Versi Paralel Tafsiran/Catatan Analisa Kata ITL - draft

Ayub 9:2

Konteks
TB (1974) ©

SABDAweb Ayb 9:2

"Sungguh, aku tahu, bahwa demikianlah halnya, masakan manusia benar di hadapan Allah 1 ? x 

AYT (2018)

"Betul, aku tahu bahwa itu memang benar. Namun, bagaimana manusia bisa benar di hadapan Allah?

TL (1954) ©

SABDAweb Ayb 9:2

Sebenarnya, tahulah aku akan demikian, karena masakan manusia benar di hadapan Allah.

BIS (1985) ©

SABDAweb Ayb 9:2

(9:1)

MILT (2008)

"Sesungguhnya aku tahu memang demikianlah halnya. Namun dapatkah manusia menjadi benar bersama Allah Elohim 0410?

Shellabear 2011 (2011)

"Sungguh, aku tahu bahwa demikianlah adanya. Tetapi bagaimana manusia bisa benar di hadapan Allah?

AVB (2015)

“Sesungguhnya, aku tahu sedemikian halnya. Tetapi bagaimana mungkin seorang manusia benar di hadapan Allah?

[+] Bhs. Inggris
[+] Bhs. Indonesia
[+] Bhs. Suku
[+] Kuno

TB ITL ©

SABDAweb Ayb 9:2

"Sungguh
<0551>
, aku tahu
<03045>
, bahwa
<03588>
demikianlah
<03651>
halnya, masakan
<04100>
manusia
<0582>
benar
<06663>
di hadapan
<05973>
Allah
<0410>
?
TL ITL ©

SABDAweb Ayb 9:2

Sebenarnya
<0551>
, tahulah
<03045>
aku akan demikian
<03651>
, karena
<03588>
masakan
<04100>
manusia
<0582>
benar
<06663>
di hadapan
<05973>
Allah
<0410>
.
HEBREW
la
<0410>
Me
<05973>
swna
<0582>
qduy
<06663>
hmw
<04100>
Nk
<03651>
yk
<03588>
ytedy
<03045>
Mnma (9:2)
<0551>
[+] Bhs. Inggris

TB (1974) ©

SABDAweb Ayb 9:2

"Sungguh, aku tahu, bahwa demikianlah halnya, masakan manusia benar di hadapan Allah 1 ? x 

TB+TSK (1974) ©

SABDAweb Ayb 9:2

"Sungguh, aku tahu, bahwa demikianlah halnya, masakan manusia 1  benar di hadapan Allah 2 ?

Catatan Full Life

Ayb 9:2 1

Nas : Ayub 9:2

Dalam pasal Ayub 9:1-35 Ayub mengakui bahwa dia tidak mungkin benar secara sempurna di hadapan Allah. Ia mengerti bahwa pada dasarnya ia cenderung kepada keakuan dan dosa sehingga tidak tanpa cacat di hadapan Allah (bd. Ayub 7:21). Namun, dengan segenap hati dan jiwanya ia telah melawan kejahatan dan berbalik daripadanya (Ayub 1:1,8; 2:3); ia yakin bahwa dirinya tidak melakukan dosa besar sehingga tidak patut menderita sehebat itu (Ayub 6:24; 7:20). Jadi, Ayub mengeluh bahwa Allah telah menghukum dirinya tanpa alasan (ayat Ayub 9:16-20). Sekalipun demikian, imannya tetap kokoh, karena ia terus berseru kepada-Nya (lih. Ayub 10:2,8-12; bd. Yak 5:11). Ia tidak mengutuk Allah sebagaimana diperkirakan Iblis (Ayub 1:11; 2:5), sekalipun ia mengeluarkan kata-kata yang kemudian disesalinya (ayat Ayub 9:17,20,22-23,30-31; 42:3-6).

[+] Bhs. Inggris



TIP #24: Gunakan Studi Kamus untuk mempelajari dan menyelidiki segala aspek dari 20,000+ istilah/kata. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA