kecilkan semua  

Teks -- Ayub 1:1-22 (TB)

Tampilkan Strong
Konteks
Kesalehan Ayub dicoba
1:1 Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. 1:2 Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan. 1:3 Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur. 1:4 Anak-anaknya yang lelaki biasa mengadakan pesta di rumah mereka masing-masing menurut giliran dan ketiga saudara perempuan mereka diundang untuk makan dan minum bersama-sama mereka. 1:5 Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati." Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa. 1:6 Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis. 1:7 Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Dari mana engkau?" Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi." 1:8 Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan." 1:9 Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah? 1:10 Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu. 1:11 Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu." 1:12 Maka firman TUHAN kepada Iblis: "Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya." Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN. 1:13 Pada suatu hari, ketika anak-anaknya yang lelaki dan yang perempuan makan-makan dan minum anggur di rumah saudara mereka yang sulung, 1:14 datanglah seorang pesuruh kepada Ayub dan berkata: "Sedang lembu sapi membajak dan keledai-keledai betina makan rumput di sebelahnya, 1:15 datanglah orang-orang Syeba menyerang dan merampasnya serta memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan." 1:16 Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Api telah menyambar dari langit dan membakar serta memakan habis kambing domba dan penjaga-penjaga. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan." 1:17 Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Orang-orang Kasdim membentuk tiga pasukan, lalu menyerbu unta-unta dan merampasnya serta memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan." 1:18 Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Anak-anak tuan yang lelaki dan yang perempuan sedang makan-makan dan minum anggur di rumah saudara mereka yang sulung, 1:19 maka tiba-tiba angin ribut bertiup dari seberang padang gurun; rumah itu dilandanya pada empat penjurunya dan roboh menimpa orang-orang muda itu, sehingga mereka mati. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan." 1:20 Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah, 1:21 katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" 1:22 Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.
Paralel   Ref. Silang (TSK)   Ref. Silang (FULL)   ITL  

Nama Orang, Nama Tempat, Topik/Tema Kamus

Nama Orang dan Nama Tempat:
 · Ayub a man whose story is told in the book of Job,a man from the land of Uz in Edom
 · Iblis a person, male (evil angelic),an angel that has rebelled against God
 · Kasdim the inhabitants of Chaldea.
 · Syeba name of a well
 · Ur-Kasdim a town of lower Mesopotamia about 230 km SE of old Babylon,father of Eliphal / Eliphelet, one of David's military elite
 · Us son of Aram; (grand)son of Shem son of Noah,son of Milcah and Nahor, brother of Abraham,son of Dishan of Seir,a region in Edom inhabited by the descendants of Uz of Seir


Topik/Tema Kamus: Iblis | Ayub | Iblis (Penggoda) | Serah, Penyerahan Diri | Coba, Percobaan | Orang Kudus Yang Menderita | Penting, Mementingkan Diri Sendiri | Anak | Keluarga | Takut Akan Allah | Unta | Lembu | Orang Mati | Orang Tua | Waktu Atau Masa | Pagar | Orang Miskin | Sabar, Kesabaran | Tentara | Tangan | selebihnya
Daftar Isi

Catatan Kata/Frasa
Full Life , BIS , Jerusalem , Ende , Endetn , Ref. Silang FULL

Catatan Kata/Frasa
Wycliffe

Catatan Rentang Ayat
SH , Topik Teologia

kecilkan semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per frasa)

Full Life: Ayb 1:1 - AYUB. Nas : Ayub 1:1 Agaknya Ayub hidup pada zaman leluhur Israel (Abraham, Ishak, Yakub, sekitar 2100-1800 SM). Banyak ahli beranggapan bahwa tanah ...

Nas : Ayub 1:1

Agaknya Ayub hidup pada zaman leluhur Israel (Abraham, Ishak, Yakub, sekitar 2100-1800 SM). Banyak ahli beranggapan bahwa tanah Us terletak di sebelah tenggara Palestina dan Laut Mati atau di bagian utara Arab

(lih. Pendahuluan Ayub).

Yang lain beranggapan bahwa tanah Us terletak di bagian timur laut Danau Galilea, dekat Damsyik.

Full Life: Ayb 1:1 - SALEH DAN JUJUR; IA TAKUT AKAN ALLAH DAN MENJAUHI KEJAHATAN. Nas : Ayub 1:1 Teks : 1) Takut akan Allah dan menjauhi kejahatan menjadi landasan kesalehan dan kejujuran Ayub (bd. Ams 1:7). "Saleh" menga...

Nas : Ayub 1:1

Teks :
  1. 1) Takut akan Allah dan menjauhi kejahatan menjadi landasan kesalehan dan kejujuran Ayub (bd. Ams 1:7). "Saleh" mengacu kepada integritas moral Ayub dan komitmen sepenuh hati kepada Allah; "jujur" menunjukkan kebenaran dalam perkataan, tindakan, dan pikiran.
  2. 2) Pernyataan tentang kebenaran Ayub ini diulangi oleh Allah sendiri dalam ayat Ayub 1:8 dan Ayub 2:3, yang dengan jelas menegaskan bahwa melalui kasih karunia-Nya Allah dapat menebus manusia yang berdosa sehingga menjadikan mereka sungguh-sungguh benar, baik, dan menang atas dosa. Pernyataan ini memalukan dan menyalahkan ajaran injili dewasa ini yang beranggapan bahwa
    1. (a) tidak ada orang percaya di dalam Kristus, bahkan dengan bantuan sepenuhnya Roh Kudus yang ini tersedia, dapat mengharapkan dirinya tanpa cacat dan jujur di dalam hidup ini; dan
    2. (b) orang percaya tak usah terkejut apabila mereka berbuat dosa tiap hari dalam perkataan, tindakan, dan pikiran tanpa harapan untuk menaklukkan tabiat berdosa selama hidup ini.

Full Life: Ayb 1:5 - ANAK-ANAKKU. Nas : Ayub 1:5 Sebagai orang-tua beriman, Ayub sangat memperhatikan kesejahteraan rohani anak-anaknya. Ia memperhatikan kelakuan dan gaya hidup mer...

Nas : Ayub 1:5

Sebagai orang-tua beriman, Ayub sangat memperhatikan kesejahteraan rohani anak-anaknya. Ia memperhatikan kelakuan dan gaya hidup mereka, berdoa agar mereka terpelihara dari yang jahat dan mengalami berkat dan keselamatan Allah. Ayub menjadi contoh seorang ayah yang hatinya terarah kepada anak-anaknya dengan menyediakan waktu dan perhatian yang perlu agar mereka terhindar dari kehidupan yang berdosa

(lihat cat. --> Luk 1:17;

[atau ref. Luk 1:17]

lihat art. ORANG-TUA DAN ANAK-ANAK).

Full Life: Ayb 1:6-7 - IBLIS. Nas : Ayub 1:6-7 Sebelum kematian dan kebangkitan Kristus, Iblis kadang-kadang bisa menghampiri Allah, untuk dapat mempersoalkan kesungguhan dan ke...

Nas : Ayub 1:6-7

Sebelum kematian dan kebangkitan Kristus, Iblis kadang-kadang bisa menghampiri Allah, untuk dapat mempersoalkan kesungguhan dan kebenaran seorang percaya (Ayub 1:6-12; 2:1-6; 38:7; Wahy 12:10). Akan tetapi, Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa Iblis dapat masuk langsung kepada Allah pada zaman perjanjian baru

(lihat cat. --> Mat 4:10),

[atau ref. Mat 4:10]

sekalipun ia masih menuduh orang percaya. Kita dapat mengatasi semua tuduhan ini dengan darah Kristus, hati nurani yang bersih, dan Firman Allah (bd. Mat 4:3-11; Yak 4:7; Wahy 12:11). Kita selanjutnya dapat dikuatkan dengan kenyataan bahwa kita mempunyai perantara dengan Bapa -- yaitu Yesus Kristus (1Yoh 2:1), yang ada di sebelah kanan-Nya untuk menaikkan doa syafaat bagi kita (Ibr 7:25).

Full Life: Ayb 1:8 - APAKAH ENGKAU MEMPERHATIKAN HAMBA-KU AYUB? Nas : Ayub 1:8 Di sini kitab ini memperkenalkan pergumulan di antara Allah dengan musuh besar-Nya, Iblis. Allah menantang Iblis untuk memperhatikan...

Nas : Ayub 1:8

Di sini kitab ini memperkenalkan pergumulan di antara Allah dengan musuh besar-Nya, Iblis. Allah menantang Iblis untuk memperhatikan dalam Ayub kemenangan kasih karunia dan penebusan ilahi. Dalam kehidupan hamba-Nya yang setia ini, Allah memperlihatkan bahwa rencana-Nya untuk menebus umat manusia dari dosa dan kejahatan dapat tercapai.

Full Life: Ayb 1:9 - APAKAH DENGAN TIDAK MENDAPAT APA-APA AYUB TAKUT AKAN ALLAH? Nas : Ayub 1:9 Iblis menanggapi pernyataan Allah bahwa Ayub itu seorang saleh dengan mengecam baik Allah maupun Ayub. 1) Iblis mempersoalkan m...

Nas : Ayub 1:9

Iblis menanggapi pernyataan Allah bahwa Ayub itu seorang saleh dengan mengecam baik Allah maupun Ayub.

  1. 1) Iblis mempersoalkan motivasi Ayub dan dengan demikian kesungguhan dari kebenaran Ayub dengan mengatakan bahwa kasih Ayub kepada Allah sebenarnya bersifat mementingkan diri sendiri dan bahwa ia menyembah Allah hanya karena itu menguntungkannya. Dalam perkataan Iblis tersirat bahwa kasih Ayub kepada Allah tidak ikhlas.
  2. 2) Iblis selanjutnya menyatakan bahwa Allah itu naif dan menipu diri sendiri karena mendapat pengabdian Ayub dengan memberi berkat dan suap (ayat Ayub 1:10-11). Iblis menyimpulkan bahwa dengan demikian Allah sudah gagal dalam usaha-Nya mendamaikan umat manusia dengan diri-Nya. Jikalau Allah berhenti memberikan perlindungan, kekayaan, kesehatan, dan kebahagiaan kepada Ayub, Iblis yakin bahwa Ayub akan "mengutuki Engkau di hadapan-Mu" (ayat Ayub 1:11).

Full Life: Ayb 1:10 - MEMBUAT PAGAR SEKELILING DIA. Nas : Ayub 1:10 Karena Iblis datang untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan (bd. Yoh 10:10), Allah menempatkan pagar pelindung di sekitar umat-Ny...

Nas : Ayub 1:10

Karena Iblis datang untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan (bd. Yoh 10:10), Allah menempatkan pagar pelindung di sekitar umat-Nya untuk melindungi mereka dari serangan Iblis.

  1. 1) "Pagar pelindung" itu bagaikan "tembok berapi" rohani yang mengitari umat Allah yang setia sehingga Iblis tidak bisa melukai mereka. "Aku sendiri, demikianlah firman Tuhan, akan menjadi tembok berapi baginya di sekelilingnya, dan Aku akan menjadi kemuliaan di dalamnya" (Za 2:5).
  2. 2) Semua orang percaya yang dengan setia berusaha untuk mengasihi Allah dan mengikuti pimpinan Roh Kudus berhak untuk meminta dan mengharapkan Allah menempatkan tembok perlindungan keliling mereka dan keluarga mereka.

Full Life: Ayb 1:11 - IA PASTI MENGUTUKI ENGKAU. Nas : Ayub 1:11 Dalam ayat Ayub 1:6-12 pertanyaan-pertanyaan utama kitab ini dikemukakan. Mungkinkah umat Allah mengasihi dan melayani Dia karena D...

Nas : Ayub 1:11

Dalam ayat Ayub 1:6-12 pertanyaan-pertanyaan utama kitab ini dikemukakan. Mungkinkah umat Allah mengasihi dan melayani Dia karena Dia adalah Allah dan bukan karena semua berkat-Nya? Dapatkah orang benar mempertahankan iman dan kasih mereka kepada Allah di tengah-tengah musibah yang tidak dapat dijelaskan dan penderitaan yang tidak semestinya mereka alami?

Full Life: Ayb 1:12 - JANGANLAH ENGKAU MENGULURKAN TANGANMU. Nas : Ayub 1:12 Allah memberikan kekuasaan kepada Iblis untuk membinasakan harta dan keluarga Ayub; akan tetapi, Ia membatasi apa yang dapat dilaku...

Nas : Ayub 1:12

Allah memberikan kekuasaan kepada Iblis untuk membinasakan harta dan keluarga Ayub; akan tetapi, Ia membatasi apa yang dapat dilakukan Iblis, karena ia tidak diberikan kuasa untuk membunuh Ayub. Iblis menggunakan cuaca yang ganas dan gerombolan yang kejam untuk melawan Ayub (ayat Ayub 1:13-19).

Full Life: Ayb 1:16 - API TELAH MENYAMBAR DARI LANGIT Nas : Ayub 1:16 (versi Inggris NIV -- api Allah). Yang dimaksudkan mungkin adalah halilintar (lih. Bil 11:1; 1Raj 18:38).

Nas : Ayub 1:16

(versi Inggris NIV -- api Allah). Yang dimaksudkan mungkin adalah halilintar (lih. Bil 11:1; 1Raj 18:38).

Full Life: Ayb 1:20 - SUJUDLAH IA DAN MENYEMBAH. Nas : Ayub 1:20 Ayub menanggapi semua musibah yang menimpa dirinya dengan kesedihan yang sangat, tetapi juga dengan kerendahan hati yang tunduk kep...

Nas : Ayub 1:20

Ayub menanggapi semua musibah yang menimpa dirinya dengan kesedihan yang sangat, tetapi juga dengan kerendahan hati yang tunduk kepada Allah dan terus menyembah Dia di tengah-tengah kesukaran yang hebat (ayat Ayub 1:21; 2:10).

  1. 1) Reaksi Ayub kemudian hari terhadap musibah selanjutnya terdiri atas keragu-raguan, kemarahan, dan perasaan diasingkan dari Allah (Ayub 7:11). Namun pada saat-saat yang suram ini dan iman yang goyah, ia tidak berbalik melawan Allah, tetapi dengan terus terang mengungkapkan protes dan perasaannya kepada-Nya.
  2. 2) Kitab Ayub menunjukkan bagaimana orang percaya yang setia hendaknya menghadapi musibah di dalam hidup ini. Sekalipun kita mengalami penderitaan hebat dan kesengsaraan yang tidak dapat dipahami, kita harus berdoa memohon kasih karunia untuk menerima apa yang Allah izinkan menimpa kita dan memohon penyataan dan pemahaman mengenai maknanya. Allah akan menangani perasaan dan keluhan kita yang kacau jikalau diarahkan kepada-Nya -- bukan dengan sikap memberontak, melainkan dengan kepercayaan sungguh-sungguh kepada-Nya sebagai Allah yang pengasih.
  3. 3) Kitab ini menyatakan bahwa Allah menerima pertanyaan Ayub (pasal Ayub 38:1-41:34) dan pada akhirnya memuji dia karena mengatakan yang "benar tentang Aku" (Ayub 42:7).

BIS: Ayb 1:1 - Us Us: Suatu daerah yang tak diketahui di mana letaknya.

Us: Suatu daerah yang tak diketahui di mana letaknya.

BIS: Ayb 1:6 - si Penggoda si Penggoda: makhluk surgawi yang dianggap sebagai lawan manusia.

si Penggoda: makhluk surgawi yang dianggap sebagai lawan manusia.

BIS: Ayb 1:14-15 - orang Syeba orang Syeba: Suku pengembara yang suka merampok dari daerah Selatan.

orang Syeba: Suku pengembara yang suka merampok dari daerah Selatan.

BIS: Ayb 1:17 - perampok Kasdim perampok Kasdim: Suku pengembara yang suka merampok dari daerah Utara.

perampok Kasdim: Suku pengembara yang suka merampok dari daerah Utara.

Jerusalem: Ayb 1:1 - Ada seorang laki-laki Ini pembukaan ceritera kerakyatan. Penulis suci tidak merubah ciri kerakyatan pada kisah yang dipakainya dalam rangka kitabnya sendiri (bab 1-2;42)

Ini pembukaan ceritera kerakyatan. Penulis suci tidak merubah ciri kerakyatan pada kisah yang dipakainya dalam rangka kitabnya sendiri (bab 1-2;42)

Jerusalem: Ayb 1:1 - tanah Us Ialah agaknya terletak di wilayah bangsa Edom, bdk Kej 36:28; Rat 4:21.

Ialah agaknya terletak di wilayah bangsa Edom, bdk Kej 36:28; Rat 4:21.

Jerusalem: Ayb 1:3 - orang di sebelah timur Ungkapan ini mencakup semua orang yang berkediaman di sebelah timur Palestina, khususnya penduduk wilayah Edom dan Arabia, bdk Bil 24:21+.

Ungkapan ini mencakup semua orang yang berkediaman di sebelah timur Palestina, khususnya penduduk wilayah Edom dan Arabia, bdk Bil 24:21+.

Jerusalem: Ayb 1:5 - menguduskan mereka Istilah ini, bdk Ima 11:1+, berarti: mengadakan upacara pentahiran buat menghapus segenap kenajisan yang membuat orang tidak mampu turut serta dalam i...

Istilah ini, bdk Ima 11:1+, berarti: mengadakan upacara pentahiran buat menghapus segenap kenajisan yang membuat orang tidak mampu turut serta dalam ibadat

Jerusalem: Ayb 1:5 - mengutuk Allah Dalam naskah Ibrani sebenarnya tertulis: memberkati/memuji Allah. Begitu juga halnya dalam Ayu 1:11; 2:5,9. Sudah pasti aselinya tertulis: mengutuki. ...

Dalam naskah Ibrani sebenarnya tertulis: memberkati/memuji Allah. Begitu juga halnya dalam Ayu 1:11; 2:5,9. Sudah pasti aselinya tertulis: mengutuki. Tetapi oleh para penyalin ungkapan ini dianggap kurang pantas, sehingga diganti dengan "memberkati/memuji Allah",

Jerusalem: Ayb 1:6 - menghadap TUHAN Bagaikan seorang raja Allah memberi "audiensi" pada hari-hari tertentu. Mengenai istilah "anak-anak Allah" bdk Ayu 2:1; 38:7; Kej 6:1+; Maz 29:1+; Maz...

Bagaikan seorang raja Allah memberi "audiensi" pada hari-hari tertentu. Mengenai istilah "anak-anak Allah" bdk Ayu 2:1; 38:7; Kej 6:1+; Maz 29:1+; Maz 89:7. "Anak-anak Allah" itu ialah makhluk-makhluk sorgawi, lebih tinggi derajatnya dari pada derajat manusia. Mereka menjadi iringan Allah dan dewan penasehatNya. Kemudian hari makhluk-makhluk itu disamakan dengan malaikat-malaikat (begitu misalnya dalam Alkitab Yunani), bdk Tob 5:4+

Jerusalem: Ayb 1:6 - Iblis Ibraninya: Has-satan (pakai kata sandang), bdk Zak 3:1-2. Satan di sini bukan nama diri, seperti halnya dalam 1Ta 21:1. Menurut arti kata Ibrani, "sat...

Ibraninya: Has-satan (pakai kata sandang), bdk Zak 3:1-2. Satan di sini bukan nama diri, seperti halnya dalam 1Ta 21:1. Menurut arti kata Ibrani, "satan" berarti: lawan, 2Sa 19:22; 1Ra 5:4; 11:14,23,25, atau: pendakwa, Maz 109:6. Tetapi dalam kisah Ayub satan berperan sebagai mata-mata. Ia nampak seorang tokoh yang sangat mendua; ia tidak sama dengan "anak-anak Allah", dan ia merasa curiga terhadap manusia; dengan izin Tuhan ia mampu menimpakan segala macam kemalangan dan membujuk untuk berbuat jahat, bdk 1Ta 21:1; di sini ia belum terang-terangan bermusuh dengan Allah, tetapi ragu-ragu kalau-kalau karya ciptaan Tuhan, yaitu manusia, berhasil baik. Begitu satan nampak seorang tokoh yang sinis, yang suka mengejek dan memburuk-burukkan. Selebihnya ia nampak pesimis, ingin merugikan manusia karena iri hati. Hanya ceritera Ayub ini tidak menjelaskan mengapa satan mengambil sikap yang demikian itu. Melihat semuanya itu satan ini sudah berdekatan dengan makhluk-makhluk jahat yang serupa dengan roh jahat; khususnya ada kesamaan antara satan dan ular yang berperan dalam ceritera tentang Firdaus, Kej 3:1+. Akhirnya satan itu memang disamakan dengan roh jahat dan ular itu, Wis 2:24; Wah 12:9; 20:2. Begitu satan menjadi semacam penjelmaan kuasa setani, bdk Luk 10:18.

Jerusalem: Ayb 1:15 - orang-orang Syeba Orang Syeba, bdk 1Ra 10:1+, dan orang Kasdim, Ayu 1:17, ialah (di sini) suku-suku Badui yang suka merampok.

Orang Syeba, bdk 1Ra 10:1+, dan orang Kasdim, Ayu 1:17, ialah (di sini) suku-suku Badui yang suka merampok.

Jerusalem: Ayb 1:16 - Api Harafiah: Api Allah. Artinya: halilintar, bdk 2Ra 1:10,12,14.

Harafiah: Api Allah. Artinya: halilintar, bdk 2Ra 1:10,12,14.

Jerusalem: Ayb 1:20 - mengoyak jubahnya Mengoyak pakaian dan mencukur kepala adalah pertanda kesedihan dan perkabungan yang lazim, bdk Kej 37:34; Yos 7:6; 2Sa 1:11; 3:31, dll; Yer 7:29; 48:3...

Mengoyak pakaian dan mencukur kepala adalah pertanda kesedihan dan perkabungan yang lazim, bdk Kej 37:34; Yos 7:6; 2Sa 1:11; 3:31, dll; Yer 7:29; 48:37; Yeh 7:18; Ezr 9:3, dll.

Jerusalem: Ayb 1:21 - ke dalamnya Ibu pertiwi disamakan dengan kandungan ibu.

Ibu pertiwi disamakan dengan kandungan ibu.

Ende: Ayb 1:1 - Us ialah, rupa2nja, negeri Edom.

ialah, rupa2nja, negeri Edom.

Ende: Ayb 1:3 - orang2 Timur adalah suku2 bangsa Arab dan Edom. Mereka tersohor karena "kebidjaksanaannja".

adalah suku2 bangsa Arab dan Edom. Mereka tersohor karena "kebidjaksanaannja".

Ende: Ayb 1:6 - anak2 Allah adalah machluk2 jang mengatasi manusia dan merupakan isi istana (surga) Allah dan pegawai2Nja.

adalah machluk2 jang mengatasi manusia dan merupakan isi istana (surga) Allah dan pegawai2Nja.

Ende: Ayb 1:6 - Setan berarti: pelawan, musuh, ialah musuh Allah maupun manusia.

berarti: pelawan, musuh, ialah musuh Allah maupun manusia.

Ende: Ayb 1:16 - Api Allah ialah: halilintar.

ialah: halilintar.

Ende: Ayb 1:20 - -- Tanda2 kesedihan dan berkabung (lih. Ayu 2:12).

Tanda2 kesedihan dan berkabung (lih. Ayu 2:12).

Endetn: Ayb 1:18 - selagi diperbaiki sesuai dengan ajat2 Ayu 1:16.17. Tertulis: "sampai"

diperbaiki sesuai dengan ajat2 Ayu 1:16.17. Tertulis: "sampai"

Ref. Silang FULL: Ayb 1:1 - tanah Us // bernama Ayub // itu saleh // dan jujur // akan Allah // menjauhi kejahatan · tanah Us: Kej 10:23; Kej 10:23 · bernama Ayub: Yeh 14:14,20; Yak 5:11 · itu saleh: Kej 6:9; Kej 6:9; Ayub 23:10; Ayub 23:10 &mi...

· tanah Us: Kej 10:23; [Lihat FULL. Kej 10:23]

· bernama Ayub: Yeh 14:14,20; Yak 5:11

· itu saleh: Kej 6:9; [Lihat FULL. Kej 6:9]; Ayub 23:10; [Lihat FULL. Ayub 23:10]

· dan jujur: Ayub 23:7; Mazm 11:7; 107:42; Ams 21:29; Mi 7:2

· akan Allah: Kej 22:12; [Lihat FULL. Kej 22:12]

· menjauhi kejahatan: Ayub 1:8; Ul 4:6; [Lihat FULL. Ul 4:6]; Ayub 2:3; 1Tes 5:22

Ref. Silang FULL: Ayb 1:2 - anak laki-laki // anak perempuan · anak laki-laki: Rut 4:15; Rut 4:15 · anak perempuan: Ayub 1:13,18; Ayub 42:13; Mazm 127:3; 144:12

· anak laki-laki: Rut 4:15; [Lihat FULL. Rut 4:15]

· anak perempuan: Ayub 1:13,18; Ayub 42:13; Mazm 127:3; 144:12

Ref. Silang FULL: Ayb 1:3 - ratus keledai // dan budak-budak // sehingga orang // sebelah timur · ratus keledai: Kej 13:2; Kej 13:2 · dan budak-budak: Kej 12:16; Kej 12:16 · sehingga orang: Ayub 1:8; Ayub 29:25 · sebel...

· ratus keledai: Kej 13:2; [Lihat FULL. Kej 13:2]

· dan budak-budak: Kej 12:16; [Lihat FULL. Kej 12:16]

· sehingga orang: Ayub 1:8; Ayub 29:25

· sebelah timur: Kej 25:6; [Lihat FULL. Kej 25:6]; Ayub 42:10; Mazm 103:10

Ref. Silang FULL: Ayb 1:4 - mengadakan pesta · mengadakan pesta: Ayub 1:13,18

· mengadakan pesta: Ayub 1:13,18

Ref. Silang FULL: Ayb 1:5 - dan menguduskan // korban bakaran // berbuat dosa // mengutuki Allah · dan menguduskan: Neh 12:30; Neh 12:30 · korban bakaran: Kej 8:20; Kej 8:20 · berbuat dosa: Ayub 8:4 · mengutuki Allah: 1...

· dan menguduskan: Neh 12:30; [Lihat FULL. Neh 12:30]

· korban bakaran: Kej 8:20; [Lihat FULL. Kej 8:20]

· berbuat dosa: Ayub 8:4

· mengutuki Allah: 1Raj 21:10,13; Mazm 10:3; 74:10

Ref. Silang FULL: Ayb 1:6 - datanglah anak-anak // antara mereka // juga Iblis · datanglah anak-anak: 1Raj 22:19; 1Raj 22:19; Kej 6:2 · antara mereka: Ayub 2:1 · juga Iblis: 2Sam 24:1; 2Sam 24:1; 2Taw 18:21; ...

· datanglah anak-anak: 1Raj 22:19; [Lihat FULL. 1Raj 22:19]; Kej 6:2

· antara mereka: Ayub 2:1

· juga Iblis: 2Sam 24:1; [Lihat FULL. 2Sam 24:1]; 2Taw 18:21; [Lihat FULL. 2Taw 18:21]; Mazm 109:6; [Lihat FULL. Mazm 109:6]; Luk 22:31

Ref. Silang FULL: Ayb 1:7 - menjelajah bumi · menjelajah bumi: Kej 3:1; Kej 3:1; 1Pet 5:8

· menjelajah bumi: Kej 3:1; [Lihat FULL. Kej 3:1]; 1Pet 5:8

Ref. Silang FULL: Ayb 1:8 - hamba-Ku Ayub // akan Allah // menjauhi kejahatan · hamba-Ku Ayub: Yos 1:7; Yos 1:7 · akan Allah: Mazm 25:12; 112:1; 128:4 · menjauhi kejahatan: Ayub 1:1; Ayub 1:1; Kel 20:20; Kel...

· hamba-Ku Ayub: Yos 1:7; [Lihat FULL. Yos 1:7]

· akan Allah: Mazm 25:12; 112:1; 128:4

· menjauhi kejahatan: Ayub 1:1; [Lihat FULL. Ayub 1:1]; Kel 20:20; [Lihat FULL. Kel 20:20]

Ref. Silang FULL: Ayb 1:9 - mendapat apa-apa · mendapat apa-apa: 1Tim 6:5

· mendapat apa-apa: 1Tim 6:5

Ref. Silang FULL: Ayb 1:10 - membuat pagar // yang dimilikinya // di negeri · membuat pagar: 1Sam 25:16; 1Sam 25:16 · yang dimilikinya: Ayub 1:12; Ayub 2:4; Mazm 34:8 · di negeri: Ayub 1:3; Ayub 8:7; 29:6;...

· membuat pagar: 1Sam 25:16; [Lihat FULL. 1Sam 25:16]

· yang dimilikinya: Ayub 1:12; Ayub 2:4; Mazm 34:8

· di negeri: Ayub 1:3; Ayub 8:7; 29:6; 42:12,17

Ref. Silang FULL: Ayb 1:11 - yang dipunyainya // di hadapan-Mu · yang dipunyainya: Ayub 19:21; Luk 22:31 · di hadapan-Mu: Im 24:11; Ayub 2:5; Yes 3:8; 65:3; Wahy 12:9-10

· yang dipunyainya: Ayub 19:21; Luk 22:31

· di hadapan-Mu: Im 24:11; Ayub 2:5; Yes 3:8; 65:3; Wahy 12:9-10

Ref. Silang FULL: Ayb 1:12 - yang dipunyainya // mengulurkan tanganmu · yang dipunyainya: Ayub 1:10; Ayub 1:10 · mengulurkan tanganmu: Ayub 2:6; 1Kor 10:13

· yang dipunyainya: Ayub 1:10; [Lihat FULL. Ayub 1:10]

· mengulurkan tanganmu: Ayub 2:6; 1Kor 10:13

Ref. Silang FULL: Ayb 1:13 - yang perempuan // makan-makan · yang perempuan: Ayub 1:2; Ayub 1:2 · makan-makan: Ayub 1:4; Ayub 1:4

· yang perempuan: Ayub 1:2; [Lihat FULL. Ayub 1:2]

· makan-makan: Ayub 1:4; [Lihat FULL. Ayub 1:4]

Ref. Silang FULL: Ayb 1:14 - betina makan · betina makan: Kej 36:24

· betina makan: Kej 36:24

Ref. Silang FULL: Ayb 1:15 - orang-orang Syeba · orang-orang Syeba: Kej 10:7; Kej 10:7; Ayub 9:24; Ayub 9:24

· orang-orang Syeba: Kej 10:7; [Lihat FULL. Kej 10:7]; Ayub 9:24; [Lihat FULL. Ayub 9:24]

Ref. Silang FULL: Ayb 1:16 - dari langit // dan penjaga-penjaga · dari langit: 1Raj 18:38; 1Raj 18:38; 2Raj 1:12; Ayub 20:26 · dan penjaga-penjaga: Kej 18:17; Kej 18:17; Im 10:2; Im 10:2; Bil 11:1-3; ...

· dari langit: 1Raj 18:38; [Lihat FULL. 1Raj 18:38]; 2Raj 1:12; Ayub 20:26

· dan penjaga-penjaga: Kej 18:17; [Lihat FULL. Kej 18:17]; Im 10:2; [Lihat FULL. Im 10:2]; Bil 11:1-3; [Lihat FULL. Bil 11:1] s/d 3

Ref. Silang FULL: Ayb 1:17 - Orang-orang Kasdim · Orang-orang Kasdim: Kej 11:28,31; Kej 11:28; Kej 11:31; Ayub 9:24; Ayub 9:24

· Orang-orang Kasdim: Kej 11:28,31; [Lihat FULL. Kej 11:28]; [Lihat FULL. Kej 11:31]; Ayub 9:24; [Lihat FULL. Ayub 9:24]

Ref. Silang FULL: Ayb 1:18 - yang perempuan // sedang makan-makan · yang perempuan: Ayub 1:2; Ayub 1:2 · sedang makan-makan: Ayub 1:4; Ayub 1:4

· yang perempuan: Ayub 1:2; [Lihat FULL. Ayub 1:2]

· sedang makan-makan: Ayub 1:4; [Lihat FULL. Ayub 1:4]

Ref. Silang FULL: Ayb 1:19 - angin ribut // mereka mati // kepada tuan · angin ribut: Mazm 11:6; Yes 5:28; 21:1; Yer 4:11; 13:24; 18:17; Yeh 17:10; Hos 13:15; Mat 7:25 · mereka mati: Ayub 16:7; 19:13-15 &mid...

Ref. Silang FULL: Ayb 1:20 - mengoyak jubahnya // mencukur kepalanya // dan menyembah · mengoyak jubahnya: Kej 37:29; Kej 37:29; Mr 14:63; Mr 14:63 · mencukur kepalanya: Yes 3:24; 15:2; 22:12; Yer 7:29; 16:6; Yeh 27:31; 29...

· mengoyak jubahnya: Kej 37:29; [Lihat FULL. Kej 37:29]; Mr 14:63; [Lihat FULL. Mr 14:63]

· mencukur kepalanya: Yes 3:24; 15:2; 22:12; Yer 7:29; 16:6; Yeh 27:31; 29:18; Mi 1:16

· dan menyembah: 1Pet 5:6

Ref. Silang FULL: Ayb 1:21 - akan kembali // yang mengambil // terpujilah · akan kembali: Pengkh 5:14; 1Tim 6:7 · yang mengambil: Rut 1:21; 1Sam 2:7 · terpujilah: Hak 10:15; Hak 10:15; Ayub 2:10; Pengkh ...

· akan kembali: Pengkh 5:14; 1Tim 6:7

· yang mengambil: Rut 1:21; 1Sam 2:7

· terpujilah: Hak 10:15; [Lihat FULL. Hak 10:15]; Ayub 2:10; Pengkh 7:14; Yer 40:2; Ef 5:20; [Lihat FULL. Ef 5:20]; 1Tes 5:18; Yak 5:11

Ref. Silang FULL: Ayb 1:22 - kurang patut · kurang patut: Ayub 2:10; Mazm 39:2; Ams 10:19; 13:3; Yes 53:7; Rom 9:20

kecilkan semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per Ayat)

Wycliffe: Ayb 1:1-5 - -- A. Hikmat Ayub Diutarakan (1:1-5). Takut akan Tuhan yang merupakan awal dari hikmat adalah ciri khas Ayub. Sumber kehidupan dan wataknya adalah agama...

A. Hikmat Ayub Diutarakan (1:1-5).

Takut akan Tuhan yang merupakan awal dari hikmat adalah ciri khas Ayub. Sumber kehidupan dan wataknya adalah agama perjanjian berupa iman kepada Kristus yang dijanjikan, "yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita" (I Kor. 1:30; bdg. Yes. 11:2).

Wycliffe: Ayb 1:1 - Orang itu saleh dan jujur, // Ia takut akan Allah 1. Negeri di mana Ayub tinggal, Us, terletak di sebelah timur Kanaan, dekat dengan perbatasan yang memisahkan sisi barat dan sisi timur dari daerah Bu...

1. Negeri di mana Ayub tinggal, Us, terletak di sebelah timur Kanaan, dekat dengan perbatasan yang memisahkan sisi barat dan sisi timur dari daerah Bulan Sabit yang Subur (Fertile Crescent). Di wilayah itu terdapat banyak kota, peternakan dan kelompok-kelompok pengembara. Orang itu saleh dan jujur, tidak mengacu kepada kesempurnaan tanpa dosa (bdg. pengakuan Ayub akan dosa-dosanya; mis.: 7:20; 13:26; 14:16 dst.), tetapi kejujuran atau integritas yang teras terang, terutama kesetiaan kepada perjanjian (bdg. Kej. 17:1, 2). Terdapat sebuah keselarasan yang nyata di antara apa yang diakui Ayub dengan perilaku hidupnya, sangat bertentangan dengan kemunafikan yang dituduhkan kepadanya oleh Iblis dan kemudian juga oleh rekan-rekannya. Ia takut akan Allah. Di dalam Perjanjian Lama "takut akan Tuhan" merupakan nama dari agama yang sejati. Kesalehan Ayub merupakan hasil komitmen yang sungguh-sungguh kepada Tuhannya, yaitu Tuhan yang dihadapan-Nya Ayub hidup dengan hormat, dengan menolak dengan tegas apa yang Ia larang.

Wycliffe: Ayb 1:2-3 - -- 2, 3. Hikmat yang sejati ditunjukkan dengan melaksanakan secara giat tugas-tugas yang Allah berikan ketika penciptaan, yaitu untuk bertambah banyak da...

2, 3. Hikmat yang sejati ditunjukkan dengan melaksanakan secara giat tugas-tugas yang Allah berikan ketika penciptaan, yaitu untuk bertambah banyak dan memenuhi bumi (Kej. 1:28). Akibat ketidaknormalan sejarah, yang disebabkan oleh kejatuhan manusia dalam dosa, kegagalan sering kali menghalangi usaha orang-orang saleh sekalipun. Namun semua usaha Ayub dalam hidup berkeluarga, bertani dan berternak telah dimahkotai dengan berkat oleh sang Khalik (bdg. uraian Ayub mengenai periode ini dalam ps. 29).

Wycliffe: Ayb 1:4-5 - Kurban bakaran, 4, 5. Sadar akan Allahnya baik pada masa yang baik maupun yang tidak baik, Ayub dengan setia melaksanakan tugasnya sebagai imam dalam keluarganya. Ayu...

4, 5. Sadar akan Allahnya baik pada masa yang baik maupun yang tidak baik, Ayub dengan setia melaksanakan tugasnya sebagai imam dalam keluarganya. Ayub bukan sekadar melaksanakan tugas itu secara lahiriah sebab Ayub mengetahui bahwa akar dosa ada di dalam hati manusia (bdg. ps. 31); dan sebagai orang yang bukan sekadar moralis, Ayub mengetahui, karena sudah dijelaskan dalam penyataan penebusan khusus, bahwa tidak ada pengampunan dosa tanpa penumpahan darah kurban. Kurban bakaran, yang merupakan lambang pengampunan dosa oleh Mesias, juga merupakan upacara pengkhususan untuk maksud kudus. Melalui upacara ini Ayub menyerahkan semua hasil dari perkembangan di bidang budaya (bdg. 1:2, 3) kepada sang Khalik. Jadi, kebudayaan manusia mencapai tujuannya yang sebenarnya di dalam menyembah Allah.

Wycliffe: Ayb 1:6--2:10 - -- B. Hikmat Ayub Disangkal dan Diperagakan (1:6-2:10). Orang yang diberi hikmat sehingga mencapai keselamatan yang disediakan Allah sadar akan adanya u...

B. Hikmat Ayub Disangkal dan Diperagakan (1:6-2:10).

Orang yang diberi hikmat sehingga mencapai keselamatan yang disediakan Allah sadar akan adanya unsur jahat di dalam sejarah, yaitu kebencian Iblis selama berabad-abad terhadap 'benih" perempuan (bdg. Kej. 3:15), yaitu Kristus dan umat-Nya. Musuh itu beranggapan bahwa hikmat Ayub tidak mumi, bahwa kesalehannya hanyalah hasil sampingan bersifat sementara dari kemakmurannya. Setelah diuji Ayub ternyata berhasil meruntuhkan anggapan Iblis dengan menunjukkan bahwa ia bersedia melayani Allah tanpa pamrih. Karena hikmat yang sejati, yaitu takut akan Allah, merupakan anugerah penebusan yang diberikan oleh Tuhan, tuduhan Iblis terhadap Ayub sesungguhnya merupakan penyangkalan yang tegas terhadap hikmat Allah, sebuah tantangan terhadap kemanjuran dari ketetapan penebusan Allah yang berdaulat untuk "mengadakan permusuhan" di antara orang pilihan dengan ular itu (Kej. 3:15). Tujuan utama dari penderitaan Ayub, yang tidak diketahui olehnya, adalah agar dia berdiri di hadapan manusia dan malaikat sebagai tanda keperkasaan Allah untuk menyelamatkan, sebuah peragaan hikmat ilahi itu yang merupakan contoh utama, sumber dan landasan dari hikmat manusia yang sejati.

Wycliffe: Ayb 1:6-7 - Anak-anak Allah // Iblis, 6, 7. Agar pembaca bisa mengetahui tujuan utama dari penderitaan Ayub sehingga bisa melihat dengan jelas bagaimana wujud hikmat sejati di dalam kisah ...

6, 7. Agar pembaca bisa mengetahui tujuan utama dari penderitaan Ayub sehingga bisa melihat dengan jelas bagaimana wujud hikmat sejati di dalam kisah ini, tirai yang menutupi dunia para malaikat yang tidak bisa dilihat diangkat dan ditampilkan sebagai sebuah ruangan istana dengan Yang Berdaulat bertakhta di singgasana-Nya di tengah para pelayanNya. Anak-anak Allah. Di dalam mitos-mitos politeistik kuno, frasa ini mengacu kepada makhluk-makhluk ilahi. Di dalam Alkitab frasa ini mengacu kepada manusia (mis. Kej. 6:2), atau, seperti halnya di sini, kepada makhluk-makhluk surgawi. Iblis, secara harfiah, Musuh, termasuk makhluk-makhluk yang harus memberikan laporan di hadapan takhta surgawi. Hal tersebut, dan juga kenyataan bahwa Iblis tidak bisa mencobai Ayub tanpa izin, memperlihatkan bahwa Iblis tunduk secara mutlak kepada Allah yang ditakuti Ayub itu seperti halnya semua makhluk lain, baik yang kelihatan maupun yang tidak.

Wycliffe: Ayb 1:8-10 - Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia 8-10. Allah bermegah dengan menunjuk kepada Ayub sebagai hasil ciptaan kasih karunia-Nya yang bersifat menebus. Sebab tiada seorang pun di bumi sepert...

8-10. Allah bermegah dengan menunjuk kepada Ayub sebagai hasil ciptaan kasih karunia-Nya yang bersifat menebus. Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia (ay. 8b). Pembenaran ilahi ini bahkan melampaui gambaran yang disajikan di ayat 1. Namun sekalipun penuduh yang memusuhi itu tidak dapat menemukan apa-apa di dalam kehidupan lahiriah Ayub untuk disalahkan (kontras dengan situasi di Za. 3), dia menyinggung kemungkinan bahwa kesalehan Ayub itu berasal dari sikap mementingkan diri. Sebetulnya, Iblis mengatakan, "Ayub itu penipu seperti saya, ayah sejatinya, yakni Iblis." Iblis berusaha merampas Ayub dari tangan Allah, karena itu dia mempersoalkan klaim Tuhan bahwa Ayub telah menjadi anak-Nya karena kasih karunia penebusan. Iblis secara tidak langsung menyinggung bahwa dengan tidak menyadari kepalsuan dan kesalehan Ayub, Allah itu naif. Sebab siapakah yang setelah diberi segala sesuatu yang ia dambakan beserta pagar pelindung di sekitarnya tidak akan berusaha agar selalu tampak setia kepada si pemberi? Serangan Iblis terhadap kejujuran Ayub sesungguhnya merupakan serangan terhadap kejujuran Allah sendiri: Allah sudah menyuap Ayub yang duniawi untuk bertindak seakan-akan dia itu rohani. Dengan demikian, kesempatan yang diberikan kepada Ayub melalui pencobaan ini lebih untuk membenarkan Allah daripada Ayub.

Wycliffe: Ayb 1:11-12 - -- 11, 12. Di dalam pencobaan di taman Eden, Iblis menghina Allah di hadapan manusia; di sini dia menghina manusia di hadapan Allah. Namun Iblis memakai ...

11, 12. Di dalam pencobaan di taman Eden, Iblis menghina Allah di hadapan manusia; di sini dia menghina manusia di hadapan Allah. Namun Iblis memakai teknik halus yang sama di dalam kedua peristiwa ini. Dia mulai dengan sebuah pertanyaan yang mengandung sindiran, sesudah itu dia baru melanjutkannya dengan sebuah tuduhan yang terang-terangan terhadap firman ilahi. Singkirkan kemakmuran Ayub, katanya, maka semua kesalehan yang dibangun di atasnya akan runtuh dengan sendirinya. Allah menerima tantangan itu. Sesungguhnya, dengan mengarahkan perhatian Iblis kepada Ayub, Allah, di dalam hikmat-Nya yang tidak terselami, sebenarnya mengundang tantangan tersebut.

Bahwa adegan di surga dan perjanjian yang disepakati di sana tidak diungkapkan kepada Ayub sesuai dengan kenyataan bahwa kitab ini tidak dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan, Mengapa orang benar menderita? Sebaliknya kitab ini menunjukkan penyerahan diri mutlak kepada sang Khalik - Juruselamat setia manusia sebagai hikmat yang sejati. Orang harus tetap takut akan Allah sekalipun dunia di sekitarnya hancur berkeping-keping dan kehidupan mengandaskan dirinya, seperti Ayub, dalam kebingungan luar biasa di atas timbunan penolakan.

Wycliffe: Ayb 1:13-19 - Pada suatu hari // Orang-orang Syeba // Api telah membakar dari langit // Orang-orang Kasdim // Angin ribut 13-19. Alangkah tidak seimbangnya pertandingan itu! Pengetahuan dan kekuatan adikodrati - ditambah dengan unsur kejutan - diarahkan melawan seorang ya...

13-19. Alangkah tidak seimbangnya pertandingan itu! Pengetahuan dan kekuatan adikodrati - ditambah dengan unsur kejutan - diarahkan melawan seorang yang fana. Daud dan Goliat, sebagai perbandingan, merupakan lawan yang sebanding. Namun kebenaran yang kokoh dari Ayub, seperti halnya kepahlawanan Daud, hanya merupakan petunjuk yang dapat dilihat tentang penebusan ilahi yang bekerja di dalam dan melalui seorang hamba Allah. Strategi Allah, seperti halnya strategi Elia di Gunung Karmel, adalah menutup semua kemungkinan bagi Iblis untuk memberikan kepada para saksi suatu penjelasan alamiah tentang mukjizat yang akan dilakukan oleh-Nya. Keuntungan besar yang diberikan Allah kepada Iblis nantinya menjadi ukuran perbuatan tercela Iblis dan pujian bagi Dia.

Pada suatu hari (ay. 13a). Mungkin minggu-minggu pesta itu merupakan perayaan berkala khusus; jika terus ada rangkaian perayaan setiap minggu, maka pada hari itu adalah waktunya Ayub mempersembahkan kurban bakaran. Dengan demikian kesalehan dan malapetakanya terjadi bersamaan sehingga malapetakanya kelihatan makin tidak diketahui penyebabnya. Tentu pengulangan gambaran tentang kebahagiaan keluarga Ayub sebagai pendahuluan catatan tentang pukulan-pukulan yang memusnahkan kebahagiaan tersebut bertujuan untuk memperlihatkan betapa sangat kontrasnya kemakmuran penuh sukacita dengan malapetaka yang datang secara mendadak itu. Orang-orang Syeba (ay. 15). Orang Arab Badui. Api telah membakar dari langit (ay. 16). Mungkin yang dimaksudkan adalah kilat. Orang-orang Kasdim (ay. 17) masa itu, berbeda dengan orang-orang Kasdim yang kemudian mendirikan kerajaan, merupakan gerombolan pengembara. Angin ribut (ay. 19). Tampaknya suatu angin puting beliung dari gurun pasir, seperti angin puting beliung yang darinya Allah belakangan menyapa Ayub. Perhatikan bagaimana serangan gerombolan yang memusnahkan segala yang berhasil dikumpulkan Ayub selama itu muncul bergantian dengan bencana alam. Para pembawa berita itu dibiarkan lolos hanya untuk menyampaikan berita tentang musibah-musibah tersebut secara bergantian dengan cepat kepada tuan mereka yang sangat terpukul.

Wycliffe: Ayb 1:20-22 - Ayub ... menyembah // Dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya // Terpujilah nama Tuhan 20-22. Ayub ... menyembah (ay. 20). Perhatikan apa yang dilakukan orang tua bijaksana itu. Dia bijaksana bukan karena memahami rahasia penderitaannya,...

20-22. Ayub ... menyembah (ay. 20). Perhatikan apa yang dilakukan orang tua bijaksana itu. Dia bijaksana bukan karena memahami rahasia penderitaannya, namun karena ia tetap takut kepada Allah sekalipun tidak bisa memahami rahasia itu. Dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya (ay. 21b), maksudnya, di luar arena kehidupan di bawah matahari ini, yaitu kembali kepada debu (yang mungkin dimaksudkan Ayub). Bandingkan Kejadian 3:19. Terpujilah nama Tuhan (ay. 21c). Yang menakjubkan ialah bahwa Ayub yang menyadari bahwa dirinya tidak bisa melawan kedaulatan Allah, bukan hanya berhasil mempertahankan sikap rohaninya, tetapi bahkan juga menemukan kesempatan untuk memuji Allah dalam kemalangannya itu. Mungkin waktu menghitung besarnya kerugian yang ia derita, Ayub juga menghitung segenap kelimpahan yang selama ini dipercayakan kepadanya. Lagi pula, saat kehancuran ini merupakan saat Ayub menyadari kebenaran. Setelah semua miliknya di dunia dilucuti habis, Ayub bisa merasakan secara luar biasa kehadiran Allah. Lalu bagaimana hati yang sudah ditebus bisa menanggapi kehadiran Allah selain dengan mengucapkan madah, "Siapa gerangan ada padaku di surga selain Engkau?" (Mzm. 73:25). Iblis bernubuat, "Ia pasti mengutuki Engkau" (ay. 11). Namun Ayub justru memuji Allah Juruselamatnya. Dalam bahasa Ibraninya ada, sebuah permainan kata di sini. Iblis memakainya dengan arti mengutuk, Ayub memakainya dengan arti memuji.

buka semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Rentang Ayat

SH: Ayb 1:1-5 - Apabila hidup berintegritas. (Selasa, 23 November 2004) Apabila hidup berintegritas. Bagaimana kesan Anda membaca pengantar kisah Ayub ini? Hampir-hampir tidak percaya bukan? Sepertinya tidak pern...

SH: Ayb 1:1-5 - Imam bagi keluarga. (Minggu, 17 Agustus 2003) Imam bagi keluarga. Pola hidup konsumtif dan hura-hura sudah menjadi bagian dalam kehidupan generasi muda zaman ini. Biasanya rentetan pola...

SH: Ayb 1:1--2:10 - Tuhan memberi, Tuhan mengambil. (Rabu, 17 Juli 2002) Tuhan memberi, Tuhan mengambil. Apa yang Anda mengerti tentang arti kata "paradoks"? Banyak yang memahaminya sebagai "pertentangan". Dalam arti yang s...

SH: Ayb 1:6-12 - Yang di bawah sini, disorot oleh yang di atas sana. (Rabu, 24 November 2004) Yang di bawah sini, disorot oleh yang di atas sana. Setuju atau tidak, tayangan acara-acara teve akhir-akhir ini menyadarkan kita bahwa real...

SH: Ayb 1:6-12 - Iblis tidak tahu yang Allah tahu. (Senin, 18 Agustus 2003) Iblis tidak tahu yang Allah tahu. Orang Kristen masa kini terlalu cepat menyerah dan kalah. Juga terlalu cepat menyalahkan pihak lain (orang...

SH: Ayb 1:13-22 - Tetap saleh. (Kamis, 25 November 2004) Tetap saleh. Babakan berikut dalam kehidupan Ayub lebih lagi membuat kita tidak percaya bahwa ia bisa demikian. Bukan saja saleh dan takut ...

SH: Ayb 1:13-22 - Juru kunci yang baik. (Selasa, 19 Agustus 2003) Juru kunci yang baik. Banyak orang tidak dapat melepas harta kekayaannya karena itulah satu-satunya yang berharga yang dihasilkan dengan sus...

Topik Teologia: Ayb 1:1 - -- Umat Manusia Pada Umumnya Manusia Diciptakan sebagai Makhluk Moral Manusia Mengalami Kedongkalan Moral Mereka Dapat Menjadi Dongko...

Topik Teologia: Ayb 1:5 - -- Kehidupan Kristen: Tanggung Jawab kepada Allah Ayub Beribadah kepada Allah Ayu 1:5 Ayu 1:20-21 Syafaat untuk An...

Topik Teologia: Ayb 1:6 - -- Makhluk-makhluk Supranatural Para Malaikat Berjumpa dengan Allah Ayu 1:6 Ayu 2:1 Setan

Topik Teologia: Ayb 1:7 - -- Makhluk-makhluk Supranatural Setan

Topik Teologia: Ayb 1:8 - -- Makhluk-makhluk Supranatural Setan Umat Manusia Pada Umumnya Manusia Diciptakan sebagai Makhluk Moral Manusia Membuat Keputusan Mo...

Topik Teologia: Ayb 1:9 - -- Makhluk-makhluk Supranatural Setan

Topik Teologia: Ayb 1:12 - -- Pekerjaan-Pekerjaan Allah Pemeliharaan Allah Pemeliharaan dan Kejahatan Pemeliharaan dan Kejahatan itu Sendiri Pemelihar...

Topik Teologia: Ayb 1:13 - -- Makhluk-makhluk Supranatural Setan Tujuan dan Pekerjaan Setan Metode-metode Setan Setan Menimpahi Ayu 1:12-19 Ayu 2:6-7 ...

Topik Teologia: Ayb 1:20 - -- Makhluk-makhluk Supranatural Setan Sikap yang Tepat Terhadap Setan Orang Percaya Harus Memperhitungkan Kuasanya Sebagai yang Terba...

Topik Teologia: Ayb 1:21 - -- Makhluk-makhluk Supranatural Setan Sikap yang Tepat Terhadap Setan Orang Percaya Harus Memperhitungkan Kuasanya Sebagai yang Terba...

Topik Teologia: Ayb 1:22 - -- Makhluk-makhluk Supranatural Setan Sikap yang Tepat Terhadap Setan Orang Percaya Harus Memperhitungkan Kuasanya Sebagai yang Terba...

buka semua
Pendahuluan / Garis Besar

Full Life: Ayub (Pendahuluan Kitab) Penulis : Tidak Dikenal Tema : Mengapa Orang Benar Menderita ? Tanggal Penulisan: Tidak Pasti Latar Belakang Kitab Ayub tergol...

Full Life: Ayub (Garis Besar) Garis Besar I. Prolog Prosa: Krisisnya (Ayub 1:1-2:13) A. Ayub, Orang Benar yang Takut Akan Allah (A...

Jerusalem: Ayub (Pendahuluan Kitab) KITAB AYUB PENGANTAR Karya sastera paling unggul yang dihasilkan gerakan kebijaksanaan di Israel ialah kitab Ayub. Kitab ini dimulai dengan sebuah cer...

Ende: Ayub (Pendahuluan Kitab) IJOB PENDAHULUAN Karya utama dari sesusasteraan kebijaksanaan Israil dan jang termasuk bilangan tjiptaan terbesar jang pernah dihasilkan pudjangga2 in...

Wycliffe: Ayub (Pendahuluan Kitab) PENDAHULUAN AYUB Judul. Nama dari kitab ini maupun tokoh utamanya, iyyob muncul di dalam naskah-naskah non-alkitabiah sejak tahun 2000 sM. Judul Ayub...

Wycliffe: Ayub (Garis Besar) GARIS BESAR AYUB I. Malapetaka Hikmat Ayub Dicobai (1:1-2:10) A. Hikmat Ayub Diutarakan (1:1-5) B. Hikmat Ayub Disangkal da...

BIS: Ayub (Pendahuluan Kitab) BUKU AYUB PENGANTAR Buku Ayub adalah kisah tentang seorang yang baik budi, ia mengalami musibah hebat; ia kehilangan semua anaknya dan segala harta

BUKU AYUB

PENGANTAR

Buku Ayub adalah kisah tentang seorang yang baik budi, ia mengalami musibah hebat; ia kehilangan semua anaknya dan segala harta bendanya, lalu dihinggapi penyakit kulit yang menjijikkan. Dalam tiga rangkaian percakapan yang bersajak, si penulis menggambarkan bagaimana teman-teman Ayub, dan Ayub sendiri menanggapi malapetaka itu. Pokok yang penting dalam percakapan-percakapan itu ialah yang menyinggung caranya Allah memperlakukan manusia. Pada bagian terakhir, Allah sendiri menyatakan diri-Nya kepada Ayub.

Teman-teman Ayub menjelaskan penderitaan Ayub itu menurut ajaran agama yang tradisional. Pada sangka mereka, Allah selalu mengganjar orang yang baik dan menghukum orang yang jahat. Jadi, penderitaan Ayub hanya dapat berarti bahwa ia telah berbuat dosa. Tetapi bagi Ayub pendapat itu terlalu dangkal; tidak sepantasnya ia mendapat hukuman yang sekejam itu, sebab ia seorang yang sangat baik dan jujur. Ia tidak dapat mengerti mengapa Allah membiarkan orang seperti dirinya mengalami begitu banyak bencana, dan dengan berani ia menantang Allah. Ayub tidak kehilangan kepercayaannya kepada Allah, tetapi ia sungguh-sungguh ingin supaya dibenarkan oleh Allah dan supaya mendapat kembali kehormatannya sebagai orang yang baik.

Allah tidak memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan Ayub, tetapi Allah menanggapi kepercayaan Ayub dengan memberinya banyak contoh mengenai kuasa dan hikmat-Nya. Contoh-contoh itu dilukiskan dengan puisi. Kemudian dengan segala rendah hati, Ayub mengakui kebijaksanaan dan keagungan Allah, lalu menyesali kata-katanya yang keras dan penuh kemarahan itu.

Bagian terakhir dari kisah ini, yang ditulis dengan bahasa biasa, menuturkan bagaimana Ayub dikembalikan kepada keadaannya semula, dengan kekayaan yang jauh melebihi kekayaannya sebelum itu. Allah memarahi teman-teman Ayub karena mereka tidak dapat memahami arti kesengsaraan Ayub. Hanya Ayublah yang sungguh-sungguh menyadari bahwa Allah lebih besar daripada yang telah diajarkan oleh agama yang tradisional itu.

Isi

  1.  Pendahuluan
    Ayub 1:1-2:13
  2.  Ayub dan teman-temannya
    Ayub 3:1-31:40
    1. a. Keluhan Ayub
      Ayub 3:1-26
    2. b. Percakapan pertama
      Ayub 4:1-14:22
    3. c. Percakapan kedua
      Ayub 15:1-21:34
    4. d. Percakapan ketiga
      Ayub 22:1-27:23
    5. e. Pujian terhadap hikmat
      Ayub 28:1-28
    6. f. Pernyataan Ayub yang terakhir
      Ayub 29:1-31:40
  3.  Wejangan Elihu
    Ayub 32:1-37:24
  4.  TUHAN menjawab Ayub
    Ayub 38:1-42:6
  5.  Penutup
    Ayub 42:7-17

Ajaran: Ayub (Pendahuluan Kitab) Tujuan Supaya dengan mengetahui isi Kitab Ayub, anggota jemaat mengerti bahwa suatu penderitaan dapat membawa kemenangan dan pengenalan yang lebih d

Tujuan

Supaya dengan mengetahui isi Kitab Ayub, anggota jemaat mengerti bahwa suatu penderitaan dapat membawa kemenangan dan pengenalan yang lebih dalam akan Allah.

Pendahuluan

Penulis : Penulis Kitab Ayub tidak diketahui dengan jelas.

Isi Kitab: Kitab Ayub terdiri dari 42 pasal. Isi Kitab Ayub merupakan kisah nyata dari seorang bernama Ayub yaitu mengisahkan kehidupan Ayub yang berbahagia karena kesalehannya, tetapi kemudian hidup dalam penderitaan karena pencobaan iblis. Akhirnya dia kembali memperoleh kebahagiaan, karena ketekunannya dalam beribadah walaupun menderita.

I. Ajaran-ajaran utama dalam Kitab Ayub

  1. Pasal 1 (Ayub 1:1-5).

    Keadaan Ayub sebelum pencobaan iblis Ayub adalah seorang yang hidup dalam kesalehan dan kelimpahan.

    Pendalaman Bacalah pasal Ayub 1:1-5, sebutkanlah keadaan Ayub waktu itu.

  2. Pasal 1-3 (Ayub 1:6-3:26).

    Keadaan Ayub dalam pencobaan iblis Dalam bagian ini dijelaskan bahwa iblis mengambil semua harta milik dan kesehatan Ayub. Hal ini membuat Ayub sangat menderita.

    Pendalaman

    1. Siapakah yang tidak mengingini kebahagiaan Ayub? (Ayub 1:6-12). Tetapi sebenarnya apakah maksud Iblis kepada Tuhan? (Ayub 1:9,11).
    2. Perhatikan pasal Ayub 1:13-22. Apakah yang terjadi dalam kehidupan Ayub? Dan bagaimanakah tanggapan Ayub terhadap hal itu? (Ayub 1:20-22).
    3. Perhatikan pasal Ayub 2:1-10. Penderitaan apa lagikah yang Ayub alami? Tetap bagaimanakah sikapnya terhadap Allah? (Ayub 2:9-10).
  3. Pasal 4-37 (Ayub 4:1-37:24).

    Percakapan Ayub dengan sahabat-sahabatnya

    Pada bagian ini dijelaskan tentang 3 orang sahabat Ayub yang bernama Elifas, Bildad, dan Zofar. Mereka datang dan mengatakan bahwa penderitaan Ayub adalah akibat dari dosa yang dibuat secara sembunyi-sembunyi. Mereka menyuruh Ayub supaya mengakui saja dosanya, tetapi Ayub tetap bertahan, bahwa ia hidup benar di hadapan Allah. Setelah tiga teman Ayub itu selesai berbicara, seorang muda bernama Elihu memperingatkan mereka semua termasuk Ayub bahwa Tuhan adalah Maha besar dan mempunyai maksud yang baik dalam penderitaan orang beriman. (dalam pasal Ayub 9:33).

    Pendalaman

    1. Bacalah pasal Ayub 4:1-9. Siapakah yang berbicara dalam bagian ini? Dan apakah tuduhannya terhadap Ayub?
    2. Bacalah pasal Ayub 8:1-7. Siapakah yang berbicara dalam bagian ini? Dan apakah tuduhannya terhadap Ayub?
    3. Bacalah pasal Ayub 11:1-6. Siapakah yang berbicara dalam bagian ini? Dan apakah tuduhannya terhadap Ayub?
    4. Bacalah pasal Ayub 31:1-6. Bagaimanakah Ayub memandang dirinya sendiri?
    5. Bagaimanakah pendapat Elihu mengenai hal ini? (Ayub 32:1-5).
  4. Pasal 38-42 (Ayub 38:1-42:17).

    Jawaban Tuhan kepada Ayub Dalam bagian ini Ayub di tegur oleh Allah. Kemudian Ayub merendahkan diri dihadapan Allah serta mencabut pembelaan dirinya. Setelah ini Ayub tidak lagi hidup menderita, karena diberkati Allah.

    Pendalaman

    1. Bacalah pasal Ayub 38:1,34-38. Apakah yang terjadi dalam bagian ini?
    2. Bacalah pasal Ayub 42:1-6. Apakah yang terjadi dengan Ayub?
    3. Bagaimanakah keadaan Ayub pada akhirnya? (pasal Ayub 42:7-17).

II. Kesimpulan/penerapan

  1. Kitab Ayub mengajarkan kepada orang beriman bahwa Iblis tidak berkuasa untuk mencabut nyawa seseorang.

  2. Kitab Ayub mengajarkan bahwa Allah mengijinkan anak-anaknya mengalami penderitaan untuk menunjukkan kemahakuasaan-Nya.

  3. Kitab Ayub mengajarkan bahwa penderitaan dapat menjadi suatu alat untuk membawa seseorang pada pertumbuhan rohani yang dewasa.

  4. Kitab Ayub mengajarkan Ayub sebagai teladan orang yang menyembah Allah secara benar, yaitu penyembahan yang didasari ketulusan hati.

Pertanyaan-pertanyaan yang Dapat Digunakan untuk Tanya Jawab

  1. Apakah isi Kitab Ayub?
  2. Siapakah nama-nama sahabat Ayub?
  3. Penderitaan apa sajakah yang dihadapi oleh Ayub? Dan siapakah yang menginginkan hal ini?
  4. Apakah pelajaran rohani yang saudara dapatkan setela mempelajari Kitab Ayub?

Intisari: Ayub (Pendahuluan Kitab) Mengapa orang tak berdosa harus menderita ORANG-ORANG ISRAEL YANG BIJAKSANASelain oleh para nabi dan imam, umat Allah juga dilayani oleh sekelompok o

Mengapa orang tak berdosa harus menderita

ORANG-ORANG ISRAEL YANG BIJAKSANA
Selain oleh para nabi dan imam, umat Allah juga dilayani oleh sekelompok orang yang dinamakan "Orang-orang berhikmat". Mereka ini adalah para pembimbing dan penasihat yang menghabiskan waktu mereka untuk memutuskan cara-cara yang paling bijaksana dan paling benar untuk menjalani kehidupan dan menjalankan pemerintahan. Hasil penelitian mereka selalu diterapkan dalam kehidupan nyata. Kita mengetahui hal ini dari kitab-kitab mereka yang biasanya disebut "Kitab Hikmat" (Ayub, Amsal, Pengkhotbah, ditambah beberapa Mazmur). Kadangkala mereka memberikan nasihat mereka dalam bentuk pepatah yang singkat dan jelas atau "amsal". Selain itu mereka juga berbicara mengenai masalah-masalah besar dalam kehidupan, terutama masalah penderitaan.

SIAPAKAH AYUB?
Apa yang kita ketahui mengenai Ayub tidak lebih daripada apa yang digambarkan pada permulaan kitab itu. Rupanya ia orang yang terkenal (Yeh 14:14,20), namun oleh karena tidak ada acuan terhadap sejarah orang Israel, Ayub mungkin hidup jauh sebelum umat Allah bermukim di Kanaan. Beberapa orang berpendapat bahwa kisah mengenai penderitaannya dipakai oleh beberapa penulis yang tak dikenal sebagai latar belakang untuk membicarakan masalah penderitaan. Kita pun tidak tahu kapan kitab itu ditulis. Minat terhadap hikmat Allah sudah ada sejak zaman Salomo, dan kitab ini mungkin ditulis pada zaman pemerintahannya.

POKOK PERMASALAHAN
Kitab ini menyangkut suatu pertanyaan abadi yaitu "Mengapa orang yang tak berdosa harus menderita?" Ayub adalah seorang yang baik yang tiba-tiba kehilangan segalanya. Seperti banyak dari penderitaan kita, rasanya hal ini tidak adil. Jawaban baku teman-temannya -- bahwa Allah menghakimi orang yang jahat, dan oleh karenanya pasti Ayub telah melakukan kejahatan -- sama sekali tidak cocok. Mereka mengatakannya dengan berbagai cara. Elifas sopan dan sedikit berbau mistik. Bildad, seorang tradisionalis, mengutarakannya berdasarkan pendapat yang sudah lama dikenal, sementara Zofar adalah pembantah Allah yang kurang ajar dan kasar. Ketiga mereka pada akhirnya kehilangan kesabaran terhadap Ayub. Sesungguhnya, pada percakapan ketiga, Bildad hanya berbicara sedikit sekali, sementara Zofar menolak untuk berbicara lagi. Ayub berdebat dengan kedua orang itu dan dengan Allah; dan dengan demikian ia mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang hanya dapat dijawab dalam Perjanjian Baru. Oleh karena Elihu masih muda, ia tidak dihargai oleh yang lain. Argumentasinya penuh dengan keyakinan orang muda, tetapi juga agak kacau dan tidak matang. Percakapan dengan Elihu mungkin baru belakangan ditambahkan pada kitab itu.

Pesan

1. Dilucuti sampai bergantung sepenuhnya pada iman
o Ayub adalah contoh seorang yang bergantung kepada Allah waktu segalanya berjalan dengan baik dan yang terus percaya kepada-Nya pada waktu mengalami kesusahan. Ayu 1:1,20-22; 2:10
o Ia mungkin menganggap kerugiannya sebagai hukuman Allah, namun demikian ia telah melakukan segalanya dengan tulus untuk melayani Allah. Allah seakan-akan telah meninggalkan dia. Ayu 12:4; 13:19; 16:15-17; 23:10-12; 27:2-6
o Tuduhan-tuduhan yang dilancarkan oleh kawan-kawannya dan tentangan dari istrinya membuat dia sungguh-sungguh seorang diri. Ayu 2:9; 19:13-20

2. Penghibur yang tidak berguna
o Kawan-kawan Ayub sama sekali tidak memberikan pertolongan. Lebih baik jika mereka tidak mengatakan apa-apa. Ayu 13:4,5; 16:2-3; 19:1-3
o Pendapat mereka yang utama, yaitu bahwa Allah memberkati orang saleh dan menghukum orang jahat, secara umum memang benar. Tetapi, tidaklah benar untuk menerapkan pendapat itu tanpa melihat kualitas kehidupan secara menyeluruh. Pendapat itu tidak memberikan jawaban mengapa orang yang tak berdosa kadangkala menderita, sedangkan orang yang tidak saleh terhindar dari malapetaka. Ayu 4:7; 5:19-26; 8:5-7,20:22; 11:13-20
o Mereka mengambil kesimpulan bahwa penderitaan yang diderita oleh Ayub tentunya merupakan penghakiman Allah atas dosa-dosanya. Sanggahan Ayub bahwa ia sungguh-sungguh tidak berdosa hanya membuat mereka bertambah marah. Ayu 22:1-30

3. Penderitaan sebagai didikan
Pendapat Elihu bahwa penderitaan dapat merupakan cara Allah mengajar kita, perlu diperbincangkan lebih lanjut. Tetapi oleh karena baik Ayub maupun Allah tidak memberi tanggapan pada Elihu, maka ini berarti bahwa hal itu tidak berlaku di sini. Ayu 5:17,18; 33:14-30; 36:5-16

4. Kecerobohan Ayub
o Ayub terdorong untuk mengatakan banyak hal secara gegabah, karena kekerasan kawan-kawannya yang kurang simpatik. Ia sungguh-sungguh tersesat ketika menantang Allah dan memperdebatkan masalahnya dengan Dia. Ia seakan-akan menyatakan bahwa ia lebih tahu daripada Allah. Ayu 7:11-21; 9:14-35; 13:3,15-28; 23:2-7; 31:35-37
o Seperti kawan-kawannya, Ayub hanya dapat berpikir dalam hubungannya dengan kehidupan ini saja. Namun demikian, permohonannya akan keadilan sebenarnya mulai menggapai masalah di balik kematian dan mengharapkan keadilan dalam kehidupan selanjutnya. Ayu 10:20-22; 14:7-22; 17:13-16; 19:23-27.

5. Jawaban Allah
Allah tidak secara terang-terangan menjelaskan kepada Ayub mengapa ia menderita seperti yang dialaminya. Sebaliknya Dia menunjukkan secara sekilas kebesaran-Nya dan kebijakan-Nya yang tanpa batas, yang terlihat terutama dalam keajaiban ciptaan-Nya. Jika Ayub tidak dapat mengerti rahasia yang paling sederhana, bagaimana mungkin ia mengerti akan rencana Allah dalam kehidupannya? Ayu 38:1-42:6

Penerapan

1. Penderitaan dialami oleh semua orang
Setiap orang yang hidup dalam dunia yang sudah jatuh ke dalam dosa ini tidak akan luput dari penderitaan. Kita tidak dapat berharap untuk menjalani kehidupan tanpa mengalami kesakitan atau kesusahan hanya karena kita umat Allah.

2. Jangan mengaburkan kebenaran
Biasanya Allah memberkati dan melimpahi mereka yang mengasihi Dia. Allah juga menghakimi orang yang jahat. Tetapi, tidak selalu terjadi demikian dalam kehidupan ini. Sama sekali tidak benar dan kejam, mengatakan bahwa jika seseorang menderita, maka hal itu pasti disebabkan oleh dosa-dosanya.

3. Apa yang terjadi di balik segala peristiwa
Kita tidak tahu apa yang sedang terjadi dalam dunia rohani yang mempengaruhi keadaan kita di dunia ini. Apa yang kita derita mungkin merupakan gambaran peperangan rohani yang sedang terjadi "di surga".

4. Krisis dan pertumbuhan
Pada saat kita tidak tahu lagi apa yang dapat kita lakukan selain bergantung kepada Allah yang tahu apa yang dilakukan-Nya, maka iman kita menjadi sungguh-sungguh iman yang hidup. Allah kadang-kadang mengambil semua perkara yang kita andalkan, sehingga kita betul-betul bertumpu pada-Nya.

5. Terlalu besar bagi kita
Walaupun kita kadang-kadang dapat melihat rencana Allah dalam penderitaan kita, jalan-jalan-Nya selalu lebih tinggi daripada pengertian kita, sehingga rencana-Nya yang sempurna selalu berada di luar jangkauan pengertian kita. Banyak penjelasan kita hanya melulu kata-kata. Pada saat-saat seperti itu akan lebih baik bila kita diam saja dan menggantungkan diri sepenuhnya kepada Allah.

Tema-tema Kunci

1. Sifat-sifat Allah dan pekerjaan-Nya
Allah berdaulat. Bahkan iblis pun tidak dapat berbuat apa-apa tanpa izin-Nya. Baik Ayub maupun kawan-kawannya sadar akan hal ini dan akan kenyataan bahwa Allah menciptakan dunia ini serta memeliharanya. Kitab ini penuh berisi kebesaran dan kearifan Allah. Lihat Ayu 5:8-16; 9:2-13; 11:7-9; 12:10,13-25; 25:2-6; 26:5-14; 34:10-15; 35:10,11; 36:22-33; 37:1-24; 38:1-39:30; 40:8-41:34.

2. Kelemahan manusia
Kisah Ayub mengilustrasikan kelemahan kita, ketidaktahuan, dosa, dan singkatnya hidup kita. Permohonan Ayub akan keadilan sungguh-sungguh menuntut suatu kehidupan yang melampaui kehidupan saat ini, tempat Allah dapat menghukum yang jahat dan meluruskan yang salah dari dunia ini. Lihat Ayu 4:17-21; 5:7; 7:1-10; 9:2,25,26; 14:1,2,4,7-12; 15:14-16; 25:4-6.

3. Kebijaksanaan
Kebijaksanaan Allah, yaitu pikiran Allah, kepandaian dan rencana-Nya, digambarkan kepada kita sebagai hal yang benar-benar di luar jangkauan kita (Ayu 28:1-28). Jika kita diberi sedikit pengertian tentang rahasia-rahasia ini, hal ini bukan oleh karena kepandaian kita. Hanya pada saat kita berserah kepada-Nya kita dapat mengerti sedikit tentang jalan-jalan-Nya. Pikirkanlah pengertian yang terkandung dalam Yesaya 55:8 dan 1Ko 1:18-31.

4. Saling menghibur
Kawan-kawan Ayub memberi kita suatu contoh yang baik tentang apa yang tidak boleh kita lakukan! Banyak yang mereka katakan itu benar, tetapi tidak ada hubungannya dengan masalah Ayub dan menyakitkan. Perhatikan juga bagaimana Paulus mengajar kita mengenai saling menghormati. Pelajaran apa yang secara tak langsung ingin dikatakan tentang bagaimana kita harus memakai pengalaman hidup kita (2Ko 1:3-8)?

5. Ayub dan Perjanjian Baru
Walaupun Ayub hanya disebut sekali saja dalam Perjanjian Baru (Yak 5:11), pertanyaan-pertanyaan yang diajukannya dapat lebih jelas dimengerti jika dilihat dari sudut pandang seorang Kristen. Sebagai contoh lihat Ayub 9:33, 1Ti 2:5; Ayu 14:14, Yoh 11:25; Ayu 16:19;; Ibr 9:24; Ayu 19:25; Ibr 7:25; Ayu 23:3; Yoh 14:6.

Garis Besar Intisari: Ayub (Pendahuluan Kitab) [1] MENGAPA SEMUA ITU TERJADI Ayu 1:1-3:26 Ayu 1:1-2:10Iblis mencobai Ayub Ayu 2:11-13Kawan-kawannya datang Ayu 3:1-26Ayub bertanya "Mengapa?"

[1] MENGAPA SEMUA ITU TERJADI Ayu 1:1-3:26

Ayu 1:1-2:10Iblis mencobai Ayub
Ayu 2:11-13Kawan-kawannya datang
Ayu 3:1-26Ayub bertanya "Mengapa?"

[2] PERDEBATAN PERTAMA Ayu 4:1-14:22

Ayu 4:1-5:27Elifas menyatakan pendapatnya
Ayu 6:1-7:21Ayub menyesali nasibnya
Ayu 8:1-22Bildad membela tradisi
Ayu 9:1-10:22Ayub mengalami kegetiran
Ayu 11:1-20Zofar membela Allah
Ayu 12:1-14:22Ayub memprotes ketidakberdosaannya

[3] PERDEBATAN KEDUA Ayu 15:1-21:34

Ayu 15:1-35Elifas mengatakan ia lebih tahu
Ayu 16:1-17:16Ayub merasa putus asa
Ayu 18:1-21Bildad mengulangi pendapatnya
Ayu 19:1-29Ayub memohon pertolongan
Ayu 20:1-29Zofar setuju dengan pendapat kawan-kawannya
Ayu 21:1-34Ayub menentang mereka

[4] PERDEBATAN KETIGA Ayu 22:1-31:40

Ayu 22:1-30Elifas melontarkan tuduhan kepada Ayub
Ayu 23:1-24:25Ayub merindukan keadilan
Ayu 25:1-6Bildad kesal
Ayu 26:1-27:23Ayub setuju dan tidak setuju
Ayu 28:1-28Pujian kearifan
Ayu 29:1-31:40Ayub mengambil kesimpulan

[5] ELIHU BERBICARA Ayu 32:1-37:24

Ayu 32:1-22Elihu frustrasi
Ayu 33:1-33Penderitaan merupakan didikan
Ayu 34:1-35:16Allah tidak dapat berbuat salah
Ayu 36:1-37:24Allah tahu apa yang dilakukan-Nya

[6] ALLAH MEMBERI JAWABAN KEPADA AYUB Ayu 38:1-42:6

[7] BAGAIMANA SEMUA ITU BERAKHIR Ayu 42:7-17

Advanced Commentary (Kamus, Lagu-Lagu Himne, Gambar, Ilustrasi Khotbah, Pertanyaan-Pertanyaan, dll)


TIP #31: Tutup popup dengan arahkan mouse keluar dari popup. Tutup sticky dengan menekan ikon . [SEMUA]
dibuat dalam 0.38 detik
dipersembahkan oleh YLSA