Versi Paralel Tafsiran/Catatan Analisa Kata ITL - draft

Mazmur 88:2

Konteks
TB (1974) ©

SABDAweb Mzm 88:2

(88-3) Biarlah doaku datang ke hadapan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepada teriakku;

AYT (2018)

(88-3) Biarlah doaku sampai di hadapan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepada seruanku.

TL (1954) ©

SABDAweb Mzm 88:2

(88-3) Biarlah kiranya doaku sampai ke hadapan hadirat-Mu; berilah telinga akan seruku.

BIS (1985) ©

SABDAweb Mzm 88:2

(88-3) Semoga doaku sampai kepada-Mu, dengarkanlah seruanku.

MILT (2008)

(88-3) Kiranya doaku sampai ke hadirat-Mu, sendengkanlah telinga-Mu pada seruanku.

Shellabear 2011 (2011)

(88-3) Biarlah doaku sampai ke hadirat-Mu. Dengarkanlah kiranya seruanku,

AVB (2015)

Biarlah doaku datang ke hadirat-Mu; condongkan telinga-Mu kepada seruanku.

[+] Bhs. Inggris
[+] Bhs. Indonesia
[+] Bhs. Suku
[+] Kuno

TB ITL ©

SABDAweb Mzm 88:2

(#88-#3) Biarlah doaku
<08605>
datang
<0935>
ke hadapan-Mu
<06440>
, sendengkanlah
<05186>
telinga-Mu
<0241>
kepada teriakku
<07440>
;
TL ITL ©

SABDAweb Mzm 88:2

(88-3) Biarlah kiranya doaku
<08605>
sampai
<0935>
ke hadapan hadirat-Mu
<06440>
; berilah
<05186>
telinga
<0241>
akan seruku
<07440>
.
HEBREW
ytnrl
<07440>
Knza
<0241>
hjh
<05186>
ytlpt
<08605>
Kynpl
<06440>
awbt
<0935>
(88:2)
<88:3>
[+] Bhs. Inggris

TB (1974) ©

SABDAweb Mzm 88:2

(88-3) Biarlah doaku datang ke hadapan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepada teriakku;

TB+TSK (1974) ©

SABDAweb Mzm 88:2

( 1 88-3) Biarlah doaku datang ke hadapan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepada teriakku;

Catatan Full Life

Mzm 88:1-18 1

Nas : Mazm 88:2-19

(versi Inggris NIV -- Siang dan malam aku berseru-seru). Beberapa kalangan beranggapan bahwa ini merupakan mazmur yang tersedih. Penggubahnya telah banyak menderita (ayat Mazm 88:4), mungkin dia seorang penderita kusta (bd. ayat Mazm 88:9). Ia merasa ajalnya sudah dekat dan bahwa Allah telah menolaknya (ayat Mazm 88:8,15,17-19). Ia telah berseru siang dan malam kepada Allah, tetapi tampaknya tidak dijawab (ayat Mazm 88:2-3,14). Ia patah hati dan hampir tidak ada harapan lagi. Namun dengan iman ia tidak mau melepaskan Allah; ia mengaku bahwa Tuhan tetaplah Allah yang menyelamatkan dirinya (ayat Mazm 88:2).

  1. 1) Pengalaman pemazmur sangat mirip dengan pengalaman Ayub, walaupun di dalam kasus ini tidak diberi tahu alasan di balik penderitaannya dan diamnya Allah.
  2. 2) Mazmur ini menyatakan bahwa Allah kadang-kadang mengizinkan saat-saat kesusahan dan putus asa di dalam kehidupan orang percaya. Sungguh merupakan pengalaman yang suram bila tidak ada alasan yang jelas untuk persoalan-persoalan kita dan bila Allah terasa jauh sekali. Sepanjang penderitaan semacam itu ada unsur misteri yang baru tersingkap waktu kita bersama Allah di sorga. Sementara itu, baik iman kepada Allah sebagai Dia yang menyelamatkan kita maupun hubungan yang benar dengan Dia adalah penting untuk mengatasi penderitaan itu. Kita tidak boleh lupa bahwa pada akhirnya "baik maut maupun hidup ... baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang ... tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita" (Rom 8:38-39).

[+] Bhs. Inggris



TIP #31: Tutup popup dengan arahkan mouse keluar dari popup. Tutup sticky dengan menekan ikon . [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA