadi yg nampaknya aneh bagi ketertiban yg telah ada; Allah melakukan apa yg Ia kehendaki di dalam dunia, dan tiada sesuatu pun yg terlalu berat bagiNya (bnd Kej 18:14).

Pemerintahan Allah berdasarkan pemeliharaan-Nya yg mantap atas tata tertib yg telah dijadikan, memaklumkan hikmat, kuasa, kemuliaan dan kebaikan-Nya (Mzm 8:1; 19:1-6; Kis 14:17; Rm 1:19 dab). Orang yg dihadapkan dengan penyataan ini, jika ia tidak mau mengakui Allah, ia tak dapat berdalih (Rm 1:20).

Alkitab menyajikan kesetiaan Allah dalam memenuhi tujuan-Nya yg baik di alam semesta, sebagai hal yg pada dirinya sendiri harus dipuji (bnd Mzm 104; 147), serta sebagai jaminan bahwa Ia adalah Tuhan atas sejarah manusia, dan akan memenuhi janji-Nya yg penuh kasih karunia di bidang itu juga (bnd Yer 31:35 dab; 33:19-26).

b. Pemeliharaan dan sejarah dunia

Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, Allah sedang melaksanakan suatu rencana penyelamatan. Rencana ini berkisar pada kedatangan Kristus yg pertama dan berpuncak pada kedatangan-Nya lagi. Tujuannya ialah untuk menciptakan suatu gereja meliputi seluruh dunia di mana Yahudi dan non-Yahudi bersama-sama mendapat bagian dari kasih karunia Allah (Ef 3:3-11), dan dengan ini penyatuan kembali dunia yg kacau (Rm 8:19 dab) di bawah pemerintahan Kristus pada waktu kedatangan-Nya yg kedua (Ef 1:9-12; Flp 2:9 dab; Kol 1:20; 1 Kor 15:24 dab). Melalui pemerintahan Kristus pada masa kini dan kemenangan-Nya pada masa datang, nubuat PL tentang kerajaan Mesianis Allah (bnd Yes 11:1-9; Dan 2:44; 7:13-27) dipenuhi. Tema yg menyatukan Alkitab ialah pelaksanaan Allah atas martabatNya sebagai Raja dengan meneguhkan kerajaan-Nya. Tiada musuh yg dapat merintangi Dia; Ia menertawakan mereka yg menentang rencana-Nya (Mzm 2:4) dan memakai penentangan itu bagi tujuan-Nya sendiri (bnd Kis 4:25-28, yg mengutip Mzm 2:1 dab). Kemuncak sejarah ialah penaklukan mereka yg menentang Allah dan kerajaan-Nya, seperti ditunjukkan oleh Why (Why 19, dll).

Paulus menganalisis langkah-langkah dalam rencana Allah dipandang dari segi hubungan Yahudi dan non-Yahudi dan hukum Taurat kasih karunia di Gal 3; Rm 9-11; bnd Ef 2:12-3:11.

c. Pemeliharaan dan keadaan-keadaan pribadi

Allah memberitahukan kepada Israel sebagai bangsa, bahwa Ia akan menjadikan mereka makmur jika mereka setia, tapi akan mendatangkan bencana atas mereka jika mereka berbuat dosa (Im 26:14 dab; Ul 28:15 dab). Usaha untuk mengerti keuntungan perseorangan Israel dalam terang yg asasi ini menimbulkan berbagai persoalan. Mengapa Allah memperkenan orang jahat beruntung, bahkan kendati ulah mereka menjadikan orang benar korban? Dan mengapa bencana justru sering menjadi bagian orang yg berbakti kepada Allah?

Persoalan pertama senantiasa dijawab dengan mengatakan bahwa orang jahat hanya beruntung untuk sementara waktu saja; Allah akan segera mendatanginya dan memberikan pembalasan (Mzm 37, passim; 50:16-21; 73:17 dab), sekalipun kini Ia mungkin bersabar untuk memberikan kepada mereka kesempatan bertobat (Rm 2:4 dab; 2 Ptr 3:9; Why 2:21). PB menyamakan hari pembalasan Allah dengan penghakiman terakhir (bnd Rm 2:3 dab; 12:19; Yak 5:1-8).

Persoalan kedua dijawab dengan bermacam cara. Ditekankan: (1) bahwa orang benar akan dibenarkan pada datangnya hari penghakiman atas orang jahat (Mzm 37; Mal 3:13-4:3); (2) sementara itu penderitaan berharga adalah sebagai penertiban yg diberikan Allah (Ams 3:11 dab; Mzm 119:67, 71); (3) bahwa penderitaan, jika tabah menghadapinya, dan sekalipun tidak dimengerti, memuliakan Allah dan pada akhirnya membawa berkat (Ayb 1-2; 42); (4) bahwa persekutuan dengan Allah adalah yg satu-satunya, dan bagi mereka yg menikmati persekutuan dengan Allah, maka kemiskinan lahiriah tidak lagi menjadi momok yg menakutkan (Mzm 73:14, 23 dab; Hab 3:17 dab).

Dalam PB kenyataan bahwa orang beriman menderita sebagai akibat dari perlakuan jahat dan keadaan-keadaan yg menentangnya tidak lagi menjadi persoalan, karena diakui bahwa persekutuan dalam penderitaan Kristus mempunyai sifat asasi bagi panggilan Kristen (bnd Mat 10:24 dab; Yoh 15:18 dab; 16:33; Kis 9:16; 14:22; Flp 3:10 dab; 1 Ptr 4:12-19). Pengakuan ini, dalam kaitannya dengan asas-asas PL yg telah disebutkan di atas, secara sempurna menyelesaikan 'persoalan tentang penderitaan' bagi masyarakat Kristen pertama. Karena mereka mengetahui harapan mereka yg mulia (1 Ptr 1:3 dab), dan kuasa Kristus yg menguatkan dan mendukung mereka (2 Kor 1:3 dab; 12:9 dab), mereka dapat matang menghadapi segala situasi (Flp 4:11). Dan oleh pengetahuan itu mereka bergirang dalam segala kesukaran (Rm 8:35 dab), yakin bahwa melalui penentangan itu Bapak mereka yg penuh kasih sedang membina mereka dalam kekudusan (Ibr 12:5-11), memperkembangkan tabiat kristiani mereka (Yak 1:2 dab; 1 Ptr 5:10; bnd Rm 5:2 dab), menguji kenyataan iman mereka (1 Ptr 1:7), dan membuat mereka layak menerima kemuliaan (1 Ptr 4:13). Dalam segala hal Allah bekerja bagi kesejahteraan kerohanian umat-Nya (Rm 8:28), dan Ia memberikan kepada mereka keperluan bendawi, apa saja yg mereka perlukan di sepanjang perjalanan musafir mereka di dunia (Mat 6:25-33; Flp 4:19).

Kepercayaan kepada pemeliharaan Allah (providensia) menentukan banyak dari sikap-sikap asasi kesalehan alkitabiah. Pengetahuan bahwa Allah mengatur keadaannya, mengajar orang percaya untuk berharap hanya kepada-Nya dalam kerendahan hati dan kesabaran akan pembenaran dan penyelamatan (Mzm 37; 40:13 dab; Yak 5:7 dab; 1 Ptr 5:6 dab). Dan pengetahuan itu melarang dia untuk membiarkan bertumbuh rasa sedih dan putus asa (Mzm 42-43), dan memberikan kepada mereka keberanian dan harapan, jika mereka digoda (Mzm 60; 62). Pengetahuan itu memacu segala doa bagi pertolongan dan pujian terhadap segala hal yg baik yg dinikmatinya.

d. Pemeliharaan dan kebebasan manusia

Allah memerintah hati dan perbuatan-perbuatan segenap manusia (bnd Ams 21:1; Ezr 6:22), sering untuk tujuan-tujuan-Nya sendiri yg tidak diduga oleh mereka (bnd Kej 45:5-8; 50:20; Yes 10:5 dab; 44:28-45:4; Yoh 11:49 dab; Kis 13:27 dab). Pengawasan Allah adalah mutlak, dalam arti bahwa manusia hanya melakukan apa yg telah Dia atur supaya mereka lakukan; namun mereka benar-benar menjadi perantara yg bebas, dalam arti bahwa keputusan-keputusan mereka adalah milik mereka sendiri, dan bahwa mereka secara moral bertanggung jawab atasnya (bnd Ul 30:15 dab). Tapi harus diadakan pembedaan antara hal bahwa Allah membiarkan atau menyerahkan orang-orang berdosa untuk melakukan kejahatan yg lebih mereka sukai (Mzm 81:12 dab; Kis 14:16; Rm 1:24-28), dan karya-Nya yg penuh kasih karunia untuk mendesak umat-Nya supaya menghendaki dan melakukan apa yg diperintahkan-Nya (Flp 2:13); sebab, dalam hal yg pertama, menurut aturan penghakiman Alkitab, kesalahan bagi kejahatan yg dilakukan itu seluruhnya ditanggung oleh orang yg berbuat dosa itu (bnd Luk 22:22; Kis 2:23; 3:13-19), sedang dalam hal yg kedua pujian bagi kebaikan yg dilakukan orang harus diberikan kepada Allah (bnd 1 Kor 15:10).

KEPUSTAKAAN. Arndt A. E Garvie, di HDB; A. H Strong, Systematic Theology 12, 1949, hlm 419-443; L Berkhof, Systematic Theology4, 1949, hlm 165-178; Calvin, Institutes, 1, hlm 16-18; K Barth, Church Dogmatics, 3, iii, ET, 1960, hlm 3-288; A. S Peake, The Problem of Suffering in the Old Testament, 1904; 0 Cullmann, Christ and Time, ET, 1951; G. C Berkouwer, The Providence of God, 1952; P Jacobs, H Krienke, NIDNTT 1, hlm 692-697; J Behm, TDNT 4, hlm 1009-1017. JIP/HH




TIP #11: Klik ikon untuk membuka halaman ramah cetak. [SEMUA]
dibuat dalam 0.07 detik
dipersembahkan oleh YLSA