Versi Paralel Tafsiran/Catatan Analisa Kata ITL - draft

Ayub 22:26

Konteks
TB (1974) ©

SABDAweb Ayb 22:26

maka sungguh-sungguh engkau akan bersenang-senang karena Yang Mahakuasa, l  dan akan menengadah m  kepada Allah. n 

AYT

Dengan begitu, kamu akan bergembira dalam Yang Mahakuasa, dan akan mengangkat wajahmu kepada Allah.

TL (1954) ©

SABDAweb Ayb 22:26

Lalu engkau bersukacita akan Yang Mahakuasa kelak dan engkaupun akan menengadah kepada Allah.

BIS (1985) ©

SABDAweb Ayb 22:26

Maka kau boleh percaya kepada Allah selalu, dan mengetahui bahwa Dia sumber bahagiamu.

MILT (2008)

karena kemudian, engkau akan bersukacita atas Yang Mahakuasa, dan engkau akan menengadahkan wajahmu kepada Allah Elohim 0433.

[+] Bhs. Inggris
[+] Bhs. Indonesia
[+] Bhs. Suku
[+] Kuno

TB ITL ©

SABDAweb Ayb 22:26

maka
<0227>
sungguh-sungguh
<03588>
engkau akan bersenang-senang
<06026>
karena
<05921>
Yang Mahakuasa
<07706>
, dan akan menengadah
<05375>
kepada
<0413>
Allah
<0433>
.

[<06440>]
TL ITL ©

SABDAweb Ayb 22:26

Lalu engkau bersukacita akan Yang Mahakuasa
<07706>
kelak dan engkaupun
<06026>
akan menengadah
<05375>
kepada
<0413>
Allah
<0433>
.
HEBREW
Kynp
<06440>
hwla
<0433>
la
<0413>
avtw
<05375>
gnett
<06026>
yds
<07706>
le
<05921>
za
<0227>
yk (22:26)
<03588>
[+] Bhs. Inggris

TB (1974) ©

SABDAweb Ayb 22:26

maka sungguh-sungguh engkau akan bersenang-senang karena Yang Mahakuasa, l  dan akan menengadah m  kepada Allah. n 

TB+TSK (1974) ©

SABDAweb Ayb 22:26

2 maka sungguh-sungguh engkau akan bersenang-senang karena Yang Mahakuasa, dan akan menengadah 1  kepada Allah.

Catatan Full Life

Ayb 22:21-30 1

Nas : Ayub 22:21-30

Elifas menghimbau Ayub dengan doktrin pertobatan yang tradisional namun terlalu sederhana: jikalau Ayub bersedia kembali kepada Allah, menerima instruksi dari firman-Nya, merendahkan diri dan menghapus dosa dari hidupnya, dan meninggalkan ketergantungannya pada hal-hal dunia serta bersukacita di dalam Yang Mahakuasa, maka dengan sendirinya Allah akan membebaskannya dari semua kesulitan, doa-doanya akan didengar, dan keberhasilan akan mengikuti semua usahanya. Akan tetapi, Elifas bersalah dalam tiga hal.

  1. 1) Pertobatan dan keselamatan tidak selalu menghasilkan kemakmuran jasmaniah dan materiel. Kadang-kadang orang beriman, justru karena kesetiaannya "menderita kekurangan, kesesakan, dan siksaan" (Ibr 11:37); sekalipun mereka mempercayai janji-janji Allah, namun saat ini mereka "tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu" (Ibr 11:39).
  2. 2) Ketika menasihati Ayub untuk bertobat supaya memperoleh kembali kesehatan dan kemakmurannya, Elifas dengan tidak sengaja berpihak kepada Iblis dan tuduhan-tuduhannya menentang Ayub dan Allah. Iblis sebelumnya sudah menuduh Ayub melayani Allah hanya karena apa yang dapat diperoleh daripada-Nya (Ayub 1:9-11). Perhatikan bahwa jikalau Ayub bertobat karena dosa yang terduga supaya memperoleh berkat Allah, maka dia memang layak dituduh melayani Allah hanya demi keuntungan pribadi.
  3. 3) Walaupun perkataan Elifas dengan fasik mengungkapkan pentingnya pertobatan, perkataan itu diucapkan dengan motivasi yang salah. Sama sekali tidak ada simpati di dalam hatinya terhadap penderitaan Ayub. Kegagalan Elifas menunjukkan bahwa amanat pertobatan yang dialamatkan kepada yang lemah dan menderita harus disertai kata-kata penghiburan dan belas kasihan.

[+] Bhs. Inggris



TIP #23: Gunakan Studi Kamus dengan menggunakan indeks kata atau kotak pencarian. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA