Resource > Jurnal Pelita Zaman >  Volume 15 No. 1 Tahun 2000 >  UNIO MYSTICA: SEBUAH JAWABAN BAGI PRAKTEK OKULTISME > 
OKULTISME DALAM PRAKTEK 
sembunyikan teks

Amatilah perkembangan pers pasca Orde Baru! Anda bisa menemukan majalah Misteri. Kisah-kisah seputar perdukunan disodorkan kepada pembaca. Majalah terbitan Jakarta ini diberi judul kecil: "Majalah investigasi Supranatural".1534 Kemudian coba bolak-balik tabloid Posmo! Tabloid mingguan ini diberi judul kecil: "Metafisika dan Pengobatan Alternatif. Seluruh arah metafikasinya dan arah pengobatan afternatifnya berwarna okultis. Iklan-iklan klenik terpajang berhalaman-halaman.1535 Sekarang bacalah Wahana Misteri! Aneka pengalaman mistik dikisahkan di dalam majalah ini.1536 Satu lagi, simaklah Liberty! Dua sektor berpadu di dalamnya, yakni dunia biru dan dunia hitam.1537 Dunia biru mengacu pada seks dengan penekanan pada pornografi. Dan dunia hitam tentulah berkisah di seputar praktek klenik.

Keempat media massa ini secara terang-terangan mengekpos persoalan-persoalan dunia mistik bagi masyarakat luas. Yang menarik, nomor-nomor terbitannya selalu sukses di pasaran. Itu mengindikasikan bahwa masyarakat luas sedang mengandrungi hal-hal mistik. Dengan bahasa lain, konsumen, dalam hal ini pembaca, merasakan dunia mistik sebagai salah satu dari kebutuhan hidupnya.

Beranjak ke negaranya Bill Clinton. kita menjumpai sebuah badan usaha yang menjual perlengkapan-perlengkapan okultisme. Tepatnya badan usaha itu berada di negara bagian Massachusetts. Ia mengedarkan katalog setebal 88 halaman dengan ukuran kertas kuarto.1538 Beragam barang ditawarkan, dari jubah hitam dan putih, minyak urapan, kalung, cincin, gelang, gambar tempel, buku penuntun, cawan dan gelas, belati, sampai meja altar. Barang-barang itu seluruhnya berkaitan dengan aliran okultisme dari mancanegara. Bisa itu berasal dari praktek klenik di zaman-zaman kuno, misalnya: Mesir, Persia, Babilonia, India, sampai praktek klenik di zaman modern, misalnya: dari Cina, Afrika, dan Eropa. Semua asesoris itu diperuntukkan bagi praktek okultisme dan Anda bisa memesan ke badan usaha tersebut.

Bagaimana dengan layar lebar? Film-film yang diputar di bioskop-bioskop pun diwarnai oleh tema okultisme. Tiap pemutaran film okultisme, penontonnya tidak bisa dikatakan sedikit. Sundel Bolong, Nyai Loro Kidul, Malam Jum'at Kliwon dan sejenisnya, jelas-jelas mengangkat tema okultisme. Masih banyak film-film seputar itu akan di produksi.

Dahulu, film-film horor ditayangkan khususnya pada hari Jum'at atau paling baik dan paling tepat, malam Jum'at yang jatuh pada Kliwon. Pemutaran film horor di malam Jum'at Kliwon menambah penghayatan pemirsa akan nuansa alam gaib. Tentu masih segar dalam ingatan kita film seri Friday the Thirteen. Namun, sekarang, film-film berlatar belakang okultisme sudah diputar pada hari apa saja, dari Senin hingga Minggu. Di sini, terlihat indikasi bahwa para pengelola siaran televisi melihat sambutan antusias dari pemirsa dan mereka berusaha untuk memenuhi kebutuhan itu.

Kalau dulu okultisme berpanorama desa yang sunyi dengan hutan lebat, maka kini panoramanya berpindah ke kota metropolitan nan ramai lagi sibuk. Apa yang Anda saksikan dalam Tuyul dan mBak Yul? Latar belakang film ini bernuansa rumah mewah, lengkap dengan kolam renang. Si tuyul bisa diajak bersenda gurau oleh gadis-gadis cantik. Bahkan tuyul itu akan menjadi penolong yang setia. Bilamana ada orang yang bermaksud jahat, si tuyul akan membela tuannya dengan cara mempermainkan musuh-musuh itu. Jadilah sang tuyul tokoh yang menegakkan keadilan dan kebenaran.

Kondisi seperti ini menjadikan pemirsa akrab dengan makhluk-makhluk gaib. Kengerian terhadap alam gaib perlahan-lahan sirna. Rasa takut akan praktek okultisme tidak ada lagi. Kontak batin dengan dunia gaib menjadi pencarian orang banyak. Lebih mengiurkan lagi, makhluk di dunia gaib akan menjadi penolong manusia yang setia. Siapa tidak ingin mempunyai body guard setangguh itu?

Apa yang bisa kita pelajari dari fakta-fakta tersebut? Entah Anda menyadari atau tidak, telah terjadi satu pergeseran nilai. Okultisme sudah tidak lagi dipandang membahayakan. Okultisme sudah bukan lagi barang haram. Okultisme telah merupakan kebutuhan bagi sebagian orang. Sesungguhnya, ada satu bencana besar yang sedang menanti, yaitu sebagian orang sudah tidak menyadari lagi bahayanya okultisme. Bahaya terbesar adalah manakala kita tidak lagi menyadari adanya bahaya. Itulah yang terjadi dengan okultisme.



TIP #12: Klik ikon untuk membuka halaman teks alkitab saja. [SEMUA]
dibuat dalam 0.01 detik
dipersembahkan oleh YLSA