Versi Paralel Tafsiran/Catatan Analisa Kata ITL - draft

Ayub 7:16

Konteks
TB (1974) ©

SABDAweb Ayb 7:16

Aku jemu, u  aku tidak mau hidup untuk selama-lamanya. v  Biarkanlah w  aku 1 , karena hari-hariku hanya seperti hembusan x  nafas saja.

AYT (2018)

Aku membenci hidupku; aku tidak akan hidup selama-lamanya. Tinggalkan aku sendiri karena hari-hariku hanyalah sebuah embusan napas.

TL (1954) ©

SABDAweb Ayb 7:16

Jemulah aku akan semuanya; tiada aku akan hidup selama-lamanya; biarkanlah aku, karena segala hariku seperti uap jua adanya.

BIS (1985) ©

SABDAweb Ayb 7:16

Aku lelah dan jemu hidup; aku ingin mati! Biarkan aku, sebab hidupku tidak berarti.

MILT (2008)

Aku telah menolak, aku tidak mau hidup untuk selamanya, hentikanlah daripadaku, karena hari-hariku adalah kefanaan.

Shellabear 2011 (2011)

Aku jemu, aku tidak mau hidup terus, biarkanlah aku karena hari-hariku sia-sia belaka.

AVB (2015)

Aku jemu, aku tidak mahu hidup terus, biarkanlah aku kerana hari-hariku sia-sia belaka.

[+] Bhs. Inggris
[+] Bhs. Indonesia
[+] Bhs. Suku
[+] Kuno

TB ITL ©

SABDAweb Ayb 7:16

Aku jemu
<03988>
, aku tidak
<03808>
mau hidup
<02421>
untuk selama-lamanya
<05769>
. Biarkanlah
<02308>
aku, karena
<03588>
hari-hariku
<03117>
hanya seperti hembusan nafas
<01892>
saja.

[<04480>]
TL ITL ©

SABDAweb Ayb 7:16

Jemulah
<03988>
aku akan semuanya; tiada
<03808>
aku akan hidup
<02421>
selama-lamanya
<05769>
; biarkanlah
<02308>
aku, karena
<03588>
segala hariku
<03117>
seperti uap
<01892>
jua adanya.
HEBREW
ymy
<03117>
lbh
<01892>
yk
<03588>
ynmm
<04480>
ldx
<02308>
hyxa
<02421>
Mlel
<05769>
al
<03808>
ytoam (7:16)
<03988>
[+] Bhs. Inggris

TB (1974) ©

SABDAweb Ayb 7:16

Aku jemu, u  aku tidak mau hidup untuk selama-lamanya. v  Biarkanlah w  aku 1 , karena hari-hariku hanya seperti hembusan x  nafas saja.

TB+TSK (1974) ©

SABDAweb Ayb 7:16

Aku jemu 1 , aku tidak mau hidup 1  untuk selama-lamanya. Biarkanlah 2  aku, karena hari-hariku 3  hanya seperti hembusan nafas saja.

Catatan Full Life

Ayb 7:16 1

Nas : Ayub 7:16

Ayub dengan jujur berbicara kepada Allah tentang rasa ketidakadilan, penolakan, dan keragu-raguan yang dialaminya. Ia bahkan berharap Allah akan membiarkannya (ayat Ayub 7:16-19), sekalipun pada saat lainnya ia mendambakan Allah berbicara kepadanya (Ayub 14:15; 23:3,5). Orang percaya yang sedang mengalami pencobaan dan penderitaan berat hendaknya mengungkapkan perasaan mereka secara terbuka kepada Allah di dalam doa. Berbicara kepada Allah dari hati mengenai kepedihan dan kesedihan dengan sikap pasrah tidaklah salah. Hana mencurahkan isi hatinya kepada Tuhan karena kesusahan dan sakit hati yang berat (1Sam 1:13-16). Yesus sendiri mempersembahkan "doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia" (Ibr 5:7), dan ketika hendak mati Ia mengalami kegelapan yang tak terlukiskan karena dipisahkan dari Allah (Mat 27:46).

[+] Bhs. Inggris



TIP #25: Tekan Tombol pada halaman Studi Kamus untuk melihat bahan lain berbahasa inggris. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA