Titus 1:15 
Konteks| TB (1974) © SABDAweb Tit 1:15 |
Bagi orang suci semuanya suci 1 ; k tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman suatupun tidak ada yang suci, l karena baik akal maupun suara hati mereka najis. m |
| BIS (1985) © SABDAweb Tit 1:15 |
Segala sesuatu adalah suci bagi orang-orang yang suci. Tetapi bagi orang-orang yang pikirannya kotor dan yang tidak beriman, tidak ada sesuatu pun yang suci, sebab pikiran dan hati nurani mereka sudah kotor! |
| TL (1954) © SABDAweb Tit 1:15 |
Maka kepada orang yang suci tiap-tiap perkara ada suci; tetapi kepada orang yang najis dan yang tiada beriman satu pun tiada suci, melainkan akalnya dan perasaan hatinya pun najis. |
| MILT (2008) | Sesungguhnya, bagi yang murni semuanya adalah murni, tetapi bagi mereka yang telah tercemar dan tidak setia, tidak ada satu pun yang murni, sebaliknya, pikiran dan hati nurani mereka telah tercemar. |
| WBTC Draft (2006) © SABDAweb Tit 1:15 |
Bagi orang yang murni, semuanya adalah murni. Tetapi bagi orang yang penuh dengan dosa dan tidak percaya, tidak ada yang murni. Sesungguhnya, pikirannya telah menjadi jahat dan pengetahuannya tentang yang baik sudah hancur. |
| KSI (2000) © SABDAweb Tit 1:15 |
Segala sesuatu adalah suci bagi orang-orang yang suci, tetapi bagi orang-orang yang tidak suci dan yang tidak beriman, tidak ada satu hal pun yang suci, karena pikiran serta isi hati mereka pun kotor. |
| FAYH (1989) © SABDAweb Tit 1:15 |
Orang yang bersih hatinya melihat kebaikan dan kemurnian dalam segala sesuatu. Tetapi orang yang hatinya sendiri jahat dan tidak dapat dipercaya melihat kejahatan dalam segala sesuatu, karena pikirannya yang kotor dan hatinya yang selalu memberontak akan mempengaruhi segala sesuatu yang dilihat dan didengarnya. |
| ENDE (1969) © SABDAweb Tit 1:15 |
Bagi orang sutji segala sesuatu sutji, tetapi bagi orang jang tjemar budinja dan tak beriman, tak ada apa-apa jang sutji. Mereka busuk pemikiran dan hati nuraninja semata-mata. |
| Shellabear Draft (1912) © SABDAweb Tit 1:15 |
Maka suci juga segala perkara kepada orang yang suci; tetapi kepada orang yang kotor dan yang tiada beriman itu satu pun tiada suci, melainkan ingatannya dan perasaan hatinya pun kotor. |
| Melayu BABA (1913) © SABDAweb Tit 1:15 |
K-pada orang yang suchi, smoa perkara jadi suchi: ttapi k-pada orang yang kotor dan t'ada perchaya, satu pun t'ada suchi; ttapi dia-orang punya ingatan dan dia-orang punya angan-angan hati sdia sudah kotor. |
| Klinkert 1879 (1879) © SABDAweb Tit 1:15 |
Maka kapada orang jang soetji segala perkara pon soetjilah, tetapi kapada orang nedjis dan jang tidak pertjaja itoe barang soeatoepon tidak soetji adanja, melainkan baik akalnja, baik angan-angan hatinja pon nedjis djoega. |
| Klinkert 1863 (1863) © SABDAweb Tit 1:15 |
{Mat 15:11; Kis 10:25; Rom 14:20} Maka bagi orang jang soetji segala perkara djoega soetji adanja, {Mat 23:25; Rom 14:23} tetapi bagi orang nadjis, dan jang tiada pertjaja itoe trada satoe perkara jang soetji, melainken baik akalnja baik angen-angen hatinja itoe nadjis djoega. |
| Leydekker Draft (1733) © SABDAweb Tit 1:15 |
Songgohpawn segala sasawatu 'ada thahir pada segala 'awrang thahir: tetapi pada segala 'awrang nedjis dan kafir barang sawatu pawn tijada 'ada thahir, hanja bajik xakhalnja, bajik satahu hatinja 'itu 'ada nedjis. |
[+] Bhs. Inggris
[+] Bhs. Indonesia
[+] Bhs. Suku
|
|
| TB ITL © SABDAweb Tit 1:15 |
|
| TL ITL © SABDAweb Tit 1:15 |
|
| GREEK | |
![]() [+] Bhs. Inggris | |
| TB (1974) © SABDAweb Tit 1:15 |
Bagi orang suci semuanya suci 1 ; k tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman suatupun tidak ada yang suci, l karena baik akal maupun suara hati mereka najis. m |
| TB+TSK (1974) © SABDAweb Tit 1:15 |
Bagi orang suci 1 semuanya suci 1 ; tetapi 2 bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman suatupun tidak ada yang suci 1 , karena 2 baik akal maupun suara hati mereka 3 najis. |
| Catatan Full Life |
Tit 1:15 1 Nas : Tit 1:15 Mungkin Paulus sedang berbicara tentang kesucian ritual dari peraturan makanan orang Yahudi (bd. Mat 15:10-11; Mr 7:15; 1Tim 4:3-5). Ada beberapa guru yang selalu memikirkan mengenai perbedaan antara makanan yang haram dan yang halal. Mereka mengajarkan bahwa kepatuhan dalam hal ini adalah penting bagi kebenaran yang sejati. Mereka mengabaikan tabiat moral yang benar, kemurnian batiniah dan kebenaran yang lahiriah (ayat Tit 1:16). Paulus menekankan, jikalau keadaan moral seseorang itu murni, maka perbedaan di antara makanan haram dan halal itu tidak mempunyai arti apa-apa. Paulus tidak berbicara tentang hal atau tindakan yang secara moral jelas salah, tetapi mengenai kemurnian secara upacara keagamaan saja. |
![]() [+] Bhs. Inggris | |

