Lihat definisi kata "Hati" dalam Studi Kata
: A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Hasyem | Hatah | Hatat | Hathach | Hathath | Hati | Hati Nurani | Hatifa | Hatil | Hatipha | Hatita
Daftar Isi
HAAG: Hati
PEDOMAN: Hati Hati, Perhatian
LAMBANG: Hati
BROWNING: HATI
ENSIKLOPEDIA: HATI

Hati

Hati [haag]

Hati.

~H dipandang sebagai pusat kediaman hidup di dalam Pl (Ams 7:23 dan barangkali pada Yes 10:16), sebagai pusat perasaan-perasaan (Rat 2:11) dan sebagai pusat pikiran (Kej 49:6). ~H tidak tidak berperan di dalam ibadat, berbeda dengan di Asyur dan di Babilon. Di situ mereka mencari kehendak Tuhan atau nasib hari-depan (--> orakel) lewat tempat dan lipatan ~H binatang kurban. Kebiasaan untuk melihat keadaan ~H secara demikian berpindah pada bangsa Etruski, Yunani dan Romawi.

Hati [pedoman]

  1. 1. Dari situlah terpancar kehidupan.
  2. Ams 4:3
  3. 2. Allah:
    1. 2.1 Membarui.
    2. Mazm 51:12; Yeh 36:26
    3. 2.2 Membuka.
    4. Kis 16:14
    5. 2.3 Menerangi.
    6. 2Kor 4:6; Ef 1:18
    7. 2.4 Menguji.
    8. Mazm 44:22; Yer 20:12
    9. 2.5 Menyelidiki isi - .
    10. 1Taw 28:9; Mazm 139:2; Yer 17:10
    11. 2.6 Menggerakkan.
    12. 1Sam 10:26; Ezr 6:22; 7:27; Ams 21:1; Yer 20:9
    13. 2.7 Menguji.
    14. 1Taw 29:17; Yer 12:3; Ams 21:2; 24:12
    15. 2.8 Memelihara.
    16. 1Taw 29:18
    17. 2.9 Menimbang.
    18. Ams 16:1
    19. 2.10 Meneguhkan.
    20. Mazm 27:14; 112:8
    21. 2.11 Menguatkan.
    22. Mazm 27:14; 1Tes 3:13
  4. 3. Harus:
    1. 3.1 Berbalik kepada Tuhan dengan segenap - .
    2. 1Sam 7:3
    3. 3.2 Dengan sepenuh - .
    4. 1Raj 8:61; Ef 6:5; Kol 3:22
    5. 3.3 Menjaga - dengan segala kewaspadaan.
    6. Ams 4:23
    7. 3.4 Menunjukkan - ke jalan yang benar.
    8. Ams 23:19
    9. 3.5 Memberikan - kepada Allah.
    10. Ams 23:26
    11. 3.6 Berusaha untuk memperoleh - yang bijaksana.
    12. Mazm 90:12; Ams 2:2
    13. 3.7 Penuh kasih mesra.
    14. Ef 4:32
    15. 3.8 Menyucikan - .
    16. Yak 4:8
  5. 4. Kita harus:
    1. 4.1 Beribadah kepada Allah dengan segenap - .
    2. Ul 11:13
    3. 4.2 Melakukan semua ketetapan dan peraturan dengan segenap - .
    4. Ul 26:16
    5. 4.3 Berbalik kepada Tuhan dengan segenap - .
    6. Ul 30:2
    7. 4.4 Hidup dihadapan Tuhan dengan segenap - .
    8. 1Raj 2:4
    9. 4.5 Percaya kepada Tuhan dengan segenap - .
    10. Ams 3:5
    11. 4.6 Mengasihi Tuhan dengan segenap - .
    12. Mat 22:37
    13. 4.7 Percaya dengan segenap - .
    14. Kis 8:37; Rom 10:10
    15. 4.8 Melakukan kehendak Allah dengan segenap - .
    16. Ef 6:6
    17. 4.9 Saling mengasihi dengan segenap - .
    18. 1Pet 1:22
    19. 4.10 Menguduskan Kristus di dalam - .
    20. 1Pet 3:15
  6. 5. Tidak seorangpun yang dapat membersihkan - nya.
  7. Ams 20:9
  8. 6. Iman merupakan satu jalan untuk menyucikan - .
  9. Kis 15:9
  10. 7. Pembaruan - dijanjikan di dalam Injil.
  11. Yeh 11:19; 36:26; Rom 10:10; 2Kor 3:3; Ibr 3:10
  12. 8. Yang patah dan remuk tidak dihina oleh Allah.
  13. Mazm 51:19
  14. 9. Orang yang suci - nya akan memandang Allah.
  15. Mat 5:8
  16. 10. Berdoa supaya - dapat:
    1. 10.1 Disucikan.
    2. Mazm 51:12
    3. 10.2 Dicondongkan kepada peringatan-peringatan Allah.
    4. Mazm 119:36
    5. 10.3 Membulatkan - untuk takut akan nama Allah.
    6. Mazm 86:11
    7. 10.4 Menujukan - kepada kasih Allah.
    8. 2Tes 3:5
    9. 10.5 Jangan mengeraskan - kepada Allah.
    10. Mazm 95:8; Ibr 4:7
  17. 11. Jangan mengeraskan - kepada orang miskin.
  18. Ul 15:7
  19. 12. Jangan menujukan - kepada yang jahat.
  20. Mazm 66:18
  21. 13. Berhati-hati supaya - jangan terbujuk.
  22. Ul 11:16
  23. 14. Mengakui kejahatannya.
  24. 1Raj 8:38
  25. 15. Orang yang mempercayai - nya sendiri adalah orang yang bebal.
  26. Ams 28:26

Hati, Perhatian [pedoman]

  1. 1. Diperintahkan.
  2. Kel 23:13; Ams 4:25-27
  3. 2. Perlu:
    1. 2.1 Dalam mengikuti perintah-perintah Allah.
    2. Yos 22:5
    3. 2.2 Cara hidup kita.
    4. Ef 5:15
    5. 2.3 Dalam mengambil keputusan.
    6. 2Taw 19:6,7
    7. 2.4 Dalam pembicaraan.
    8. Ams 13:3; Yak 1:19
    9. 2.5 Dalam bersahabat dengan orang fasik.
    10. Mazm 39:2; Kol 4:5
    11. 2.6 Di dalam rumah Allah dan dalam berbakti kepada-Nya.
    12. Pengkh 5:1
    13. 2.7 Dalam hal mendengar.
    14. Luk 8:18
    15. 2.8 Terhadap apa yang kita dengar.
    16. Mr 4:24
    17. 2.9 Terhadap dosa.
    18. Ibr 12:15,16
    19. 2.10 Terhadap kemurtadan.
    20. Ibr 3:12
    21. 2.11 Terhadap Mesias dan nabi palsu.
    22. Mat 24:4,5,23,24
    23. 2.12 Terhadap guru-guru palsu.
    24. Fili 3:2; Kol 2:8; 2Pet 3:16,17
    25. 2.13 Terhadap penyembah berhala.
    26. Ul 4:15,16
    27. 2.14 Terhadap prasangka.
    28. 1Kor 10:12
    29. 2.15 Untuk pemeliharaan jiwa.
    30. Ul 4:9

Hati [lambang]

METAFORA kedirian seseorang yang meliputi cipta, rasa, dan karsa; artinya tergantung konteksnya. Kej 6:5; Kel 4:14; Ul 11:13; 1 Sam 16:7; 1 Raj 3:9; Mzm 119:36; 139:23; Ams 23:7; Pkh 1:13; Yes 65:14; Yer 17:10; Yeh 14:4; Mrk 7:21; Luk 2:19; Yoh 13:2; Kis 5:33; Rm 6:17; 1 Kor 2:9; 2 Kor 9:7; Ef 6:6; Flp 1:7; 1 Tim 1:5; Ibr 4:12; Yak 3:14; 2 Ptr 1:19; 1 Yoh 3:20; Why 2:23; 18:7, dsb.

HATI [browning]

1) Sering kali digunakan, baik dalam PL maupun PB, namun jarang dalam arti fisiologis; karena, orang Ibrani tidak menyadari fungsinya. Namun, diakui bahwa hati itu penting, dan karena itu, 'hati yang suci' (Mzm. 51:12; Yeh. 36:26) memperoleh makna metaforis untuk sesuatu yang paling berharga dan paling baik. Hati juga dianggap sebagai tempat kedudukan emosi (1Raj. 8:38 dyb.), ingatan (1Raj. 4:29), dan kebijaksanaan (1Raj. 3:12; NRSV memilih mind','pikiran', daripada 'hati'). *Perjanjian baru akan dituliskan dalam hati umat Allah (Yer. 31:31-34).Demikian juga halnya dalam PB di mana dikatakan bahwa Yesus itu 'lemah lembut dan rendah hati' (Mat. 11:29). 'Orang yang suci hati-Nya' (Mat. 5:8) adalah yang kata hatinya tidak menyalahkan, karena 'Allah menyelidiki hati' (Rm. 8:27), dan 'hati yang terharu' merupakan awal pertobatan (Kis. 2:37). Dalam analisis Paulus mengenai hakikat manusia, hati itu netral, mungkin *jahat (Rm. 1:21), tetapi mungkin pula baik (2Kor. 1:22). 2) Dipandang sebagai pusat kehidupan (Ams. 7:23). Hati adalah bagian dari binatang korban yang dibakar (Kel. 29:13). Di *Babel hati digunakan untuk mendapatkan petunjuk ilahi (Yeh. 21:21).

HATI [ensiklopedia]

1. Harfiah Ibrani kaved, dari akar kata yg berarti 'berat'. Dalam perkembangannya menjadi berarti 'dihormati', dan dengan demikian merupakan organ yg berat. Dan antara 14 acuan ada 11 terkait dengan perundang-undangan korban persembahan. Tidak disebut secara khusus apakah hati sendiri yg dibakar di atas mezbah, tapi umbai hati (Ibrani yoteret) mungkin menunjuk pada lemak di atasnya, dan ginjal.

Yeh 21:21 menunjukkan bahwa hati dijadikan bahan ramalan masa depan, dan didasarkan atas tanda-tanda pada bagian dalam hati itu. Untuk maksud demikian telah ditemukan banyak hati buatan dari tanah liat. Praktik semacam itu dikenal di antara orang Romawi yg mungkin belajar dari orang Etruria, orang yg mendahului mereka di Italia. Luka di dalam hati kelihatannya dianggap fatal (Ams 7:23). Tapi ilmu faal alat tubuh Ibrani tentang organ-organ bagian dalam tidak begitu tepat (*JANTUNG dan *USUS).

2. Orang Ibrani berpikir dan berbicara tentang keseluruhan manusia dengan segala sifatnya, jasmani, intelek dan jiwa sebagai satu kesatuan: mereka tidak menganalisisnya dalam komponen-komponen terpisah. Pusat perintah dari manusia adalah lev, atau levav. Istilah ini dipakai sebagai pusat segala sesuatu dalam Ul 4:11; Yun 2:3, dan Mat 12:40, di mana diterjemahkan 'pusat' dan 'rahim': harfiah berarti jantung'. Ini sesuai dengan gaya bh Indonesia, lev biasanya diterjemahkan hati. Lev inilah yg membentuk seseorang adalah manusia atau binatang (Ams 16:23; 23:7; Dan 4:16), dan lev juga yg memerintah semua tindakannya (Rut 4:13).

H Wheeler Robinson menggolongkan berbagai pemikiran tentang pemakaian kata lev dan levav sebagai berikut:

a. Badaniah atau yg bersifat perlambang ('tengah-tengah'; 29 kali).

b. Kepribadian, kehidupan batin, atau watak secara umum (257 kali, mis Kel 9:14; 1 Sam 16:7; Kej 20:5).

c. Keadaan emosional, dalam cakupan secara luas (166 kali); keadaan mabuk (1 Sam 25:36); sukacita ataupun kesusahan (Hak 18:20; 1 Sam 1:8); gelisah (1 Sam 4:13); keberanian dan takut (Kej 42:28); kasih (2 Sam 14:1).

d. Kegiatan-kegiatan intelek (204 kali); perhatian (Kel 7:23); refleksi (Ul 7:17); ingatan (Ul 4:9); pengertian (1 Raj 3:9); keahlian teknik (Kel 28:3).

e. Kemauan atau maksud (195 kali; 1 Sam 2:35), dalam PL dengan arti ini merupakan pemakaian paling khas.

Pemakaian istilah hati dalam PB sangat mirip dengan yg di atas dan Ryder Smith menulis sebagai berikut, 'Hati tersebut sama sekali tidak menghilangkan penunjukan fisiknya, karena dibuat dari daging (2 Kor 3:3), tapi hati adalah tempat berpikir (Mrk 2:6,8) dan tempat perasaan' (Luk 24:32).

(Dlm acuan-acuan berikut kata 'hati' tidak senantiasa nampak, karena bh Indonesia memakai cara lain untuk mengacu kata Ibrani lev, yg terdapat dlm acuan tsb).

Hukum yg terbesar, menurut Ryder Smith, mungkin berarti, 'Kasihilah (agapan) Tuhan Allah-mu dengan segenap hatimu -- yaitu dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu' (mis Mrk 12:30,33).

Namun demikian, hati manusia tidak selalu melakukannya. Hati manusia jauh dari yg semestinya (Kej 6:5; Yer 17:9). PL mencapai kemuncaknya dengan berkata bahwa perubahan hati dibutuhkan (Yer 24:7; Yeh 11:19) dan tentu hal ini digenapi dalam PB (Ef 3:17).

Ada beberapa orang yg luar biasa, yaitu orang-orang yg hatinya benar di hadapan Allah (1 Raj 15:14; Mzm 37:30, 31; Kis 13:22); meskipun sudah jelas dari apa yg kita ketahui tentang Daud, yg ditunjukkan ay terakhir ini (Kis 13:22) bahwa ia tidaklah benar secara mutlak; penyesalan dan pertobatan tetap dibutuhkan (bnd 2 Raj 23:25, mengenai raja Yosia).

Sikap yg benar dari hati mulai pada hati yg patah dan remuk (Mzm 51:17). Artinya, kerendahan hati dan penyesalan searti dengan jiwa yg patah' (ruakh). Kepatahan ini dibutuhkan, karena apabila hati keras maka hati yg demikian tidak mau tunduk pada kehendak Tuhan (Yeh 11:19). Istilah lain adalah hati yg ber'lemak' atau 'tidak bersunat' yg gagal menanggapi kehendak Allah (Yes 6:10; Yeh 44:7).

Tuhan mengetahui hati setiap orang dan tidak bisa ditipu oleh penampilan luar (1 Sam 16:7). Justru doa yg benar seharusnya memohon kepada Allah untuk menyelidiki dan mengenal hati (Mzm 139:23) serta menjadikannya bersih (Mzm 51:10). Hati yg baru haruslah menjadi tujuan dari setiap orang durhaka (Yeh 18:31), sehingga hukum Allah tidak lagi sesuatu yg ada di luar melainkan 'ditulis di dalam hati' (Yer 31:33).

Demikianlah hati sebagai sumber segala keinginan harus dijaga (Ams 4:23). Setiap guru haruslah bertujuan menghantarkan hati murid-muridnya pada jalan kebenaran (Ams 23:26).

Orang yg suci hatinya akan melihat Allah (Mat 5:8). Karena dengan iman Kristus tinggal dalam hati, maka orang Kristen dapat memahami kasih Allah (Ef 3:17).

KEPUSTAKAAN. A. R Johnson, The Vitality of the Individual in the Thought of Ancient Israel, 1949, him 77 dst; C Ryder Smith, The Bible Doctrine of Man, 1951; H Wheeler Robinson, The Christian Doctrine of Man, 1911; F Baumgartel, J Behm, TDNT 3, hlm 605-613; H Koster, TDNT 7, hlm 548-559; T Sorg, NIDNTT 2, hlm 180-184; H. H Esser NIDNTT 2, hlm 599 dst. BOB/MBD/JMP


Lihat definisi kata "Hati" dalam Studi Kata



TIP #31: Tutup popup dengan arahkan mouse keluar dari popup. Tutup sticky dengan menekan ikon . [SEMUA]
dibuat dalam 0.11 detik
dipersembahkan oleh YLSA