kecilkan semua  

Teks -- Kidung Agung 2:7 (TB)

Tampilkan Strong
Konteks
2:7 Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem, demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang: jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!
Paralel   Ref. Silang (TSK)   Ref. Silang (FULL)   ITL  

Nama Orang, Nama Tempat, Topik/Tema Kamus

Nama Orang dan Nama Tempat:
 · Yerusalem the capital city of Israel,a town; the capital of Israel near the southern border of Benjamin


Topik/Tema Kamus: Rusa | Gunung, Pegunungan | Kidung Agung | selebihnya
Daftar Isi

Catatan Kata/Frasa
Full Life , Jerusalem , Ende , Ref. Silang FULL

Catatan Kata/Frasa
Wycliffe

Catatan Rentang Ayat
SH

kecilkan semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per frasa)

Full Life: Kid 2:7 - JANGAN KAMU MEMBANGKITKAN DAN MENGGERAKKAN CINTA. Nas : Kid 2:7 Frasa ini terdapat tiga kali dalam kitab ini (lih. Kid 3:5; Kid 8:4); kata-kata ini diucapkan oleh pihak wanita dan mengacu pada kein...

Nas : Kid 2:7

Frasa ini terdapat tiga kali dalam kitab ini (lih. Kid 3:5; Kid 8:4); kata-kata ini diucapkan oleh pihak wanita dan mengacu pada keintiman jasmaniah di antara dirinya dengan kekasihnya. Dia tidak ingin keintiman terjadi sehingga situasinya tepat, yaitu hingga dia sudah menikah dengan Salomo. Alkitab hanya mengizinkan hubungan seksual di antara suami istri

(lihat cat. --> Kid 4:12;

[atau ref. Kid 4:12]

lihat art. NORMA-NORMA MORALITAS SEKSUAL).

Jerusalem: Kid 1:5--2:7 - -- Bagian ini boleh dianggap sebagai syair pertama dalam kumpulan syair-syair yang tercantum dalam Kidung Agung.

Bagian ini boleh dianggap sebagai syair pertama dalam kumpulan syair-syair yang tercantum dalam Kidung Agung.

Jerusalem: Kid 1:12--2:7 - -- Dalam bagian ini mempelai perempuan dan mempelai laki-laki bergilir ganti angkat bicara. Mereka sedang bersama. Wangi-wangian yang mahal dan jarang te...

Dalam bagian ini mempelai perempuan dan mempelai laki-laki bergilir ganti angkat bicara. Mereka sedang bersama. Wangi-wangian yang mahal dan jarang terdapat (narwastu, mur, bunga pacar) mengibaratkan kenikmatan yang dialami dalam pertemuan kenikmatan yang dialami dalam pertemuan itu, Kid 1:12-14. Mereka saling memuji-muji, Kid 1:15-16; 2:1-3. Tempat pertemuan itu kurang jelas. Dikatakan tentang: petiduran sejuk (rindang), Kid 1:16, sebuah istana, Kid 1:17, dan rumah pesta, Kid 2:4+. Sebaliknya, jelaslah apa yang terjadi: kedua kekasih saling memeluk, Kid 2:6, dan mempelai laki-laki mengajak agar kekasihnya jangan dibangunkan orang, Kid 2:7. Ajakan itu menjadi semacam ulangan, Kid 3:5 dan Kid 8:3-4. Ajakan itu tidak perlu dianggap kurang sopan, mengingat bahwa lagu-lagu ini adalah syair pesta nikah. Dalam kumpulan syair-syair pernikahan yang tercantum dalam Kidung Agung tidak ada perkembangan atau kemajuan dalam cinta; masing-masing syair melukiskan seluruh pernikahan. Bdk Pengantar.

Jerusalem: Kid 2:7 - demi kijang-kijang.... Latar belakangnya ialah hidup para gembala, bdk Kid 2:9 dan Kid 2:17. Sementara ahli berpendapat bahwa kata Ibrani sebaot (kijang-kijang) dan ayalot (...

Latar belakangnya ialah hidup para gembala, bdk Kid 2:9 dan Kid 2:17. Sementara ahli berpendapat bahwa kata Ibrani sebaot (kijang-kijang) dan ayalot (rusa-rusa betina) menyembunyikan nama Allah: Elohe sebaot (Allah belantara, sementara alam), ialah Allahnya Israel TUHAN. Tetapi dalam sebuah lagu keduniaan orang tidak mau dengan jelas mengungkapkan nama yang kudus itu. Hanya tafsiran ini sukar dipertahankan.

Ende: Kid 1:5--2:7 - -- Israil masih dalam pembuangan dan disana disiksa (hitam, pendjaga kebun anggur) oleh bangsa2 seasal (putera2 ibuku) sebagai hukuman atas kelalaiannja ...

Israil masih dalam pembuangan dan disana disiksa (hitam, pendjaga kebun anggur) oleh bangsa2 seasal (putera2 ibuku) sebagai hukuman atas kelalaiannja dahulu (kebun anggurku tidak kudjagai)(Kid 1:5-6).Ia sangat ingin pulang kepada gembalanja, Allah dan mendapat lagi berkah dan anugerah tjintaNja (mengaso), dan tidak mau bergembira dan merantau diantara bangsa2 kafir (teman2mu)(Kid 1:7). Untuk bersua dengan Tuhan ia harus kembali ke Palestina, chususnja ke Jerusjalem, dimana dahulu radja2 menggembalakan kawanan Tuhan (perkembangan para gembala), jakni Israil (Kid 1:8). Mempelai-Allah sendiri lalu menerangkan Ia ingat akan nasib umatNja, jang dibandingkan dengan nasibnja dahulu di Mesir (kuda terpasang pada kereta Fare'o)(Kid 1:9). Ia terus mentjintai Israil dan berdjandji, bahwa Ia akan memulihkan nasibnja (untaian2 kami buatkan) (Kid 1:10-11). Wawantjakap jang berikut (Kid 1:12-2:6) melukiskan kebahagiaan tjinta antara Tuhan dan Israil jang kemudian akan terlaksana di Palestina (balai2 kehidjau2an), chususnja di Jerusjalem (rumah dari pohon Aras dan Saru). Kebahagiaan ini dilukiskan se-akan sudah terwudjud. Waktu itu tjinta Tuhan laksana laskar merebut mempelaiNja. (Kid 2:4) dan mempelaipun sakitlah karena tjinta kepada Dia (Kid 2:5). Namun pada kenjataannja hal ini belum terdjadi. Tuhan sendiri menerangkan tjinta Israil belum murni dan ia belum mau sungguh2 mentjintaiNja sekuat tenaga (Kid 2:7).

Ref. Silang FULL: Kid 2:7 - Kusumpahi kamu // cinta sebelum diingininya · Kusumpahi kamu: Kid 5:8 · cinta sebelum diingininya: Kid 3:5; 8:4

· Kusumpahi kamu: Kid 5:8

· cinta sebelum diingininya: Kid 3:5; 8:4

kecilkan semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per Ayat)

Wycliffe: Kid 2:7 - Kusumpahi kamu 7. Kusumpahi kamu. Ini bukan dimaksudkan sebagai sumpah sebenarnya oleh si gadis, sebab diucapkan demi binatang. Kita tidak tahu mengapa yang dipilih ...

7. Kusumpahi kamu. Ini bukan dimaksudkan sebagai sumpah sebenarnya oleh si gadis, sebab diucapkan demi binatang. Kita tidak tahu mengapa yang dipilih adalah binatang-binatang tersebut. Barangkali binatang-binatang itu dianggap kiasan paling tepat untuk cinta yang murni. Dengan menyatakan permintaannya dalam bentuk sumpah berarti ia menekankan permintaannya yang paling mendesak untuk tidak membangkitkan cinta terlalu awal, sebab cinta itu sangat lembut dan mudah terluka. Pada saat yang tepat cinta akan muncul dengan sendirinya.

buka semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Rentang Ayat

SH: Kid 1:1--2:7 - Saling mengungkap cinta (Minggu, 24 September 2006) Saling mengungkap cinta Alkitab membicarakan semua aspek hidup manusia. Tidak ada yang dianggap tabu, tidak penting, dan tidak perlu diperhatikan...

buka semua
Pendahuluan / Garis Besar

Full Life: Kidung Agung (Pendahuluan Kitab) Penulis : Salomo Tema : Kasih dalam Pernikahan Tanggal Penulisan: + 960 SM Latar Belakang Secara harfiah, nama Ibrani kitab in...

Full Life: Kidung Agung (Garis Besar) Garis Besar Judul (Kid 1:1) I. Syair Pertama: Mempelai Wanita Merindukan Mempelai Laki-Laki (Kid 1:2-2:7) A. Keri...

Jerusalem: Kidung Agung (Pendahuluan Kitab) KIDUNG AGUNG PENGANTAR Kidung Agung atau "Syir Hasy-syrim" ialah kidung yang unggul dan paling indah. Kitab in merupakan serentetan sajak ya...

Ende: Kidung Agung (Pendahuluan Kitab) MADAH AGUNG PENDAHULUAN Kitab jang terketjil dari Kitab2 kebidjaksanaan dan jang djuga agak berlainan bentuk serta isinja dengan kitab2 lainnja itu, d...

Wycliffe: Kidung Agung (Pendahuluan Kitab) PENDAHULUAN KIDUNG AGUNG Nama, Kepenulisan, dan Integritas. Kitab ini termasuk dalam lima megilloth, atau kitab-kitab gulungan, yang tiap tahun dibac...

Wycliffe: Kidung Agung (Garis Besar) GARIS BESAR KIDUNG AGUNG Kitab ini tidak menunjukkan pembagian yang jelas. Berikut ini adalah garis besar yang diusulkan) I. Kasih timbal balik ...

BIS: Kidung Agung (Pendahuluan Kitab) KIDUNG AGUNG PENGANTAR Kidung Agung adalah kumpulan nyanyian cinta. Sebagian besar berupa nyanyian bersahut-sahutan antara seorang pria dan seorang

KIDUNG AGUNG

PENGANTAR

Kidung Agung adalah kumpulan nyanyian cinta. Sebagian besar berupa nyanyian bersahut-sahutan antara seorang pria dan seorang wanita. Dalam beberapa terjemahan buku ini disebut Nyanyian Salomo, karena dalam ayat pertama Salomo disebut sebagai penciptanya.

Nyanyian-nyanyian ini oleh orang Yahudi sering diartikan sebagai hubungan antara Allah dan umat-Nya, dan oleh orang Kristen sebagai hubungan antara Kristus dan Gereja.

Isi

  1.  Nyanyian Pertama
    Kid 1:1-2:7
  2.  Nyanyian Kedua
    Kid 2:8-3:5
  3.  Nyanyian Ketiga
    Kid 3:6-5:1
  4.  Nyanyian Keempat
    Kid 5:2-6:3
  5.  Nyanyian Kelima
    Kid 6:4-8:4
  6.  Nyanyian Keenam
    Kid 8:5-14

Ajaran: Kidung Agung (Pendahuluan Kitab) Tujuan Supaya anggota jemaat dapat memahami seluruh isi Kitab Kidung Agung yang menceritakan tentang kekuatan cinta. Pendahuluan Penulis : Raja S

Tujuan

Supaya anggota jemaat dapat memahami seluruh isi Kitab Kidung Agung yang menceritakan tentang kekuatan cinta.

Pendahuluan

Penulis : Raja Salomo.

Isi Kitab: Kitab Kidung Agung terbagi atas 8 pasal. Dan isi Kitab ini ialah, cerita tentang kemesraan dan kekuatan cinta antara raja Salomo dengan kekasihnya.

I. Ajaran-ajaran utama dalam Kitab Kidung Agung

  1. Pasal 1-2 (Kid 1:1-2:7).

    Adegan di Istana

    Pasal Kid 1:2-8, pengantin perempuan dan puteri-puteri Yerusalem, dengan penuh kasih sayang pengantin perempuan menyatakan ketaatan yang mesra kepada pengantin laki-laki. Pasal Kid 1:9-2:7, pengantin laki-laki memuji-muji pengantin perempuan.

    Pendalaman

    1. Bagaimanakah keadaan mempelai perempuan? (pasal Kid 1:5-6).
    2. Bagaimanakah mempelai pria memandang mempelai perempuan? (pasal Kid 1:14).
    3. Bagaimanakah saudara memandang kekasih saudara.
  2. Pasal 2-8 (Kid 2:8-8:4).

    Adegan dalam impian pengantin perempuan

    Karena pengantin perempuan ini dari desa dan berkulit hitam, maka melalui impiannya ia menghilangkan rasa rendah dirinya, yaitu berusaha agar layak dicintai dan mencintai raja sebagai suaminya.

    Pendalaman

    1. Bacalah pasal Kid 2:16. !!"... kekasih_ku_ kepunyaan_ku_ ..." Dua kata "_ku_" di sin menunjukkan _rasa_kurang_aman_ dari mempelai perempuan. Karena ia menjadi isteri raja, ia pun mau menguasainya. Ini merupakan rasa kasih pada suami yang kurang dewasa.
    2. Bacalah pasal Kid 6:3. !!"... _Aku_ kepunyaan kekasihku ..." Bagian ini, merupaka peralihan bagi mempelai perempuan, karena ia kini bar _merasa_ layak untuk mengasihi dan dikasihi.
    3. Bacalah pasal Kid 7:10. !!"... Kepunyaan kekasihku aku ... Bagian ini menunjukkan, bahwa mempelai perempuan kin _sungguh_yakin_, bahwa ia layak dikasihi dan mengasihi. Ini merupakan rasa kasih yang dewasa, yang diperluka dalam kehidupan berumah tangga. Karena suami-istri laya saling mengasihi dan dikasihi.
  3. Pasal 8-14 (Kid 8:5-14).

    Adegan dari padang gurun

    Bagian ini menjelaskan bahwa kekuatan cinta yang memberikan kebahagiaan melebihi kebahagiaan yang diberikan oleh harta benda dan kekayaan.

    Pendalaman

    Bacalah pasal Kid 8:7. Berilah pendapat saudara tentang nilainya cinta.

II. Kesimpulan/penerapan

  1. Kitab Kidung Agung mengajarkan bahwa cinta yang terbaik adalah cinta yang didasarkan pada kepercayaan yang penuh terhadap kekasihnya.

  2. Kitab Kidung Agung mengajarkan bahwa pernikahan merupakan anugerah daripada Allah.

  3. Bagi seorang wanita yang percaya kepada Allah, ia mempunyai nilai yang tinggi, tidak memandang ia itu orang desa atau kesederhanaannya.

  4. Kitab Kidung Agung mengajarkan bahwa kebahagiaan dari cinta hanya dapat ditemukan/dialami kalau terjadi melalui cinta segitiga, yaitu antara suami, isteri, dan Tuhan.

Pertanyaan-pertanyaan yang Dapat Digunakan untuk Tanya Jawab

  1. Siapakah penulis Kitab Kidung Agung?
  2. Apakah isi Kitab Kidung Agung?
  3. Pelajaran rohani apakah yang saudara dapatkan dar mempelajari Kitab Kidung Agung?

Intisari: Kidung Agung (Pendahuluan Kitab) Sebuah kisah cinta JUDULNama Kidung Agung merupakan terjemahan harafiah dari judul dalam bahasa Ibrani yang artinya cara untuk menyatakan lagu yang t

Sebuah kisah cinta

JUDUL
Nama Kidung Agung merupakan terjemahan harafiah dari judul dalam bahasa Ibrani yang artinya cara untuk menyatakan lagu yang terbaik atau terindah.

PENULIS
Ada delapan acuan kepada Salomo dalam Kidung Agung, dan secara tradisional ia danggap sebagai penulisnya. Bait pertama dapat berarti nyanyian itu ditulis oleh Salomo, tetapi dapat juga berati "untuk" atau "tentang" Salomo. Selain nama Salomo, tidak diberikan latar belakang sejarah lainnya. Oleh karena itu, tidak mungkin untuk menentukan penulis atau waktu penulisan kitab itu dengan pasti. Namun demikian, tidak ada hal dalam kitab ini yang menolak bahwa waktu penulisan terjadi pada masa Salomo.

ISI
Kidung Agung pada dasarnya merupakan puisi cinta. Isinya merupakan puji-pujian dan penyataan sukacita dalam kisah cinta antara seorang pria dan wanita. Bahasanya berbobot dan ekspresif; di dalamnya terkandung suatu apresiasi terhadap daya tarik fisik yang ditulis dengan gamblang dan tanpa tedeng aling-aling. Nama Allah tidak disebut-sebut dalam Kidung Agung dan banyak orang menganggap bahwa kitab ini dimasukkan dalam Alkitab oleh karena kitab ini merupakan gambaran nyata dari kasih Allah kepada umat-Nya. Namun, Kidung Agung sendiri tidak mengandung maksud agar pembaca mencari arti tersembunyi di dalamnya.

BENTUK
Para ahli Alkitab akan melihat suatu kesatuan dalam kitab ini; dan jelas bahwa pengulangan kata-kata, ungkapan dan buah pikiran menunjukkan karya penulisan yang biasa. Tidak selalu mudah untuk mengidentifikasikan tokoh-tokoh yang berbeda, atau mengetahui siapa yang sedang berbicara dan kapan berbicaranya. Di samping dua orang kekasih itu, rupanya terdapat sekelompok teman yang berada bersama mereka pada saat-saat tertentu, di antaranya adalah putri-putri Yerusalem, demikian juga dengan warga Yerusalem.

LATAR BELAKANG
Latar belakang syair kebanyakan di daerah pedesaan, boleh jadi pada musim semi, walaupun hal ini boleh jadi ditulis semata-mata sebagai bagian dari puisi. Si penulis pasti sangat akrab dengan cerita-cerita rakyat; ia menyebutkan dua puluh satu jenis tanaman dan lima belas kelompok binatang.

Pesan

Ada dua cara berbeda dalam menafsirkan Kidung Agung:

1. Penafsiran secara harafiah
o Drama: keseluruhan nyanyian dianggap sebagai kisah dramatis tentang kisah cinta Salomo dengan seorang gadis Shulamite atau mengenai usaha Salomo untuk merebut hati seorang gadis Shulamite yang tetap setia kepada kekasihnya, seorang gembala. Masalahnya dengan pandangan ini ialah latar belakang kisah ini sukar ditelusuri, dan drama semacam ini tidak dikenal di kalangan orang Ibrani.
o Nyanyian perkawinan: sementara orang melihat adanya kesamaan dengan nyanyian-nyanyian yang dipakai oleh orang Siria dalam pesta-pesta perkawinan, tempat kedua mempelai dinobatkan sebagai raja dan ratu. Namun, gadis Shulamite tadi tidak pernah disebut sebagai ratu, dan tidak ada bukti bahwa adat perkawinan semacam itu dianut di Israel kuno.
o Syair-syair cinta: Kitab ini dianggap sebagai kumpulan syair-syair cinta, tidak terikat pada suatu peristiwa tertentu seperti perkawinan, walaupun boleh jadi saling berkaitan, dan mengisahkan tentang kisah cinta antara seorang laki-laki dan wanita.

2. Arti tersembunyi
o Alegori: di sini kisah secara harafiah dianggap tidak cocok, tetapi setiap tokoh dan penggambaran dianggap melambangkan hal yang sama sekali berbeda. Para pemikir Yahudi melihatnya sebagai gambaran tentang kasih Allah kepada bangsa Israel dan para pemikir Kristen menganggapnya sebagai kasih Kristus kepada gereja-Nya. Masalahnya ialah bahwa penafsiran seperti itu tidak dapat selalu diterapkan secara konsisten dalam seluruh cerita dan ada juga yang memberikan penafsiran yang sangat jauh berbeda. Namun demikian, penafsiran seperti inilah yang mungkin menjadi dasar di masa lampau untuk menganggap Kidung Agung patut dimasukkan dalam kanon Alkitab. Baik kasih Allah terhadap manusia maupun kasih Kristus terhadap gereja-Nya terdapat dalam Alkitab yang dibandingkan dengan cinta antara suami dan istri.
o Lambang: yaitu jika arti dasar secara harafiah dapat diterima, tetapi dengan asumsi bahwa selain itu ada juga arti rohani yang harus ditonjolkan.

Penerapan

1. Cinta seksual manusia merupakan anugerah Allah yang besar bagi manusia
Cinta antara seorang laki-laki dan perempuan diberikan oleh Allah sendiri, sebagai bagian yang indah dan menyenangkan dari penciptaan. Cinta seksual dimaksudkan untuk sungguh-sungguh dihargai dan dinikmati baik oleh laki-laki maupun perempuan. Kita belajar dalam bagian lain dari Alkitab bahwa hal ini harus juga dalam batas-batas yang sudah ditentukan oleh Allah sendiri, tetapi Kidung Agung semata-mata menekankan pada kenikmatan dari hubungan yang penuh kasih dan gairah ini. Hubungan yang dimaksud jelas termasuk di dalamnya pernyataan kasih secara fisik. Perlu disadari bahwa tidak ada pertentangan antara seks dan kesucian. Tidak ada dalam Alkitab pandangan dari para bapak-bapak gereja terdahulu yang mengatakan bahwa seks itu sendiri merupakan hal yang berdosa dan harus dihindari. Masuknya Kidung Agung dalam Alkitab menunjukkan dengan jelas bahwa aspek fisik perkawinan merupakan hal yang indah, suci dan mulia.

2. Menunjuk kepada kasih Allah
Walaupun tidak seperti alegori alkitabiah lainnya, Kidung Agung tidak memberikan kunci jawaban atas arti yang tersembunyi, gambaran mengenai cinta mengingatkan kita tentang cinta yang lebih murni dan lebih besar daripada cinta manusia.
o Kasih Allah kepada manusia nyata dan dalam
o Dia telah menyerahkan diri-Nya bagi kita
o Dia mengasihi kita sebagaimana kita ada
o Dia menganggap kita bernilai tinggi
o Kita boleh sepenuhnya percaya akan kasih-Nya
o Dia mendambakan balasan cinta dari kita
o Dia ingin supaya kita menyatakan kasih kita kepada-Nya

Tema-tema Kunci

Camkanlah tema-tema di bawah ini sehubungan dengan sikap keduniawian dewasa ini dan sikap kekristenan kita. Bagaimana tema-tema itu dapat menjadi pedoman bagi hubungan perkawinan dewasa ini?

1. Kenikmatan cinta
"Betapa nikmat kasih-Mu, dinda, pengantinku! Jauh lebih nikmat cintamu daripada anggur" (Kid 4:10). Lihat juga Kid 1:2,4; 7:6

2. Kuatnya cinta
"Taruhlah aku seperti meterai pada lenganmu; karena cinta kuat seperti maut" (Kid 8:6).

3. Janji perkawinan
"Aku kepunyaan kekasihku dan kepunyaanku kekasihku" (Kid 6:3). Lihat juga Kid 2:16; 7:10

4. Nilai cinta
"Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina" (Kid 8:7)

5. Cinta tidak boleh dianggap enteng
"Kusumpahi kamu, putra-putri Yerusalem: mengapa kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya? (Kid 8:4). Lihat juga Kid 2:7; 3:5.

Garis Besar Intisari: Kidung Agung (Pendahuluan Kitab) [1] PENGENALAN TOKOH-TOKOH Kid 1:1-2:7 Kid 1:1-7Mempelai perempuan menyatakan cintanya Kid 1:8-11Reaksi kekasihnya Kid 1:12-14Mempelai perempuan

[1] PENGENALAN TOKOH-TOKOH Kid 1:1-2:7

Kid 1:1-7Mempelai perempuan menyatakan cintanya
Kid 1:8-11Reaksi kekasihnya
Kid 1:12-14Mempelai perempuan membandingkan kekasihnya dengan minyak wangi
Kid 1:15-2:2Saling memuji
Kid 2:3-7Mempelai perempuan berbahagia di samping kekasihnya

[2] MEMPELAI LAKI-LAKI DATANG Kid 2:8-3:5

Kid 2:8-13Mempelai perempuan menanti untuk menyambut kekasihnya
Kid 2:14,15Mempelai laki-laki mencarinya
Kid 2:16-3:5Impian pencarian dan penemuan

[3] PESTA PERKAWINAN Kid 3:6-5:1

Kid 3:6-11Iring-iringan Salomo
Kid 4:1-15Mempelai laki-laki memuji mempelai perempuan
Kid 4:16Undangan mempelai wanita
Kid 5:1Jawaban kekasihnya

[4] KEDUA KEKASIH SALING MEMUJI Kid 5:2-7:9

Kid 5:2-8Kunjungan yang tiba-tiba
Kid 5:9Pertanyaan dari teman-teman
Kid 5:10-16Mempelai perempuan memuji kekasihnya
Kid 6:1Teman-temannya membantu mencari kekasihnya
Kid 6:2,3Dia berada di kebun
Kid 6:4-7:9Mempelai laki-laki memuji mempelai perempuan

[5] KENIKMATAN CINTA Kid 7:10-8:14

Kid 7:10-8:4Keduanya sejodoh
Kid 8:5Teman-temannya memperhatikan kebersamaan mereka
Kid 8:6,7Cinta tidak ternilai
Kid 8:8,9Adik mempelai perempuan
Kid 8:10-12Bahagianya dicintai
Kid 8:13-14Pernyataan akhir
Advanced Commentary (Kamus, Lagu-Lagu Himne, Gambar, Ilustrasi Khotbah, Pertanyaan-Pertanyaan, dll)


TIP #30: Klik ikon pada popup untuk memperkecil ukuran huruf, ikon pada popup untuk memperbesar ukuran huruf. [SEMUA]
dibuat dalam 0.05 detik
dipersembahkan oleh YLSA