Versi Paralel Tafsiran/Catatan Analisa Kata ITL - draft

Roma 6:1

Konteks
TB (1974) ©

SABDAweb Rm 6:1

Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? y  Bolehkah kita bertekun dalam dosa 1  2 , supaya semakin bertambah z  kasih karunia itu?

AYT

Jadi apakah yang harus kita katakan? Apakah kita akan terus berbuat dosa supaya anugerah semakin berlimpah?

TL (1954) ©

SABDAweb Rm 6:1

Jikalau begitu, apakah hendak kita katakan? Bertekunkah kita di dalam dosa supaya anugerah Allah bertambah-tambah?

BIS (1985) ©

SABDAweb Rm 6:1

Kalau begitu, apakah yang dapat kita katakan? Haruskah kita terus saja berbuat dosa supaya Allah semakin mengasihi kita?

MILT (2008)

Lalu, kita akan mengatakan apa? Apakah kita akan terus menerus tinggal di dalam dosa supaya anugerah itu bertambah banyak?

Shellabear 2000 (2000)

Kalau begitu, apa yang dapat kita katakan? Patutkah kita tetap tinggal di dalam dosa supaya anugerah Allah itu semakin bertambah?

[+] Bhs. Inggris
[+] Bhs. Indonesia
[+] Bhs. Suku
[+] Kuno

TB ITL ©

SABDAweb Rm 6:1

Jika demikian
<3767>
, apakah
<5101>
yang hendak kita katakan
<2046>
? Bolehkah kita bertekun
<1961>
dalam dosa
<266>
, supaya
<2443>
semakin bertambah
<4121>
kasih karunia
<5485>
itu?
TL ITL ©

SABDAweb Rm 6:1

Jikalau begitu
<3767>
, apakah
<5101>
hendak kita katakan
<2046>
? Bertekunkah
<1961>
kita di dalam dosa
<266>
supaya
<2443>
anugerah
<5485>
Allah bertambah-tambah
<4121>
?
AYT ITL
Jadi
<3767>
apakah
<5101>
yang harus kita katakan
<2046>
? Apakah
<0>
kita akan terus
<1961>
berbuat dosa
<266>
supaya
<2443>
anugerah
<5485>
semakin berlimpah
<4121>
?

[<3588> <3588>]
GREEK
ti
<5101>
I-ASN
oun
<3767>
CONJ
eroumen
<2046> (5692)
V-FAI-1P
epimenwmen
<1961> (5725)
V-PAS-1P
th
<3588>
T-DSF
amartia
<266>
N-DSF
ina
<2443>
CONJ
h
<3588>
T-NSF
cariv
<5485>
N-NSF
pleonash
<4121> (5661)
V-AAS-3S
[+] Bhs. Inggris

TB (1974) ©

SABDAweb Rm 6:1

Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? y  Bolehkah kita bertekun dalam dosa 1  2 , supaya semakin bertambah z  kasih karunia itu?

TB+TSK (1974) ©

SABDAweb Rm 6:1

Jika demikian, apakah 1  yang hendak kita katakan 2 ? Bolehkah kita bertekun 2  dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu?

Catatan Full Life

Rm 6:1 1

Nas : Rom 6:1

Dalam pasal Rom 6:1-23 Paulus mempersoalkan anggapan salah bahwa orang percaya boleh berbuat dosa terus dan tetap aman dari hukuman karena kasih karunia Allah dalam Kristus. Paulus menanggapi penyimpangan antinomianis dari ajaran kasih karunia dengan menekankan satu kebenaran dasar: orang percaya sejati dikenal sebagai "dalam Kristus" oleh karena dibaptis dalam Kristus dan kematian mereka terhadap dosa. Mereka sudah berpindah dari alam dosa kepada alam hidup -- bersama Kristus (ayat Rom 6:2-12). Karena orang percaya sejati telah memisahkan diri secara pasti dari dosa, mereka tidak akan terus hidup dalam dosa. Sebaliknya, jikalau orang berbuat dosa terus, mereka bukan orang percaya sejati (bd. 1Yoh 3:4-10). Sepanjang pasal ini Paulus menekankan bahwa mustahil seseorang menjadi hamba dosa dan hamba Kristus sekaligus (ayat Rom 6:11-13,16-18). Jikalau mereka menyerahkan diri kepada dosa, hasilnya adalah hukuman dan kematian kekal (ayat Rom 6:16,23).


Rm 6:1 2

Nas : Rom 6:1

Teks :
  1. 1) PB memakai beberapa kata Yunani untuk melukiskan berbagai aspek dosa. Yang paling penting adalah:
    1. (a) _Hamartia_ yang berarti "pelanggaran", "perbuatan salah", atau "berdosa kepada Allah" (Yoh 9:41).
    2. (b) _Adikia_ yang artinya "kejahatan", "kelaliman" atau "ketidakadilan" (Rom 1:18; 1Yoh 5:17). Kata ini dapat dilukiskan sebagai kekurangan kasih karena semua pelanggaran bersumber dari kegagalan untuk mengasihi (Mat 22:37-40; Luk 10:27-37). _Adikia_ juga merupakan suatu kuasa pribadi yang dapat memperbudak dan menipu (Rom 5:12; Ibr 3:13).
    3. (c) _Anomia_ yang artinya "kedurhakaan", "pelanggaran hukum", dan "menentang hukum Allah" (ayat Rom 6:19; 1Yoh 3:4).
    4. (d) _Apistia_ yang artinya "ketidakpercayaan" atau "ketidaksetiaan" (Rom 3:3; Ibr 3:12).
  2. 2) Dari definisi ini dapat disimpulkan bahwa hakikat dosa adalah sifat mementingkan diri, yaitu menginginkan hal-hal dan kesenangan untuk diri sendiri tanpa menghiraukan kesejahteraan orang lain atau perintah Allah. Sikap ini mengakibatkan kekejaman kepada orang lain dan pemberontakan terhadap Allah dan hukum-Nya. Akhirnya dosa menjadi penolakan untuk tunduk kepada Allah dan Firman-Nya (Rom 1:18-25; 8:7). Dosa adalah perseteruan dengan Allah (Rom 5:10; 8:7; Kol 1:21) dan ketidaktaatan kepada-Nya (Rom 11:32; Ef 2:2; 5:6).
  3. 3) Dosa juga menjadi kerusakan moral di dalam manusia yang menentang semua kemauan yang lebih baik dalam manusia. Dosa menyebabkan kita senang melakukan ketidakadilan dan juga menyenangi tindakan jahat orang lain (Rom 1:21-32; bd. Kej 6:5). Dosa juga merupakan kuasa yang memperbudak dan merusak (Rom 3:9; 6:12 dst; Rom 7:14; Gal 3:22). Dosa berakar dalam keinginan manusia (Yak 1:14; 4:1-2;

    lihat cat. --> 1Pet 2:11).

    [atau ref. 1Pet 2:11]

  4. 4) Dosa memasuki umat manusia melalui Adam (Rom 5:12), mempengaruhi semua orang (Rom 5:12), mengakibatkan hukuman ilahi (Rom 1:18), mendatangkan kematian jasmaniah dan rohaniah (ayat Rom 6:23; Kej 2:17), dan hanya dapat dilenyapkan sebagai suatu kekuatan oleh iman kepada Kristus dan karya penebusan-Nya (Rom 5:8-11; Gal 3:13; Ef 4:20-24; 1Yoh 1:9; Wahy 1:5).

[+] Bhs. Inggris



TIP #23: Gunakan Studi Kamus dengan menggunakan indeks kata atau kotak pencarian. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA