Daftar Isi
HAAG: Makabe, Orang
ENSIKLOPEDIA: MAKABE, ORANG

Orang Makabe

Makabe, Orang [haag]

Makabe (Orang Makabe).

  1. (I). MAKABE (: dari bahasa Ibr.: Makkabah: palu?) Pertama-tama adalah nama tambahan pada Yudas, putera Matatias yang ketiga (1Mak 2:4). Nama itu di kemudian hari dialihkan kepada para saudaranya, demikian pula pada waktu selama mereka berkuasa (bdk.: 2Mak 7). Nampaknya peralihan nama tambahan dilakukan oleh para penulis kristen.
    1. (1) Setelah Matatias meninggal, Yudas (166-160) mengorganisir di Mizpa sebuah pemberontakan melawan bangsa Siria untuk memperoleh kembali kebebasan agama mereka. Ia berhasil menduduki Yerusalem, terkecuali bentengnya. Ibadat Yahudi dapat dimulai kembali. Agar dapat mengatasi tekanan orang-orang helenis yang bersahabat dengan bangsa Siria, maka ia lalu mengadakan sebuah perjanjian persahabatan dengan bangsa Roma. Bantuan mereka terlambat datang. Ia meninggal di dalam pertempuran dekat Elasa (1Mak 3:1 sampai 1Mak 9:22; 2Mak 8-15; Ant 12:6-11).
    2. (2) Yonatan (160-143) saudaranya, menggantikan pimpinannya. Ia dapat mengembalikan wibawa yang telah hilang. Pada tahun 153 ia diangkat oleh Aleksander Balas dari Siria menjadi Imam Agung dan pada tahun 150 ia dijadikan panglima serta pemimpin politik sipil. Bukan hanya daerah Yehuda, melainkan ia juga memperoleh daerah lainnya (: Ekron, Efraim, Lod, Ramatayim). Pada saat ia menjadi amat berkuasa. Trifon menyuruhnya menangkap dan setelah itu menyuruhnya pula membunuh (1Mak 9:23-12:53; Ant 13:1-6).
    3. (3) Simon (143-134) menggabungkan diri pada Demetrius, musuh Trifon. Dari Demetrius ia memperoleh kebebasan besar untuk Yudea. Dihalaunya tentara pendudukan Siria dari benteng Yerusalem (142). Lewat sebuah putusan rakyat ia dipilih menjadi "penguasa" dan "Imam Agung bangsa Yahudi untuk selama-lamanya" (1Mak 14:41). Dengan peristiwa itu berdirilah dinasti Hasmonit. Simon dibunuh oleh putera menantunya. Puteranya yang bernama Yohanes Hirkanus menggantikan kedudukannya (1Mak 16:1-24; Ant 13:6-7).
  2. (II). KITAB-KITAB MAKABE Memberitakan perlawanan Yudaisme terhadap Helenisme. Kitab-kitab itu tidak memberikan rangkaian peristiwa yang berlangsung dari 1Mak menuju 2Mak, melainkan hanya menguraikan kedua-duanya dalam periode waktu yang sama (1Mak 175-135; 2Mak 175-161 seb. Mas.).
    1. (1) Kitab Makabe yang pertama. Kini tinggal naskah berbahasa Yunani yang masih tersimpan. Naskah itu jelas merupakan sebuah terjemahan dari bahasa Aram (atau Ibr.?). Sebuah pemenggalan yang datang secara tidak terduga dalam 1Mak 16:22 meninggalkan kesan, bahwa penulis asli belum menyelesaikan karyanya waktu naskah itu tiba pada tangan seorang redaktur. Pada kitab 1Mak dimasukkan sejumlah besar dokumen dan surat-surat (Misalnya: 1Mak 5:10-13; 8:23-32; 1Mak 10:18-20,25,45). Dokumen-dokumen itu pada umumnya cocok dengan hubungan diplomatik pada waktu itu dan penyelidikan-penyelidikan baru mengenai sejarah di zaman itu nampak cocok pula dengannya, sehingga dokumen-dokumen tadi boleh dipandang asli. Ketetapan topografis, maupun petunjuk-petunjuk kronologisnya tahan semua kritik, sehingga membuktikan pula, bahwa dokumen-dokumen dan surat-surat tersebut di atas adalah benar. Sumber lain yang nampaknya dipakai adalah sebuah kronik raja-raja Seleukid dan sebuah "riwayat hidup Yudas". Boleh jadi kitab 1Mak. dimaklumkan pada sekitar tahun 100 seb. Mas. Penulis kitab nampaknya seorang Yahudi terpelajar dari Yerusalem. Sekaligus ia adalah seorang pengagum dinasti Hasmonit. Sikap penulis kitab Makabe ini lebih mengungkapkan sikap propaganda. Di dalam pandangan penulis nampak, bahwa perang Makabe adalah sebuah kejadian pergerakan dunia (hal mana misalnya nampak pada: jumlah pasukan musuh yang luar-biasa banyaknya). Banyak eksegit mengatakan, bahwa 1Mak adalah sebuah tulisan profan tanpa nilai theologis. Orang tidak menemukan adanya hubungan yang akrab antara Allah dan manusia, yang menjadi ciri khas Kitab-kitab Perjanjian Lama lainnya (: Nama Tuhan sama sekali tidak muncul dalam seluruh Kitab). Sebaliknya undang-undang Musa memperoleh suatu tempat utama: Semangat yang berani dan jujur terhadap hukum membimbing pada kebahagiaan dan kesejahteraan (terutama bdk.: 1Mak 14:1-15).
    2. (2) Kitab Kedua diterbitkan dalam bahasa Yunani. Penulis yang tidak kita kenal bermaksud meringkas karya bercabang lima dari orang tertentu yang bernama Yason dari Kirene. Boleh jadi Yason telah menyelesaikan pekerjaannya sebelum tahun 161. Kitab 2Mak sendiri barangkali ditulis pada tahun 124 seb. Mas. (bdk.: soal Surat pada 2Mak 1:1-10). Kitab ini adalah sebuah bukti khas dari penulisan sejarah yang ditulis dengan penuh pathos (: susunan kalimat, laporan jumlah perhitungan yang dibesar-besarkan, pelepasan-pelepasan caci-makian melawan para musuh kemurnian agama Yahudi), yang menggunakan segala cara untuk menggerakkan fantasi dan perasaan pembaca. Meskipun demikian kitab 2Mak secara relatif masih mempunyai nilai sejarah yang besar. Kitab 1Mak menekankan kegiatan pribadi manusia untuk mendapatkan kebahagiaan, sedangkan kitab 2Mak mengutamakan tekanan akan kepentingan doa memperoleh bantuan surgawi yang tidak bisa diabaikan. Kecuali itu hidup setelah kematian memegang peran yang besar (2Mak 7; 14:16; 15:11-16).
    3. (3) Kitab 3Mak dan 4Mak adalah kitab-kitab apokrif. Kitab 3Mak membicarakan sebuah pengejaran terhadap bangsa Yahudi di Mesir (akhir abad 3 seb. Mas.). Ceritanya penuh gairah rasa (nampaknya ditulis pada abad 1 seb. Mas.). Mungkin sekali cerita itu berakar pada sebuah inti sejarah. -- Kitab 4Mak adalah sebuah karya yang ditulis dalam bentuk ajaran, yang memperbincangkan kekuasaan tertinggi pada akal-pikiran yang dijiwai kesalehan atas perasaan atau nafsu. Diperkirakan, bahwa naskah itu ditulis dalam bahasa Yunani pada awal tahun perhitungan kristen.

MAKABE, ORANG [ensiklopedia]

Makkabaios ialah bentuk Yunani untuk nama keluarga pahlawan bangsa Yahudi, Yudas bin Matatias (1 Makabe 2:4). Pemakaian nama ini meluas sampai ke keluarganya dan partainya. Asal kata ini tidak jelas: barangkali 'orang pemukul' atau 'orang pemusnah' adalah usul modern yg paling umum. Menurut Yosefus nama keluarga ini agaknya Hasmon: justru gelar 'orang Hasmon' terdapat dalam perpustakaan rabi.

I. Revolusi Makabe

Daerah Palestina selalu merupakan ajang pertarungan bagi politik kekuasaan dari golongan Seleukus dan Ptolemeus, yaitu ahli waris dari dunia kerajaan Iskandar Agung. Salah satu akibatnya ialah timbulnya dua partai di tanah Yudea. Satu memihak Aram dan yg satu lagi memihak Mesir. Kemelut antara kedua golongan ini kusut dan berkaitan dengan 'politik dalam' Yahudi dan kecemburuan antar keluarga, dan dengan gerakan di tengah-tengah Yahudi 'liberal', yg ingin menganut kebiasaan-kebiasaan dan patokan-patokan hidup dunia Yunani. Pertikaian yg timbul itu mendorong Aram campur tangan. Raja golongan Seleukus, yaitu Antiokhus IV (Epifanes), yg gila, jahat dan berbahaya, menjual jabatan Imam Besar kepada seorang yg memberi tawaran tertinggi, yaitu Menelaus, tapi yg sama sekali tidak berhak untuk jabatan itu. Dan pada thn 168 sM, tatkala calonnya ini dilemparkan, Antiokhus mengutus panglimanya untuk menjarah Yerusalem dan membantai penduduknya.

Segera sesudah itu, Antiokhus memulai penganiayaan yg lebih kejam daripada yg pernah terjadi sebelumnya. Pengudusan hari Sabat dan pelaksanaan sunat dilarang keras dengan ancaman aniaya maut: korban kafir dan persundalan dijalankan di Bait Suci; orang Yahudi yg taat kepada Taurat dihina sekasar-kasarnya (bnd Dan 11:31-33). Tak dapat disangkal memang banyak yg tak mampu bertahan, tapi banyak yg menanggung penderitaan itu dengan gagah berani (1 Makabe 1:60 dab; 2:29 dab; 2 Makabe 6:18 dab), dan Antiokhus pasti tidak menduga ada daya tahan golongan Khasidim (artinya orang-orang yg terikat pada perjanjian) yg 'mengorbankan dirinya secara sukarela demi Taurat' (1 Makabe 2:42).

Tindakan yg lebih hebat mulai di Modem, kr 32 km dari Yerusalem. Di situlah dengan angkara murka Matatias yg sudah tua itu membunuh seorang Yahudi, yg datang untuk membakar korban persembahan di atas mezbah kerajaan, beserta seorang perwira Aram yg datang untuk mengawasi, dan kemudian menghimbau setiap orang, yg hatinya berkobar-kobar untuk membela Taurat, untuk mengikuti dia dengan kelima anaknya, yaitu Yohanes, Simon, Yudas, Eliazar dan Yonatan, mengungsi ke pegunungan. Dengan demikian mulailah revolusi Makabe.

II. Yudas Makabeus

Pegunungan Yudea cocok sekali untuk perang gerilya. Banyak orang Khasidim menyertai Matatias dan anak-anaknya. Mula-mula mereka sudah merasa puas dengan menteror orang-orang yg murtad, memusnahkan mezbah-mezbah, dan mengawasi pelaksanaan Taurat. Akhirnya Matatias meninggal, dan anaknya yg ketiga, bernama Yudas, membuktikan dirinya pemimpin yg menyerupai kepribadian Gideon. Barangkali tak pernah ada tentara yg mempunyai semangat yg lebih besar dari tentaranya, yg dipakainya untuk mencapai kemenangan-kemenangan gemilang melawan tentara Aram, yg jumlahnya jauh lebih besar. Antiokhus masih sibuk dengan peperangan-peperangan yg lebih besar melawan orang Partia, sehingga bagi walinya, Lusias, tidak ada pilihan lain, kecuali mengadakan perdamaian dengan Yudas dan membatalkan keputusan-keputusan yg menjijikkan yg diambil pada thn 165 sM. Dengan kegembiraan yg besar sekali Yudas memasuki Yerusalem dan dengan khidmat ia menahbiskan Bait Suci kembali, dan memulihkan kebaktian kepada Allah (1 Makabe 4). Peristiwa ini diperingati dalam hari raya Khanukkah atau hari raya Penahbisan Bait Allah (Yoh 10:22).

Kemenangan Makabe ini menimbulkan penganiayaan yg dahsyat sekali terhadap golongan minoritas Yahudi di kota-kota yg penduduknya campuran. Yudas meneriakkan seruan, 'Bertempurlah hari ini demi saudara-saudaramu!' (1 Makabe 5:32) dan bersama adiknya Yonatan, ia berhasil melakukan ekspedisi-ekspedisi pembalasan di Transyordan, sedang Simon melakukan hal yg sama di Galilea. Pada tahun kematian Antiokhus Epifanes, yaitu thn 164/3 sM, Yudas berusaha menaklukkan Akra, yaitu benteng pasukan Aram di Yerusalem, yg merupakan lambang pertuanan raja Seleukus: dia terperangkap, dan berada di tepi kehancuran; tapi kegoncangan politik di Aram membuat nasibnya berbalik, dan orang-orang Aram harus merasa puas hanya dengan suatu perjanjian yg pada hakikatnya hanya menjaga status quo.

Akhirnya Demetrius I (Soter) memegang takhta dan mengangkat seorang Imam Besar yg memihak Aram, namanya Alkimus. Banyak orang Khasidim bersedia mendukung imam ini, karena dia termasuk keturunan Harun, tapi tindakan-tindakannya yg keterlaluan menguntungkan Yudas. Yudas balas dendam terhadap orang-orang pelarian, sehingga Alkimus harus minta bantuan sejumlah besar tentara Aram. Tentara Aram ini dikalahkan di Adasa, tapi sesudah beberapa waktu berselang, mereka menceraiberaikan tentara Yahudi di Elasa, dan di situlah Yudas mati dalam pertempuran thn 161 sM.

III. Yonatan

Yonatan, si bungsu dari kakak adik itu, sekarang memimpin partai Makabe. Lama dia terpaksa hanya bergerilya di pegunungan, tapi perpecahan dalam kerajaan Seleukus merusak kerajaan itu dari dalam, dan lambat laun orang Aram membiarkan Yonatan leluasa. Akhirnya ia menjadi penguasa di Yudea, dan calon-calon penuntut takhta Seleukus berlomba-lomba mengincar dukungannya. Salah seorang dari penuntut takhta itu, Aleksander Balas, mengangkat Yonatan menjadi Imam Besar pada thn 153 sM, dan gubernur militer pada thn 150. Dia terus memanfaatkan kelemahan orang Seleukus, sampai dia terbunuh melalui pengkhianatan pada thn 143 sM oleh seorang yg pura-pura menjadi sekutunya.

IV. Simon

Tokoh terakhir, anak Matatias yg masih hidup, menunjukkan niat yg tidak kalah dari niat kakak adiknya. Ia sangat lihai berunding dengan Demetrius II, yg dipaksa mengakhiri pemerintahan Yudea dan 'kuk bangsa-bangsa asing telah diambil dari Israel' (1 Makabe 13:41). Orang Aram diusir dari Akra, Yudea diperluas pada beberapa tempat atas biaya tetangganya, dan mulailah suatu masa damai dan makmur, dengan Simon sebagai Imam Besar dan penguasa yg tak dapat dibantah.

V. Orang-orang Hasmon yg terakhir

Simon meninggal dibunuh oleh menantunya pada thn 135 sM. Anaknya, yaitu Yohanes Hirkanus, terpaksa tunduk untuk sementara kepada kerajaan Seleukus yg sedang pecah belah, tapi pada saat kematiannya thn 104 sM, kerajaan Yahudi mencapai wilayah terluas sejak masa raja Salomo. Anaknya, yaitu Aristobulus (104-103 sM), resmi memakai gelar raja, dan dengan dia mulailah sejarah yg menyedihkan tentang pembunuhan dan persekongkolan dan kecemburuan sesama keluarga, yg membuat negara Yahudi itu menjadi mangsa bagi kekuasaan Roma yg sedang timbul. Antigonus, raja dan Imam Besar yg terakhir dari golongan Hasmon, dihukum mati thn 37 sM, den dengan raja Herodes Agung yg pro-Roma, mulailah zaman baru (*HERODES). Beberapa orang kemudian dari keturunan Herodes mewarisi darah Hasmon dari pihak ibu.

VI. Arti Penting orang Makabe

Menurut Dan 11:34 revolusi Makabe hanya merupakan 'pertolongan kecil' bagi umat Allah, sebab nabi Daniel melukiskan peristiwa-peristiwa pada lukisannya yg besar tentang tujuan akhir dari kasih karunia Allah. Banyak orang Khasidim, yg menanti-nantikan Allah untuk menggenapi tujuan-Nya ini, mungkin menganggap bahwa tindakan militer sudah cukup, tatkala peraturan-peraturan agama Yahudi dipulihkan dan Bait Suci ditahbiskan kembali pada thn 165 sM. Bagaimanapun juga sesudah hari itu kelihatan tanda-tanda yg semakin meningkat, yg menunjukkan perpisahan orang Khasidim dari orang Makabe. Pengambilalihan jabatan Imam besar oleh Yonatan, dan kemudian oleh Simon dan keluarganya, yg semuanya berasal dari golongan imam, tapi tidak dari suku Harun, pasti menimbulkan perasaan sakit hati pada orang Khasidim. Demikian juga pewaris mereka, yaitu orang Farisi, mengasingkan diri dari Imam-imam Besar Hasmon, yg sekaligus adalah raja, yg berwatak duniawi dan kejam, yg mencapai puncaknya yg mengerikan dalam diri Aleksander Yanneus (103-76 sM), pemabuk dan tokoh yg membingungkan.

Namun, adalah salah memisahkan tujuan orang Makabe sebagai pertama mencapai kebebasan beragama, dan baru kemudian kebebasan politik. Yudas dan kakak adiknya berjuang untuk Israel, dan demi Nama Allah Israel mereka ingin mengenyahkan 'kuk yg ditimpakan bangsa-bangsa asing'. Bahwa Imam Besar turun-temurun, yg jelas mencakup kepemimpinan bangsa, memegang juga kuasa kerajaan yg timbul kembali itu, dan bahwa proses ini berjalan lancar, memang ada artinya. Yohanes Hirkanus dan raja-raja Hasmon dalam kampanye mereka, terang-terangan membersitkan cita-cita membangun kembali kerajaan Daud, dan ada catatan tentang beberapa daerah yg mereka taklukkan, yg secara paksa diyahudikan.

Dalam beberapa segi orang Makabe-lah yg menanamkan pola nasionalisme Yahudi dan pikiran mesianisme yg terdapat pada zaman PB. Yudas dan generasi-generasi penerusnya selalu hidup damai dengan orang Roma, tapi pada zaman Makabe Roma belum sanggup menguasai Palestina. Menjelang zaman PB, sekali lagi bangsa Yahudi secara keras ditindas 'kuk bangsa-bangsa asing', waktu itu di bawah kuk bangsa Roma. Tapi orang yg masih mengingat bagaimana bangsa Israel pernah menentang kerajaan bangsa lain demi Nama Allah, menghadapinya tanpa sekutu dan menang; dan bagaimana perbatasannya mencapai kawasan pada zaman jayanya raja Daud. 'Pelayanan Yesus terjadi ... waktu orang Yahudi Palestina masih mengingat kemenangan-kemenangan orang Makabe dan waktu belum mengetahui kengerian dan pengepungan Titus nanti' (T. W Manson, The Servant-Messiah, 1953, hlm 4).

W. R Farmer menunjukkan, bahwa nama-nama orang Makabe banyak dipakai oleh penentang-penentang kekuasaan Roma pada zaman PB, dan menghubungkan cita-cita partai Zelot (*ZELOT, ORANG) dengan cita-cita orang Makabe; begitu juga reaksi orang banyak, tatkala Tuhan Yesus memasuki kota Yerusalem dengan penuh semarak, dihubungkan dengan kenang-kenangan akan kemenangan-kemenangan Yudas dan Simon.

Kebiasaan untuk menganggap bahwa banyak Mazmur ditulis pada zaman Makabe, sudah hampir lalu. Tentang persoalan-persoalan sastra yg lain, *APOKRIFA. *DANIEL., KITAB; *PSEUDEPIGRAFA; *ZAKHARIA.

KEPUSTAKAAN. 1 dan 2 Makabe (*APOKRIFA); Jos., Ant. 12-14; E Schurer, HJP 1, I; R. H Pfeiffer, history of New Testament Times, 1949; E Bickerman, The Maccabees, 1947; W. R Farmer, Maccabees, Zealots and Josephus, 1956 (bnd JTS [ns], 3, 1952, hlm 62 dst). AFW/MHS/HAO




TIP #13: Klik ikon untuk membuka halaman teks alkitab dalam format PDF. [SEMUA]
dibuat dalam 0.06 detik
dipersembahkan oleh YLSA