Versi Paralel Tafsiran/Catatan Analisa Kata ITL - draft

Pengkhotbah 1:2

Konteks
TB (1974) ©

SABDAweb Pkh 1:2

Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia 1 . c 

AYT

"Kesia-siaan atas segala kesia-siaan," kata Pengkhotbah, "Kesia-siaan atas segala kesia-siaan! Semua yang ada sia-sia.

TL (1954) ©

SABDAweb Pkh 1:2

Kesia-siaan atas segala kesia-siaan, kata al-Khatib; kesia-siaan atas segala kesia-siaan, semuanya juga sia-sia adanya.

BIS (1985) ©

SABDAweb Pkh 1:2

Sang Pemikir berkata: Semuanya sia-sia dan tidak berguna! Hidup itu percuma, semuanya tak ada artinya.

MILT (2008)

Kefanaan atas kefanaan, kata Pengkhotbah; kefanaan atas kefanaan, segalanya adalah kefanaan.

[+] Bhs. Inggris
[+] Bhs. Indonesia
[+] Bhs. Suku
[+] Kuno

TB ITL ©

SABDAweb Pkh 1:2

Kesia-siaan
<01892>
belaka
<01892>
, kata
<0559>
Pengkhotbah
<06953>
, kesia-siaan
<01892>
belaka
<01892>
, segala sesuatu
<03605>
adalah sia-sia
<01892>
.
TL ITL ©

SABDAweb Pkh 1:2

Kesia-siaan
<01892>
atas segala kesia-siaan
<01892>
, kata
<0559>
al-Khatib
<06953>
; kesia-siaan
<01892>
atas segala kesia-siaan
<01892>
, semuanya
<03605>
juga sia-sia
<01892>
adanya.
HEBREW
lbh
<01892>
lkh
<03605>
Mylbh
<01892>
lbh
<01892>
tlhq
<06953>
rma
<0559>
Mylbh
<01892>
lbh (1:2)
<01892>
[+] Bhs. Inggris

TB (1974) ©

SABDAweb Pkh 1:2

Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia 1 . c 

TB+TSK (1974) ©

SABDAweb Pkh 1:2

1 Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia.

Catatan Full Life

Pkh 1:2 1

Nas : Pengkh 1:2

Ayat ini menyatakan tema kitab Pengkhotbah, yaitu bahwa seluruh kegiatan kita di atas muka bumi ini tidak ada artinya dan tidak ada tujuannya ketika dilakukan terlepas dari kehendak Allah, persekutuan, dan kegiatan kasih Allah di dalam kehidupan kita. Kitab ini juga menekankan bahwa ciptaan itu sendiri tunduk kepada kesia-siaan dan kerusakan.

  1. 1) Tujuan penulis ialah menghancurkan semua harapan palsu umat manusia kepada dunia sekular semata-mata; ia ingin pembacanya melihat kenyataan-kenyataan serius dari kejahatan, ketidakadilan, dan kematian serta menginsafi bahwa hidup terlepas dari Allah itu sia-sia dan tidak akan menghasilkan kebahagiaan sejati.
  2. 2) Pemecahan persoalan ini terdapat di dalam iman dan percaya kepada Allah; hanya ini yang menjadikan hidup ini bermakna. Kita harus melihat lebih jauh dari hal-hal duniawi kepada hal-hal sorgawi untuk menerima pengharapan, sukacita, dan damai sejahtera (Pengkh 3:12-17; 8:12-13; Pengkh 12:13-14).

[+] Bhs. Inggris



TIP #11: Klik ikon untuk membuka halaman ramah cetak. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA